Strong Women

Strong Women
Part 115


__ADS_3

"Bodoh kamu dreww, kenapa sampai bisa kelepasan seperti tadi. Ucap andrew sambil melihat kejantanan nya mengeras dibalik celana karna tak bisa menahan hasrat saat melihat sera tadi.


"Kamu memang pria yang buruk dreww, kalo sera sampai tahu dia akan menganggap mu apa. Guman andrew pada dirinya sendiri. Pria ini menyesali perbuatan nya mencium sera secara paksa. Gadis cantik ini sudah terbaring di sebuah kamar dibantu oleh istri penjaga vila andrew.


#Situasi bagas.


Bagas mengerahkan semua orang yang dia punya untuk membantu nya menemukan sera. Tidak kehabisan akal bagas secara diam-diam menempatkan beberapa orang untuk mengikuti semua teman-teman sera demi mendapatkan kabar tentang keberadaan sera. Bagas tidak memperdulikan urusan lain selain mencari sera. Dia mengabaikan segala urusan kantor dan keluarganya. Pria ini berusaha fokus untuk membantu keluarga sera yang terpuruk akibat perbuatan sang ibu. Berulang kali bagas harus berbohong kepada keluarga sera saat mereka menanyakan keberadaan sang anak yang tak kunjung bisa dihubungi.


"Siapkan mobil aku sendiri yang akan menjemput sera, ucap bagas pada orang kepercayaan nya. Bagas merasa marah saat tahu sera sedang bersama andrew disebuah vila. Kepercayaan nya sedikit goyah saat tahu sera menghabiskan malam bersama pria lain.


Bagas berpacu dengan waktu demi bertemu dengan sera, pikiran nya sangat terganggu dengan keberadaan andrew yang selalu berusaha menjadi pengganggu dihubungan mereka. Dia terus berfikir selama ini andrew lah yang berusaha menyembunyikan sera darinya.


"Dreww, guman sera menghampiri andrew yang sedang sarapan.


"Kemarilah, aku akan keluar untuk sebuah urusan kamu harus menunggu ku disini. Ucap andrew yang masih merasa khawatir sera akan melarikan diri kembali.


"Aku akan membawa jordi saat kembali, ucap andrew.


"Benarkah? aku akan menunggu mu sampai kamu datang drew. Ucap sera sedikit tersenyum sangat mendengar akan bertemu dengan jordi.


"Aku akan pergi sekarang kalo begitu agar tidak sampai malam. Ucap andrew.


"Seraa kunci pintu nya saat aku pergi. Ucap andrew. Gadis itu nampak gembira saat mendengar jordi akan datang menemani dirinya.


"Mau apa kamu disini? tanya andrew dengan rasa tidak nyaman.


"Brukk, aku tahu selama ini kamu yang sudah menyembunyi kan sera. Guman bagas yang mendorong tubuh andrew. Bagas sedari tadi menunggu andrew, tawa sera sangat jelas terdengar hingga keluar rumah membuat bagas terbakar api cemburu.


"Lepaskan, kamu pikir kamu sedang berhadapan dengan siapa? guman andrew.


"Sudah jelas kamu yang menyembunyikan sera, lepaskan dia sekarang. Ucap bagas berteriak.


"Dreww ini tas mu, ucap sera.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan? bagas lepaskan andrew. Tanya sera yang terkejut melihat kedua lelaki ini nampak bersitegang.


"Sera pergi biar aku yang urus semua ini, ucap andrew yang berusaha menjauhkan sera. Kedua pria ini kembali bersitegang, bagas berulang kali memukul andrew merobohkan pertahan pria itu. Andrew tak berserah diri begitu saja, perlawanan dirinya juga merebahkan bagas hingga tersungkur.


"Bagas lepaskan, bukan andrew yang membawa ku kesini tapi aku yang memilih, ucap sera gemetar melihat kedua pria ini berkelahi dihadapan nya.


"Sera kamu jangan membela pria ini aku tahu dia lah yang memaksa mu. Ucap bagas yang masih belum melepaskan andrew.


"Lepaskan gas aku akan pulang bersama mu, lepaskan andrew aku mohon. Ucap sera menangis sekencang-kencang nya. Kedua pria ini tak menghiraukan sera yang sudah ketakutan melihat perkelahian mereka.


"Praaannkk, sera memecahkan sebuah vas bunga karna tak tahan melihat kedua pria ini. Gadis ini menggenggam serpihan kaca membuat tangan terluka karna tersayat oleh pecahan kaca.


"Kalian bisa stop atau aku yang akan pergi, ucap sera dengan suara gemetar. Perhatian kedua pria ini teralihkan saat melihat tangan sera meneteskan darah, gadis ini kehabisan akal sehingga dengan putus asa melukai dirinya sendiri.


Nafas nya terenggah-enggah saat berlari ke arah sera, bagas berlutut dihadapan gadis ini sambil menekan kuat tangan sera yang terluka berusaha untuk menghentikan pendarahan di tangan sera. Bagas sangat ketakutan saat melihat sera menjadi histeris seperti saat ini, belum pernah ia melihat sera semarah dan setakut ini selama mereka bersama. Kemarahan sangat jelas dimata sera yang lebih bagas tidak suka sera seperti sekarang ini demi membela andrew dibanding dirinya. Sera tak bisa lagi menahan kemarahannya dia menumpahkan kepada bagas.


