
Sera duduk disebuah kursi taman bermain sambil menanti andrew turun dengan jordi. Gadis ini sudah menantikan jordi sedari tadi. Bagas hanya duduk di sisi sera sambil bermain leptop miliknya. Kegundahan hati bagas siapa yang bisa menduganya, pikiran sudah kalut melihat kekasih nya dengan cemas menantikan kehadiran pria lain.
"Maamaaahhhh, jordi berlari saat melihat sera duduk tak jauh dari nya. Gadis ini berlari menghampiri jordi merangkul bocah kecil menggemaskan ini kepelukan nya. Andrew berjalan mengikuti langkah kaki anaknya. Mereka mulai bermain menghabiskan waktu bercengkraman berdua, bocah itu mengambil lebih banyak waktu sera untuk nya. Bocah yang haus akan kasih sayang seorang ibu ini tak ada habisnya membuat sera terpukau disetiap gerak-geriknya. Dua pria tampan ini hanya duduk bersebelahan menatap sera dari kejauhan. Andrew terlalu menampakan kan kegembiran nya melihat dua orang yang membuat hati bergejolak.
"Kamu sengaja mengikuti kami kesini, ucap bagas memecahkan kegembiran milik andrew.
"Entah lah tapi disini tempat wisata bukan pulau pribadi mu. Ucap andrew.
"Kau menjadikan anak mu sebagai kelemahan wanitaku. Ucap bagas. Andrew hanya diam mengabaikan ucapan bagas.
"Kau beruntung lebih dulu mengenal sera kalau tidak pasti orang lain yang akan mendapatkan nya. Ucap andrew.
"Sera milik ku selama nya akan tetap menjadi milikku. Ucap bagas dengan nada sinis.
"Nikmati selagi masih ada dipelukan mu. Ucap andrew.
Ketegangan sangat terlihat diantara kedua pria ini. Andrew merusak segala rencana yang dimilik bagas. Melihat sera tertawa dengan pria lain sangat membuat bagas cemburu.
Drrrrrrttt.... drrrttrrrr.........
Ponsel bagas sudah berdering, berulang kali panggilan masuk dari dua orang yang sama. Membuat bagas enggan mengangkat ponsel miliknya.
"Kalo kau tidak angkat kau akan menyesal. Ucap pria yang mengirim pesan singkat untuk bagas.
"Kenapa kau terus mengganggu ku. Ucap bagas dengan nada marah.
"Kau harus bersiap mami mulai bergerak ke arah wanita mu.
"Dari siapa kau mendengarnya. Ucap bagas.
"Aku melihat mami mengirim seseorang untuk mengintai kalian. Bagas langsung berdiri menjauh dari andrew.
"Wanita mu sangat cantik, pantas kau enggan di jodohkan.
"Kau juga melihatnya. Ucap bagas.
__ADS_1
"Bersiap lah kau harus pulang sekarang, perusahan G sudah membuat jadwal pertemuan dengan kita.
"Aku tidak akan pergi, atau atur pertemuan disini.
"Jangan gegabah gas, bukan hal gampang untuk bertemu dengan perusahaan G.
"Aku tidak bercanda, aku sedang berlibur bersama kekasihku dan aku tidak ingin di ganggu.
"Dasar adik sialan selalu membuat ku repot.
"Tolong bantu aku sekali ini saja, ulur waktu pertemuan nya sampai aku pulang. Bagas menghabiskan waktu berbincang dengan sang kakak membahas bisnis milik mereka.
Andrew berjalan mendekati sera yang sedang duduk di sebuah ayunan.
"Disini sangat dingin raa, ayo kita masuk. Ucap andrew.
"Baiklah aku akan memanggil bagas dulu kak. Gadis ini berjalan mendekati bagas yang sedang berdiri ditepi kolam renang.
"Sayang , ayo pindah disini sangat dingin. Ucap sera.
"Sebentar raa, aku sedang ada urusan kantor kamu duluan aja. Sera meninggalkan bagas yang terlihat sangat gelisah dengan ponselnya.
"Raaa, kamu berdarah lagi. Ucap andrew melihat hidung sera meneteskan darah segar.
"Ahh.... Sera mendongakan kepala nya sambil berlari ke sofa yang tak jauh darinya. Andrew begitu cemas melihat sera merintih menahan sakit. Gadis ini meraih lengan andrew sambil *** lengan pria itu karna merasa kesakitan.
"Duduk lah dulu sayang bersama mamah, papah pergi dulu. Andrew menurunkan putra dari rangkulan nya. Pria ini berlari untuk mencari handuk hangat untuk sera.
"Masih sakit raa, tenang lah dulu setelah ini kita ke dokter. Ucap andrew dengan cemas.
