
πππ Happy Reading πππ
Sedangkan di tempat lain Ana sedang menyiapkan keperluan suami nya untuk pergi bekerja, saat semua nya sudah siap Ana dengan pelan pelan membangun kan Aris suami nya. Aris bekerja sebagai manager keuangan di sebuah perusahaan. Gaji nya lumayan besar maka nya Aris bisa membiayai pengobatan mertua nya, sebenarnya dulu Aris adalah staf biasa di perusahaan itu. Karena kinerja nya baik maka Aris bisa naik jabatan menjadi manager keuangan di perusahaan tersebut.
"Mas bangun yah sudah jam 6" ucap lembut Ana.
"Hmmm" ucap Aris sambil beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
ANA POV
"Kenapa kamu sekarang berubah mas? Tidak ingat kah kamu saat dulu mengejar cinta ku? aku kurang apa mas? kenapa kamu mengkhianati aku? siapa yang membuat mu seperti ini? apa kamu tidak kasihan dengan karina? dia anak kita satu satunya." ucapku pelan sambil menatap pintu kamar mandi yang tertutup.
Aku harus mencari tahu selidiki siapa yang membuat Mas Aris berpaling dariku. Aku harus kuat demi Karina. Dan aku harus diam diam mengikuti nya..
Sebaiknya aku siap kan makanan untuknya dari pada nanti dia marah lagi. Sambil menata makanan di meja makan aku terus memikirkan cara supaya bisa mengikuti suami ku tanpa ketahuan. Ayo berfikir!!! pasti sebentar lagi dia akan pergi jangan sampai aku melewatkan kesempatan ini.
Aha!!! sebaiknya aku memasang GPS ke mobil nya agar aku tau dia kemana saja, dengan begitu aku bisa menyusul nya saat itu juga.
Selesai menyiapkan sarapan aku bergegas ke kamar ibu ku sambil membawa nampan yang berisikan makanan untuk nya.
"Bu ayo sarapan dulu". ucapku
"Maafkan ibu ya nak. Ibu hanya menjadi beban untuk kamu". sesal ibuku.
"Ibu kok ngomong gitu? Bu ini itu bukan beban tapi kewajiban kita sebagai seorang anak merawat ibu nya" tutur ku.
"Tapi tetap saja ibu menyusahkan kamu nak". sesal ibuku
"Ngak ada namanya seorang ibu menyusahkan anak nya bu". ucap ku menenang kan ibu.
"Tapi ibu pernah mendengar kamu bertengkar dengan Aris gara gara ibu nak, Ibu merasa bersalah nak sama kamu, gara gara ibu kamu jadi bertengkar dengan suami mu". tutur ibuku
'astaga jadi ibu mendengar saat Mas Aris bertengkar dengan ku? jadi ini alasan nya kenapa belakangan ini ibu sering meminta maaf padaku' batin ku berkata.
"Ibu nggak usah berfikir yang aneh aneh, sekarang ibu harus fokus dengan kesehatan ibu" tutur ku lembut.
"ANA!!!!!" terdengar suara Mas Aris berteriak memanggil ku.
"Bu aku ke Mas Aris dulu ya". ucap ku buru buru.
Aku langsung berlari kearah Mas Aris. Aku melihat nya berdiri di samping meja makan sambil berkacak pinggang..
ANA POV END
"Ada apa mas? kenapa kamu berteriak?". ucap Ana pelan.
"Kamu bilang kenapa? dari mana kamu?".geram Aris
"Aku tadi mengantar sarapan ke kamar ibu". jelas Ana
"Dasar istri nggak guna!!! mana kopi ku?". ucap Aris geram.
'astaga aku lupa membuat kan Mas Aris kopi'. batin Ana
" Maaf mas aku lupa, tunggu sebentar aku buat kan dulu". ucap Ana.
" Nggak perlu aku sudah tidak selera untuk sarapan aku mau berangkat kerja. Dasar bodoh". ucap Aris.
