
"Bodoh kenapa kamu bisa gagal, ini uang mu jangan sampai ada yang tau siapa aku. Pelayan pria itu berlalu pergi meninggalkan sebuah ruangan yang sudah berantakan karna kemarahan seorang wanita. Mungkin hari ini sera dan kawan nya hanya bernasib baik karena andrew datang diwaktu yang tepat. Hal mengerikan apa yang akan di lalui gadis ini jika terlambat sedikit saja.
Andrew bergegas menghampiri sera di tepi kolam, dia sudah tidak dapat menahan amarah nya dengan hanya berdiam diri. Pria ini berjalan dengan cepat menghampiri sera dan menarik paksa tangan gadis itu yang masih berpegangan tiang pembatas. Sangat kasar tarikan yang andrew berikan, entah kemarahan seperti apa yang sudah memenuhi tubuh pria ini.
"Ahh..... sakitt.. Ucap sera meringis kesakitan.
"Diam ikut lah dengan ku. Ucap andrew menarik sera menjauh dari semua yang berada di dekatnya.
"Bisakah kamu lebih pelan dia bukan patung yang seenak nya kamu bawa begitu saja, ucap putra yang berhasil meraih tangan sera dengan mengejarnya.
"Jangan ikut campur kamu siapa? Ucap andrew dengan kasar.
"Kamu juga siapa, kamu pacar nya? tentu bukan, jadi lepaskan sera. Ucap putra dengan nada menyudutkan. Sera hanya berdiri dengan wajah penuh kebingungan menghadapi situasi seperti ini. Andrew melepaskan tangan sera dengan perlahan karna sadar akan posisinya yang sudah diungkit oleh putra. Kedua pria ini kembali beradu argument melampiaskan amarah mereka masing-masing.
"Stop kaa. Putra aku akan pergi dengan andrew, kamu lekas ganti baju sebelum demam aku akan mengabari mu, ucap sera yang berusaha meredam kemarahan diantara dua pria ini. Putra dengan sangat terpaksa harus mundur karna tidak tahan melihat wajah sera yang sudah ketakutan dari tadi. Putra dengan mengepal kedua tangan pergi menjauh dari sera, amarah sangat jelas diwajah manisnya.
"Drew ayo kita pergi, kamu kenapa begini sih, ucap sera yang berjalan lebih dulu meninggalkan andrew yang masih menatap putra pergi menjauh.
"Kamu ikut aku, pakaian apa yang kamu pakai seperti ini, ucap andrew sambil mencubit pipi sera. Gadis ini hanya diam tanpa menghiraukan andrew sedikit pun. Mereka berjalan keruangan yang sudah di pesan oleh roy lebih dulu. Sera merasa senang bisa melihat andrew tapi dia juga sangat takut akan situasi yang mencekam tadi. Berkali-kali sera ingin menanyakan kondisi andrew tapi dia juga masih merasa kesal karna sikap andrew yang berlebihan itu.
"Kenapa kamu diam? apa kamu bisu tidak mampu menjawab ku. Ucap andrew kesal merasa diri nya di abaikan oleh sera.
"Apa kamu tau di meja mu sudah di tuangkan obat disetiap gelas nya. Mata sera membulat saat mendengar penjelasan andrew namun dia masih tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
__ADS_1
"Sudah aku bilang jangan pernah ketempat seperti ini sendiri. Kamu masih ga paham bahaya nya tempat ini. Ucap andrew yang sudah memukul-mukul meja. Mata sera mulai berbinar penuh ketakutan.
"Sebodoh itu kah kamu sera, akan seperti apa nasib mu kalau aku datang terlambat. Gadis ini sudah meneteskan air mata dengan deras, dia begitu merasa bersalah karna telah mengabaikan peringatan yang di berikan oleh bagas dan andrew. Gadis ini merasa ketakutan karna terus mendapat amarah dari andrew. Dengan wajah tertunduk berlinang air mata gadis ini terduduk di sebuah kursi kecil tepat didepan andrew.
