Strong Women

Strong Women
Part 128


__ADS_3

Sera terlihat duduk termenung disudut lorong dengan perasaan takut. Tak banyak yang bisa ia lakukan selain menuruti permintaan bagas untuk mengunjungi rumah sakit. Bagas menemani sera yang terjaga sepanjang malam, mereka duduk terpisah dan tak saling menghiraukan satu sama lain hingga fajar menjelang. Bagas berusaha sebaik mungkin untuk mendukung penyembuhan sera.


"Bukan kah ini tempat yang aneh untuk dia kunjungi? guman sera dalam hati saat melihat andrew disudut lain ruangan ini dengan membawa sebuket bunga ditangan nya. Sera tak kuasa menahan hasrat ingin melihat kemana andrew pergi, sebuah kamar perawatan yang nampak sedikit terbuka memperlihatkan bagaimana andrew sedang duduk berpegangan tangan dengan seorang wanita yang terbaring lemah dikasur itu. Mata sera tak tahan dengan pemandangan yang tak seharusnya di lihat nya itu, gadis ini pergi dengan sedikit senyuman tipis dibibirnya.


"Mereka sangat manis, guman sera sambil menarik nafas panjang duduk menunggu dibarisan apotik seorang diri. Bagas terpaksa meninggalkan sera karna urusan dengan kantor nya yang mendesak, untuk ukuran karyawan baru bagas sangat dimanjakan dengan kelonggaran jam kerja karna pemilik perusahaan salah satu teman baiknya. Bagas berusaha bekerja keras untuk menunjukan kegigihan nya agar bisa bertahan dengan usaha nya sendiri.


"Aku melihat sera diujung koridor, ucap pelan roy berbisik pada andrew di dalam ruangan itu.


"Aku melihat nya dengan jelas dari sini, ucap andrew.


"Jadi kalian sudah selesai? menyerah begitu saja? guman roy sambil tertawa.


"Bahkan aku belum memulai nya kenapa kamu sudah berkata seperti itu? ucap andrew menepuk punggung roy yang terlihat menertawakan nya.


"Aku rasa kamu akan tertinggal jauh dreww, ucap roy dengan senyum kecutnya.


"Bagas? aku gak perduli tentang dia. Selama ini aku diam aku hanya berusaha memahami keputusan sera. Guman andrew.


"Sera berencana pindah keluar negeri dengan mengandalkan beasiswa. Aku sudah pastikan itu, guman roy menatap sinis andrew.


"Kapan? tanya andrew yang kesal sambil meremas gelas coffe ditangan nya.


"Aku belum pasti seperti nya dia masih memilih beberapa kampus yang cocok. Guman roy.


"Serahkan semua apa yang kamu punya tentang sera. Ucap andrew yang memaksa roy.


"Untuk apa? bukan kah sekarang kamu dengan dia karna itu kamu sekarang ada disini. Ucap roy dengan kesal. Andrew hanya diam menatap kosong kearah jendela dengan pikiran yang dipenuhi oleh sera.


"Sedang apa kamu disini? tanya andrew saat melihat sera duduk sendirian di ujung koridor.


"Oh, aku sedang menunggu obat. Kenapa kamu ada disini? ucap sera.


"Bukan kah kamu sudah melihat sendiri aku dengan wanita itu? tanya andrew yang sadar saat sera mengikutinya.


"Kamu melihat ku tapi kamu hanya diam, andreww kamu betul-betul dingin. Ucap sera dengan senyuman tipis.


"Bukan kah menyenangkan melihat pria yang kamu sukai sedang bersama wanita lain? ucap andrew yang sengaja menyudutkan sera.


"Kalian benar-benar manis, ucap sera yang tak ingin andrew mempengaruhi nya.


"Kurasa dia akan jadi ibu yang baik untuk jordi, ucap sera yang tertunduk sambil meremas berkas ditangan nya karna kesal.

__ADS_1


"Seharusnya kamu yang menjadi ibu untuk jordi, bukan kah begitu? tanya andrew sambil memalingkan wajah nya karna tak ingin sera melihat rasa malunya saat mengucapkan kata-kata barusan.


"Aku akan pulang lebih dulu, semoga hari mu menyenangkan. Guman sera yang memilih pergi karna tak ingin terlibat percakapan yang begitu dalam dengan andrew.


