Strong Women

Strong Women
Part 134


__ADS_3

"Aku akan pergi, ucap ku berpamitan kepada bagas.


"Aku akan ikut dengan mu, maafkan aku tidak membela mu dengan baik. Ucap bagas dengan wajah bersalah pada ku. Diterima dengan baik dirumah besar ini hanya lah mimpi bagi ku, aku dipermalukan dengan sangat baik di pesta ini. Ku berani kan diri untuk datang bersama bagas menghadiri undangan pesta yang diberikan ibunda nya pada ku. Berharap ini sebagai awal baik untuk hubungan ini, kenyataan nya aku malah menyerahkan diri untuk dipermalukan seperti ini.


"Jangan ini pesta keluarga mu jadi kamu harus tetap disini, ucap ku pada bagas yang terus mengikuti ku. Sudah bersusah payah aku membujuk dan merayu agar bagas bisa berbaikan dan pulang kembali ke rumah besar ini, aku tidak boleh merusak kebahagian yang terlihat diwajah bagas saat bersama ayah nya hanya karna aku tidak perlakukan baik dirumah ini. Sudah lebih dari dua pekan bagas kembali kerumah nya dan bagas menjalan kan kembali perusahaan keluarga nya. Hubungan kami masih sama seperti sebelum nya, aku bekerja paruh waktu setelah pulang kuliah dan kami masih saling bertemu saat bagas memiliki waktu senggang.


"Aku akan datang melihat mu setelah acara ini selesai, ucap bagas sambil mencium kening ku mengantar kan ku keluar dari pintu samping karna aku tak ingin bertemu dengan siapa pun dari pesta ini. Langkah ku menjadi sangat lamban dan berat seiring dengan rasa sakit yang menjadi beban di pikiran ku. Tangisan tak dapat lagi ku bendung saat berjalan di sudut jalan ini sendirian. Masih sangat terbayang ibunda bagas memperkenal kan ku sebagai wanita simpanan yang tak tahu malu dan menjerat anak nya sehingga melupakan segalanya. Dia memperlakukan ku seolah-olah wanita yang hanya di butuhkan pada saat tertentu dan dapat diganti oleh wanita lain nya. Semua nya menjadi begitu berat saat aku mulai percaya bahwa keadaan menjadi lebih baik saat aku menerima pelukan ibunda bagas malam itu, ku harap beliau akan berubah sesuai janji yang ia torehkan pada ku di depan bagas dan juga suami nya. Benar saja beliau menujukan rasa suka nya pada ku saat bagas berada di dekatnya, namun saat bagas pergi aku masih sama seperti kemarin hanya menjadi bahan lelucon bagi nya.


Hanya tersisa putra yang menjadi tempat ku bernaung dari rasa sakit ini, pria ini dengan besar hati memberikan ku sebuah ruangan dibelakang kaffe untuk tempat ku menangis. Kami menjadi lebih akrab semenjak ia membantu ku menyembunyikan rencana pelarian kecil ku yang gagal. Kemana andrew? semua bertanya kepada ku. Kami berdua memutuskan menjaga jarak untuk memikirkan perasaan masing-masing dengan serius. Tidak sepenuh nya menjauh andrew sesekali tetap mengunjungi ku dikaffe dan kami masih bertukar pesan. Andrew memberikan ku waktu untuk memutuskan sendiri tentang hubungan ku yang semakin menyiksa ini. Dan aku berusaha memberikan waktu pada diri ku sendiri untuk berusaha mempertahan kan hubungan ku dengan bagas. Hampir semua orang yang kami kenal tahu tentang kabar hubungan ku dengan bagas yang tak mendapat restu.


Lingkungan sosial keluarga bagas terkadang menjadi beban bagi ku saat mereka datang ke kaffe dan hanya menjadikan ku sebagai bahan hinaan karna bekerja sebagai pelayan.


"Bisakah kamu mengantar ku pulang? ucap ku yang mengagetkan putra.


"Kamu berkelahi dengan bagas? tanya putra yang sudah terbiasa dengan sikap ku yang uring-uringan.


"Kalo kamu gak mau aku akan minta yang lain saja, ucap ku ketus.


"Siapa bilang aku gak mau tunggu di parkiran aku akan menutup ruangan ku. Guman putra sambil tertawa, pria ini bersedia meghibur ku ini terkadang terlihat cuek tapi dia selalu saja bersedia memberikan waktu berharga nya untuk gadis seperti ku ini.


"Bisa kah kita mampir membeli sesuatu, minta ku pada putra karna melihat beberapa stand makanan yang menggiurkan.

__ADS_1


"Makan lah apa-pun yang kamu mau, guman putra yang duduk menemani ku menghabiskan makanan yang ku pesan.


