Strong Women

Strong Women
Part 126


__ADS_3

Bagas sesekali terlihat termenung setelah beberapa hari berlalu semenjak kejadian itu. Ia merasa bersalah dan kecewa karna tak bisa menjaga sera dengan baik. Sedangkan sera masih di rindung penyesalan karna telah membohongi bagas sedemikian rupa hingga membuat pria itu terlihat lebih buruk sekarang ini.


"Kamu yakin akan bekerja sekarang? tanya bagas saat melihat sera bersiap-siap pergi.


"Setidak nya aku akan sedikit melupakan kejadian itu kalo bekerja, kamu juga harus bekerja gas jangan dia dirumah seperti ini, ucap sera.


"Hmm, aku akan mengantar mu raa kemudian aku kan pergi sebentar ke kantor melihat jadwal. Ucap bagas yang masih terlihat lesu.


"Ingat jangan terlalu lelah, aku gak mau lihat kamu sakit lagi, ucap bagas saat menurun kan sera di depan cafe.


"Berhati-hati lah gas, semoga hari mu menyenangkan. Ucap sera.


"Benarkah kamu baik-baik aja ra setelah kita kehilangan calon bayi kita, kenapa kamu hanya diam kepada ku? guman bagas saat melihat sera pergi. Bagas bergegas pergi untuk mengurus sesuatu yang selama ini ia tunda, ia berusaha mengalihkan pikiran nya seperti yang diusulkan sera. Bobot tubuh sera menurun drastis selama beberapa pekan terakhir, gadis ini terlihat lebih kurus dan pucat karna pola tidur nya yang juga belum teratur seperti sebelumnya. Sera mencoba bekerja dengan sebaik-baik nya karna hanya tinggal tempat ini yang mampu membuat nya nyaman, tak banyak aktifitas yang ia lakukan selain bekerja selama masa liburan. Gadis ini lebih banyak diam tak seperti sebelum nya yang selalu ceria. Banyak hal yang membuat nya tak nyaman sehingga ia merasa harus lebih menutup diri.


"Tumben mau keluar hari ini biasa belum diajak aja sudah nolak ra, ucap vina saat datang menjemput sahabatnya itu.


"Gue suntuk vin, kalian habis dari mana? tanya sera saat melihat nisa tertidur dibangku belakang.


"Kalo jomblo mah bebas memang elo ngurung diri mulu sampai kaya orang penyakitan gini, ucap vina menggoda sera.


"Memang gue terlihat sakit ya? tanya sera.


"Loe gak ngaca apa gak punya kaca sayang? ucap vina menyindir sera.


"Gue malas ngaca karna kecantikan gue sudah paripurna kali, guman sera tertawa.


"Malas gue ngomong sama orang gak waras kaya loe raa, ucap vina cemberut karna perkataan nya tak diambil berat orang sang sahabat.

__ADS_1


"Kalian dari mana? tanya adam saat melihat ketiga gadis ini turun dari mobil.


"Kenapa? ada urusan sama kita. Ucap nisa dengan ketus. Vina hanya tertawa saat melihat adam dan bisa kembali terlibat perdebatan, sedangkan sera hanya berdiri tanpa mengeluarkan ekspresi apa-pun.


"Kamu masih boleh bawa mobil setelah kecelakaan itu? ucap adam bertanya pada vina yang terus saja tertawa dibelakang nisa.


"Aku akan lebih berhati-hati setelah ini, ayo kita masuk, ucap vina sambil berlalu pergi.


"Kamu baik-baik aja kenapa kamu terlihat kurus? tanya adam saat melihat sera sedikit berbeda. Gadis ini hanya menganggukan kepalanya tanpa berkata apa-pun terhadap adam. Rumah nisa terlihat berbeda semenjak kehadiran adam, rumah yang biasa nya sepi sekarang menjadi lebih ramai karna adam sering kali mambawa beberapa teman untuk bermain dirumah disaat waktu lenggang atau libur bekerja. Ibunda nisa juga sudah mulai meneriman kehadiran adam, namun keadaan keluarga nisa tak banyak berubah sang ayah dan ibu masih saja sibuk dengan urusan pekerjaan mereka masing-masing yang terkadang memakan waktu berhari-hari membuat mereka jarang bisa bertemu.


"Ade ipar loe ada dibelakang, ucap adam menyenggol aditya yang masih sibuk dengan game ditangan nya.


