
Sera masih terkulai lemah diranjang rumah sakit ini. Gadis yang biasa selalu ceria sekarang sedang redup. Andrew dan roy duduk menunggu sera terbangun dari pengaruh obat penenang yang diberikan dokter karna sera selalu meronta kesakitan. Andrew tak dapat menutupi rasa cemas nya berulang kali dia menghampiri sera yang masih terlelap hanya demi memastikan kesadaran sera. Roy yang lebih banyak diam karna ia tak ingin mengganggu ketenangan sera yang sedang mendapatkan transfusi darah.
"Roy kenapa sera belum sadar juga? ucap andrew yang frustasi karna melihat sera lemah tak berdaya.
"Tenang sedikit drew, sera masih butuh waktu untuk istirahat. Ucap roy dengan tenang berusaha untuk tidak ikut panik.
Andrew yang sedari tadi gelisah sudah beberapa kali memanggil perawat untuk memastikan keadaan sera yang tak kunjung sadar walau sudah mendapatkan satu kantong darah.
"Gimana sera? ucap hendra yang baru saja tiba dan langsung mendekati sera untuk melihat keadaannya. Pria ini bergegas dengan cepat setelah menyelesaikan rapat dikantor.
"Dia masih istirahat draa, tenang lah. Ucap roy berusaha menenangkan kedua kakak beradik ini.
"Dia selalu keras kepala setiap ku ingatkan, sekarang dia seperti ini pasti karna sudah tidak kuat menahan sakit nya lagi. Ucap hendra menyalahkan dirinya sendiri karna tak mampu membujuk sera lebih awal.
"Sera memang susah diatur draa, ini bukan salah siapa pun sekarang bukan waktunya untuk saling menyalahkan. Ucap roy berusaha membuat keadaan aman terkendali karna bisa aja andrew dan hendra saling menyudutkan satu sama lain.
"Rapikan tubuhmu, mamah dan jordi akan segera tiba. Ucap hendra memperingatkan andrew yang terlihat kusut.
"Kenapa kamu bilang mamah? jordi bisa mengganggu ketenangan sera. Ucap andrew yang kesal terhadap hendra.
"Kamu pikir siapa yang paling dibutuhkan sera saat ini, jordi bukan kita. Ucap hendra ketus yang tak sabar melihat tingkah andrew yang sangat aneh.
"Sudah jangan ribut sera bisa terganggu nanti. Ucap roy yang mulai panik karna menyadari sudah lebih dari empat jam setelah transfusi kantong pertama sera tak kunjung sadar. Padahal dokter mengatakan tak ada masalah dengan tingkat kesadaran dalam penyakit ini, namun entah apa yang membuat sera sampai sekarang tak kunjung bangun dari tidurnya.
"Draa ikut gue sebentar ada yang gue mau bicarakan, guman roy membawa hendra keluar dari ruangan dan meninggalkan andrew yang sedang berada dikamar kecil ruangan itu.
__ADS_1
Andrew sudah nampak begitu segar karna sudah membersihakan diri. Dia kembali duduk disamping ranjang sera sambil terus menatap wajah pucat gadis itu.
"Sakit, guman sera merintih merasakan sakit yang kembali muncul saat ia mulai sadar perlahan.
"Sttr....sabar ya raa aku bakal ada disini untuk mu. Ucap andrew menyemangati sera yang tengah mendapatkan obat untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan nya. Andrew dengan cepat memanggil perawat saat sera mulai sadar dan merintih.
"Jangan pergi ya dreew, sangat sakit. Ucap sera merintih kesakitan sambil memeluk lengan andrew. Perawat rumah sakit itu hanya tersenyum melihat andrew yang begitu perhatian pada gadis itu.
"Tenang lah raa, sebentar lagi odi akan datang. Ucap andrew sambil mengusap pucuk kepala sera.
"Jangan drew nanti kalo odi sakit gimana tertular aku. Ucap sera yang kembali panik karna takut malaikat kecilnya itu sakit.
"Jordi sudah lebih kuat dari sebelumnya, dia pasti senang melihat mu. Ucap andrew menenangkan sera. Gadis itu kembali terlelap karna efek obat yang baru saja ia terima. Andrew dengan sabar hanya duduk disamping ranjang gadis itu dengan tenang. Dapat melihat sera sudah kembali sadar membuat andrew jauh lebih tenang dari sebelumnya.
"Seraaa, ucap sang ibu yang masuk dan langsung mencari gadis yang disukainya itu.
"Kenapa bisa begini apa yang kamu lakukan, ucap sang ibu yang merasa semua itu adalah kesalahan putra nya. Mereka sedikit bercerita sambil duduk disebuah sofa. Roy yang sedari tadi tak kunjung kembali ke kamar bersama hendra pun tak diambil pusing oleh andrew. Pria ini malah senang tidak ada hendra yang akan mengganggu nya.
"Sayang, panggilan sera untuk menyambut odi yang sudah mengisi ruangan hening ini dengan tawanya.
Andrew yang terkejut karna sera sudah terbangun kembali dengan cepat menghampiri odi yang sudah menarik-narik selimut yang digunakan sera.
"Adek gak boleh gitu ya nanti mamah sakit kalo ade terus menangis. Ucap andrew menggendong odi.
