Strong Women

Strong Women
Part 121


__ADS_3

"Mariska lihat gadis-gadis itu mencuri pandangan pangeran mu? ucap sesosok tamu wanita memperhatikan balkon dimana adam dan aditya tengah memperhatikan sera.


"Biarkan meraka hanya untuk bersenang-senang yang akan memegang kendali tetap aku, ucap wanita sexy ini.


"Tapi aditya sampai turun langsung itu bukan hal yang bagus untuk posisi mu, ucap wanita lain nya.


"Diam lah aku tak suka terlalu banyak bergunjing, ucap wanita sexy sambil memperhatikan cara aditya melihat sera.


"Ke kamar aja raa kalo disini terlalu berisik untuk mu, ucap vina menyuruh sera untuk pergi.


"Bareng aja keatas nya gue takut ngelewatin itu balkon serem banget. Ucap sera melihat seisi balkon penuh teman-teman adam.


"Cowok tampan gitu loe bilang seram? terus bagas itu apa nama nya apa raa? ucap nisa tertawa.


"Bagas itu siapa ya? aku lupa yang mana orang nya, ucap sera sedikit tertawa.


"Kamar loe gak ada jalan lain nya saa, serem gue lewat situ, ucap sera berpura-pura memasang wajah ketakutan.


"Mau lewat atap gak raa? ucap vina menoyor kepala sahabat nya itu. Ketiga gadis ini terus saja tertawa saat melewati kerumunan adam.


"Semua yang diatas bukan orang sembarangan ya? tampang bagus semua. Tanya sera sambil mengintip dijendela.


"Aku kenal beberapa, ada yang investor kelas kakap dan direktur perusahan kosmetik. Ucap vina mengintip melihat sekeliling balkon.


"Kalian semua pada cari perhatian ya sampai harus ngintip gitu, ucap nisa mendorong kedua sahabatnya itu.


"Sialan lo saa masih aja cari gara-gara, ucap vina kesal karna di dorong oleh nisa.


"Raa kita selesaikan anak ini, ucap vina mengajak sera untuk menyiksa nisa bersamaan. Mereka bertiga terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri sehingga melupakan pesta yang sangat meriah berada dibalik pintu kamar ini. Adam merasa rumah ini lebih terasa nyaman dibanding rumah dia terdahulu, memiliki adik perempuan seperti nisa memang sangat berbeda. Pribadi nisa yang ceria tapi keras membuat adam harus extra sabar dalam menghadapi nisa.

__ADS_1


Bagas pergi menemui beberapa rekan kerja nya untuk mulai mencari pekerjaan lain demi menghidupi sera. Pria ini sangat bersemangat ingin memulai hal-hal baru bersama sera. Dia tidak pernah terpikir akan kembali kerumah atau menjalankan perusahaan keluarga nya seperti dahulu. Bagi bagas sera lah hal terpenting bagi nya saat ini. Dengan sera ia mampu melewati waktu yang sulit sekali pun. Bagas tidak kan melepaskan sera begitu saja walau gadis ini berulang kali memintanya untuk berpisah. Bagas terus memantau sera walau pun ia tahu sera sedang berada dirumah nisa. Sikap posesif bagas tidak akan pernah hilang bahkan semakin menjadi semenjak kehamilan sera.


"Raa kamu gak rindu odi? tanya vina yang sedikit khawatir karna mengetahui kondisi andrew sekarang.


"Jangan kan anak nya vin, bapak nya juga pasti dirindukan sama sera, timpal nisa sambil tertawa.


"Ada apa? tanya sera.


"Semenjak kejadian itu andrew sudah gak pernah pulang kerumah, dia menginap bersama roy disebuah hotel. Guman vina sedikit menceritakan situasi yang sedang terjadi.


"Memang nenek nya gak ada dirumah kah? tanya nisa.


"Ada tante sih dirumah tapi kalo andrew saja gak pernah pulang gimana kabar nya jordi? Ucap vina sengaja memanas-manasi sera.