"Benarkah? gimana keadaan nya? ucap aditya yang sedikit menaruh iba karna mendengar segala kejadian yang menimpa sera, termasuk kejadian yang ibu nya lakukan terhadap gadis kecil itu. Semenjak kejadian itu rumah aditya terus saja diselimuti awan hitam, kedua orang tua nya menjadi sering bertengkar. Bagas yang tak kunjung pulang menambah hawa panas yang makin mengobarkan pertengkaran kedua orang tuanya, dan berakhir pada aditya tak kunjung bisa mendamaikan kedua orang tua nya dan memilih untuk terus saja menempel pada adam menghabiskan waktu untuk bersenang-senang.


"Loe bisa lihat sendiri kan gak perlu gue yang menerjemahkan pakai bahasa kasar kan, ucap adam.


"Loe kurusan raa? tanya nisa saat melihat perubahan pada sang sahabat.


"Masa? tapi aset-aset gue masih aman kan kalo di pamerkan? ucap sera tertawa.


"Sialan loe raa, ucap nisa sambil melempar kacang pada sera.


"Kenapa loe diam aja ra diperlakukan seperti ini, ucap vina yang tiba-tiba marah saat melihat rekaman vidio yang dikirim kan roy padanya.


"Mana yang sakit? tanya vina sambil melihat sekujur tubuh sera.


"Kalian pada ngomongin apaan sih? tanya nisa yang kebingungan saat melihat vina yang tiba-tiba marah.

__ADS_1


"Gue baik-baik aja kali, gausah dipikiran gitu. Ucap sera berusaha tidak membuat sahabatnya gelisah karna terus memikirkan kehidupan nya yang sedang diguncang.


"Kenapa loe gak bilang ke kita raa? tanya nisa sambil memeluk sera dengan erat.


"Gue harus bilang apa ke kalian? apa kalian gak cape terus menerus mengasihani ku? ucap sera sambil gemetar saat melihat kedua sahabat nya ini sudah banjir air mata karna melihat rekaman itu.


"Gausah dibahas kalo gue sudah gak sanggup pasti gue ngomong ke kalian, saat ini gue cuma butuh ruang untuk bernafas. Ucap sera mencoba menyemangati diri sendiri dan juga kedua sahabatnya itu.


"Sialan loe ra bikin kita banjir air mata gini, ucap vina mencubit pinggang sera. Gadis ini memang sengaja selalu mengajak kerumah nisa ketimbang ketempat vina karna takut bertemu andrew. Sera belum bisa memaafkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa andrew karna dirinya.


Aditya dengan sengaja mencuri dengar pembicaraan tiga gadis ini. Beberapa kali ia hampir ragu mendengar suara sera yang terdengar parau tapi terkadang gadis ini tertawa. Pria ini membayangkan posisi sang adik yang sangat terjepit dalam situasi ini, tak bisa memilih antara keluarga atau sang kekasih yang sama sama sangat dia cintai.


"Raa kamu terlihat sangat pucat kita ke rumah sakit ya? tanya bagas.


"Gausah gas aku hanya lelah aja, guman sera.


"Iya aku tahu kamu lelah karna berhari-hari kamu gak bisa tidur kan? tanya bagas dengan nada sedikit kesal.


"Kamu tahu? tanya sera sambil melihat bagas yang terlihat marah.


"Sampai kapan kamu berencana untuk menutupi itu? bagas sangat marah saat tahu sera menyembunyikan sesuatu dari nya.


"Aku gak perlu menyembunyikan apa-pun dari mu, ucap sera bergeming.


"Jadi maksut mu aku tidak perlu tahu urusan mu? tanya bagas kesal.


"Bisa kah kita tidak perlu mempermasalahkan ini? itu bukan sesuatu yang penting. Ucap sera dengan nada datar.

__ADS_1


"Jadi maksut mu meminta obat penenang saat kamu hamil itu juga wajar? tanya bagas meraih lengan sera untuk membuat gadis ini berbicara sambil menatap dirinya. Sera terus saja menjauh semenjak kejadian itu, gadis ini tak pernah menganggap percakapan mereka penting karna selalu menghindari kontak mata dengan bagas setidaknya itu lah yang dirasakan bagas, ia merasa terus saja di acuhkan walau sera masih terlihat ramah dari luar.


Bersambung...


__ADS_2