"Kamu gak ingin melihat odi? dia sangat merindukan mu hingga jatuh sakit. Andrew memukul telak sera dengan alasan yang tak akan bisa ditolak gadis itu untuk pergi begitu saja.


"Aku sudah terlambat dreww, semoga hari mu menyenangkan. Ucap sera berlalu pergi meninggalkan andrew yang masih termenung melihatnya.


Bukan hal baik bagi sera untuk terus berdekatan dengan andrew, ia masih merasa bahwa ada bahaya yang masih terus mendekat padanya. Ketenangan nya saat ini mungkin saja menjadi pertanda akan ada badai besar yang akan datang, ia tak ingin membawa andrew dalam pusaran angin itu. Setiap kalimat yang diucapkan orang tua bagas masih sangat jelas di ingatan nya. Bagi sera tak ada yang salah dengan itu semua walau terlihat berlebihan dalam segala hal, sera berusaha mengerti setiap orang tua ingin yang terbaik bagi anak-anak nya itu pula berlaku pada bagas. Gadis ini masih menimbang-nimbang langkah apa yang akan ia ambil setelah semua ini sedikit berlalu.


Untuk beberapa hari kedepan sera harus menginap dirumah nisa karna bagas pergi untuk perjalanan bisnis. Bagas sudah membujuk sera berulang kali untuk ikut bersama nya namun gadis ini memilih tinggal dan memberikan jarak pada hubungan nya yang saat ini tidak terlalu baik. Bagas dengan berat hati meninggalkan kekasih nya dengan raut wajah tak senang karna tau mungkin saja sera akan pergi bersenang-senang tanpa dirinya saat kepergian nya ini.


"Raa bersiap lah acara akan segera dimulai, guman vina membangun kan sera yang tertidur.


"Gue gak usah turun aja ya, lagian gak ada yang gue kenal. Ucap sera yang masih uring-uringan. Hari ini keluarga nisa mengadakan penggalangan dana yang dihadiri berbagai macam kalangan yang akan ikut berpartisipasi.


"Turun gue mau hari ini kita bersenang-senang, setidak nya kita bisa minum walau tanpa berjoget, ucap nisa yang memang bersemangat menyambut acara ini.


"Gue udah lihat daftar tamu, keluarga putra bakal datang juga kan. Gue gak nyangka putra sebegitu kaya nya tapi dia masih aja sederhana. Ucap vina sambil memakaikan sera gaun malam.


"Putra punya gue kalian cari yang lain, ucap sera menggoda vina yang memang selalu terpikat dengan putra.


"Gue gak doyan sama putra, sekarang gue lagi melirik teman adam yang sering bersama nya. Ucap vina yang mengintip keluar.


"Kalo cuma buat bersenang-senang boleh kan? ucap vina tertawa sambil keluar bersama nisa meninggalkan sera yang masih bersiap seorang diri.


"Dimana kamu menaruh parfum yang biasa? ucap sera yang menyusul kedua sahabat nya itu. Sera mengenakan dres yang sangat simpel dengan warna coklat pastel yang membalut tubuhnya.


"Dibelakang adam duduk seperti nya, ambil dan bawalah kemari. Ucap nisa. Sera tanpa berpikir panjang berjalan menghampiri adam dengan kerumunan teman-teman nya itu hanya untuk mengambil sebuah parfum favorite baginya.


"Kaa bisa kah kamu berdiri sebentar aku membutuhkan sesuatu dibawah tempat duduk mu, ucap sera dengan lembut.


"Sekarang? guman adam sambil melirik sekujur tubuh sera yang terlihat sangat menawan mengenakan dres itu. Sera tanpa sadar menarik perhatian beberapa pasang mata saat lewat. Acara formal sedang berjalan dibawah sana, ketiga gadis ini hanya duduk bersama putra yang datang sebagai pengganti sang ayah yang tak dapat menemani ibunda nya.


"Kamu terlihat tampan dengan pakain formal seperti ini, ucap sera menggoda putra yang memang terlihat berbeda dengan memakai tuxedo berwarna navi. Mereka terlihat bercanda bersama tanpa memperdulikan acara yang sedang berlangsung. Ibunda putra sedari tadi sudah mencuri pandang melihat sang anak yang terus saja terlihat tertawa dengan beberapa gadis disekitarnya.


