
"Bisa kah tuan memberikan ku obat tidur? ucap sera kepada dokter yang khusus datang hanya demi mengontrol sera karna permintaan bagas. Dengan pelan sera meminta pada sang dokter saat bagas pergi keluar untuk membeli sesuatu.
"Untuk apa? efek samping nya sangat tidak baik untuk proses kehamilan mu. Ucap sang dokter.
"Aku sudah tidak tidur selama tiga hari dan aku terus saja gelisah, ucap sera.
"Apa kamu sedang mengalami suatu masalah? pertengkaran pasangan atau masalah pekerjaan? ucap sang dokter menanyakan berbagai kemungkinan yang membuat sera meminta obat tidur.
"Kedua opsi yang dokter bilang benar, bisa kah aku mendapatkan nya hanya agar aku bisa tidur. Tanya sera dengan perasan berdebar karna takut tertangkap oleh bagas.
"Saya tidak bisa memberikan mu obat seperti yang anda minta karna akan sangat berbahaya bagi proses kehamilan anda yang masih sangat muda ini. Ucap sang dokter menjelaskan kepada sera.
"Saya berharap anda secepatnya bisa datang kerumah sakit agar kita bisa tahu perkembangan kehamilan anda sudah sejauh mana, untuk saat ini saya hanya bisa memberikan multi vitamin karna anda cuma melakukan nya dengan alat test kehamilan saja. Ucap sang dokter.
"Bisa kah saya mendapatkan obat itu hanya untuk malam ini saja dokter, saya sangat lelah tapi saya terus saja gelisah. Ucap sera yang hampir menangis. Disetiap malam yang ia lalui saat ini, ia terus saja di kejar oleh bayang-bayang helena yang terus membuat nya takut. Sepanjang malam sera selalu terjaga hingga pagi dan dia akan berpura-pura tertidur saat bagas akan bangun pada pagi hari. Sera terus melakukan itu dengan sangat baik sehingga bagas tidak mengetahui kegelisahan yang di hadapi sera saat ini.
"Saya saran kan anda secepat nya bertemu saya di rumah sakit dengan atau tidak ada nya pak bagas. Kecemasan anda sangat terlihat. Ucap sang dokter.
"Makan lah sesuatu yang mengenyangkan sehingga membuat nona mengantuk dengan sendirinya. Wajah anda sangat pucat itu sangat tidak baik untuk kandungan nona. Ucap sang dokter. Sera mulai frustasi karna tidak bisa mendapatkan apa yang sangat ia perlukan saat ini. Kwalitas tidur nya sangat buruk bahkan makanan yang masuk kedalam badan nya pun hanya sebatas apa yang ia inginkan saja.
"Saya harap kamu membawa istri mu segera kerumah sakit, kita harus melihat perkembangan bayi dengan usg, kalo hanya menggunakan test kehamilan keakuratan nya masih bisa di pertanyakan. Ucap sang dokter berbincang akrab dengan bagas karna memang beliau adalah dokter keluarga.
__ADS_1
"Saya paham om, aku akan segera membujuk nya untuk kerumah sakit. Saya harap untuk saat ini tolong rahasiakan kondisi ini dari rumah terutama mami. Ucap bagas kepada sang dokter.
"Om paham, kamu harus menjaga nya dengan baik seperti nya dia kekurangan istirahat nak, ucap sang dokter kepada bagas.
"Bukan kah aku akan baik-baik saja, lagi pula itu hanya obat tidur kenapa dokter sangat pelit. Ucap sera berguman didalam hatinya. Gadis ini dengan cepat membungkam mulut nya sendiri agar bagas tidak mengetahui keluhan yang ia ajukan pada sang dokter. Bagas nampak bersemangat saat berbincang-bincang dengan sang dokter. Perasaan sera menjadi tak karuan saat melihat bagas terus bersemangat saat menyangkut kehamilan ini.
Bagas mulai mengalah untuk menenangkan sera yang penuh amarah. Dia tidak bisa berfikir lagi bagaimana cara untuk meluluhkan hati sera. Semua perkataan yang dilontarkan sera terbilang masuk akal dan membuat bagas merasa bersalah dengan sendirinya. Sera semakin pucat karna tak mau makan apa pun sedari pagi, bagas begitu mengkhawatirkan sera dan juga kandungan nya.