"Gausah kaa, aku gpp ini hanya karna kelelahan.
"Menurutlah sayang jangan buat aku gelisah seperti ini. Ucap andrew memeluk sera.
"Kaa ada bagas, sera mencoba melepaskan pelukan andrew.
__ADS_1
"Aku tidak perduli, kau mambuat ku gelisah raa. Andrew terus memeluk sera.
"Lepaskan ka atau aku akan menggigit bahu mu. Andrew mencium pipi gadis ini sambil melepaskan pelukan nya. Pria ini membawa putra nya dan melangkah menjauh dari sera.
Sera hanya membiarkan andrew menjauh melangkah pergi dari sisinya. Gadis ini masih terdiam merasakan sentuhan bibir andrew mendarat pada wajahnyaa.
"Kamu kenapa raa, kenapa berdarah lagi. Ucap bagas membuat lamunan sera menjadi buyar seketika.
"Ayo kita ke kamar kamu ga boleh keluar dulu setelah ini, Ucap bagas. Sera hanya diam dan mengikuti perintah bagas. Namun hati sera sedikit terbagi dengan sosok pria yang memberikan kecupan kepada nya. Sera terus memikirkan sikap andrew yang tak biasa seperti tadi.
Matahari sudah menampakan cahaya hangatnya. Bagas sudah bersiap untuk meninggalkan pulau tempat dia berlibur karna keadaan mendesak diperusahannya. Dengan berat hati bagas harus meninggalkan sera karna bagas tidak mendapatkan tiket di jam yang sama dengan nya untuk sera. Gadis itu akan ikut penerbangan sore hari untuk menyusul bagas pulang.
Gadis cantik ini turun ke taman untuk berjalan-jalan sambil menunggu jam kepulangan nya. Wajah menjadi murung karna harus berpisah dengan bagas. Andrew bergegas berlari membawa anak nya keruang kesehatan hotel itu. Melihat jordi merintih kesakitan sangat menyiksanya. Sera tanpa sengaja melihat andrew dengan wajah gelisah berlari melewatinya. Gadis itu mengejar andrew yang berlari ke arah ruang kesehatan.
"Baringkan dia, dan ambilkan selimut tebal untuk menyelimutinya. Ucap dokter diruang kesehatan itu.
"Bapak terlalu santai, kenapa baru di bawa sekarang adik ini sudah hampir membiru. Andrew hanya terdiam menatap wajah anak nya yang merintih. Pria ini seperti ingin meledak saat melihat putra nya merasakan sakit.
"Kemana ibu nya ? Biarkan dia masuk untuk memeluk putranya. Andrew menjadi terbata-bata menjawab dokter itu.
"Saya disini dok, ucap sera berjalan memasuki ruangan.
"Maaf kan saya bu, tapi ibu harus membuka baju dan memeluk putra ibu karna dia sudah hampir membiru, dengan langsung bersentuhan dengan kulit ibunya akan dengan cepat menghantarkan panas kembali.
Sera tanpa berpikir perlahan langsung membuka pakaian yang ia kenakan tanpa malu dia langsung memeluk jordi dengan erat di pelukan nya. Andrew yang melihat sera melepaskan pakaian miliknya langsung menyelimuti sera, andrew tidak rela melihat tubuh sera dinikmati oleh orang lain. Pria ini merangkul sera dan jordi dengan sangat erat mencoba menghangatkan kedua nya dan menghalangin pandangan orang lain untuk melihat sera. Gadis ini tertawa melihat tingkah laku andrew yang memeluk nya dengan erar di depan orang lain.
"Diam lah jangan tertawa, apa kamu pikir ini lucu raa. Ucap andrew yang sadar sedang diperhatikam sera.
"Lepaskan kak, kamu keluarga wijaya kalo nanti ada wartawan kamu bisa kena masalah.
"Aku tidak perduli, diam lah jordi masih merintih.
"Buka lah kemeja mu dan ikut memeluk odi kaa. Ucapan sera membuat andrew menatap nya dengan tajam.
"Cepat buka apalagi yang kamu tunggu, ucap sera.
__ADS_1
"Kamu jangan menyesal ra dengan permintaan mu. Andrew langsung melepaskan kemeja dan memeluk putra nya bersama sera di dalam selimut besar yang di menutupi tubuh mereka bertiga. Andrew menatap sera dengan lekat gadis tanpa busana yang berpelukan dengan nya ini membuat jantung nya berdebar lebih cepat dari sebelumnya.
"Kenapa kamu selalu membuatku gusar raa. Ucap andrew sambil meraih tangan sera dengan lembut. Gadis ini menatap andrew dengan pandangan sayunya. Pandangan yang membuat setiap pria yang meilihatnya terbuai.