
"Kenapa hanya sera yang ada di dalam benak mu gas, kita sudah melakukan nya dua kali entah itu sadar atau tidak. Guman helena dalam benak nya sembari menatap bagas yang terus saja mengacuhkan nya. kebancian nya terhadap sera semakin menjadi seiring bagas yang terus menyebut nama gadis itu di setiap waktu. Mata tak dapat menyembunyikan ketidak sukaan saat melihat bagas bersikap acuh hanya karna memikirkan sera. Denyut nadi nya semakin cepat berpacu dengan amarah yang terus saja dipendam.
"Kalau memang kamu hamil kita akan menggugurkan nya, aku belum siap menikah apa lagi mempunyai anak, ucap tegas bagas tanpa berfikir panjang melukai perasaan helena.
"Dan aku juga belum berminat menjalin hubungan serius dengan mu, hanya karna mami dan keadaan kamu ku biarkan tetap berada disini sampai sekarang. Ucap bagas sambil memegang sebuah kotak kecil yang tak sempat di berikan nya kepada sera terakhir kali. Pria ini menggenggam erat kotak itu sedari tadi, bayangan sera juga tak luput menghantui. Wajah sera yang ketakutan namun masih membela hendra sangat jelas di ingatan bagas. Tak henti-henti nya bagas mengumpat kesal memikir kan sera yang sangat jauh dari jangkauan nya sekarang ini. Gadis itu masih secantik dulu dengan senyuman yang sangat dirindukan nya. Bagas mulai tersulut emosi saat melihat sera memberikan perhatian nya terhadap hendra tepat di depan mata nya sendiri, amarah nya memuncak saat sera terlihat memegang lengan hendra berjalan menuju kamar kecil.
"Kenapa kalau dengan ku sikap mu seperti ini? kamu masih mencintai sera? ucap helena yang menghampiri bagas yang duduk menghadap jendela.
"Itu bukan urusan mu, aku masih menyukai nya atau membenci nya semua ada pilihan ku. kau yang memaksa untuk tetap tinggal bersama ku. Kita hanya bersenang-senang sayang jadi jangan terlalu ambil perasaan. Ucap bagas dengan senyum licik dengan harapan gadis itu bisa sadar dan meninggalkan dirinya. Mata gadis itu begitu marah mendengar setiap kata kasar keluar dari mulut bagas, namun ada hasrat yang membuat nya ingin mendapatkan bagas malam ini.
"Kalau begitu malam ini aku akan menyerahkan tubuh ku lagi untuk menjadi mainan mu, guman helena sembari mengalungkan tangan di leher bagas berusaha menggoda pria yang tengah menengguk minuman keras itu.
"Aku sedang tak ingin melakukan hal menjijikan bersama mu malam ini, guman bagas melepaskan paksa rangkulan wanita yang terus membuat nya marah itu.
"Benar kah? apa kamu juga tidak akan tergoda saat melihat ku seperti ini. Ucap helena yang tak mau mengalah dan semakin menjadi, gadis ini mulai membuka separuh kancing bajunya demi memperlihatkan dada besar nya yang terbalut pakai dalam berwarna hitam yang sangat menggoda. Helena berusaha membangkit kan hawa nafsu bagas dengan menyerahkan tubuh nya dan jatuh kepelukan bagas.
Sera mulai merasakan perubahan yang signifikan dalam tubuh nya semenjak kandungan nya mulai berkembang. Tubuh nya terasa lebih mudah lelah dan perubahan mood nya yang sangat tak terkontrol. Gadis ini belum bisa makan dengan nyaman karna terus saja terganggu oleh rasa mual yang semakin sering datang. Bobot tubuh nya juga tak kunjung naik seperti kebanyakan wanita hamil pada umum nya, wajah nya sering kali pucat karna tak bisa mengkonsumsi makanan dengan baik.
"Seraaa, teriak putra mencari sera yang tak kunjung di temui nya di area caffe. Langkah nya terhenti saat melihat pantulan tubuh sera yang berdiri di depan sebuah kaca besar dengan baju yang terangkat memperlihat kan perut putih nya yang sedikit membuncit.
"Raaa, guman putra dengan pelan memanggil sera yang nampak sedang memandangi perut buncit nya melalui pantulan kaca.
"Dia membesar dengan baik raa, ucap putra yang duduk menemani ku yang masih tertegun menatap pantulan kaca.
"Tapi dia hadir tanpa seorang ayah, bagaimana bisa aku membesarkan nya. Ucap ku dengan raut wajah lesu.
"Boleh kah aku memegang nya raa? tanya putra yang menghampiri ku sembari menatap ku dengan senyum manis nya.
"Apa dia sudah mulai bergerak raa? dia akan menjadi anak yang kuat sama seperti mu. Guman putra sembari meraba perut ku.
"Aku tidak terlalu mengerti put, aku sangat takut menjalani semua ini. Ucap ku sambil tertunduk melihat tangan putra yang masih berada diatas perut ku yang membuncit.
