
"Kamu terlihat lebih bahagia setelah menghianati ku? ucap bagas yang tak sengaja berpapasan dengan sera dikampus saat akan menjemput helen. Sera yang lebih dulu melihat bagas berpura-pura tak melihat pria itu dengan berjalan terus tanpa menoleh.
"Aku sedang bicara pada mu seraa, guman bagas seraya mengejar ku. Wajah ku memucat saat lengan ku dapat ditangkap oleh bagas.
"Kamu sengaja menjauhi ku? seharusnya aku yang melakukan itu dan kamu yang harus mengejar ku demi mendapatkan maaf dari ku, guman bagas.
"Untuk apa? bukan kah kamu yang sudah mengakhiri semua nya jadi aku gak perlu menjelaskan apa-pun pada mu. Ucap ku yang berusaha terlihat baik-baik saja.
"Kamu menikmati setiap detik bersama putra? bagaimana rasa nya? kamu lebih menyukai nya ketimbang aku? gairah nya lebih tinggi dari ku? tanya bagas dengan nada melecehkan ku.
"Tolong bagas jangan seperti ini, aku juga butuh hidup yang tenang kamu yang membuang ku jadi aku berhak dekat dengan siapa pun yang aku mau, guman ku berusaha menjauh.
"Kamu yang sudah menghianati ku sera bukan aku, kenapa kamu membalik kan fakta. Ucap bagas yang semakin mengencangkan cengkraman nya.
"Itu kah penilaian mu terhadap ku? jadi kenapa kamu masih memperlakukan ku seperti ini bisa saja kamu mengabaikan ku kan, tolong lepaskan. Ucap ku yang hampir tak bisa bernafas saat dekat dengan bagas. Aku masih belum bisa melupakan apa-pun hal yang sudah kami lalui bersama dalam sekejap. Walau pun aku sangat membenci nya saat ini tapi aku juga tak bisa menghilangkan rasa yang masih tertinggal untuk nya.
"Kamu lupa semua yang kita pernah lalui bersama sera? kenapa kamu memperlakukan ku seperti ini? tanya bagas. Saat ini yang paling aku takut kan ialah bagas mengetahui kehamilan ku, dia gak boleh tahu dengan cara seperti ini atau ini akan menambah masalah diantara kami.
"Bagass, teriak helena saat melihat kami bedua.
"Lepaskan bagas, aku tidak ingin berurusan dengan macan betina mu, ucap ku ketus. Tolong relakan aku setidak nya agar aku bisa bernafas untuk sementara. Bayangan mu saja membuat ku takut tapi kamu malah mengejar ku seperti ini.
"Seraaaa, guman bagas saat melihat ku pergi.
"Kenapa kamu masih mau berurusan dengan wanita sialan itu, ucap helena.
"Jaga mulut mu helena, aku kesini pun karna terpaksa. Ucap bagas berjalan masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan helena.
"Pulang kerumah gue aja raa, ucap vina menyodorkan diri karna melihat sera begitu lemah beberapa hari ini.
Tinn... tinnn....
Suara klakson mobil yang sedari tadi menunggu ketiga gadis ini keluar dari kampus.
"Pergi makan mau gak? tanya momo yang mengagetkan mereka.
"Sialan loe moo bikin kaget aja, guman nisa sambil mencubit momo.
"Habis kalian ditelpon gak ada satu pun yang menjawab. Ucap momo sambil membuka kan pintu untuk sera.
"Gue gak makan ya tapi gue nemanin aja, ucap ku karna memang tak berselera makan.
__ADS_1
"Makan apa ke gitu raa, kasihan loe makin lemas gitu kalo gak makan. Ucap nisa memperlihatkan berbagai menu yang menggiurkan.
"Gue gak bisa makan, ucap ku sambil memejam kan mata karna merasa sangat pusing. Kami menghabiskan sore ini bersama tapi cuma aku yang tidak bersemangat sama sekali karna kondisi ini menyiksa ku.
"Kalian ada yang melihat sera? tanya putra yang sengaja menghubungi nisa untuk menanyakan diri ku.
"Kita lagi keluar bareng sama momo, gak usah khawatir dia bareng kita ko. Ucap nisa tanpa basa-basi.
"Iyaa, tolong paksa dia makan mulai kemarin dia hanya meminum susu. Aku akan mampir saat pulang bekerja nanti, ucap putra.
"Baiklah berhati-hati lah put, ucap nisa.
"Putra bakal mampir setelah pulang kerja raa, loe disuruh makan. Ucap nisa sambil membelai rambut sahabatnya itu.
"Kalian jadi makin dekat? tanya momo.
"Menurut ku putra baik ko, dia terus datang memaksa sera untuk makan dia juga memperhatikan sera dengan baik. Ucap vina.
"Gue setuju, setidak nya masih ada pria waras disisi kita ini. Ucap nisa tertawa sambil mencubit momo.
"Gue waras, gue gak menawarkan diri karna gue tahu sera gak akan mau sama gue. Dia kan punya perasaan sendiri buat orang lain. Ucap momo membela diri. Sepanjang jalan aku hanya tersenyum melihat tingkah laku mereka yang berusaha menghibur ku.
"Telpon gue raa kalo ada butuh sesuatu atau gue tidur sini aja kali ya, ucap nisa saat menurunkan ku di depan rumah.
"Seraa, ucap pelan sesosok pria yang keluar dari mobil. Sosok yang tak ingin ku lihat selain bagas ini muncul mengejutkan ku.
"Kenapa kamu disini dreww, ucap ku pelan dan memberikan jarak antara kami.
"Aku hanya merindukan mu, ucap andrew dengan wajah lusuh nya. Bohong sekali dia berkata seperti itu, malam itu dia begitu bersemangat menyalahkan ku tanpa mau mendengarkan penjelasan ku sedikit pun.