"Ternyata sera gak bisa dianggap remeh, adik ku sedang pergi kerja dia malah bersama pria lain, ucap kesal aditya saat melihat sera tertawa dimeja bawah.


"Tapi menurut gue gak ada yang bisa menolak sera, pribadi nya juga bagus ditambah paras dan body miliknya siapa yang tak tergoda. Ucap adam yang melihat sera bersama aditya dari balkon atas.


"Lihat lah tuan frans sedari tadi melirik sera, ucap adam yang memang sedari tadi memperhatikan beberapa rekan nya mulai tertarik pada sera.

__ADS_1


"Akan ku patah kan tangan tua bangka itu kalo sampai menyentuh sera, ucap aditya kesal.


"Kamu juga mulai tertarik dengan sera kan pasti kamu menyesal kenapa bukan kamu yang mengenal gadis itu lebih dulu, ucap adam menggoda aditya.


"Pertanyaan macam apa itu? kamu sedang mencari masalah dengan ku dam, ucap aditya yang melirik adam dengan tajam.


"Jangan minum raa ingat kamu sedang dalam masa pengobatan, ucap vina memperingatkan sera saat melihat gadis itu akan mengangkat gelas berisi wine.


"Kamu sudah mulai berobat raa? tanya putra merasa senang karna sera mengambil cuti kerja untuk masa pengobatan.


"Kenapa kamu mau mengejek ku? ucap sera dengan cemberut. Putra terlihat mengelus rambut sera sebagai ungkapan dirinya menyemangati gadis itu.


"Lepaskan tangan mu, ucap aditya yang tiba-tiba muncul bersama dengan adam dimeja mereka. Putra tampak terganggu dengan kehadiran kedua pria ini dan menyuruh sera untuk bertukar tempat duduk dengan nya agar pria lain tak begitu mendekati dirinya.


"Ngapain kalian disini? masih banyak kan meja lain. Ucap nisa ketus kepada adam.


"Diam lah aku kesini karna ayah yang suruh, ucap adam ketus kepada nisa. Sedangkan vina sedang mencuri pandang melihat aditya yang duduk persis disamping nya.


"Lagi-lagi ayah memperguna kan kami agar terlihat sempurna, ucap nisa yang kesal. Sera terlihat meremas tangan nisa untuk menenangkan gadis yang terlihat emosional itu.


"Gue mau dansa sama siapa ya? tanya vina sembari tertawa memikirkan akan mengajak aditya untuk berdansa.


"Ikut dengan ku, aditya menarik paksa sera disaat putra sedang lengah.


"Apa-apan ini, ucap sera berusaha melepaskan tangan aditya yang begitu kasar.


"Diam lah semua orang sedang melihat kita, ucap aditya membawa sera kelantai dansa.


"Banyak cara untuk mengajak ku berdansa dan kamu memilih untuk menarik ku dengan kasar? tanya sera dengan wajah kesal nya.


"Bukan kah kamu sudah punya pacar? kenapa kamu terlihat akrab dengan pria lain? tanya aditya sambil berdansa dengan sera.


"Mereka saling mengenal aku gak perlu menjelaskan hubungan ku kepada orang lain, ucap sera ketus.


"Benar kah? rupa nya kamu punya hubungan yang sangat bebas ya? guman aditya dengan nada menjengkel kan.


"Kenapa kamu terlihat terganggu dengan urusan ku? jangan terlalu dalam turut ikut campur dengan ku atau kamu bisa saja tergoda. Ucap sera menatap sinis pada aditya. Sera meninggalkan aditya begitu saja dilantai dansa karna merasa kesal dengan pria itu. Sera akan menjadi bahan gosip bagi sebagaian orang di ruangan ini karna berdansa dengan salah satu pengusaha muda ternama yang tak di ketahui oleh dirinya. Tak satu pun dari malam ini berjalan dengan baik untuk sera. Seseorang dengan sengaja memanfaatkan kejadian ini dan mengambil gambar sera beberapa kali tanpa ijin.


*Bersambung....


Hayy kakak....

__ADS_1


Maafkan kekurangan author, sy akan berusaha sebaik mungkin lagi seterus nya. Kalo plot nya kepanjangan atau tidak berkenan author minta maaf. Author hanya berfikir setiap jalan kehidupan gak selalu tentang permasalahan kan walaupun terlihat memutar-mutar. Maafkan author akan berusaha yang lebih lagi 💚💚💚*


__ADS_2