'bahkan sekarang dia mengataiku bodoh' batin Ana.
Aris pun berangkat dengan amarah yang meletup letup.
ARIS POV
"Dasar istri bodoh, gimana aku betah sama dia? nyiapin kopi aja lupa. Dasar tidak berguna". geram Aris.
Aris mencari ponsel nya, dia ingin menelfon seseorang yang bisa meredam amarah nya. saat telfon tersambung.
"Kamu dimana?". tanya Aris.
" ...."
"Baiklah aku kesana". pungkas Aris sambil menutup telfon nya
***
Sampai di dapur karina membuat kopi hitam untuk bos nya. lalu mengantarnya ke ruangan bos nya.. tapi ternyata ...
Saat sampai di depan lift ternyata lift nya sedang di perbaiki..
KARINA POV
Saat sampai di depan lift aku terkejut karena lift nya sedang dalam perbaikan. Bukan kah tadi baik baik saja kenapa sekarang jadi rusak? Kalo menunggu lift nya kena bisa bisa kopi nya dingin karena memakan waktu, siapa tau lama, jadi terpaksa deh aku naik tangga darurat.
"Kenapa dengan hari ini? Tadi pagi nabrak mobil terus sekarang naik tangga ke lantai 10. Astaga bisa bisa saat sampai lantai 10 kaki ku tak nampak di tanah". gerutu Karina.
Saat sampai di tangga darurat lantai 5 aku istirahat sebentar karena kaki ku sedikit gemetar.
__ADS_1
"Saat sampai di lantai 10 mungkin berat badan ku langsung turun 10 kg" gerutu ku.
Aku melanjutkan menaiki tangga ke lantai 10 karena kopi nya sudah mulai dingin. Dan akhirnya aku sampai ke lantai 10. Saat baru membuka pintu tangga darurat aku bertemu dengan salah satu OB yang bekerja di sini.
"Mbak baru ya? Mbak dari mana kok lewat tangga darurat sambil bawa kopi segala?" tanya OB.
"Iya saya karyawan baru. Saya baru saja membuat kopi dari lantai 1" jelas ku..
"Kenapa membuat di lantai 1? Di sini kan ada dapur". jelas OB.
"Iya. Tapi sedang di perbaiki". jawab ku
"Enggak kok lah wong saya baru saja bersihin dapur nya". jelas OB.
'Apa!!! jadi dapur nya baik baik saja? tuh kan emang si direktur itu mau ngerjain aku. Aiisshh... awas saja ya.' kesal ku dalam hati.
"Iya kah?" tnya ku
"Iya mbak". jelas OB.
"Baiklah kalo gitu saya permisi dulu mau mengantar kopi ini" pamit ku.
"Iya mbak" ucap OB.
Aku berjalan pelan menuju ruangan bos. Kopi nya sudah mulai dingin, awas saja kalo dia tidak mau meminum kopi ini.
"Permisi pak" ucap ku.
"Masuk" ucap kevin.
KARINA POV END
Karina masuk sambil meletakan kopi di atas meja bos. Dia melihat Si Bos sedang berkutat dengan pekerjaan nya.
"Ini pak kopi nya" ucap karina.
"Iya terima kasih". tulus kevin.
KEVIN POV
Saat dia masuk aku berpura pura berkutat dengan pekerjaan ku. Aku tau dia pasti mau protes pada ku karna aku menyuruh nya membuat kopi di lantai 1 padalah di lantai 10 ada dapur nya. Setelah beberapa menit aku baru melihat nya, dia terlihat fokus dengan pekerjaan nya. Kalau di lihat lihat dia itu lucu ya? bahkan sampai tak sadar aku senyum senyum mengingat kejadian tadi pagi.
Flashback on,
aku bersiap siap mau berangkat ke kantor, tiba - tiba mama ku memanggil ku.
"iya ma?". jawab ku.
