Strong Women

Strong Women
Part 133


__ADS_3

"Aku baik-baik aja gas, kamu gak boleh dendam dengan orang tua mu sendiri. Ucap sera mencoba menenangkan bagas yang penuh dengan amarah.


"Tapi dia menyakiti mu terus menerus raa, ucap bagas mengelus luka ditangan sera.


"Itu salah ku telah mengambil hati putra kesayangan nya. Aku gak akan menyerah untuk mendapatkan restu nya. Ucap sera berusaha menguatkan dirinya sendiri.


"Aku gak akan membiarkan semua ini terjadi lagi, ucap bagas berlutut pada sera.


"Mau kah kau berjanji pada ku gas, apa-pun itu tolong dengar kan penjelasan ku lebih dulu. Ucap sera dengan perasaan bersalah.


"Tolong pulang lah kerumah gas, semakin kita menetang restu itu gak akan pernah turun untuk kita berdua. Ucap sera berusaha meyakinkan bagas untuk pulang kembali pada orang tua nya.


"Kenapa? kamu mau menjauhi ku? tanya bagas.


"Aku hanya ingin kamu berbaikan dengan orang tua mu jangan seperti sekarang ini. Ucap sera memeluk kekasihnya itu.


"Kita akan tetap bersama apa yang kamu takut kan, aku hanya ingin semua baik-baik saja untuk kita berdua. Ucap sera saling bertatap mata dengan bagas.


"Kita sudah terlalu lama tinggal bersama dan aku gak ingin membuat gosip yang buruk untuk keluarga mu. Ucap sera mengingatkan bagas.


"Pikir kan lah dulu jangan terburu-buru mengambil keputusan. Ucap sera menjatuh kan diri dipelukan kekasihnya itu. Bagas tak mampu lagi berkata-kata untuk menyanggah segala ucapan sera, sebagian besar apa yang di katakan sera ada benar nya semakin dia menjauh ibunda nya semakin menyiksa sera. Pria ini hanya diam memeluk dan mencium kening kekasih nya itu berulang kali sambil memikirkan kesalahan nya. Sekali lagi sera tak mampu menjaga jarak dan terus saja jatuh pada pelukan bagas.


"Aku akan pergi menjenguk odi, guman sera yang akan ikut bagas yang sejalur dengan rumah sakit.


"Jangan terlalu lama kamu tahu kan aku tidak pernah suka dengan andrew. Guman bagas sambil bersiap-siap untuk kerja.


"Tapi aku suka ayah nya gimana dong? goda sera.

__ADS_1


"Coba aja kalo berani akan ku buang kamu di tempat terpencil, ucap bagas mencubit sera.


"Luka lebam nya jangan lupa diobati, ucap bagas mengingatkan sera.


"Sudah sayang maka dari itu aku pakai jaket ini, ucap sera berjalan bersama bagas kearah parkiran mobil.


Langkah ku terhenti saat mendengar tawa andrew begitu jelas terdengar dari dalam ruangan. Rasa tak sanggup bertatap muka tapi aku begitu merindukan bocah yang menggemaskan itu. Semenjak hari itu aku berusaha menghindari bertemu atau pun berhubungan dengan andrew walau hanya lewat ponsel. Berkali-kali aku mengabaikan panggilan suara atau pun pesan dari nya, bahkan tak satu pesan nya berani ku baca.


Andrew begitu baik dan terlalu sempurna untuk miliki, aku hanya berharap agar tetap bisa melihat tanpa menyentuh hal yang tak boleh ku miliki itu. Pria ini terlalu baik dan aku telah mempermain kan perasaan nya. Aku terlena dengan kebaikan dan perhatian yang ia berikan yang tak ku dapat kan dari bagas hingga akhirnya aku sendiri yang tak mampu benar-benar melepaskan nya begitu saja, rasa ingin memiliki terus saja terbesit tapi aku juga tak boleh membiarkan begitu saja hubungan ku dengan bagas yang sudah susah payah aku bangun.


"Seraa, panggil andrew pada ku saat aku memasuki ruangan odi. Wajah ku tentu saja sumringah melihat pria tampan ini menyambut ku dengan baik ditambah dengan pria mungil yang berada di pangkuan nya membuat diriku semakin tidak bisa menahan untuk merangkul nya.


"Berulang kali aku mencoba menghubungi mu, kenapa dengan ponsel mu rusak? tanya andrew yang jelas-jelas menyindir ku karna tak menghiraukan panggilan nya.


"Aku sedang ada urusan mendesak dreww, berikan odi pada ku. Guman ku sambil mengambil odi dari pangkuan nya.


"Hanya terkena air panas saat bekerja, ucap ku sambil bermain dengan jordi.


