
"Tidurlah jangan keluar kamar pada malam seperti ini lagi ingat sera, ucap andrew dengan wajah yang merah merona karna baper dengan ucapan sera. Pergi meninggalkan sera sendirian di meja makan adalah salah satu cara untuk menyembunyikan rasa senang dan jantung yang berdebar saat berasama sera.
"Kenapa pria itu wajah nya merona seperti kepiting rebus, ucap sera tertawa sambil membersihkan meja makan. Gadis ini berjalan ke kamar namun sekilas dia menatap kamar kerja andrew dengan lampu yang masih menyala. Melihat pria itu duduk di kursi kerja dengan jajaran dokumen yang berantakan didepan nya membuat sera sedikit tersenyum. Andrew menjadi orang yang berbeda saat bekerja, wajah nya tampak tegas memancarkan sinar ceo pembunuh bagi setiap lawan yang melihatnya. Andrew menjadi lupa akan hal lain saat sedang bekerja dia sangat fokus dan bertanggu jawab akan apa yang ia mulai.
"Wajah nya sama seperti odi saat sedang sakit perut, dasar ayah dan anak sama saja. Ucap sera sambil tersenyum meninggalkan andrew yang sedang bekerja sendiri.
Sera hanya mendapat dua jam untuk istirahat karna odi bangun lebih pagi dan mulai menangis. Bocah kecil ini sudah meraung-raung menangis saat terbangun, tangisan nya sangat menyayat hati siappun yang mendengarnya. Sera tidak sanggup saat menggendong odi dia ikut meneteskan air mata melihat bocah ini terus menangis. Sudah mencoba segala hal namun tak membuahkan hasil odi tetap saja menangis. Andrew yang mendengar suara tangisan anaknya terbangun dari kamar kerjanya, pria ini tertidur diatas tumpukan dokumen miliknya. Tak seperti biasa odi akan terbangun diwaktu subuh seperti ini, tangisan nya sangat kencang hingga suaranya hampir menghilang karna terus menangis.
Kleeekkkkkkkk.......
Andrew membuka pintu kamar dengan pelan agar dapat melihat putranya yang terus menangis. Dia nampak sera tengah memeluk odi di dadanya, namun air mata juga terlihat membasahi wajah gadis itu dengan rambut yang sudah acak-acakan ditarik oleh odi. Senyuman mengembang dibibir pria itu melihat dua orang yang disayangi nya bersama seperti sekarang ini. Saling memeluk satu sama lain walau sera sedikit terlihat kacau karna kebingungan dengan odi yang menangis.
"Sini, biar aku yang menggendong nya. Kamu nampak berantakan, ucap andrew menujuk penampilan sera yang sedikit berantakan.
"Seriusan deh drew masih sempat buat ngerjain aku, ucap sera menyerahkan odi dan mencubit pinggang pria itu.
"Aaaa... sakit raa aku kan cuma bercanda, ucap andrew sambil menjulurkan lidah nya.
"Jangan bercanda terus dreew diamkan odi atau dia akan demam, ucap sera berjalan menjauh dari andrew.
"Mau kemana, sini ajaa nanti odi nyariin kamu. Guman andrew memperhatikan sera yang pergi keluar kamar. Gadis ini menuruni anak tangga dan membuatkan odi susu yang baru yang lebih hangat untuk di minum.
"Non pelan-pelan, ujar bibi yang sudah bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan untuk rumah ini.
"Iya bi gpp ko, bi boleh kah aku minta buatkan bubur hanya untuk odi dan jangan buatkan andrew coffe karna dia belum tidur sepanjang malam ya bii. Ucap sera yang terburu-buru. Gadis ini kembali berjalan dengan cepat menuju kamar, suara tangisan odi sudah sedikit mereda dari sebelumnya.
"Dia sakit perut sepertinya raa, ucap andrew yang melihat sera masuk kamar dengan nafas sedikit terengah-engah membawa sebuah botol susu ditangannya.