"Dasar nakal!! kemarin kamu kemana? mama kan sudah bilang mau ngenalin kamu ke anak temen mama, kenapa kamu nggak datang? kamu tau? gara gara kamu nggak datang mama sampai *sembunyi di bawah meja biar nggak malu" seru mama.
" maaf ya ma kemarin kevin sibuk banget, kerjaan kevin menumpuk, kevin juga ada rapat dadakan" dusta ku.
" ya udah ya ma kevin berangkat kerja dulu bye mama" pamit ku sambil mencium pipi mama nya. Kalau di teruskan bisa bisa sampai jam 12 siang ceramah nya.
Aku mengendarai mobil ke kantor, aku pusing karna mama terus saja menjodoh kan ku dengan anak teman nya. Gimana cara nya agar mama berhenti menjodoh kan ku? mungkin kah aku harus cari pacar? tapi belum ingin menjalin hubungan dengan siapa pun. Bagaimana ini? ayo berfikir?. Dan tiba tiba...
BRRAAKK*!!!
Sepertinya ada yang menabrak mobil ku, astaga apa dia tidak melihat ada mobil sebesar ini? kenapa pula di tabrak? apa dia tidak melihat kalau lampu merah ?.
Aku segera turun supaya orang nya tidak kabur, saat aku turun mencari orang yang menabrak mobil ku. Aku tidak melihat siapa pun kecuali wanita yang memakai motor matic di belakang mobil ku, berarti sudah d pasti kan bahwa wanita ini yang menabrak
"Nona kenapa kau menabrak mobil ku?". kesal ku
"Maaf tuan saya buru buru jadi tidak lihat kalau lampu nya sudah merah". sesal nya
'cantik'. batin ku
"Saya tidak mau tau kamu harus tanggung jawab!". tegas ku
"Tapi saya kan tidak sengaja". bela nya
"Pokok nya saya tidak mau tau, ayo sekarang tanggung jawab atau saya lapor kan polisi". ancam ku
"Jangan!! Baiklah saya tanggung jawab, Sebaiknya kita menepi dulu karna lampu nya sudah hijau". seru nya
Aku se**kilas melihat lampu lalu lintas nya memang sudah berganti hijau.
"Baiklah". jawab ku sambil mengangguk.
Aku masuk ke dalam mobil untuk menepikan nya, Tapi tidak dengan wanita itu, dia langsung tancap gas untuk kabur dari ku
Aku yang melihat pun langsung berteriak
" HEIII JANGAN KABURR!!!!! Aiisshh.. dasar nakal". gerutu ku.
" Untung cantik". ucap ku sambil senyum senyum sendiri lalu masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju perusahaan.
__ADS_1
KEVIN POV END
***
Di sebuah kamar hotel seorang wanita paruh baya sedang bersantai karena tamu nya sudah pergi . Di umur yang setengah abad itu dia masih terlihat muda dan cantik.
TRINGG.. TRINGG...
Ponsel wanita itu berdering, setelah melihat nama si penelpon dia tersenyum.
"Halo". ucap wanita itu.
"..."
"Aku di tempat biasa". pungkas wanita itu.
Tiba tiba panggilan nya di akhir i oleh si penelfon, tak lama setelaah itu pintu hotel terbuka, nampak lah seorang pria paruh baya dengan setelan baju kantor. Tanpa banyak bicara dia langsung memeluk wanita itu, dan tentu saja di sambut dengan senang hati.
"Aku kangen kamu". ucap pria paruh baya.
"Aku juga". ucap sang wanita.
Tanpa aba aba pria itu langsung menci*m bibir wanita itu, ci*man yang lembut tiba tiba menjadi menuntut dan di kuasai oleh nafsu. Dan akhir nya terjadi hal yang tidak seharus nya terjadi. Membutuh kan waktu 1 setengah jam akhir nya kegiatan pan*s itu selesai, kedua nya nampak kelelahan.
"Kamu kenapa mas datang datang kok muka nya asem banget?". ucap wanita itu.
"Lagi kesel aja. Punya istri kok nggak bisa ngerti kebutuhan suami". ucap pria itu yang tak lain adalah Aris.
