
"Cepat siapkan ruang operasi sekarang, pasien tidak akan bertahan dengan pendarahan sebanyak ini. Ruangan UGD gaduh dengan kedatangan seorang pasien bersimbah darah ditambah dengan kondisi kesadaran menurun dan kehamilan. Kepanikan sangat terasa diruangan ini ditambah sosok seorang pria yang terus meraung disamping wanita yang tak mampu lagi merespon sekitarnya. Tubuh nya hanya terbujur lemas tak berdaya, wajah nya mulai membiru ditambah darah yang terus mengalir dari daerah sensitif nya.
"Pastikan persedian darah cukup untuk pasien ini. Teriak seorang dokter sambil mendorong pasien ini menuju ruang tindakan secepat mungkin. Tubuhnya sudah mulai dingin ditambah muncul nya memar kebiruan disekujur badan. Nafas tak beraturan dan terkesan begitu susah untuk bernafas dengan kemampuan sendiri hingga harus di pasangkan alat bantu pernafasan yang begitu menyakitkan masuk melalui rongga mulut untuk membantu nya bernafas. Kondisi wanita ini sangat kritis segala tindakan yang diberikan kepadanya sangat beresiko karna mempertimbangkan janin yang berada di kandungan nya saat ini. Tim dokter di paksa mengambil keputusan berat antara menyelamatkan ibu atau janin yang masih didalam kandungan ini. Pendarahan yang sangat parah ini sangat beresiko tinggi bagi kedua nya salah tindakan mereka bisa kehilangan pasien ini.
"Detak jantung nya semakin menurun, siapkan kantong darah lagi. Kita harus tetap membuat nya sadar. Ucap sang dokter. Suasana ruangan ini begitu dingin, sekujur badan mungil ini hanya bisa terbaring lemah. Denyut jantung si jabang bayi bagitu pelan hingga sulit terdeteksi, nafas sang ibu pun tak lagi terdengar.
"Tolong semua dengarkan saya dengan baik,pendarahan sangat serius, kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan keduanya. Ucap sang dokter dengan penuh penyesalan keluar menemui kerabat pasien dengan raut wajah pucat setelah 4 jam paska operasi yang sangat melelahkan. Tak ada satu kata pun yang keluar dari kerabat pasien yang mampu terucap selain isak tangis yang begitu menyayat dari mereka semua yang hanya dapat terduduk lemah dan putus asa…
"Dapatkan semua bukti yang bisa menghancurkan mereka, pastikan mereka semua membayar kejadian ini. Ku pastikan kalian membayar semua ini dengan sangat mahal.
6 jam sebelumnya……
Tubuh ku begitu lemah saat harus mengemas semua barang seorang diri. Harus ku paksakan walau terasa berat meninggalkan tempat ini begitu saja. Segala kenangan yang aku punya dengan bagas harus ku kubur di kamar ini untuk selama nya. Aku putuskan untuk pindah dan memulai hal-hal baru untuk melanjutkan hidup, sangat berat tentu saja itu semua benar. Bahkan aku masih tak bisa membayangkan akan merawat bayi ini seorang diri tanpa sosok seorang ayah yang seharusnya menjadi pelindung nya nanti. Masih banyak hal yang harus diurus dan secepat nya aku harus keluar dari segala kenangan yang terus menghantui ku. Sebuah apartemen milik vina akan menjadi tempat tinggal ku sementara, tempat nya memang cukup jauh dari kota dengan sengaja ku pilih agar bisa sedikit tenang tanpa harus bertemu sosok orang yang membuat selalu tidak tenang.
Kring... kringg...
__ADS_1
Senyum ku mengembang dan sangat bersemangat saat mendengar suara bell rumah ini berdering sambil memikirkan putra lah yang berada dibalik pintu itu membawakan segelas ice cream yang ku inginkan sedari tadi untuk melepaskan kepenatan hari ini.
"Kenapa kalian disini? ucap ku yang terkejut saat melihat dua orang wanita lah yang berada di muka pintu ku ini. Gemetar tentu saja, sekujur tubuh ku gemetar sampai tak kurasakan lagi mampu menginjak lantai saat melihat sosok wanita paruh baya yang mengenakan kaca mata coklat ini berdiri sambil membawa sebuah buket bunga tulip ditangan nya.