"Kenapa kamu selalu ceroboh seperti ini sera, guman andrew sambil memusut rambut ku dengan pelan. Pria ini begitu perhatian pada ku, setiap tingkah nya selalu membuat ku berdebar sampai aku melupakan bahwa sekarang aku berada dirumah sakit yang sama dimana orang tua bagas berada. Hanya satu tingkat dibawah mereka dan aku berharap tidak harus bertemu satu pun dari mereka untuk saat ini. Tatapan mata ibunda bagas jelas sangat membenci ku, entah karan kami saling jatuh cinta atau aku bukan lah orang kaya seperti dambaan mereka. Mungkin kedua-dua nya benar hingga ibunda nya membenci ku dan tak memberikan ku muka sedikit pun. Aku juga ingin membela diri tapi apa daya ku beliau jauh lebih tua terlebih lagi dia orang tua dari pria yang ku cintai selama ini. Aku berharap orang tua bagas memberikan ku setidak nya satu kali kesempatan untuk bisa mengambil hati mereka, tapi jangan kan kesempatan aku tak diperkenan kan untuk bisa menjawab dengan baik setiap pertanyaan yang diberikan pada ku. Ibunda bagas selalu membuat ku terlihat buruk dimana pun kami berada, kebencian nya pada ku yang tidak mendasar membuat ku merasa terlalu direndahkan. Mungkin kami memulai nya dengan salah sehingga kami juga berakhir dengan buruk seperti penolakan yang terus diudarakan oleh keluarga bagas pada hubungan kami.


"Pergi lah bekerja aku akan menjaga odi hari ini, guman ku saat melihat dimeja penuh dengan berkas-berkas berserakan yang sudah pasti andrew mengerjakan sesuatu yang penting.


"Aku akan tetap disini, lagian dikantor ada roy. Aku sangat merindukan mu raa. Ucap andrew kepada ku sambil menggenggam tangan ku.


"Tapi aku gak merindukan mu dreww, aku hanya merindukan pangeran kecil ku ini. Tawa ku sambil terus mencium pipi odi yang bagitu menggemaskan. Tatapan pria ini sungguh membuat ku berdebar, sikap nya mungkin terlihat dingin tapi andrew orang yang sangat perhatian pada ku.


"Kalo gitu kamu harus mempunyai anak dari ku raa, dia pasti akan sama menggemaskan seperti odi. Guman andrew yang tak berhenti menggoda ku.

__ADS_1


"Apa kamu seorang donatur anak? kenapa kamu selalu menawari ku mempunyai anak dari mu? ucap ku sambil mendekati pria ini.


"Memiliki satu atau lebih dari ku akan membuat mu lebih bahagia raa, tawa andrew menggoda ku.


"Boleh kah aku memiliki satu yang sama seperti odi dengan mu? tanya ku sambil mencubit lengan pria ini. Raut wajah andrew menjadi lebih serius dari sebelum nya, seperti nya dia terlalu serius menanggapi perkataan ku barusan.


"Raa sebentar saja aku ingin memeluk mu, hanya sebentar raa. Tanya andrew pada ku. Benar saja hati ku dan tubuh ku tak mampu menolak permintaan andrew itu, dengan tak sabar aku lah yang maju dan memeluk pria yang tengah duduk disebuh sofa ini. Andrew menenggelam kan wajah nya pada ku, pelukan nya begitu kuat namun sangat hangat. Aku tak kuasa menahan tangis ku saat merasa nyaman dengan pria ini, ku tumpah kan semua keluh kesah ku saat ini dengan tangisan yang membuat andrew terkejut karna perubahan sikap ku yang terus saja menangis di pelukan nya.


Situasi bagas.......


"Kenapa mami terus membuat masalah seperti ini? tanya bagas dengan nada yang cukup keras kepada ibunda nya. Dia sengaja pulang ke rumah utama untuk mendapatkan penjelasan tentang luka lebam ditangan ku.


"Dia terlalu keras kepala dan membuat mami kalut nak, ucap sang mami berusaha mencari pembenaran bagi dirinya.


"Tapi bukan berarti mami bisa melukai perasaan nya dan harga dirinya di depan orang banyak mi, dia wanita yang baik mii bagas yang terlalu beruntung bisa bersama nya.


"Tolong sekali ini aja mi, biarkan bagas memiliki sesuatu yang berharga bagi bagas. Ucap bagas dengan kesal.


"Apa mami tak seberharga itu jadi kamu tak memperdulikan mami. Ucap sang mami yang bertambah marah dan terus menyalahkan ku.


"Mami tahu betul apa yang sedang ku bicarakan, kali ini saja mi biarkan aku bersama gadis ini. Ucap bagas berusaha membela hubungan kami.


Plakkkk....


Satu tamparan mendarat pada wajah tampan pria ku ini. Bagas harus menerima tamparan dari ibunda nya yang tak suka melihat anak nya terus membela wanita lain yang tak direstui nya.


"Ku harap mami gak akan menyesali nya kali ini, semakin mami seperti ini aku akan semakin nekat untuk mendapatkan sera. Ucap bagas yang memperingatkan ibunda nya bahwa dia bisa melakukan hal nekat agar bisa tetap bersama ku.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2