
Suasana ruang tengah rumah vina penuh canda tawa akibat celotehan dari sang bocah tampan yang mengoceh tak menentu. Sera dengan sabar nya rela sedari tadi menggendong bocah ini tanpa merasa lelah menemani nya bercerita hingga menyuapi boca itu makan siang. Bocah kecil itu tidak mau lepas dari dekapan sera membuat wanita paru baya dan andrew merasa heran akan situasi yang terjadi sekarang ini. " Nak cepat lah mencari ibu untuk jordi sebelum dia melarikan diri dari rumah kita, ucap nene jordi"
"hmm... wanita seperti apa yang harus andrew cari mah, Ucap andrew sambil menunjuak sera, vina dan nisa"
"yang mana saja selama kamu bahagia mama tidak masalah, ucap nene jordi sambil menunjuk sera yang sedang mengendong cucunya". Andrew kembali memperhatikan tingkah sera dan jordi yang begitu manis bagai ibu dan anak saja mereka merangkul satu sama lain.
Di sebuah hotel.....
Ketegangan telah terjadi di sebuah ruangan hotel, perdebatan yang tiada henti yang sedari tadi mereka lakukan namun tak menemukan jalan damai. Bagas sedang berdebat bersama mami nya karena mami nya memaksa untuk menjodoh kan nya dengan anak salah satu rekan bisnis nya yang tidak lain teman masa kecil bagas. Mami bagas terlalu memaksakan kehendak terhadap anak-anak nya beliau hanya mementingkan hal yang dapat menguntungkan keluarga dan usaha mereka. Tidak perduli tentang perasaan atau pun cinta selama itu dapat menguntungkan nya pasti akan di jalani nya.
Bagas terus menyakinkan mami nya bahwa ada seseorang yang sangat dia cintai, dia tidak akan melepaskan wanita nya begitu saja yang sudah dia perjuangkan selama ini. Bagas tidak mau mengalah begitu saja kepada sang mami kalah sekarang sama aja menyerahkan seluruh hidup nya untuk tenggelam dalam kegelapan. Kaka dan papi bagas hanya bisa melihat perdebatan yang terjadi antara bagas dan mami nya mereka sudah sangat lelah melawan mami yang tidak pernah mau mengalah dan mengerti tentang keadaan.
" Mami tidak mau tahu setelah sampai di rumah kamu harus ikut mami bertemu dengan wanita yang mami pilihkan, ucap mami dengan suara yang meninggi"
" bagas tidak mau bukan itu yang bagas butuh, bagas hanya ingin mami mengerti pilihan bagas, Ucap bagas sambil meninggalkan ruang tamu"
__ADS_1
" kamu mau mami menghancurkan wanita itu, ucap mami dengan nada mengancam". Bagas yang berjalan sekarang menghentikan langkah nya berusaha mencerna kata-kata dari mami nya dan memikirkan cara menghadapi mami yang tidak mau mengalah itu.
" hancurkan saja mi dengan begitu berarti mami juga akan kehilangan salah satu anak mami, ucap bagas dengan muka merah menahan amarah". Bagas paham akan perkataan mami nya semua yang keluar dari mulut mami nya akan segera terjadi, bagas harus dengan cepat membawa sera pindah daei kost yang sudah di ketahui mami nya karna keselamatan sera bisa saja terancam.
Bagas sekarang berada di dalam kamar nya, dia mencoba menghubungi kekasih nya yang sedari pagi belum ada kabar nya itu. Bagas merasa tersiksa akibat merindukan sera gadis yang sangat dia cintai.
drtttt.... drt.... drtttrr......
"hmmm... iya sayang, ucap sera gadis yang sedang tersenyum menatap layar ponsel yang ia pegang"
" aku sedang bermain dengan anak dari teman ka roy yngs, ucap sera yang masih menggendong jordi"
" huh.. kamu menyukai anak kecil yngs kalo gitu ayo kita buat, ucap bagas menggoda sera"
" pulang lah baru kita akan membuat anak bersama yngs. Goda sera membuat bagas yang mendengar menjadi tertawa"
__ADS_1
" tunggi aku pulang aku tidak akan membiarkan mu bisa berjalan, ucap bagas mengoda sera sambil tertawa". Bagas dan sera tengah menukar rindu berbalas cerita menghabiskan beberapa saat di dunia mereka sendiri. Tanpa sadar ada sesosok mata yang memperhatikan sera ialah wanita paruh baya itu yang sedari tadi memperhatikan sera dengan seksama melihat gadis itu tertawa. " apa aku harus mencari informasi tentang gadis ini, ucap mamah andrew dari balik kaca sambil memperhatikan sera"
Sera yang sudah berhenti berbicara dengan bagas sekarang mulai sibuk bermain dengan jordi lagi, tak lama kemudian jordi yang sudah kelelahan sudah tertidur di pelukan sera dia tertidur dengan memeluk sera tangan nya mencengkram baju yang dikenakam sera. Andrew yang melihat anak nya sudah tertidur menghampiri sera dengan maksut untuk mengambil jordi dari pelukan sera. Namun sera malah melarang nya dia masih ingin bersama dengan jordi memeluk bocah tampan itu. Andrew sekarang malah duduk di samping sera memperhatikan sikap sera yang begitu lembut terhadap anak nya.
" kemana ibu anak ini ka? ucap sera memecahkan kecanggungan"
"ibu nya telah tiada tidak lama setelah melahirkan jordi, kata andrew sambil menatap tajam sera"
"kasihan sekali kamu de, boleh kah aku tetap bermain dengan nya kalo kita bertemu lagi ka, ucap sera dengan mata sendu nya". Andrew yang mendengar ucapan sera hanya bisa tersenyum membalas perkataan sera. Hari sudah berganti menjadi malam suasana di rumah vina masih tetap ramai, mereka semua duduk di ruang tamu sedang menonton film horor. Sera yang tidak menyukai film lebih memilih bermain bersama jordi di taman belakang duduk di ayunan sambil memangku bocah tampan yang sedang asyik mengoceh tak karuan. Sampai akhirnya sera merasa lelah dia membawa jordi menuju kamar vina di rebahkan bocah yang sedang tertidur itu disamping nya dia pun ikut terlelap di samping bocah tampan itu.
Andrew yang sedari tadi mencari keberadaan anak nya namum dia tidak menemukan nya mencoba naik ke lantai dua untuk mencari sera, saat sampai begitu terkejut nya andrew melihat sera sedang tidur merangkul jordi yang tertidur karna kelelahan. Andrew berjalan mendekari sera memakai kan selimut kepada dua orang yang sedang tertidur pulas itu. "selamat malam sayang, tidur lah dengan nyenyak besok kamu tidak akan bisa lagi mendapatkan pelukan hangat itu, ucap andrew sambil memegang pucuk kepala jordi"
Di sebuah aula hotel....
Bagas masih disibukan dengan jadwal kunjungan perusahaan nya namun pikiran dan hati nya gundah memikirkan kekasih hati nya yang jauh disana, rasa rindu nya begitu dalam hingga sesak yang di rasanya sekarang ini. Ditambah lagi sikap mami nya yang terus saja memaksakan kehendak nya membuat bagas merasa tersiksa hingga melampiaskan nya dengan rokok. Bagas sebetul nya sudah lama berhenti merokok namun ada saat-saat dia merasa frustasi dia akan melampiaskan nya dengan menghisap beberapa batang rokok sampai puas.
__ADS_1
Bantu vote like ya kaa... selamat membaca ka 😁