"Tenang lah ra semua akan baik-baik saja, kita bisa menghadapi semua ini. Kamu hanya perlu fokus pada bayi kita ini sisa nya aku yang akan mengurus nya. Guman putra memberikan ku sebuah janji penghangat dan penenang hati.
"Aku mohon jangan menyusahkan diri hanya demi melindungi ku put, guman ku sembari membalik arah dan memeluk pria ini dengan erat. Sosok nya memang selalu membuat ku merasa terlindungi, gurau nya yang hangat membuat ku menjadikan nya tempat berteduh terbaik kali ini.
"Bayi dalam kandungan mu ini adalah anak ku, jadi biarkan aku mengambil tanggung jawab ini sepenuh nya. Ucap putra tanpa keraguan sedikit pun.
"Hanya karna kita tidur seranjang bersama bukan berarti kamu harus ikut bertanggung jawab put, ucap ku pelan.
"Kalo itu hanya sebuah malam bagi mu tapi untuk ku itu suatu kebetulan yang aku sangat inginkan raa, ucap putra berbisik mesra pada ku.
"Aku bersedia mengulang malam itu bersama mu sekali lagi atau pun seterus nya raa, ucap pelan putra menggoda ku.
__ADS_1
Drttt...drttt.....
Ponsel sera mulai bergetar tak ada hentinya menerima panggilan masuk hingga puluhan pesan dengan nada memaksa.
"Jangan berpura-pura tidak melihat pesan ini, ayo kita bertemu atau aku akan datang ke tempat kerja mu membuat keributan. Guman bagas yang mengirimkan puluhan pesan dengan isi yang sama untuk mengancam sera. Tubuh ku gemetar saat membaca isi pesan yang dikirim bagas kepada ku. Kenapa dia harus memaksa menemui orang yang ia sangat benci hingga mencoba menghubungi ku puluhan kali seperti ini. Aku sangat takut hingga perut ku menjadi sedikit nyeri membuat putra gelisah karna melihat ku yang begitu pucat.
Langkah kaki ku begitu berat melangkah menuju apartemen dimana bagas ingin menemui ku. Masih jelas dalam bayang ku tempat ini salah satu dimana aku dan bagas sempat berbagi canda tawa sebelum akhir nya aku pindah ke tempat yang sekarang. Aku mulai gelisah karna takut bagas akan melihat perubahan tubuh ku yang sangat jelas terlihat karna kandungan sudah mulai berbentuk.
"Masuk, kenapa hanya berdiri saja, guman bagas sedikit mengejutkan ku. Pria yang ku rindukan ini sekarang berada tepat di hadapan ku.
"Makan lah aku sudah menyiapkan semua ini, guman bagas yang duduk berhadapan dengan ku di sebuah meja makan yang sudah di penuhi makanan kesukaan ku. Wajah nya begitu dingin tanpa senyuman sedikit pun, rambut nya yang sedikit berantakan membuat aku berfikir bahwa ada sesuatu yang tengah mengganggu pikiran nya. Aku sangat mengenal bagas, wajah nya tak bisa menutupi kegelisahan yang tengah menyelimuti pikirannya. Sesekali aku mencoba melirik raut wajah nya yang nampak tenang namun menyembunyikan kegelisahan.
"Apa kamu bahagia sekarang sera? Ucap bagas. Suatu kalimat yang paling ku benci keluar dari mulut pria ini.
"Sekarang? aku baik-baik saja. Ucap ku pelan namun detak jantung ku tak datang terkendali lagi.
"Aku bertemu ibu mu, dia berkata kamu membawa pulang seorang pria lain. Siapa dia, andrew atau putra? tatapan mata bagas sungguh menakutkan, saat ini aku seperti siap di terkam oleh singa yang sedang kelaparan.
"Kamu menemui ibu ku? untuk apa semua ini? ucap ku yang tak suka dengan nada bertanya yang keluar dari mulut bagas.
"Jawab semua pertanyaan yang aku berikan, jangan berpura-pura lagi. Ucap bagas dengan sinis.
"Putra, dia mengantar ku pulang. Ucap ku ketus.
"Itu gak ada hubungan nya dengan mu. Kamu yang pergi kenapa sekarang kamu harus bersikap seperti ini, guman ku.
"Tolong jangan libat kan orang tua ku dalam masalah kita. Hari itu semua antara kita berakhir saat kamu menampar ku dan melangkah pergi tanpa mendengar sedikit pun penjelasan ku. Ucap ku tegas untuk memperjelas keadaan antara kami. Walau aku masih sangat ingin bersama nya namun tak ada lagi yang tersisa untuk memperbaiki keadaan saat ini.
"Kamu yang tidur dengan pria lain sera, jangan mencoba memutar balik kan fakta yang terjadi. Ucap bagas menggebrak meja.