"Gue kangen tapi gue gak berani vin, andrew sudah terlalu banyak menanggung kesusahan hanya demi aku. Ucap sera.


"Kalian tau bagas, semakin dia ditentang dia akan semakin jadi, gue gak bisa biarkan andrew terluka. Ucap sera.


"Terus gue harus diam aja gitu melihat dia bekali-kali tersungkur di depan ku, ucap sera gemetar mengingat kembali kejadian saat itu.


"Menurut gue itu sepadan raa, dia ingin mempertahankan mu maka dia berjuang semampu nya. Ucap vina.


"Sudah ahh, jangan dibahas tambah sakit kepala aku dengar nya. Ucap sera berusaha menghindari pertanyaan lain dengan keluar dari kamar.


"Seraa jangan lari kamu, ucap vina berteriak sambil melemparkan boneka ke arah sera.


"Udah nah vin cape gue yang dibahas itu mulu, pulang nih gue loe cari gara-gara kaya gini. Ucap sera mencubit vina.


"Turun aja yuuk main di belakang? ucap nisa membawa kedua sahabat nya ini turun.

__ADS_1


"Gue gak ikut yaa, gue mau tidur aja disini. Ucap sera merebahkan dirinya di kasur. Vina meledek sera yang terus saja menghindar.


"Tujuan gue memang kesini untuk tidur, guman sera sambil tertawa. Kedua gadis itu meninggalkan sera seorang diri dikamar untuk istirahat. Tak kunjung tertidur sera hanya merebahkan dirinya sambil membaca sebuah novel ditangan nya.


"Sialan loe main tarik rambut gue, ucap vina dengan berteriak. Kedua gadis ini terlihat sedang bertengkar dengan segerombolan wanita yang datang ke pesta ini.


"Lepaskan tangan mu atau aku akan merobek baju mu, ucap nisa dengan penuh amarah. Sera terkejut mendengar suara nisa yang sangat keras mengisi rumah ini. Gadis ini belari keluar kamar dan melihat kedua sahabat nya tengah bertengkar dengan beberapa orang gadis lain nya. Sera tertawa melihat kelakuan sahabatnya yang tak berpikir panjang ditengah pesta seperti ini.


"Kamu gak mau bantu mereka? ucap adam melihat sera malah tertawa berdiri disamping nya.


"Mereka cukup tangguh, biarkan saja mereka. Asal kamu gak marah salah satu gadis itu bisa aja terluka. Ucap sera menunjuk lawan vina.


"Aku tidak mengenal mereka, biarkan saja mereka. Ucap adam tertawa. Vina memukul berulang kali gadis yang dengan sengaja menarik rambut nya.


"Seraa turun bantu kami, ucap nisa berteriak saat melihat sera hanya berdiri di lantai atas.


"Jangan turun biarkan saja mereka, ucap adam menahan sera saat ingin turun menghampiri nisa.


"Kalo aku gak turun mereka akan mengamuk. Ucap sera sambil tertawa karna tak tahan melihat sahabat nya itu terus saja berteriak.


"Kalian turun pisah kan mereka semua, ucap adam menyuruh teman nya untuk memisahkan perkelahian itu. Sera melepaskan tangan adam yang masih mencengkram nya. Adam melakukan itu semata-mata hanya menjadi perwakilan aditya yang sedari tadi ingin menghalau sera.


"Kalian baik-baik aja? tanya sera kepada vina dan nisa.


"Sialan loe raa malah cuma tertawa bukan nya bantuin kita, ucap vina mencubit pipi sera.


"Gue baru aja bangun vin belum ngumpul keberanian gue loe sudah teriak-teriak, ucap sera sambil tertawa.


"Kenapa sih adam ngundang cewek dari hutan kaya gitu, ucap vina kesal.

__ADS_1


"Mereka memang cocok disebut dewi kan dit, ucap adam menggoda aditya yang masih kesal.


Bersambung.....


__ADS_2