"Tunggu disini seperti nya ada yang mengikuti kita? guman putra yang terlihat gelisah. Aku sudah lebih dulu mengetahui nya bahwa ada seseorang yang dengan sengaja mengikuti beberapa hari ini.


"Sudah lah dia hanya seseorang dari keluarga bagas, aku lelah. Guman ku menghentikan putra yang ingin mengejar pria itu.


"Kau selalu diperlakukan seperti ini? bagas tahu? kenapa kamu diam sera. Ucapan putra membuat ku merasa rapuh dengan pilihan ku sendiri.


"Dia juga tidak akan pernah bisa menghentikan ibu nya kecuali aku yang memilih pergi, ucap ku sambil membawa putra pergi menjauh dari kerumunan. Putra menjadi diam tanpa sepatah kata pun setelah mendengarkan ucapan ku barusan. Seperti biasa nya dia menjadi pendengar yang baik dan tidak bertindak agresif untuk mengekspresikan amarah nya.


Bagas terlihat marah saat datang menghampiri ku esok harinya. Dia membawa sebuah map berwarna dan melemparkan nya kepada ku. Tak pernah sebelum nya bagas memperlakukan ku seperti ini, dia melampiaskan amarah nya pada ku tanpa membiarkan ku bisa membela diri sedikit pun. Bahkan aku belum sempat membuka isi map itu tapi aku sudah disalahkan atas apa yang belum aku ketahui. Bagas tak membiarkan ku bisa berucap satu kata pun bahkan dia menyalahkan tentang nasib hubungan kami yang tak kunjung mendapat restu walau dia sudah mencoba kembali kedalam keluarga nya.


"Cukup gas, tolong biarkan aku tahu dimana salah ku sampai kamu semarah ini pada ku. Teriak ku yang sudah tak tahan.


"Apa aku pernah marah saat kamu tidak bisa dihubungi? apa aku juga marah saat melihat mu duduk satu meja dengan helena sedangkan aku duduk sendirian dimeja lain. Ucap ku yang sudah tak bisa menahan amarah ku sendiri.


"Jangan kelewatan sera, ini gak ada hubungan dengan helena. Ini semua karna sikap mu yang terlalu terbuka dengan pria lain. Kenapa kamu menyalahkan orang lain. Guman bagas dengan kasar.


"Dari mana kamu dapat foto-foto ini? tanya ku yang tak menyangka sebuah map ini berisi segala kegiatan ku di luar.


"Seseorang mengirimkan nya ke kantor, kalau kamu jadi aku pasti kamu juga akan sama seperti ku saat ini, guman bagas yang masih tetap menyalahkan ku.

__ADS_1


"Setidak nya kamu bisa bertanya pada ku lebih dulu, kenapa kamu datang dan menghina seperti ini. Ucap ku yang tak juga mau mengalah menerima sikap bagas.


"Ini bukan tentang menghina sera, kamu terlalu berlebihan. Aku hanya marah karna kamu terlalu dekat dengan pria lain. Guman bagas sambil menarik lengan ku dengan kasar.


"Kalau aku memperlakukan mu di depan umum seperti ini bukan kah itu sama aja mempermalukan mu? tanya ku.


"Sudah ku bilang stop bekerja aku mampu dan lebih dari cukup bisa menghidupi mu walau kamu berfoya-foya sekali pun. Ucap bagas membentak ku.


"Kenapa aku harus minta kalau aku sendiri mampu mencari uang, guman ku sambil melepaskan jerat tangan bagas yang begitu kuat di pergelangan tangan ku.


"Kamu memang keras kepala sera, ucap bagas semakin marah.


"Kamu tahu ada yang mengikuti ku tapi kamu diam saja dan membiarkan nya. Kamu senang aku di perlakukan seperti itu? ucap ku.


"Dia tidak akan melukai mu jadi biarkan saja dia. Walau pun dia orang suruhan mami atau helena itu gak akan jadi masalah kalau kamu tidak melakukan hal yang akan membuat diri mu terlihat jelek di depan keluarga ku. Guman bagas dengan kata-kata menyakitkan.


"Kenapa selalu aku yang harus diam dan menerima. Kenapa kamu gak bisa menghentikan ibu mu? ucap ku sambil berteriak.


Plakk....


Tamparan yang tak pernah ku bayangkan, hari ini aku mendapat kan nya dari pria yang sangat aku cintai.

__ADS_1


"Sudah puas? kalau kamu sebegitu tak percaya pada ku lebih baik kita berpisah gas. Ucap ku sambil menahan perih dari tamparan yang diberikan bagas pada ku. Bagas terlihat berbeda semenjak pulang kerumah besar tapi yang tak ku sangka dia akan berlaku kasar seperti ini pada ku.


Bersambung.....


__ADS_2