
Mata aditya tak berhenti menatap sera yang berdiri dihadapan nya dengan gemetar. Gadis itu tak mengucapkan satu patah kata pun, namun tatapan mata sera yang menatap aditya seolah meminta pengampunan membuat aditya tersadar tengah melakukan hal bodoh yang menyakiti banyak orang.
"Kalo kamu masih belum sadar juga aku akan menyiram mu dengan air panas, ucap vina dengan kemarahan yang memuncak.
"Cukup, aku minta maaf akan perbuatan ku. Aku salah tolong maafkan aku. Ucap aditya dengan tiba-tiba. Sera hanya menatap kesal, gadis ini merasa seperti sedang di hakimi atas kesalahan yang tak ia ketahui.
"Masih keluar raa, ayo kita bersih kan dulu darahnya, ucap nisa membawa sera pergi.
"Akal sehat mu sudah kembali? bagus, sekarang bersihkan semua kekacauan yang kamu buat. Ucap vina melempar kan ember kepada adam. Aditya menatap punggung sera yang terlihat mulai samar menghilang.
"Kenapa loe bersikap seperti itu bukan loe mau menyembunyikan identitas mu? tanya adam yang melihat aditya termenung.
"Diam lah kepala ku bertambah sakit mendengar suara mu, ucap aditya mengeluh. Sera yang masih saja menangis karna ketakutan membuat vina dengan terpaksa harus menghubungi bagas agar menjemput sera dan menenangkan gadis ini yang terus saja menangis.
Bagas datang dengan tergesa-gesa karna mendengar suara tangisan sera cukup terdengar jelas saat vina sedang berbicara padanya. " Tenang lah raa semua akan baik-baik saja, ucap bagas memeluk sang kekasih yang keluar untuk pulang bersama nya.
"Kamu mimisan lagi? kita kerumah sakit ya raa? tanya bagas yang melihat bercak darah dibaju sera.
"Sudah stop gak perlu kita pulang aja, ucap sera menatap sendu bagas.
"Apa yang terjadi? kamu gak minum obat mu? tanya bagas karna seharus nya sera tak akan mudah gelisah kalo meminum obat secara rutin.
"Entah lah gas aku sangat pusing, ucap sera dengan suara serak nya. Sesaat yang lalu sebuah mobil menarik perhatian bagas saat menunggu sera dihalaman depan rumah nisa. Berkali-kali bagas berkelit berusaha menolak percaya bahwa kemungkinan seorang dari keluarga nya tengah berada bersama sera didalam rumah itu. Bagas juga tak menanyakan kegelisahan nya pada sera, ia tak ingin sera merasa terbebani dengan urusan rumah nya yang bisa aja menambah tingkat stres yang dirasakan oleh sera.
"Aku ada urusan mendesak raa, gimana kamu kalo aku tinggal sendirian? tanya bagas yang terpaksa harus meninggalkan sera berkonsultasi dengan dokter seorang diri.
"Pergi lah urusan kantor lebih penting, aku bisa sendiri ko setelah ini aku akan mampir ke caffe boleh? guman sera yang sudah terlanjur janji dengan putra untuk singgah.
"Boleh tapi kamu harus berhati-hati, jangan minum kopi seperti anjuran dokter. Ucap bagas mengecup kening sera kemudian pergi dengan tergesa-gesa karna urusan kantor.
"Tante sedang apa disini? tanya sera yang tak sengaja melihat ibunda andrew berjalan melewati dirinya.
"Kenapa kamu ada disini sayang? kamu terlihat lebih kurus. Ucap wanita paruh baya itu memperhatikan kondisi sera.
"Bukan hal yang gawat ko, tante sedang apa siapa yang sakit? tanya sera penasaran.
"Jordi kambuh raa kemarin malam dia kejang dan kami bawa kesini. Ucap wanita ini dengan mata sendu nya.
__ADS_1
"Boleh kah aku melihat nya tante, aku janji hanya sebentar gak akan lama atau mengganggu kalian. Guman sera dengan suara terbata-bata karna merasa khawatir.
"Tenang lah ra memang ibu gak mengijinkan mu sehingga kamu ketakutan seperti ini, ucap sang ibu sambil menggenggam tangan sera yang gemetar.
"Naik lah kelantai 7 disana ada bibi, ibu akan pergi sebentar. Ucap sang ibu mempersilahkan sera untuk bertemu sang cucu. Gadis ini berjalan tanpa memperdulikan lengan nya yang sedikit bengkak sehabis pengambilan sample darah.
"Non seraa, ucap sang bibi yang melihat sera terlihat kebingungan seperti mencari seseorang.
"Bibi gimana keadaan jordi? ucap sera dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Masuk lah non, aden pasti senang melihat non sera datang. Ucap sang bibi membuka kan pintu untuk sera. Mata sayu dengan kulit sedikit pucat membuat sera tak kuasa menahan tangis nya saat melihat kondisi jordi sekarang ini.
"Maafkan mamah sayang, ucap sera sambil membelai dan mencium kening jordi yang sedang tertidur.
"Lepaskan tangan mu, siapa kamu bisa masuk kesini dengan seenak nya. Ucap sesosok wanita cantik sambil menarik sera dengan paksa menjauh dari jordi. Wanita ini mendorong sera agar tak mendekati jordi.
"Aku belum pernah melihat mu sebelum nya? jadi tolong jangan seenak nya masuk dan menyentuh apa-pun yang bukan milik mu. Ucap wanita itu memperingatkan sera dengan tegas. Sera tak bisa berkata apa-pun gadis ini hanya berusaha menahan air mata nya dan menyadari posisi nya saat ini yang memang bukan siapa-siapa seperti yang dikatakan wanita itu.