"Maafkan aku raa kalo aku membuat mu takut, ucap andrew yang mendekati sera karna gadis itu sudah menangis. Pria ini lagi-lagi kalah dengan wajah sayu yang terpancar dari wajah sera. Linangan air mata sera membuat nya merasa sedih.
"Maafkan aku dreww, ucap sera sambil memeluk andrew yang berada di depan nya.
"Sudah lah jangan menangis lagi, semua sudah lewat. Ucap andrew. gadis ini terus memeluk andrew sambil menangis sesenggukan.
"Kamu ga bawa baju ganti. Ucap andrew yang merasakan badan sera yang sudah mulai dingin.
"Bawa tapi di mobil momo, aku akan pergi mencari nya. Ucap sera menghapus air mata nya.
"Jangan kemari kalo kalian tidak ada yang melindungi. Paham kamu sera. Ucap andrew.
"Kan ada momo dia pasti menjaga kami drew.
"Kamu ngelawan raa, ucap andrew.
"Dreww jangan perlakukan aku lebih seperti ini, aku ga pantas mendapat perhatian mu. Sangat ingin diucapkan oleh andrew bahwa sera sangat berharga bagi nya, namun pria ini hanya diam sambil menyentuh wajah sera.
"Diam lah, aku melakukan ini karna untuk odi, ucap andrew yang sudah pasti berbohong dengan semua kejadian ini.
__ADS_1
"Kamu masih sakit, kenapa kamu kesini. Ucap sera.
"Kamu pikir aku bisa tenang saat tahu kamu ada disini, ucap andrew. Mereka bergandengan tangan tanpa sadar saling mengikatkan diri satu sama lain nya. Sera hanya diam bersandar pada dada bidang andrew yang jantung nya sedang berpacu sangat cepat dari biasanya.
Roy masuk diikutin oleh ketiga orang lain nya. Meraka sudah mengetahui semua yang terjadi, vina sudah mendapat hukuman dari sang kaka. Roy sangat marah dan tidak bisa mengendalikan kemarahan di depan siapapun, saat pria ini marah tidak ada siapa pun yang berani mendekat termasuk andrew yang hanya diam sambil terus merangkul sera di pelukan nya.
"Kalian cepat ganti baju atau ku robek semua itu, ucap roy dengan amarah nya. Sera melepaskan dekapan andrew dan berjalan pergi mengikuti perintah roy yang sedang mengamuk tak karuan.
"Kita harus tahu siapa yang berbuat curang seperti ini, ucap vina.
"Setuju, Karna dia membuat kita harus menghadapi roy yang galak bagai banteng. Ucap nisa.
Sera hanya diam sambil menatap kaca besar yang memperlihatakan pantulan dirinya. Diam nya gadis ini bukan tanpa alasan, dia meratapi semua perkataan andrew yang sama persis seperti peringatan yang di berikan oleh bagas. Lengan sisi kiri sera berubah warna menjadi biru karna di tarik paksa oleh andrew secara kuat. Gadis ini menutupi nya dengan memakai cardigan milik momo yang ia pinjam, berusaha sebaik mungkin untuk menutupi rasa perih yang berasal dari lengannya.
Saat kembali ke ruangan itu andrew menyadari perubahan mood yang sangat terlihat di wajah sera. Andrew hanya diam mendengarkan kembali roy yang sedang meluapkan kemarahan nya kepada keempat orang ini. Mereka semua hanya bisa tertunduk penuh rasa bersalah. Sera dengan tenang nya memijat lengan nya dengan pelan karna merasa kan nyeri yang parah. Gadis ini ga akan sadar sedari tadi dia menjadi pusat perhatian andrew.
"Tangan mu sakit raa. Ucap andrew mendekat ke arah sera.
"Tidak drew, aku baik-baik saja.
"Jangan bohong dari tadi aku memperhatikan mu sedang memijat lengan mu sendiri. Adreww menarik sera sambil membuka lengan cardingan yang di pakai sera.
"Maafkan aku raa, ini pasti sakit. Andrew yang sadar akan perbuatan kasar nya itu terus saja merasa bersalah akan tindakan nya melukai sera.
__ADS_1
Happy reading kakak jangan lupa vote like yaa 💐