"Kalo gitu gak boleh minum susu dulu kita kasih air hangat aja ya drew. Ucap sera mendekati andrew yang sedang mengganti popok odi untuk kedua kalinya.
"Rapikan ikatan rambutmu kamu seperti habis terkena badai, ucap andrew tertawa karna melihat sera belum merapikan diri dan nampak acuh.
"Benarkah? aku sudah tidak bisa berfikir lagi melihat odi menangis seperti itu. Ucap sera duduk sambil merapikan rambutnya.
"Kenapa lengan mu ini? ucap andrew melihat lengan sera merah saat mengangkat lengannya.
"Ahh.. tadi ketumpahan air saat menuang susu ade. Ucap sera sambil melihat ruam kemerahan. Saat tadi terkena air itu sera tidak begitu merasakan nya karna pikiran dan hatinya hanya diisi oleh odi dia tidak memperdulikan dirinya sendiri.
"Cepat obati pasti itu terasa panas, ucap andrew.
"Sudah gak kerasa apa-apa nanti aja, rebahkan odi dia sudah berhenti menangis kan biar aku menidurkan nya lagi. Ucap sera sambil menyiapkan tempat tidur odi.
__ADS_1
"Besok pagi kalo ade masih sakit perut temanin aku bawa dia kedokter aku takut dia lemas karna terus buang air besar seperti ini, ucap andrew.
"Iya aku akan pergi menemani mu, sini kamu istirahat juga ini masih subuh kamu masih bisa dapat waktu memejamkan mata sebentar, ucap sera memberikan bantal untuk andrew merebahkan diri.
"Aku akan tidur disini, kamu istirahat lah juga raa. Ucap andrew merebahkan diri disofa.
"Jangan disini berdiri sekarang juga, tidur lah bersama odi dreww, guman sera sambil menarik tubuh andrew dari sofa.
"Nanti kamu tidur dimana kalo aku sama ade, ucap andrew.
"Aku akan berada disamping mu, tidurlah kamu pasti lelah. Guman sera menyelimuti kedua pria tampan ini dengan senyuman manisnya. Andrew hanya menatap sera yang sedang mengelus-ngelus odi, pria ini tak mampu memejamkan matanya karna terus menatap sera.
"Tidurlah drew kenapa malah menatapku seperti itu. Guman sera yang melihat andrew malah menatapnya.
"Raaa makasih yaa kamu selalu ada disaat odi dan aku membutuhkan mu, aku sangat bersyukur punya kamu. Guman pria itu dengan lembut.
"Tidurlah dreww, kantung matamu sudah sangat besar kamu akan terlihat jelek di depan pegawaimu nanti, ucap sera dengan tawanya.
"Baiklah. Guman andrew menarik selimutnya kemudian berbalik badan memeluk sang anak.
"Tidurlah drew, guman sera sambil membelai rambut pria ini dengan pelan memperlakukan andrew seperti memperlakukan odi saat tidur. Pria ini menikmati perlakuan sera yang manis pada dirinya.
Setelah melihat andrew mulai tertidur pulas, sera pergi kedapur membantu bibi menyiapakn sarapan. Sebelum sampai di dapur sera mencoba menghubungi bagas membangunkan pria itu di pagi hari seperti biasa.
"Kenapa bangun sebelum aku yang bangunkan, ucap sera manja pada kekasihnya.
"Iya aku kan pergi dengan bosku ketempat yang sedikit jauh jadi aku harus bangun lebih pagi. Guman bagas sambil memakai dasi didepan cermin.
"Setelah siap kirimkan aku foto mu aku sangat rindu. Guman sera.
"Aku lebih merindukanmu seraa, aku sangat ingin memelukmu. Ucap bagas yang sudah terduduk mendengar suara sendu sera.
"Kamu dikost atau rumah nisa sayang. Tanya bagas.
"Dirumah andrew, semalam hujan lebat aku gak bisa pulang odi juga sedang sakit gass. Ucap sera.
