
Saat berjalan ke arah kamar jordi suara tangisan yang keras terdengar hingga koridor, suara rintihan dari bocah kecil yang menahan sakit sangat menyiksa hati sera. Dia menaruh kedua tangan nya di dada mencoba menekan dan menahan sesak yang ia rasa sedari tadi. Sampai di pintu kamar sera melihat jordi sedang di gendong sang nene yang juga sedang menangis di temanin sang bibi pengasuh yang membawa tiang infusan mengikuti gerak sang nene yang menggendong.
" maah.. sera datang, ucah andrew membuat seisi ruangan menoleh ke arah datang nya suara". Sang nene langsung menghampiri sera dengan air mata yang masih berlinang membuat sera makin menderaskan air mata nya. " tolong mamah sayangku, jordi selalu mencari mu, ucap sang nene sambil menyerahkan jordi kepelukan sera". Dengan perlahan sera mengambil jordi kepelukan, jordi yang melihat sera mengumbar senyuman dengan muka merah karena sedari tadi menangis. " maaamaahh... hikss.. mamaaahhh, ucap jordi merangkul sera dengan tubuh lemas nya". Sera hanya memeluk jordi dengan hangat tanpa mengelurkan sepatah kata pun, dia trus menimang jordi hingga suara tangisan jordi sudah tidak terdengar lagi karena jordi yang sudah terlelap di dada wanita cantik ini.
" Istirahat lah bi pasti bibi lelah, biar sera yang jaga jordi bii, ucap sera yang melihat sang bibi pengasuh sudah terlihat kelelahan". Sang bibi hanya menurut dan berjalan duduk di sebuah kursi di ujung ruangan mencoba mengistirahatkan badan nya. Sera masih di sibukan dengan memeluk sang malaikat kecil yang menguncang hati nya itu sambil duduk di ujung kasur jordi. " raa bawa saja dia pulang agar dia selalu bersama mu, ucap nisa sambil memecah keheningan yang terjadi namun membuat seluruh mata menatap nya dengan heran". Vina melemparkan botol kosong ke arah nisa
" lambe mu neng minta di cocol lombok ehh.. ucap vina dengan mata melotot"
" bang beli makan yo kami sangat lapar habis pertandingan langsung kesini, ucap vina memeluk roy" .
" ahh.. hampir saja aku lupa memberi makan peliharan ku. ucap roy yang langsung mendapat cubitan dari vina dan nisa". Mereka bertiga kemudian berjalan keluar ruangan untuk mencari makanan, sera hanya tertawa melihat tingkah mereka sambil terus mencium pucuk kepala jordi yang di peluknya. Mata andrew menatap gadis manis ini yang sedang bersikap seperti seorang ibu yang sedang menjaga anak nya sendiri walau dia baru mengenal jordi tapi perlakuan sera sangat hangat layak seperti ibu kandung saja.
Tokkk.. tok....
Suara ketokan pintu dan sesosok dokter berjalan masuk ke dalam kamar untuk melakukan pemeriksaan. " selamat sore sayang ayo kita cek dulu ya, bisa di taro bu anak nya dulu di kasur, ucap sang dokter mengarah ke sera ". Saat sera hendak menaruh jordi di kasur bacoh itu malah bangun dan menangis engga turun dari pelukan sera. " oh gpp sayang di periksa sambil di gendong mama aja gpp. ucap sang dokter membuat mata sera membulat"
Setelah beberapa lama melakukan pengecekan seperti tes demam, detak jantung dan lain-lain. " Alhamdulillah sudah berangsur normal ya bu, nafasnya juga sudah mulai teratur demam sudah turun. Nanti tolong sambil di beri makan perlahan supaya cepat pulih ya bu. ucap sang dokter menatap sera. Sera hanya tersenyum menanggapi perkataan sang dokter ini. Dokter kemudian bercakap-cakap dengan andrew tentang kondisi jordi. " mungkin ini karna ibu nya datang ya pak si anak jadi lebih tenang, deman juga sudah turun tidak seperti siang tadi, ucapan sang dokter membuat andrew kebingungan sambil menatap sekeliling". Mungkin sang dokter melihat sera sebagai sosok istrinya yang sedang menjaga sang anak. Andrew yang baru sadar arti dari perkataan dokter hanya terus mengumbar senyuman sambil terus bertanya tentang tindakan selanjutnya untuk odi, sang nene yang memperhatikan tingkah anak nya yang selalu mengumbar senyum menjadi keheranan tidak seperti biasa raut wajah itu terus berubah-ubah mengumbar senyuman dengan mata sendu andrew memang di kenal sesok dinggin nan kaku apalagi terhadap wanita.
Selang beberapa saat roy sudah datang dengan membawa sejumlah bungkusan makanan ke ruangan itu. Mereka mulai menyantap makanan, tak terkecuali sera yang masih terduduk memeluk jordi. Sera seperti enggan melepaskan bocah kecil yang sekarang sedang meringkup di dadanya.
__ADS_1
" bukan mulut mu ra biar aku yang suapain kalo maag mu kambuh lo ga bisa jaga jordi, ucap nisa nyodorkan beberapa suapan makanan".
" udah ah aku sudah kenyang sa.. ucap sera menepis sendok yang akan di sodorkan lagi"
"nanti makan lagi jangan sampai maag mu kambuh, kata vina ". Sera merasa senang mendapat perhatian dari kedua sahabat nya itu. Roy dan andrew hanya bisa tertawa melihat tingkah tiga sabahat ini. Tak lama berselang jordi kembali bangun dan mengajak sera bercanda sambil tetap duduk di pangkuan sera. " ade lapar ga kita makan habis itu minum obat. Ucap sera". Andrew dengan sigap berjalan ke arah sera menyodorkan mangkuk makan milik jordi.