"Cukup bagas, tidak ada lagi yang harus kita bicarakan. Aku akan pergi sekarang. Guman ku sambil berusaha tidak meneteskan air mata.
"Mau kemana kamu sera? guman bagas menghentikan langkah ku.
"Aku akan pulang, tolong menyingkir lah dari jalan ku. Ucap ku menatap sengit bagas yang berdiri menghadang ku.
"Aku gak akan membiarkan mu pergi begitu saja. Ucap bagas menarik ku dalam pelukan nya. Dekapan lengan nya begitu ku rindukan namun sangat menyakitkan ketika ku ingat kembali saat dia menolak penjelasan ku.
"Lepaskan bagas, kamu sudah gila? ucap ku yang berusaha memberontak melepaskan rangkulan nya.
"Seraaaa, guman bagas dengan tatapan begitu redup membuat jantung ku melemah dan kerinduan ku pada pria ini begitu menyiksa pikiran ku. Bagas memberikan ku ciuman lembut dengan sentuhan-sentuhan kecil nya di wajah dan juga rambut ku.
"Raa kamu hamil? ucap bagas yang langsung melepaskan ciuman kami saat tangan nya meraba perut ku.
__ADS_1
"Tidak, ucap ku tanpa berfikir panjang.
"Tapi perut mu? ucap bagas terhenti begitu saja sambil menatap kearah ku. Sorot mata nya mulai membuat ku takut akan setiap pertanyaan yang akan keluar setelah ini dari mulut nya.
"Jangan berbohong. Kamu hamil sera? katakan dengan jelas. Ucap bagas dengan kasar.
"Tidak, akhir-akhir ini aku hanya sembelit dan berakhir seperti ini. Ucap ku berusaha menutupi kehamilan ini.
"Bayi siapa itu? aku atau putra? ucap bagas dengan menarik ku dengan kasar, mendorong ku hingga terhimpit pada lemari membuat pundak ku terasa sakit.
"Sudah ku bilang aku tidak hamil bagas, kenapa kamu memperlakukan ku seperti ini, ucap ku ketus sambil berusaha melepaskan genggaman bagas.
"Kamu mencoba menutupi nya dari ku seraa, guman bagas dengan mencoba membuka baju ku dengan paksa sambil terus menciumi pipi hingga menjalar ke lekuk leher ku.
"Lepaskan bagas, walau pun aku hamil itu bukan urusan mu. Ucap ku sambil mendorong bagas menjauh.
"Katakan sekali lagi seperti itu aku akan langsung merobek baju mu dan memaksa mu sekarang juga. Ucap bagas dengan begitu marah.
"Kamu akan memaksa ku seperti waktu itu? apa kali ini kamu juga akan memukul ku seperti malam itu? ucap ku dengan gemetar mengingat kejadian dimana bagas memaksa ku dengan kekerasan.
"Harus kah aku membuka baju ku sendiri saat ini atau kamu akan merobek nya ? ucap ku sambil meneteskan air mata.
"Tolong jangan berkata seperti itu raa, aku bersalah tolong maafkan aku. Ucap bagas memohon dengan berlutut.
"Mari kita perjelas semua nya. Tolong jangan datang di kehidupan ku lagi. Kita gak kan pernah bisa bersama sampai kapan pun itu. Ucap ku memberikan peringatan keras kepada bagas.
"Apa semua ini karna putra? karna kamu bercinta semalam dengan nya, ucap bagas.
"Cukup kamu gak akan pernah berubah bagas. Kamu selalu menyalahkan orang lain atas hubungan kita yang memang sudah gak bisa terselamatkan lagi. Ucap ku tegas.
"Aku melakukan semua ini hanya karna kamu mulai menjauhi ku raa, ucap bagas yang masih berusaha memeluk ku.
"Tolong bagas hentikan semua ini, kamu mempunyai tunangan. Kalo berita ini sampai tersebar dia akan mendatangi ku lagi. Ucap ku menolak keras perasaan dan perlakuan bagas malam ini.
"Ibu mu akan marah saat dia tahu kamu menghabiskan malam bersama wanita seperti ku. Ucap ku sambil berusaha mendorong bagas untuk menjauh.
"Tutup mulut mu raa, teriak bagas kepada ku.
"Kamu pikir aku tidak tahu kamu tengah menyembunyikan sesuatu dari ku. Aku pasti akan menemukan kebenaran itu.
"Pergi sekarang juga dari sini, lelaki mu pasti sedang menunggu. Ucap bagas mendorong ku. Aku langsung berlari keluar dari situasi ini, meninggalkan bagas seorang diri tanpa sepatah kata pun.
"Arggrhhhhh.....Kenapa aku harus membiarkan sera pergi begitu saja. Bagas meyesali perbuatan nya karna telah menyakiti wanita itu. Wajah sera terus saja terbayang di pikiran nya saat wanita itu meneteskan air mata mengingat dan mengungkit malam yang kelam saat itu namun menjadi malam bergairah bagi bagas.
__ADS_1