"Terus gimana sekarang kondisi si kecil? guman bagas yang tahu sera sangat menyukai odii walau bagas sangat cemburu melihat sera bermalam dirumah pria lain, dia berusaha menahan berbagai pertanyaan untuk sera yang bermalam dirumah itu demi menghindari pertengkaran.
"Entah lah gas aku juga gak tau dia terlihat sangat lemas karna buang air besar terus menerus, ucap sera dengan nada sedih.
"Sekarang dia dimana?
__ADS_1
"Tidur dengan ayahnya di kamar, aku sedang berada didapur menyiapkan sarapan lagian ini sudah hampir pagi aku akan kekampus. Guman sera.
"Kalo sikecil masih sakit cepat bawa ke dokter sayang nanti kalo dia sakit seperti dulu lagi kamu bakal sedih, ucap bagas yang merasa iba mendengar odi sedang sakit.
"Iya aku tau gas, tapi kamu gak marah kah aku gak sengaja tidur disini sayang, ucap sera yang sedikit merasa bersalah.
"Gak aku ngerti ko kenapa kamu disana, lagian kalo dikost sendirian waktu hujan kamu malah gak bisa tidur kan, ucap bagas yang berusaha meredam kecemburuan nya.
"Iya semalam hujan nya sangat lebat aku takut, kamu gak ada disini aku jadi tambah takut. Guman sera manja pada kekasihnya.
"Kamu harus makan yang baik ya raa aku gak mau kamu juga ikut-ikut sakit saat aku pulang nanti. Ucap bagas dengan sangat perhatian.
"Kamu juga jangan terlalu banyak bekerja sudah lebih dari sepekan kita gak bertemu gas, ucap sera.
"Mungkin lusa aku bisa pulang kalo rapat hari ini bisa beres, kita akan pergi berlibur aku punya waktu empat hari. Guman bagas sambil memakai sepatu nya.
"Benarkah aku mau gass, janji yaa. Guman sera dengan senang.
"Jemput aku dibandara yaa, aku sangat ingin melihat mu menjemputku. Ucap bagas.
"Oke pak bosku, kamu hati-hati disana. Ucap sera sambil mengecup bagas di ponsel.
"Aku mau yang beneran kalo ini gak sampe diaku. Ucap bagas.
"Udah ahh....Berangkat sana jangan lupa sarapan, byee sayang. Guman sera berpamitan dengan bagas yang juga sudah bersiap pergi.
Gadis ini sudah membantu bibi menyiapkan sarapan. Membuatkan segelas jus untuk andrew yang terlihat lelah adalah salah satu perhatian sera untuk pria itu sebagai balas budi karna andrew juga sangat perhatian padanya. Dengan rambut diikat satu leher jenjang sera terlihat sangat menggoda, kulit putih yang bersih ditambah wajah nya yang sangat cantik sangat menggoda kaum adam.
Sera sudah berada dikamar odi karna mendengar bocah kecil itu menangis. Sambil berusaha menenangkan odi sera menyiapkan air hangat untuk memandikan odi. Andrew masih tidur dengan pulas dan nampak tidak terganggu dengan tangisan anaknya.
"Dreww bangun lah ini sudah siang, ucap sera menaruh odi di perut sang ayah sambil memakaikan baju setelah mandi.
"Awww...andrew membuka matanya dengan perlahan.
"Ade ko sudah mandi, ini jam berapa raa? guman andrew.
"Ini sudah siang drew, ayo bangun kamu sudah kesiangan. Guman sera.
"Kamu mandilah duluan raa, biar aku menjaga odi dulu. Ucap andrew.
"Baiklah, tunggu dibawah aku akan bersiap dulu, ucap sera mendorong andrew keluar dari kamar. Sera dengan cepat mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang sudah berkeringat.
__ADS_1
Happy reading, jangan lupa vote like yaa kakak, biar author semangat 💐💐💐