Strong Women

Strong Women
Part 70


__ADS_3

"Cerah yaa kalo datang bareng pacar, ucap nisa melihat wajah sumringah sera.


"Makanya loe cepatan punya pacar jangan kebanyakan jomblo, ucap sera mengolok nisa.


"Sini loe raa! ucap vina dengan ketus.


"Kenapa sih, aku ganti baju dulu ya. Ucap sera.


"Loe sengaja cari mati yaa, ucap vina yang ikut menyusul sera keruang ganti.


"Gue masih hidup sih kebetulan, kenapa ya mba. Ucap sera sambil tertawa.


"Raa loe jangan bercanda, kemarin malam loe kemana ? kita semua hampir di telan hidup-hidup oleh andrew loe tau. Ucap vina dengan ketus. Wajah sera mulai kaku mendengan nama andrew kembali dipanggil.


"Dari klub sampai kamarin dia gak ada istirahat, yang dia mau tau cuma loe ada dimana, parah banget tu cowok segitu pedulinya sama loe. Ucap vina ketus.


"Vin hati-hati nanti di dengar bagas dia baru aja pulang aku gak mau ada hal yang kaya gini. Ucap sera.


"Gue tau loe raa, loe juga pasti punya hati kan buat andrew terlepas dari hubungan loe dengan bagas, ucap vina.


"Gue gak buta kemarin gue ngeliat loe pelukan bareng andrew di klub terus loe tiba-tiba ngilang gitu aja. Ucap vina sambil memeluk gadis itu.


"Cukup vin nanti bagas tahu, ucap sera.


"Gue akan dukung apa pun keputusan mu, mau bagas atau andrew mereka sama-sama baik. Ucap vina.


"Gue gak tau vin, gue ngerasa bersalah buat mereka berdua. Ucap sera dengan wajah murung.


"Gue juga bakal binggung kalo disuruh milih dua cowok ganteng kaya mereka, mau gue pacarin aja dua-dua nya. Ucap vina sambil tertawa.


"Loe seriusan vin jangan bikin gue tambah binggung. Ucap sera sambil menarik kuping sahabatnya itu.


"Saran gue, loe pastikan sediri perasaan loe mungkin aja karna loe terbiasa bareng andrew jadi rasa itu muncul atau bisa juga memang hati loe milih duda ganteng itu. Ucap vina sambil merapikan rambutnya.


"Ah tau ahh, ayo kita keluar nisa pasti sudah nungguin kita. Ucap sera mendorong vina keluar ruang ganti menuju lapangan.


"Loe serius bagas bakal cuti semester ini, ucap vina.


"Iya, lagian dia udah terlalu banyak bolos kelas kan jadi mending aja cuti, ucap sera sambil duduk di bangku penonton.


"Bebas dong kita ini, hahah. Ucap nisa yang mendengar percakapan kedua sahabatnya.


"Bebas kalo loe mau di gantung sama bagas, ucap vina tertawa.


"Gue gak takut kalo cuma bagas, gue lebih takut kalo andrew marah. Ucap nisa dengan nada ketus.

__ADS_1


"Gue setuju deh, ucap vina dengan muka sinisnya.


"Loe sudah lihat jadwal nya belum, jam berapa kita main ? ucap sera berusaha mengalihkan pembicaraan. Hati gadis ini juga tidak bisa tenang saat mendengar andrew terus saja mencarinya. Ponsel miliknya pun sudah dipenuhi oleh pesan yang dikirim oleh andrew mulai dari kemarin.


"Jangan ngindar loe raa, kalo loe kemarin lihat wajah andrew gue mending disuruh nyapu halaman kampus deh ketimbang satu ruangan bareng dia, ucap nisa sambil menarik pipi sera.


"Gue juga binggung, ucap sera sambil membanting ponsel miliknya.


"Dia gak berhenti hubungin gue, gue harus apa ? ucap sera dengan mata yang berlinang.


"Stssss, gila loe raa ponsel loe hancur deh kalo kaya gitu ceritanya. Ucap vina sambil mengambil ponsel sera yang terlempar cukup jauh.


"Parah loe raa, pecah deh masih bisa nyala gak sih. Ucap nisa yang melihat ponsel sera retak.


"Sudah biar aja, sekarang kita harus fokus ini semi final, ucap sera sambil memasukan ponsel nya ke dalam tas.


"Sudah kita diam dulu, sera hari ini lagi gak waras. Ucap vina membungkam mulut nisa.


Saat pertandingan mulai sera yang tadi nya hanya ingin menjadi pemain pengganti sekarang malah turun bertanding menjadi pemain inti. Gadis ini ingin menyalurkan amarahnya lewat setiap pukulan yang akan dia lontarkan. Bagas yang baru keluar dari ruang dekan langsung duduk mencari dimana sera berada. Pria ini sudah duduk di bangku paling depan untuk menonton kekasih kesayanganya bermain. Suara riuh pendukung dari penonton tak ada hentinya memberikan dukungan pada team sera. Bukan hanya mendukung mereka juga sedang menggoda ketiga dara cantik yang sedang bermain itu.


Pukulan demi pukulan sudah dilayangan oleh kedua team yang berlawanan ini. Mereka saling menyerang dan mencari cela untuk mendapatkan poin. Sera berulang kali jatuh hingga terluka karna pikirannya terbagi. Bahkan vina pun sudah terluka dilutut nya juga karna menahan pukulan dari lawan hingga terjatuh. Saat menit-menit terakhir sera dan team berusaha mengerahkan tenaga yang tersisa. Poin terakhir kali ini disumbang oleh pukulan nisa yang berhasil masuk ke garis lawan menjadi kemenangan mereka ke final pertandingan.