"Dia wanita yang waktu itu bersama andrew kan, guman sera dalam hati setelah memperhatikan wanita itu dengan seksama. Sang bibi sudah berusaha menjelaskan tentang sera namum sama hal nya seperti yang lain tak akan ada yang percaya pada orang rendahan seperti mereka.
Mata mereka saling bertemu saat sera akan keluar dari kamar ini, namun sera tak mampu menyapa andrew yang berdiri tepat di hadapan nya sekarang ini. Gadis ini berusaha berpura-pura tak melihat dan mengacuhkan andrew.
"Kenapa kamu pergi padahal kamu baru saja datang? tanya andrew yang berusaha menyapa sera lebih dulu.
"Aku lebih baik pergi dreww, jangan putus semangat menjaga odi, ucap sera sambil tersenyum.
"Aku sedang bertanya kenapa kamu datang dan pergi seenak nya seperti sekarang ini? ucap andrew yang menahan sera. Mata mereka saling beradu menatap satu sama lain dengan penuh pengharapan.
"Kamu terlihat lelah drew, istirahat lah yang baik. Ucap sera berusaha mengalihkan percakapan. Mata andrew tak lepas menatap sera, karna pertengkaran yang terus terjadi membuat mereka tak leluasa seperti dulu lagi. Sera dengan jelas membuat jarak pemisah yang membuat andrew selalu kewalahan saat berusaha mendekati nya.
"Kamu kemana saja selama ini? aku selalu mencoba mencari mu ke caffe tapi aku tidak bisa menemukan mu. Tanya andrew sambil memandangi sera.
"Kamu ada urusan dengan ku? katakan lah sekarang kalo memang itu sangat penting sehingga membuat mu mencari ku. Ucap sera berusaha menghindari pandangan andrew yang terus saja menatap nya.
"Tolong jawab aku dengan jelas, kesalahan apa yang aku buat sampai kamu menjauhi ku seperti sekarang ini? tanya andrew sambil mendanggakan wajah sera agar mata mereka saling bertemu.
"Gak ada yang salah dreww, ucap sera berusaha menjauhi pertanyaan andrew.
__ADS_1
"Sera, ucap andrew berbisik pada gadis ini dengan pelan.
"Masuk lah drew mungkin jordi sedang mencari mu. Guman sera berusaha menjauhkan andrew dari dirinya.
"Jawab aku, kamu sama sekali gak merindukan ku? tanya andrew.
"Tutupi aku drew, ucap sera yang dengan tiba-tiba memeluk andrew dengan erat menenggelam kan wajah nya kedalam dada andrew sambil menghirup dalam-dalam wangi tubuh andrew yang sangat ia rindukan. Mereka berdua tak dapat menghindar lagi dari debaran yang tengah menyiksa mereka. Andrew berulang kali mencium kepala sera dengan lembut sambil meraba tubuh gadis yang memeluk nya dengan erat.
"Haruskah aku membawa mu kesuatu tempat yang sepi? tanya andrew yang tak tahan ingin membalas memeluk sera. Gadis ini masih menikmati aroma tubuh andrew dan enggan untuk menanggapi andrew yang berusaha mengajak nya bicara.
"Aku harus pulang atau bagas akan mencari ku, ucap sera dengan pelan sambil melepaskan pelukan nya.
"Aku bisa mengantar mu pulang, ucap andrew sambil menggenggam tangan sera.
"Dreww aku akan sangat egois kalo mengambil tawaran yang kamu berikan padaku. Guman sera sambil tersenyum pada andrew.
"Sesekali kamu diperboleh kan untuk egois tapi hanya dengan ku kamu diperbolehkan mengambil kesempatan itu. Ucap andrew yang tak ingin melepaskan sera. Mereka berjalan masuk kedalam mobil sambil berpegangan tangan, sera juga tak kunjung melepaskan tangan andrew yang begitu hangat bagi dirinya.
"Besok kamu boleh datang kerumah sakit kalo sangat ingin melihat jordi, ucap andrew yang menyetir sambil menggenggam tangan sera.
"Aku gak akan datang dreww, seperti nya kehadiran ku membuat seseorang menjadi tak nyaman. Ucap sera sambil terus menggenggam tangan andrew dengan erat.
"Jangan perdulikan dia raa, kamu jauh lebih diperlukan odi dibanding yang lain. Ucap andrew sambil membelai rambut sera.
"Atau aku perlu mendapat ijin dari bagas? ucap andrew berusaha mendapatkan jawaban dari sera yang nampak termenung.
"Aku akan mengurus itu, guman sera melepaskan genggaman andrew.
"Jangan dilepas raa aku masih menginginkan ini setelah sekian lama baru kali ini aku bisa bersama dengan mu lagi, ucap andrew yang kembali menggenggam tangan sera. Andrew mengecup kening sera dengan lembut tanpa meminta ijin dan tanpa ada penolakan dari sera yang nampak diam walau dirinya mencium kening nya.
"Aku akan kembali kerumah sakit setelah itu aku akan bekerja, boleh kah aku berharap besok bisa melihat mu dirumah sakit. Tanya andrew sambil melihat sera turun dari mobil.
"Aku akan menghubungi mu setelah memikirkan nya, ucap sera yang tak langsung memberikan jawaban kepada andrew.
"Sedang apa kamu bersama pria itu? tanya adam yang tiba-tiba saja berada diarea rumah sera.
Bersambung......
__ADS_1