"Jangan cemberut gitu dong, kan ada aku". manja wanita itu sambil mengelus dada Aris.
"Kamu memang benar Sarah, mangkan nya aku sering menghabis kan waktu bersama mu karna memang hanya kamu yang mengerti aku". ucap Aris sambil memegang tangan Sarah.
SARAH adalah wanita yang sedang bersama Aris, SARAH selalu ada saat Aris membutuh kan nya, SARAH yang tak lain dan tak bukan adalah istri dari kakak Ana, istri paman nya Karina. Yahh..seperti itu lah.. Paman nya Karina sedang sakit tapi Bibi nya mencari kesenangan di luar.
"Ya sudah aku mau berangkat kerja dulu sudah terlambat". ucap Aris.
"Iya mas hati hati ya". ucap Sarah.
Aris pergi untuk berangkat kerja tapi tidak dengan Sarah,, Sarah tetap di hotel itu karena sedang menunggu tamu nya. TAMU??? ya Sarah adalah seorang pelac*r, dia sering menunggu tamu nya di hotel itu dan di kamar itu juga. Jadi tidak heran masih pagi di sudah stay di sana, tapi bodoh nya Aris tidak tau dengan kelakuan Sarah. Karena dia terlalu di buta kan oleh wajah Sarah yang cantik.
****
Kevin masih setia memandangi wajah Karina. Saat asyik memandangi nya tiba tiba Karina menoleh.
"Kenapa pak? ada yang bisa saya bantu?". sopan Karina.
"Emm... bisa tolong pesan kan saya makan siang? saya malas makan di luar" dusta Kevin.
"Baik pak. Bapak ingin makanan apa?" tanya Karina.
"Terserah kamu! di atas telfon itu ada nomor restaurant langganan saya, pesan 2 sekalian buat kamu". ucap kevin.
"Baik pak". patuh karina.
Karina sedang menghubungi restaurant langganan bos nya. Dia memesan Nasi Goreng seafood untuk makan siang boss nya.
'kenapa aku ingin melihat wajah nya terus menerus? apa jangan jangan aku jatuh cinta pada pandangan pertama? siapa yang percaya dengan omong kosong itu? mungkin aku hanya tertarik saja, iya hanya tertarik bukan cinta' batin kevin.
'kenapa seperti nya aku merasa bos itu memperhati kan ku ya? apa ada yang salah dengan ku? apa ada belek di mata ku? atau lipstik ku pudar? atau riasan ku luntur? tolong berhenti memandangi ku nanti konsentrasi ku buyar'. batin karina
Selang beberapa menit kemudian makanan yang di pesan karina sudah datang.
"Silahkan ini makanan nya pak" sopan karina.
"Iya. Kamu juga makan lah". tegas kevin.
"Iya pak nanti akan saya makan". ucap karina.
"Ini sudah jam makan siang, tinggalkan dulu lalu lanjutkan lagi". tegas kevin.
"Baik pak". patuh karina.
'dasar pemaksa' batin karina menggerutu sambil menyuapkan makanan ke mulut nya
"Jangan menggerutu! Makan!" ucap kevin.
Uhuukk... karina tersedak karena ucapan kevin.
'wah dia tau kalau aku menggerutu? jangan jangan selain jadi Direktur dia jadi dukun kalau hari libur'. batin karina.
Mereka berdua makan dengan diam, hanya saja kevin masih setia memandangi wajah karina. Entah kenapa dia suka memandang wajah karina. Setelah mereka selesai makan, mereka mencuci tangan setelah itu karina melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda. Dan pada saat karina berjalan menuju meja nya dia tidak sengaja tersandung kaki nya sendiri. Untung saja kevin dengan sigap menarik tangan karina sehingga karina masuk kedalam pelukan kevin, mereka saling pandang hingga...
tbc..
πππ
Hai readers jangan pernah bosan ya baca karya authorπ
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dukungan dan vote nya ya gengsπ