"Gue bilang juga apa, kita pasti menang walau sakit kaki ini. Ucap vina menggoda kedua sahabatnya.


"Sudah sembuh ni kaa, ucap sera memperhatikan luka senior itu.


"Hampir tinggal nunggu kering aja lukanya. Ucap senior itu tersenyum melihat gadis cantik itu di penuhi keringat yang membuatnya bertambah sexy.


Bagas yang melihat kekasihnya berinteraksi dengan pria lain langsung saja bangkit dan berjalan menghampiri sera yang berdiri diujung lapangan.


"Sayang, ucap bagas melemparkan handuk dan menutupi wajah kekasihnya itu.


"Jangan dilempar juga dong gas, ucap sera mencubit pinggang kekasihnya itu.


"Biar aja gue gak suka loe ngeliat pria lain. Ucap bagas sambil melihat dua pria yang sedang mengobrol dengan sera itu.


"Yeee ini gebetan nisa kali gas, ucap sera memperkenalkan kedua pria dihadapannya itu.


"Kaa kenalkan ini bagas pacar ku, ucap sera dengan senyuman manisnya. Kedua pria itu saling bertukar pandang, namun senior itu tidak melepaskan pandangan kepada sera. Mereka saling bercerita singkat satu sama lain kemudian mereka saling berpisah karna team basket hari ini akan bertandingan final.


Bagas merangkuk tangan sera membawa gadis itu duduk di bangku penonton untuk melihat pertandingan final team basket itu. Bagas juga ingin mengukur kemampuan pria yang sengaja terus mencari perhatian wanitanya itu. Bagas juga salah satu pria yang mahir dengan bermain basket dia menatap senior itu dan berulang kali menyaut ketus saat melihat dia bermain.


"Gausah cemburu gitu gas, ucap sera mencubit kekasihnya itu.


"Siapa bilang aku cemburu ? ucap bagas ketus.

__ADS_1


"Kalo gitu aku akan jadi pendukung paling heboh buat senior itu. Ucap sera dengan senyum nakal.


"Jangan coba-coba sera, kamu mau aku menggigit mu disini. Ucap bagas menggoda sera.


Waktu sudah menunjukan petang dengan senja nya yang sudah nampak dengan jelas. Mereka semua sudah terduduk di kantin kampus ini untuk beristirahat sejenak.


Drtt...drt....


"Iyaa mii. Ucap bagas menerima panggilan dari mami nya.


"Pulang dulu nak mami ada perlu sama kalian berdua, papi juga dalan perjalanan pulang. Ucap sang mami.


"Mami sudah janji bukan, ini kan hari libur bagas mii. Ucap bagas dengan kesal.


"Mami tahu sebentar saja nak, oke mami akan tunggu kalian dirumah. Ucap sang mami.


"Raa aku akan pulang kerumah dulu, mungkin besok aku akan menyusul mu, gpp kan. Ucap bagas melihat gadis cantiknya itu.


"Pulang lah mungkin ibu mu merindukan mu, ucap sera dengan senyuman nya.


"Tapi ponsel mu rusak kan bagaimana aku bisa menghubungi mu. Kamu bawa ponsel ku ya. Ucap bagas menyodorkan ponsel miliknya.


"Kamu lebih perlu ketimbang aku, malam ini aku akan tidur dirumah vina kamu bisa menghubungi vina kalo ada perlu. Ucap sera memberikan pengertian agar bagas tidak terlalu khawatir terhadapnya.


"Baiklah setelah di depan aku akan naik taxi sendiri untuk pulang, vin titip sera yaa. Ucap bagas dengan gaya coolnya.


"Mau ku jual sera, ucap nisa ketus.


" Aku mungkin akan mampir melihat odi, ucap sera yang masih menggelayuti lengan bagas.


"Iyaa titip salam ya untuk anak kita itu, ucap bagas tersenyum nakal. Senyum itu mendapat sahutan sinis dari kedua sahabat vina yang merasa lucu saat bagas berkata seperti itu.


Mereka semua berpisah di gerbang depan kampus itu. Sera menemanin bagas hingga mendapatkan taxi untuk pulang kerumah nya. Setelah melihat bagas pergi, sera langsung masuk ke mobil vina yang sudah menunggu nya.


"Kita kemana? makan yoo. Ucap vina sambil mengendarai mobil melaju pergi dari kampus itu.


Sera hanya diam menatap ponsel miliknya itu yang sudah retak. Bukan menyesali karna melempar ponsel hingga rusak. Namun gadis ini menyesal tidak dapat melihat isi pesan yang dikirim oleh andrew untuknya. Mereka sudah berhenti di sebuah tempat makan langganan mereka yang cukup ramai sebelum pulang kerumah. Ketiga gadis ini sudah merencanakan akan menghabiskan waktu untuk menonton filn horor dirumah vina. Meraka enggan keluar rumah untuk bersenang-senang karna merasa lelah.


"Sera bakal tidur dirumah, loe bawa andrew pulang deh bang. Isi pesan vina yang ia kirimkan untuk roy. Vina ingin sedikit mengurangi beban andrew yang terlalu gelisah karna tidak dapat bertemu sera.


#Airport.......


"Sera pasti senang, aku akan memberikan nya saat dia bekerja. Ucap putra yang baru sampai dari perjalanan dinas nya sambil menggenggam sebuah kotak kecil hadiah yang akan diberikan untuk sera.


#Hayy kaka jangan lupa vote dan like ya....

__ADS_1


__ADS_2