"Berikan odi pada ku drew, ucap sera yang tak tahan untuk memeluk malaikat kecilnya itu.
__ADS_1
"Biarkan sera bersama odi, kamu pergi belikan sera makanan manis. Ucap sang ibu yang merasa andrew bersikap berlebihan.
"Tantee, sera baik-baik aja biarkan andrew istirahat aja dia pasti lelah. Ucap sera sedikit membela andrew.
"Dia pria sayang walaupun tidak tidur berhari-hari mereka akan baik-baik saja. Ucap sang ibu sambil mengecup kening gadis itu dengan hangat bagaikan anak sendiri.
"Sera kamu harus sehat kalo kamu sakit seperti ini odi akan sedih. Ucap sang ibu menatap lekat gadis cantik yang disukai nya ini. Gadis ini begitu senang mendapatkan perhatian dari wanita paruh baya ini. Dia merasa seperti ibu kandung nya lah yang sedang berada disisinya saat ini.
"Seraa kamu sudah sadar, ucap hendra yang baru saja masuk kedalam kamar namun sudah mendengar suara serak dari gadis kesayangan nya itu. Gadis ini tersenyum hangat saat melihat hendra masuk kedalam kamar.
"Gadis bodoh kamu membuat kami semua ketakutan, ucap roy sambil mencubit pipi sera.
"Maaf kak, ucap sera menatap roy dengan sedih dia merasa bersalah karna sudah membuat semua orang gelisah karna keadaannya.
"Kamu jangan keras kepala lagi raa, ucap hendra yang tiba-tiba mengecup kening sera. Andrew yang tadi duduk sangat marah melihat hendra dengan lancang mencium sera begitu saja. Wanita paruh baya itu langsung mengalihkan pembicaraan karna sadar situasi canggung yang terjadi terhadap kedua anak nya ini. Roy hanya tertawa melihat tingkah hendra yang begitu berani sedangkan andrew yang tak dapat berbuat apa-apa hanya bisa memasang wajah masam.
Kepribadian hendra yang terbuka dan berani memang bukan hal baru dalam mengutarakan perasaan nya. Roy sudah sangat paham terhadap sikap hendra yang selalu terbuka dan terlihat playboy namun juga sangat bertanggung jawab. Walau hendra suka bergonta-ganti wanita dia akan berbicara sesuai perasaan yang ia rasakan. Saat ia akan serius maka dia akan sampaikan pada gadis itu dan sama seperti kebalikan nya saat dia hanya ingin bersenang-senang dia juga akan terbuka pada wanita itu bahwa hubungan yang akan mereka jalanin hanya untuk bersenang-senang. Hendra memang selalu dalam mode bersenang-senang. Belum ada wanita yang mampu membuat nya fokus dan melupakan gemerlap kehidupan malam setelah ia dikecewakan oleh mantan tunangannya terdahulu.
#Ditempat lainnya......
Bagas tak dapat berkutik saat sang ibunda jatuh pingsan tepat dihadapannya saat makan malam berlangsung antara keluarga nya dan keluarga helena. Pria ini terus saja menatap sang ibu sepanjang perjalanan menuju kerumah sakit. Raut wajah tampan nya berubah menjadi redup saat melihat sang ibu pingsan entah apa penyebabnya.
Bagas tak dapat bertemu sera karna dia dipaksa untuk menemani ibu nya berbelanja. Namun hal lain terjadi dalam perjalanan, kehadiran helena yang menyusul perjalanan bagas sangat tidak diharapakan. Bagas sangat terganggu oleh kehadiran gadis yang ia tidak sukai itu yang terus saja menempel padanya seperti gurita dengan lengan perekatnya. Saat itu lah roy secara tidak sengaja melihat bagas disebuah pusat perbelanjaan dengan beberapa kantong belanja dikedua tangannya bersama wanita lain.
Bagas sadar ibunya sudah mengelabui dirinya, memanfaatkan sikap dirinya yang sangat menurut dan tak mampu menolak saat sang ibu meminta. Bagas dengan terpaksa harus menemani helena dan sang ibu berbelaja selama berjam-jam hingga ia tak mampu menepati janji nya untuk bertemu dengan sera. Kembali mengecewakan sera membiarkan gadis itu menunggu tanpa kepastian apapun. Tentu bagas juga sangat merasa bersalah tak mampu memberitahukan kebenaran terhadap sera. Bukan hanya kecewa mungkin sera juga akan meminta berpisah dari nya jika gadis itu tahu kebenaran jati dirinya dan keberadaan helena disisinya saat ini. Itu lah kenapa bagas lebih memilih diam membiarkan sera terluka tanpa penjelasan.
__ADS_1
Terus menerus melukai sera, bagas sadar akan hal itu namun ia belum mampu untuk memberanikan diri bicara jujur dengan sera. Bagas juga sudah banyak berusaha mengerti sera, memberikan sera kebebasan. Pria mana yang rela membiarkan wanitanya hidup dengan pria lain disekelilingnya. Bagas hanya berharap sera tidak terlalu kesepian saat ia pergi berkerja. Maka dari itu bagas dengan besar hati membiarkan sera bekerja pada andrew mengurus jordi walau dia juga sangat takut dengan kehadiran andrew yang bisa saja merubah perasaan sera.
#Hay kak jangan lupa vote dan like yaa 💙