Strong Women

Strong Women
Part 90


__ADS_3

"Kamu mau ikut? tapi harus bawa odi. Ucap sera menawarkan liburan bersama.


"Aku belum tentu bisa ikut karna pekerjaan kantor sedang banyak. Ucap andrew sambil melihat jadwal diponsel miliknya.


"Benarkah? tapi kenapa hendra bisa ikut? ucap sera sembari tertawa melihat andrew yang terkejut.


"Hendra bakal ikut kalian? ucap andrew terkejut.


"Seperti nya gitu karna roy pesan dua tiket. Ucap sera memperlihatkan chat dari vina.


"Kamu bawa aja odi biar dia senang bisa ikut bersama mu, ucap andrew ketus.


"Kenapa aku? kamu kan ayah nya kenapa bukan kamu aja. Ucap sera cemberut melihat tingkah andrew semakin aneh.


"Sudah kamu bawa aja odi jangan banyak membantah. Ucap andrew sambil terus menghujani sera dengan berbagai pertanyaan tentang liburan ini.


"Aaaaaa, ucap sera yang terkejut karna suara petir yang menyambar begitu keras dan menakutkan. Gadis ini bersembunyi dibelakang andrew karna rasa takut nya terhadap petir.


"Sudah duduk disini dulu, aku akan menutup jendela mu. Ucap andrew sambil tertawa melihat sera yang begitu ketakutan.


"Ibu mu masih sakit? ucap andrew bertanya pada gadis yang tengah memeluk boneka itu.


"Masih, dari mana kamu tahu? guman sera dengan wajah datar nya. Ia sangat tidak ingin masalah nya menjadi beban orang lain.


"Kamu perlu bantuan ku? ucap andrew dengan tulus.


"Aku masih sanggup ko dreww, aku hanya butuh didukung drew. Ucap sera sambil tersenyum.


"Apa pun itu kamu bisa bilang kepada ku raa, kamu orang yang paling penting buat odi begitu juga bagi ku. Ucap andrew dengan percaya diri.


"Bolehkah aku memelukmu sebentar? guman sera dengan mata berkaca-kaca.


"Kemarilah, ucap andre membuka kedua lengan nya untuk merangkul sera. Gadis ini begitu terluka hingga mengeluarkan tangisan yang memilukan bagi siapapun yang mendengar nya. Bersandar pada pria lain tentu saja salah bagi gadis yang sudah memiliki kekasih. Namun ia juga tak mampu menyembuyikan rasa sakitnya saat ada seseorang yang dengan mudah nya membuka lengan untuk merangkul rasa sakit itu.


"Kamu gak boleh lemah sera, masih banyak yang tidak seberuntung kamu. Ucap andrew mendekap sera dengan hangat.


"Kamu kenapa sih selalu ada disaat aku seperti ini, ucap sera sambil mencubit dada andrew.


"Mungkin aku memang sudah satu jalan dengan mu, ucap andrew sambil tertawa karna merasa malu dengan ucapan nya sendiri.


Keesokan paginya.....

__ADS_1


Andrew sudah terlihat rapi sambil menunggu sera yang menyiapkannya secangkir kopi. Andrew terpaksa menginap dikost sera karna hujan yang semakin deras dan tak kunjung berhenti. Andrew tidur disofa sedangkan sera tidur dikasur miliknya bersama bagas. Ini juga bukan kali pertama mereka bersama dalam satu ruangan. Sera dan andrew tidak merasa canggung karna memang mereka tidak dalam suatu hubungan apapun, walau kedua sama-sama berdebar mereka tetap saling menghargai.


"Bergegas lah dreww, kamu bisa terlambat. Ucap sera yang menunggu andrew menghabiskan secangkir kopi buatannya.


"Kenapa? kamu mau mengusirku. Ucap andrew merasa seperti di desak oleh sera.


"Kamu kan tahu aku anak gadis apa kata orang kalo ada duda didalam kamar ku, ucap sera sambil tertawa.


"Biarkan saja memang apa urusan nya dengan mereka. Ucap andrew sinis.