"Plaakk, tamparan kuat yang diberikan sera pada bagas. Gadis ini memaki bagas berulang kali, menyalahkan bagas atas keadaan yang menjadi rumit seperti sekarang ini.


"Teruskan raa aku lebih rela kamu memukul ku ketimbang kamu diam dan pergi seperti ini. Ucap bagas yang terduduk menerima setiap makian dan pukulan yang sera berikan.


"Aku gak akan membiarkan mu meninggalkan ku begitu saja, aku salah raa. Tolong raa maafkan aku. Ucap bagas berlutut sambil menggenggam tangan sera.


"Kita gak akan bisa bersama gas sudah sangat jelas tembok nya terlalu tinggi untuk aku lalui. Ucap sera. Andrew hanya bersender pada dinding sambil mendengarkan percakapan yang mengecewakan ini.


"Aku yang akan turun dari tembok itu, aku akan terus bersama mu. Lihat aku raa kamu tau aku sangat mencintai mu akan kulakukan semua yang kamu mau. Ucap bagas.


"Tolong gas aku belum siap bertemu dengan mu karna itu aku memilih lari kesini, ucap sera.


"Tapi jangan bersama andrew, kamu bisa pergi kemana pun yang kamu mau. Aku akan menyiapkan segala kebutuhmu. Ucap bagas bersikeras.


"Kenapa? kamu akan memamerkan kekayan yang kamu punya dan yang aku gak punya itu maksut mu? tanya sera.


"Raa kamu tahu betul maksut ku apa jangan seperti itu, ucap bagas. Gadis ini berdiri meninggal kan bagas demi menghampiri andrew yang terlihat terluka.

__ADS_1


"Maafkan aku dreww, maaf. Ucap sera sambil menangis.


"Tenanglah raa aku baik-baik saja, jangan menangis lagi. Ucap andrew yang menghapus air mata sera.


"Tangan ini tidak bersalah kenapa kamu melukai nya sampai seperti ini, ucap andrew yang melihat luka ditangan sera.


"Aku hanya bisa jadi beban bagi orang lain, maafkan aku dreww. Ucap sera menyesali situasi yang terjadi. Bagas yang tak tahan melihat sera berdekatan dengan andrew membanting sebuah vas bunga di dekatnya. Namun sayang pecahan kaca itu malah mengenai betis sera hingga berdarah.


"Raaa kamu gpp? ucap bagas menghampiri sera yang terduduk dihadapan andrew.


"Bagas pergi lah, biarkan sera tenang baru kalian bisa bicara lagi. Ucap andrew yang berusaha menahan emosi nya.


"Ini bukan urusan mu, jangan ikut campur dalam hubungan ku. Guman bagas yang kembali emosi.


"Kamu gak lihat karna kamu sera harus menahan luka lagi, kamu fikir kamu siapa bisa seenak nya mempermainkan orang lain. Ucap andrew mencengkram bagas sekuat-kuat nya. Kedua pria ini kembali berkelahi dihadapan sera. Mereka beradu kuat satu sama lain tanpa memikirkan sera.


Sera berusaha memisahkan kedua pria ini, teriakan dan jeritan sera tak mampu menghalau ego kedua pria ini.


"Bagas stop, ayo kita pergi. Ucap sera menarik bagas sekuat-kuat nya. Gadis ini gemetar saat melihat andrew harus menerima pukulan hanya demi membela dirinya.


"Akan ku hancurkan semua yang kamu punya kalo kamu masih berani mendekati sera. Guman bagas berteriak sambil memeluk sera. Bagas sadar badan sera gemetar karna ketakutan, pria ini menjauhkan sera dari hadapan andrew.


"Bagas sudah ayo kita pergi, guman sera ketakutan. Andrew juga semakin tersulut emosi saat melihat sera lebih memilih berlari menjauhi dirinya dan datang pada bagas.


Bagas masih saja emosi terus beradu mulut dengan andrew, dia tak mau begitu saja mengalah walau harus menahan nya karna sera memisahkan mereka. Bagas semakin menggila ia terus saja berusaha menyulut amarah andrew. Sera menangis hingga suara nya menjadi serak dan tak mampu lagi berteriak untuk memisahkan kedua pria yang masih bertengkar ini.


"Bagas ayo pulang, perut ku sakit aku takut dia kenapa-kenapa. Guman sera dengan suara lirih sambil mencengkram lengan bagas dengan kuat. Bagas terdiam saat mendengar dengan jelas apa yang baru saja sera ucapkan.


"Kamu hamil raa? ucap bagas dengan pelan berbisik pada sera. Gadis ini menganggukan kepala nya sambil menatap bagas dengan sendu.


"Aku akan melakukan apa-pun demi kamu dan calon anak kita. Ucap bagas membawa sera pergi dari rumah ini. Andrew yang tak dapat berbuat apa-pun untuk menghentikan sera hanya bisa melihat kepergian gadis itu dengan penuh kecewa. Sesekali sera menatap kebelakang melihat andrew yang tampak kacau karna perbuatan nya.


"Maafkan aku dreww, guman sera saat pergi meninggalkan rumah ini.

__ADS_1


Bersambung....


Yakin deh pasti sekarang kakak lagi emosi sama author, huhu. Jangan sedih yaa kaa 😀


__ADS_2