Strong Women

Strong Women
Part 29


__ADS_3

"Odi pilih kasih ya, papah marah sama odi, kata andrew dengan wajah memelas.


Sera bersenang-senang dengan odi hingga tak ingat waktu melupakan bagas yang sedari tadi mencoba menghubungi nya namun tidak di angkat oleh sera.


Waktu sudah menunjukan petang, matahari pun sudah mulai terbenam sera sudah menghabiskan seharian berada dalam rumah andrew. Sera sedang terlelap berpelukan dengan jordi di kamar bocah manis itu. Andrew hanya membiarkan dua orang yang di sayangi nya itu menghabiskan waktu berdua lebih banyak lagi..


Hujan turun dengan lebat membasahi kota ini, suara getaran petir membangun kan sera yang sedang terlelap. " Aaaaaa.... Sera berdiri dan berlari menuju pojok kamar itu. Andrew yang mendengar suara bising langsung berlari menuju kamar odi, mata nya membulat melihat sera sedang terduduk di pojok kamar sambil menutup wajah nya dengan sebuah selimut.


"Kenapa kamu raa, ucap andrew sambil menggangkat kepala sera.


"Aku takut ka, sera tanpa sadar memeluk badan kekar andrew yang berada tepat di hadapan nya. Cuaca yang mendung menyelimuti kamar itu entah harus menikmati atau menolak pelukan dari sera, andrew merasa hati goyah bila dekat dengan sera. Merasa sera sudah memiliki kekasih namun hati juga menginginkan sera. Andrew menahan nafas nya sebentar untuk mengatur debaran jantung nya yang tak terkontrol lagi. Andrew membawa sera duduk di sofa yang tak jauh dari tempat odi sedang tidur.


" Tenang lah ra aku ada disini, Andrew mengelus pucuk kepala sera berusaha menenangkan gadis cantik yang menangis di pelukan nya.


" Maaf ka aku memeluk mu, aku sangat takut. Ucap sera mendongakan wajah nya menatap pria tampan itu. Andrew hanya berusaha menenangkan sera sambil memandang rintik hujan diluar kamar dengan tatapan kosong. Pikiranya terbebani dengan berbagai macam hal, hati tak tenang mungkin karna ini baru pertama kali dia rasakan perasaan yang membuat nya ingin memiliki hal yang bukan miliknya. Wajah nya memurung memikirkan jawaban sera saat dia menawarkan kepada sera untuk menjadi pengasuh odi, gadis itu memberikan jawaban menggantung meminta waktu untuk bertanya pada bagas terlebih dahulu. Andrew merasa marah mendengar sera terus saja menyebut nama bagas di hadpaannya. Sera dan andrew terlelap kembali dalam pelukan andrew dengan posisi setengah berbaring karena mereka sedang duduk disebuah sofa panjang sambil berpelukan.


#Keesoakan harinya.....


"Bii... andrew kemana ko ga turun sarapan. Ucap mamah andrew mencari kesekeliling ruangan.


"Tuan masih tidur dikamar den kecil nyah bersama mba sera. Ucap bibi penjaga rumah.


"Bibi serius. Mamah andrew bergerak menuju kamar sang cucu, beliau membuka pelan pintu kamar agar tidak membangunkan penghuni kamar itu. Mata melotot melihat tingkah anak bungsu nya sedang tertidur dalam dekapan sera. Posisi mereka tertukar andrew berada dalam dekapan sera dengan wajah ditenggelamkan di dada besar milik gadis cantik itu.

__ADS_1


"hmmm..... Bangun lah ini sudah siang anak muda, Ucap mamah andrew dengan tawa menyelinginya.


Andrew yang langsung bangun mendengar suara bising mamah nya terkejut melihat posisi dimana dia tetidur. Wajah putih miliknya berubah menjadi merah seketika ketika sadar ada gundukan sexy persis dihadapaan wajahnya. Sera yang ikut terbangun melihat andrew duduk di sampingnya membuat sera sedikit menyinggungkan senyuman di bibirnya.