"Kamu memang keras kepala drew, ucap sera sambil meminum obat. Sera terduduk disamping kasur miliknya saat akan menyimpan obat. Kepala gadis ini mulai berkunang-kunang dan hidungnya mengeluarkan darah segar seperti biasanya.


"Seraaa, ucap andrew yang panik saat melihat sera sudah terduduk sambil memegang hidung yang mengeluarkan darah.


"Seraa sadar seraaa, ucap andrew yang melihat sera hampir kehilangan kesadarannya. Gadis ini terkulai lemas tak berdaya lagi. Ia sudah tak mampu menahan tubuhnya yang semakin melemah hingga harus terjatuh didepan andrew.


Andrew dengan sigap membawa sera kerumah sakit terdekat. Wajah sera yang pucat membuat andrew menjadi semakin takut. Gadis ini terlihat sangat lemah dengan keadaan seperti ini. Andrew juga sudah menghubungi sahabat sera karna tak tahu lagi siapa yang harus ia beri kabar tentang keadaan sera saat ini.


Menunggu sendirian diruang tunggu menambah tingkat kegelisahan andrew. Pria ini sedari tadi mondar-mandir tak menentu sambil menunggu kabar dari dokter. Sedangkan vina dan nisa sudah bercucuran air mata sedari tadi karna cemas. Andrew mulai tampak kesal sehingga berulang kali memukul-mukul tembok rumah sakit dan membuat telapak tangan nya membiru.


Roy sudah mengurus semua masalah administrasi rumah sakit. Pria ini tampak lebih tenang ketimbang yang lain dalam situasi ini. Dia hanya duduk bersandar sambil melipat kedua tangan didada menatap pintu ruang emergency. Momo nampak belum hadir karna sangat susah menghubungi pria gemulai ini ketika dia sedang bekerja. Tangisan vina dan nisa membuat andrew menjadi tambah gelisah menanti sera.


"Biar gue aja drew, kalian lagi gak tenang. Ucap roy maju sebagai perwakilan. Pria ini masuk bertemu dokter dan melihat sera yang terbaring lemah diranjang rumah sakit dengan selang oksigen dihidung nya. Gadis ini masih nampak lemas dan pucat. Sera membutuhkan setidaknya empat kantong darah untuk tranfusi. Gadis ini divonis anemia akut dengan hemoglobin yang sangat rendah. Dokter sangat menyayangkan kondisi sera yang sangat terlambat saat dibawa kerumah sakit, sehingga sebagian tubuh nya sudah muncul ruam kebiruan.


Roy dengan tegar mendengarkan segala informasi yang diberikan dokter padanya sambil membelai rambut sera dengan pelan. Sera nampak sesekali meringis kesakitan dengan nafas tersenggah-senggah. Kondisi sera harus dipantau hingga enam bulan kedepan secara rutin untuk memastikan tingkat keseriusan penyakit ini.


"Gimana? ucap andrew saat melihat roy keluar dengan wajah yang sangat kusut.


"Sera anemia, dia butuh darah secepatnya karna tubuhnya sudah muncul ruam kebiruan. Ucap roy duduk sambil menarik nafas panjang.


"Gue bisa mendonorkan, ucap andrew dengan wajah gusar.


"Loe mau sera keracunan? kamu kan habis minum semalam. Ucap roy menoyor kepala teman tampannya itu yang malah terlihat bodoh pada saat seperti ini.


"Terus kita harus gimana? ucap vina dengan suara gemetarnya.


"Sudah jangan nangis terus, pulang aja sana jangan bikin tambah pusing vin. Ucap roy terpancing emosi karna mendengar kedua gadis itu menangis sedari tadi.


"Kalian tenang aja mending kamu pulang ambil pakaian sera, soal tranfusi sudah diurus pihak sini jadi kita tinggal tunggu sera pindah ruangan sambil menunggu darah. Ucap roy menjelaskan dengan nada yang sedikit paraw karna gelisah menunggu sera.