"Aku janji aku gak akan membuat mu marah lagi raa, aku mohon makan lah walau sedikit. Ucap bagas membujuk sera yang hanya berbaring.
"Boleh kah aku keluar aku butuh udara segar, ucap sera.
"Makan lah dulu setelah itu kita akan pergi keluar. Ucap bagas.
"Tapi kamu juga butuh karbo untuk tenaga raa, ucap bagas mengelus wajah sang kekasih.
"Aku akan mengambil kan jaket setelah itu ayo kita pergi. Ucap bagas. Sera hanya terduduk menunggu bagas memilihkan nya satu set baju hangat karna hari ini sedang turun hujan.
"Buka sedikit baju raa biar aku pakaikan minyak hangat dulu untuk melindungi bayi kecil kita. Ucap bagas bersemangat menyentuh perut sera. Gadis ini masih sangat mencintai bagas, sedikit sentuhan bagas membuat nya menginginkan pelukan hangat dari pria ini.
"Mendekat lah sedikit raa aku akan memakaikan sedikit pemulas bibir agar kamu tidak terlihat pucat. Ucap bagas. Sera langsung memeluk bagas dengan erat, menghirup dalam aroma tubuh pria yang baru saja selesai mandi itu, sera sangat merindukan nya. Bagas kembali merasakan debaran yang mengingatkan nya pada awal mulai ia bertemu sera. Mendapat pelukan hangat dari sera, pria ini membalas pelukan itu dengan sedikit mencumbu leher sera. Mereka berdua sama-sama membuat kesalahan namun mereka sendiri tak bisa menemukan jalan keluar untuk masalah itu.
__ADS_1
"Kita gausah keluar ya raa badan mu demam. Ucap bagas yang masih memeluk sang kekasih.
"Bolehkah bayi ini tetap hidup? bisa kah aku menjadi seorang ibu, ucap pelan sera.
"Aku akan melakukan apa-pun demi kamu raa, bayi kita akan tumbuh dengan bahagia bersama kita berdua. Ucap bagas menyemangati sera, ia sadar sera belum siap menjadi seorang ibu pada usia nya yang masih sangat muda sekarang ini, tapi bagas sangat menginginkan mereka berdua, bagas tidak akan membiarkan sera pergi dengan mudah dari hidupnya.
Mereka berjalan disebuah pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa kebutuhan. Bagas menjadi sangat protektif pada sera, ia tak mambiarkan sera terlalu banyak berjalan karna itu meminjam sebuah kursi roda ditempat ini untuk membawa sera berkeliling memilih-milih barang kebutuhan mereka.
"Tunggu disini raa, aku akan pergi mengambil sesuatu. Ucap bagas meninggalkan sera disebuah lorong. Gadis ini tidak banyak merespon karna pikiran nya sendiri sedang tersita untuk sesuatu yang lain.
"Brukk,, sebuah kotak berisi snack jatuh dan hampir mengenai sera. Bagas berlari menghampiri sera karna mendengar suara jeritan sera. Gadis ini tengah berdiri tak jauh dari kursi rodanya.
"Bisakah kalian lebih berhati-hati, hampir saja melukai istriku yang sedang hamil. Ucap bagas yang sudah mulai marah-marah pada karyawan toko yang sedang merapikan barang yang berserakan akibat jatuh tadi.
"Kamu sedang apa? ucap bagas cemas sambil memegangi sera. Gadis ini terdiam melihat bagas yang begitu mencemaskan dirinya.
"Aku kan sudah bilang tunggu aku dikursi jangan kemana pun, kamu sangat lemah kalo terjadi sesuatu pada kalian aku gak tau mesti gimana. Ucap bagas.
Bagas begitu cemas sehingga pria ini berkeringat. Sera merasa bersalah saat melihat bagas begitu khawatir pada dirinya saat ini. Pria ini menjadi sangat sensitif pada hal-hal kecil yang menyangkut sera.
"Benarkah apa yang aku lakukan saat ini? guman sera dalam hati. kegusaran jelas terlihat banyak hal-hal yang dipikirkan namun tak bisa tersampaikan dengan baik.
__ADS_1
Bersambung......