"Pulang lah jordi pasti menunggu mu, aku juga akan masuk. Ucap ku dengan wajah datar. Kenapa ia harus datang kembali setelah aku mencoba untuk melupakan semua.
"Apa kandungan mu baik-baik saja, kamu sehat? kenapa kamu terlihat pucat, ucap andrew.
"Aku tidak akan menjawab itu semua tapi seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja kali ini, pulang lah dreww aku lelah. Ucap ku yang tak tahan akan wajah andrew yang terus terlihat mengkhawatirkan ku.
"Kenapa kamu masih tinggal disini? apa kamu tidak tahu malu masih tinggal dirumah yang diberikan mantan kekasih yang sudah meninggalkan mu. Ucap andrew dengan nada menyindir.
"Itu bukan urusan mu, aku memang seperti ini aku akan menghabiskan seluruh harta mu kalau kau yang menjadi pasangan ku sebelum nya. Ucap ku yang tersinggung dengan kata-kata nya. Aku memang sudah memikirkan untuk pergi meninggalkan rumah yang penuh kenangan ini tapi pindah tanpa persiapan aku juga tidak berani ditambah keuangan ku yang sudah menipis karna aku belum bekerja lagi. Terkadang aku begitu senang saat mereka mengajak ku makan karna cukup membantu ku mengurangi beban pengeluaran tapi dengan kondisi ku seperti ini terkadang aku malah mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk menuruti keinginan ku yang muncul tiba-tiba.
"Putraaa, guman ku saat melihat pria ini kembali menunggu ku.
__ADS_1
"Kamu lama sekali raa, kaki ku sampai sakit duduk terlipat disini, ucap putra.
"Kenapa kamu kemari? ada perlu apa? tanya ku.
"Aku mambawakan mu ini, jangan lupa dipanas kan terlebih dahulu raa. Ucap putra kembali memberikan ku makanan yang sengaja ia bawa.
"Kamu melihat ku dengan andrew? tanya ku karna aku yakin putra melihat ku dengan cukup jelas.
"Iyaa aku melihat kalian, masuk lah makan lebih dulu setelah itu istirahat lah raa. Ucap putra yang malah bersikap manis terhadap ku.
"Putraa bisa kah kamu membantu ku mencari kan tempat tinggal baru tapi jangan yang terlalu mahal aku belum punya cukup uang. Ucap ku sambil bersender pada pintu kamar ku.
"Kamu mau pindah dari sini? tapi kenapa ini cukup dekat dari kampus mu kan. Tanya putra.
"Tapi bagas yang membayar ini aku takut dia akan datang dan mengusir ku keluar sewaktu-waktu put, ucap ku sambil sedikit tersenyum agar putra tak bertanya hal lain.
"Baiklah aku akan mencarikan tempat untuk mu, sekarang kamu masuk jangan lupa untuk makan ibu ku yang membuatkan ini. Ucap putra sambil mengusap bahu ku dengan lembut.
Keesokan harinya.......
"Kenapa kamu disini raaa? tanya putra yang terkejut saat melihat ku masuk ke dalam ruangan nya.
"Aku butuh pekerjaan put lagian dirumah aku cuma berbaring saja.
"Tapi kondisi mu kan sedang hamil muda raa, kalau kamu ada apa-apa aku akan sangat bersalah. Ucap putra yang tak senang melihat ku kembali bekerja.
"Aku butuh ini putra, aku janji akan lebih berhati-hati lagi saat bekerja lagian kalau memang terjadi apa-pun aku gak akan menyalahkan siapa pun. Memang seharusnya dia tidak ikut bersama ku. Ucap ku ketus.
"Sera aku gak suka mendengar mu seperti ini, dia gak salah kenapa kamu menyalahkan nya atas semua kesialan ini. Ucap putra yang tiba-tiba memarahi ku dengan cukup kejam.
"Dewasa sedikit seraa, kalau kamu memang merasa terbebani seharusnya dari dulu kamu meninggalkan bagas bukan hanya diam seperti mayat hidup. Ucap putra ketus.
"Kenapa kamu memarahi ku, ucap ku yang merasa bersalah karna perkataan putra ada benar nya.
"Kamu yang membuat ku marah seperti ini, kenapa kamu selalu menyalahkan bayi tak berdosa itu. Yang hina kalian kerena kalian yang menghadirkan nya disituasi macam ini. Ucap putra yang malah menggebrak-gebrak meja dan semakin marah.
"Bersikap lah dewasa sera, jangan terus seperti ini kamu masih bisa punya pilihan lain untuk tetap bertahan hidup. Guman putra pergi meninggalkan ku menangis karna tak tahan mendengar semua perkataan nya.
Tak satu pun perkataan putra membuat ku marah atau merasa terhina. Semua yang dikatakan nya benar, aku lah yang bersalah. Tapi aku malah mencari pembenaran akan kesalahan ku sendiri. Seharus nya aku bisa menerima kondisi ini tapi aku malah terus menolak dan membuat nya tersiksa. Seharusnya bagas ikut merasakan kesedihan dan kegembiraan ini tapi kami harus berpisah dengan cara sepedih ini. Aku bahkan tidak berani menceritakan kebenaran bayi ini karna takut bagas tidak akan mau menerima nya begitu saja setelah kejadian ku bersama putra beberapa pekan lalu.
"Boleh kah aku memiliki mu tapi aku tidak akan bisa memberikan hidup yang layak dengan pekerjaan yang sekarang. Ucap ku sambil mengelus perut ini dimana ada nyawa lain yang hidup dalam tubuh ku.
__ADS_1
Bersambung....