"Cepat kalian berdua pulang ambil baju dirumah kita aja, suruh bibi menyiapkan makanan untuk dibawa kesini. Biar aku sama andrew yang menunggu sera. Ucap roy menyuruh sang adik untuk pulang setidak nya agar mereka berdua lebih tenang dari sekarang yang hanya bisa menangis.

__ADS_1


"Vin kamu ke kamar kakak bawakan beberapa kemeja buat pria bodoh ini. Ucap roy melihat kemeja andrew dengan bercak darah dari sera.


"Kabarin aku kalo sera sudah sadar, ucap nisa sambil berjalan pergi bersama vina pulang.


"Kamu sudah menghubungi bagas? ucap roy menanyakan keberadaan bagas pada andrew.


"Apa urusan nya sama aku? lagian aku gak punya kontaknya. Ucap andrew ketus.


"Bagus lah untuk sekarang gak perlu hubungi dia, kita bisa bergantian menjaga sera juga kan. Ucap roy yang nampak kesal karna sehari sebelumnya melihat bagas menemani seorang gadis lain berbelanja disebuah pusat perbelanjaan.


"Biar gue aja yang jaga sera disini! ucap andrew merasa perlu bertanggu jawab atas keadaan sera.


"Gak bisa drew, loe punya jordi dirumah belum lagi kita akan ada rapat besar beberapa hari lagi kan? ucap roy dengan tampang cemas nya karna harus memikirkan ini dan itu secara bersamaan.


"Jordi bisa sama bibi, rapat kan ada loe sama hendra. Gue bisa pantau dari sini. Ucap andrew yang tak mau mengalah.


"Terus loe pikir kalo hendra tau kondisi sera dia bakal diam gitu aja kah? ucap roy mengejek andrew.


"Itu urusan nya, gue gak mau tahu sera harus bareng gue. Ucap andrew nampak kesal.


"Jangan bikin urusan tambah ribet semakin banyak orang yang membantu sera bakal lebih semangat untuk sembuh, maka nya dipikir dulu sebelum ngomong. Ucap roy sambil meremas salah satu paha andrew karna kesal pada sikap andrew yang keras kepala.


"Argghh, loe doyan sama laki? ucap andrew yang kesal karna merasakan sakit dipaha kirinya.


"Gausah banyak ngomong ayo beli minum sebelum sera pindah ke kamar. Ucap roy membawa teman nya ini untuk membeli coffe dikantin rumah sakit. Andrew nampak pasrah dengan ajakan roy yang membawanya pergi dari ruang tunggu. Sesekali dia masih menoleh melihat pintu ruang emergency itu yang sudah menjauh dari pandangannya.


"Loe juga harus istirahat drew, lagian kita bakal rapat dengan perusahan C masa wajah loe kumal gini, ucap roy sedikit mencairkan suasana.


"Hendra sudah loe kasih tau? ucap andrew yang merasa akan sedikit canggung bagi dia dan sang kakak karna khawatir pada gadis yang sama.


"Menurut loe? Lihat dong ini jam kerja sudah pasti gue dikantor dan bareng hendra. Jelas dia tahu gue disuruh datang kesini duluan dan dia masih harus rapat dengan team lapangan. Ucap roy kesal.


"Hendra lebih dewasa ketimbang loe drew, ucap roy ketus karna tak tahan melihat sikap andrew yang sepeti anak-anak tak menunjukan sedikit pun sikap dingin seperti biasanya.


"Kamu pulang aja sana kerja jangan makan gajih buta, ucap andrew karna kesal roy lebih memihak kepada hendra.


"Gausah baperan gitu drew, loe kan tahu yang suka sama sera banyak belum aja lagi putra tahu. Ucap roy sengaja membuat andrew kesal.


"Sialan loe, teman macem apa bukan ngedukung malah cuma bisa ketawa-tawa aja. Ucap andrew kesal.


#Happy reading kakak jangan lupa vote dan like biar sera dan kawan-kawan makin sering muncul,hehe. 😸

__ADS_1


__ADS_2