"Apakah aku harus mendapatkan ijin untuk masuk diproperti yang ku miliki ini? ucap ketus ibunda bagas. Mata sera bergetar begitu melihat ibunda bagas bersama helena masuk. Mata wanita paruh baya ini melihat sekeliling berusaha memastikan bahwa benar sera akan pergi meninggalkan apartemen yang dibeli bagas ini.
"Kamu cukup tahu diri sebagai wanita murahan ya, bagus lah kalo kamu sadar untuk pergi dari tempat ini. Ucap helena yang berjalan dan melihat-lihat seisi rungan yang tengah dipenuhi kardus-kardus berserakan. Sera tak mampu menatap kedua wanita ini dia sedang berusaha untuk menutupi kandungan nya agar tak terlihat oleh kedua wanita ini.
"Apa yang sedang kamu rencanakan? kamu akan pergi dan meminta rumah yang lebih besar lagi demi bayi haram itu? ucap ibunda bagas sambil melemparkan sera sebuah map merah yang jatuh berserakan dengan foto-foto usg. Akhirnya sera tak akan lagi bisa menyembunyikan kehamilan nya dari wanita kaya raya ini.
"Kamu fikir selama ini aku tidak tahu bahwa kamu tengah hamil? jangan bermimpi untuk mendapatkan uang atau keuntungan dari keluarga kami. Ucap wanita paruh baya ini melemparkan ku beberapa foto dimana mereka tengah memata-matai keluarga ku.
"Sudah ku peringatkan untuk menjauh dari bagas tapi kamu sangat lancang terus mendekati nya seperti wanita murahan, ucap helena sambil menarik rambut ku dengan kasar.
"Gugurkan kandungan itu atau kamu akan melihat keluarga mu segara hancur dan tidak akan ada yang tersisa sedikit pun. Ucap ibunda bagas sambil melemparkan ku sebuah tas yang terisi penuh oleh uang.
__ADS_1
"Ini bukan bayi bagas, aku akan pergi tolong percaya aku. Ucap ku memohon demi bayi dalam kandungan ku.
"Apa kamu fikir kami akan percaya? kamu dari kalangan rendahan pasti akan memanfaatkan moment ini demi keuntungan kalian. Ucap helena dengan begitu kejam ia terus saja menghujani ku dengan kata-kata merendahkan.
"Minum ini dan akan ku pertimbangkan untuk melepaskan mu, guman ibunda bagas sambil melemparkan ku beberapa obat penggugur kandungan.
"Tolong bu lepaskan saya dan bayi ini, aku tidak akan berada disekitar kalian lagi tolong jangan ambil dia. Aku berjanji akan segera pergi setelah ini. Ucap ku merenggek ketakutan sambil bersimbah air mata.
"Dasar wanita murahan masih punya muka untuk mengemis pada kami, teriak helena sambil menghancurkan barang-barang ku, segala barang yang ia lihat akan di banting mereka berusaha menakutiku.
"Minum atau aku akan menghancurkan keluarga mu. Teriak ibunda bagas kepada ku. Haruskah aku menelan semua pil ini dan membunuh bayi ku sendiri, pilihan apa yang harus ku ambil. Mereka terus mendesak ku teriakan demi teriakan terus terdengar ditelinga ku, sangat menyakitkan mendengarkan setiap hinaan dari mereka.
"Seraaa, buka pintu nya aku tidak bisa membuka dari luar. Ucap putra yang terus saya memanggil sera karna tak kunjung mendapat jawaban.
"Pak coba di dobrak saja, tadi ada perkelahian dari kamar itu. Guman seseorang dari kamar sebelah. Putra menjatuhkan kotak ice krim yang ia bawa begitu mendengar berita buruk itu.
__ADS_1
"Seraaaa, teriak putra dengan keras saat melihat sera terbaring tak sadarkan diri di samping tempat tidur.
Hallo author kembali lagi, mohon maaf selama ini mandek dan membuat semua menunggu. Happy reading ♥