
"Kamu ga akan pulang ka, sudah gelas keberapa ini? ucap sera.
"Aku akan menunggu sampai pulang, sana bekerja lah, ucap hendra.
"Hahaa, aku seperti anak kecil yang sedang di awasi oleh paman ku, ucap sera.
"Jadi maksut mu aku sudah terlihat sangat tua untuk bersama mu, ucap hendra.
"Mungkin, aku rasa kamu sudah tak sekuat andrew. Ucap sera sambil tertawa.
"Yaa sera aku lebih memuaskan dibanding andrew, ucap hendra.
"Baiklah kamu yang paling hebat hendra, ucap sera sambil berlalu.
Hendra hanya duduk sambil membaca dokumen yang ia ambil dari dalam mobil. Sesekali menatap sera yang sedang melayani tamu sambil tersenyum. Duduk berjam-jam hanya untuk menemani sera dilakukan nya tanpa paksaan sedikit pun. Bukan seperti hendra sebelum nya yang biasa menghabiskan malam untuk berfoya-foya bersama teman-teman nya.
"Kamu sudah makan sera. Gadis itu hanya membalas pertanyaan itu dengan anggukan kepala nya, karna dia sudah merasa lelah seharian mengerjakan berbagai banyak hal.
"Bersiap-siap lah untuk pulang, sebentar lagi kita akan close.
"Kaa aku ingin milk shake anggur boleh kah aku membuat nya sebelum pergi.
Waktu sudah menunjukan jam kerja berakhir. Sera sudah bersiap untuk pulang karna jam sudah menunjukan tengah malam. Hendra sudah keluar lebih dulu menyiapkan mobil untuk mengantar sera pulang sesuai janji nya. Hendra menikmati sebatang rokok ditangan nya sambil menunggu sera keluar dari caffe itu.
"Seraaa....bawa ini makan lah dirumah nanti.
"Kenapa kamu harus repot, aku bisa makan mie instan dikos.
"Justru karna itu aku ga mau kamu makan itu, jadi lah gadis baik oke. pria itu sambil menepuk pundak sera.
"Baik lah terimakasih kak putra. Byeee aku pulang dulu. Ucap sera sambil tersenyum. Putra sang kakak kelas di kampus adalah pemilik caffe tempat sera bekerja sekarang, bukan sebuah kebetulan sera dapat bekerja disini. Karna putra sendiri lah yang menawarkan pekerjaan untuk sera saat mereka bertemu disebuah mini market sekitar perumahan andrew yang juga area rumah putra.
Hendra menalan ludah dalam-dalam melihat pria lain sangat akrab dengan sera.
__ADS_1
"Jadi karna dia kamu bekerja disini, Ucap hendra.
"Jangan ngaco ka itu ga ada hubungan nya sama sekali.
"Kamu pikir aku buta ga bisa lihat perhatian cowo itu ke kamu gimana. Ucap hendra dengan nada tinggi.
"Itu bukan urusan mu ka, biarkan saja dia seperti itu, aku disini untuk bekerja. Ucap sera dengan wajah cemberut.
"Kamu harus berhenti, aku ga suka kamu kerja disini.
"Itu keputusan ku bukan kamu yang menentukan hendra.
"Kamu bisa di bilangin ga sih, sudah di bilang jangan ya jangan.
"Cukup draa aku ga mau dengar lagi, aku nyaman kerja disini.
"Tapi aku ga suka kamu dekat sama dj itu.
"Dia orang baik ko, kenapa jadi kamu yg menilai keburukan orang lain. Sera dan hendra terus saja beradu pendapat dengan sangat panas, mereka sama-sama tidak mau kalah dengan pendirian masing-masing.
Gadis ini pergi berlalu dalam kondisi marah. Dia sudah begitu lelah bekerja, ditambah lagi bagas yang sedang marah karna mereka batal bertemu untuk makan malam dan sekarang hendra yang membuat nya marah karna terus saja memaksa nya untuk berhenti bekerja karna putra pemilik caffe itu.
Tangisan terisak terdengar dari kamar sera. Tangisan penuh dengan ketakutan dan kecemasan diteteskan sera sambil memeluk sebuah boneka pemberian bagas.
"Untuk membeli sebuah jam tangan pun aku tidak sanggup, ucap sera dengan tangisan nya.
"Kenapa lo raa? sembab gitu wajah loh. Ucap momo.
"Gue kangen mamah, ucap sera.
"Cukup sebelum sera nangis kita mending ke kantin aja. Ucap nisa.
Bagas sedari pagi sudah memberikan kabar bahwa dia akan pergi keluar kota selama beberapa hari untuk kepentingan kantor nya. Sera hanya bisa memberikan suport nya untuk bagas, walau dia merasa kesepian saat ini. Sera hanya diam memendam perasaan nya sendiri.
__ADS_1
"Cepat sana pesan hari ini gue yang teraktir, ucap nisa.
"Aku ga makan deh mau minum aja, ucap sera dengan lesu.
"Makan deh raa, lo kan habis ini harus kerja kan. Ucap momo
"Ka putra galak ga jadi bos, ucap nisa.
"Kebaikan malah, aku jadi ga enak kerja disana. Ucap sera.
"Lagian juga kan sudah ku bilang pake aja uang ku dulu kamu bisa ganti kapan pun. Ucap nisa.
"Kamu tau kan aku kan saa, ucap sera. Nisa hanya diam melihat wajah serius dari sera, dia sangat tahu sera tidak akan pernah meminta bantuan apapun selama dia masih bisa mengusahakan nya sendiri.
"Lihat itu anak baru di kelas bagas, ucap momo membuat mata kedua sahabat nya mencari-cari sosok wanita yang di maksut.
"Kenapa harus dia, ucap sera.
"Kamu kenal ra, ucap nisa dan momo bersamaan.
"Dia helena teman masa kecil bagas yang gue ceritain ke lo saa, ucap sera.
"Dia yang menghina lo itu, sial bakal jadi masalah. Ucap nisa.
"Kita mending jaga jarak, gue dah ga punya waktu buat ngurus yang kaya gini. Ucap sera dengan lesu.
"Bener sebentar lagi kalian ada ujian beasiswa kan, kalian harus fokus terutama elo raa, ucap momo. Mereka bertiga berjalan meninggalkan kantin pergi ke kembali ke kelas untuk pelajaran selanjutnya. Wajah sera sangat terlihat sedang memikul beban berat, dia takut akan segala hal mulai hubungan nya dengan bagas, pekerjaan nya yang memakan banyak waktu ditambah lagi kehadiran helena wanita yang pernah merendahkan nya.
"Gue tidur dirumah lo ya saa, boleh kan. Ucap sera.
"Boleh sayang kapan saja kamu mau, harus kah kita panggil vina.
"Terserah lah gue lagi ga pengen sendirian. Ucap sera. Duduk termenung adalah salah satu ciri sera sedang banyak pikiran, nisa sangat tahu dan mengerti kenapa sikap sera seperti ini. Gadis ini tidak pernah mengeluh dengan mudah untuk segala kesusahan yang ia alami.
__ADS_1
#Happy reading kakak, jangan luoa vote like 💚💚💚