"Selamat pagi ka, ucap sera sambil merengangkan sedikit tubuhnya.


"Selamat pagi sayang, enak tidur nya semalam. Ucap mamah andrew yang merasa di abaiakan oleh kedua orang dihadapannya. Sera yang baru tersadar akan kehadiaran nene bocah kecil itu langsung berdiri dengan wajah memerah menahan malu karena tadi sudah sedikit memanja dengan andrew.


"Cuci muka lah ayo kita sarapan, Sera bangunkan odi dia harus minum obat nak. Sera mengangguk menuruti perintah wanita paruh baya pemilik rumah megah ini.


"Ka apa mamah melihat kita tidur bersama, aaaa sera sangat malu ka. Ucap sera sambil kembali duduk.


"Kenapa kamu takut? aku akan bertanggung jawab kalo kamu meninta nya. Ucap andrew mencubit wajah gadis itu


" Kamu pantas dapat yang lebih baik lagi ka. Ucap sera berjalan meninggalkan andrew ke arah kamar mandi diruangan itu. Andrew seperti baru saja mendapatkan penolakan penuh dari sera. Entah itu pernyatan polos atau pernyatan yang menusuk tapi itu sama sama membait andrew bimbang dengan hati nya sendiri..


Beberpa jam kemudian....


Andrew sudah berada di jalan untuk mengantar sera pulang ke kost yang tak jauh dari daerah rumah nya.


"Ka makasih sudah mengantar pulang, kaka mau mampir dulu. Ucap sera seraya melihat andrew.


"Gausah ra nanti ada pacar mu aku ga mau menggangu kalian. Ucap andrew dengan muka datarnya.

__ADS_1


"Haha.. dia ga selalu ada disini ka seperti dia marah karna aku dari semalam tidak menjawab telpon nya.


" Maaf karna aku, Ucap andrew.


"Aah apa sih ka, ini kan memang mau ku bisa bersama kamu dengan odi ku yang menggemaskan. Ucap sera dengan wajah imutnya. Gadis bodoh ino entah sadar apa tidak sedang memberi sedikit harapan namum kemudian menghempaskan kembali harapan itu. Perasaan andrew sekarang campur aduk menghadapi sikap sera yang membuat nya kebingungan.


#Ditempat lainnya....


Bagas sedang bersantai dengan semua anggota keluarganya, karna ini akhir pekan semua orang sedang berada di rumah. Bahkan sang kaka berada dirumah tidak seperti biasanya dia menghabiskan waktu lebih banyak diluar dibanding bersama keluarga


"Mii... Ade mau memperkenalkan seseorang sama mami. Ucap bagas memelas kepada sang ibu.


"Siapa? anak pengusaha mana. Ucap mami bagas dengan ketus.


"Hanya keluarga biasa mi tapi bagas sangat menyukai nya.


"Jangan bodoh bagas cari yang menguntungkan jangan cari yang menghabiskan harta kita. Ucap mami bagas dengan nada meremehkan.


"Mami terus saja merasa kurang, biarkan bagas memilih sendiri pilihanya. Selamat berjuang dik, ucap sang kaka berdiri meninggalkan ruang santai. Sang kaka bukan tipe penurut dia akan semakin beringas bila ada yang mencoba menekan nya. Beda dengan bagas yang masih bosa sedikit diatur.


"Iya, biarkan bagas menetukan sendiri dia sudah besar. Ucap sang papi yang berusaha mendukung sang anak.


" Kalian semua bodoh kalo menguntungkan kita bisa melebarkan sayap kita bukan malah mematahkan nya. Ucap sang mami.

__ADS_1


" Maaf mi kali ini bagas akan tetap pada pilihan bagas, Ucap bagas ikut meninggalkan ruang santai. Bagas menuju kamar miliknya mencoba kembalo menghubungi sang kekasih yang sedari malam dia khawatirkan karna tidak bisa di hubungin.


Happy reading ka, jangan lupa vote like beserta komen biar tambah semangat ka. 🌺


__ADS_2