" ka kamu disini aja bantu aku meberikan minum tangan ku sudah penuh, ucap sera menatap andrew dengan sendu". Debaran jantung andrew menjadi tidak terkontrol melihat tingkah manis sera barusan hampir saja andrew ingin memeluk sera kalo dia tidak gensi dengan begitu ramai isi ruangan ini. Mereka bertiga terlihat seperti sebuah keluarga yang utuh dan harmonis, sang nene langsung berdiri mengabadikan momen langka ini dengan memotret mereka. Andrew yang sadar melihat tingkah mamah nya hanya bisa berdecak kesal.
Setelah beberapa saat jordi sudah beralih kepangkuan sang nene yang kasihan melihat sera sedari tadi menjaga cucunya. Sera beranjak duduk di samping roy sambil menaruh kepala bersandar di bahu roy seperti isyarat dia sedang merasakan lelah. Sera memang sedikit manja terhadap roy, bagi nene jordi yang tidak biasa melihat akan mengira ada hubungan spesial yang terjalin antara roy dan sera. Nisa yang sadar akan tatapan wanita paruh baya itu mencoba menjelaskan kedekatan yang terjadi di antara mereka semua yang menganggap roy sebagai sosok kakak. Secara absrud nisa terus berbicara mencoba menjelaskan dengan maksut supaya wanita paruh baya itu mengerti dan tidak salah paham akan sera.
Tak terasa malam sudah tiba membuat mereka semua sudah merasa lelah. Vina sudah mengajak untuk pulang dan di iyakan oleh sahabat nya. Namum sera nampak membiat raut wajah yang murung harus meninggalkan bocah kecil itu tapi dia juga tidak bisa memaksa tinggal karena dia tidak mempunyai hak disini. "Nak mau kah kamu menemani jordi malam ini mamah takut malam dia akan bangun dan mencari mu. Ucap wanita paruh baya itu kepada sera"
" apa kamu bisa menenangkan jordi kalo dia menangis lagi, kamu mau dia kejang lagi drew sedari pagi saja kamu hanya duduk kebingungan malah pergi mencari sera. Ucap sang nene dengan nada menghakimi andrew. Andrew hanya bisa tertunduk malu mendengar perkataan ibu nya di depan semua orang.
" baiklah tante, sera mebalas senyuman ke wanita itu dan menatap andrew"
"baiklah semua orang pulang untuk istirahat besok kalian semua harus disini pagi-pagi, biarkan sera dan anak ku yang sok pintar itu menjaga cucuku. Ucap sang nene". Sera tidak merasa canggung di tinggal berdua dengan andrew menurut sera tidak terlalu penting selama dia bisa dekat dengan bocah kecil yang sedang tertidur pulas ini.
" saa besok bawakan aku baju ganti ya, ucap sera sambil berbisik ke nisa. Kamu tau kan sa apa yang harus kita bilang ke bagas". Nisa yang mengerti perkataan sahabat nya itu mengangukan kepala nya tanda setuju. Sera terpaksa berbohong terhadap bagas agar dia tidak cemburu sera hanya ingin dengan jordi menjaga bocah kecil menggemaskan ini.
__ADS_1
Sesaat kemudian
Waktu sudah menunjukan jam 10 malam, sera baru sadar harus menghubungi seseorang. Dia beranjak dari duduk nya berjalan meraih ponsel di dalam tasnya.
Tut.....
" Haloo beb, ucap sera mendengar sahutan dari sesosok orang yang ia hubungin". Raut wajah andrew menjadi gelap mendengar suara manis sera yang sedang bercakap-cakap di ponsel milik nya. " ingin ku hempas itu ponsel sekarang juga, guman andrew sambil menatap layar televisi di hadapan nya"
" beb boleh dong aku ambil cuti ya besok, aku ada urusan mendadak beb terus event yang sore aku juga ga bisa datang ya. Nanti fee yang udah aku terima ku kembaliin ke kamu ya. Ucap sera". Andrew yang baru mendengar percakapan sera barusan sadar ternyata sera bukan menghubungi kekasih nya melainkan sedang berusaha membatal kan pekerjaan nya.
" raa kamu kerja, ucap andrew yang melihat sera sudah selesai dengan ponsel nya dan berjalan duduk dekat dengan nya"
" gaa ko ka, kenapa ?.
" jangan bohong, pergi lah besok pagi untuk bekerja aku ga mau menyusahkan mu. ucap andrew. Sera langsung mendekati dan duduk bersampingan pria tampan ini.
" hmm.. besok harus nya jadwal pagi ku di kafe dan sore nya aku ada event, tapi aku ga mau ninggalin odi lagian masih bisa di cari lagi ko ka, ucap sera menatap andrew dengan lekat. Gadis bodoh ini tidak sadar prilaku manis nya bisa membuat macam mengincar nya, dia sekarang duduk terlalu dekat dengan andrew wajah mereka hanya tertinggal satu jengkal saja. Andrew menjadi salah tingkah debaran jantung menjadi tak karuan merasakan hafas sera yang begitu dekat dengan nya.
Hallo kaa jangan lupa bantu vote like ya ka, selamat membaca kaa 💜
__ADS_1