
"Raa aku butuh sedikit bantuan bisa? ucap hendra dengan berbisik agar tidak di dengar oleh andrew yang sedang berada disamping.
"Gimana bisa draa? beneran aku gak berani deh. Ucap sera yang merasa tak percaya apa yang baru saja dia dengar.
"Jangan memang kebiasaan suka menggoda wanita draa, rasakan sekarang. Ucap sera ketus menyindir hendra.
"Kamu bilang aku abang mu masa gitu aja gak bisa bantu? ucap hendra dengan sedikit sinis.
"Abang apaan kalo cuma bisa nyusahin aja, abang ku roy aja kalem jarang buat onar. Guman sera dengan sinis.
"Sudah kalo gitu kamu tidur aja sana, ade apa gak bisa bantu abang nya. Ucap hendra yang sedikit cemberut.
"Yasudah sana pindah aku mau tidur disini ko, sana sana minggir dulu. Ucap sera sedikit mendorong-dorong hendra agar bergeser sedikit.
"Di ranjang sana kenapa disini? ucap hendra tak kuasa menahan sera yang terus berkeras.
"Aku mau bareng andrew lah tadi juga gitu ko makanya aku tidur disini. Ucap sera sedikit mengejek hendra dengan menjulurkan lidah.
"Gak boleh sana ke ranjang mu jangan disini, ucap hendra menghalangi sera yang akan meluruskan kaki nya di sofa.
"Awww..sera merintih kesakitan saat tangan nya sedikit tertarik karna terdorong.
"Kenapa raaa? guman andrew yang langsung terbangun saat mendengar suara sera.
"Sakit dreww di dorong hendraa, ucap sera memperlihatkan tangan nya dan menujuk hendra.
"Kapan kamu datang? ucap andrew yang melihat hendra duduk di samping sera.
"Baru saja, kenapa ada masalah ? ucap hendra ketus.
"Jangan ditarik-tatik gitu nanti kalo lepas kamu bakal lebih sakit kalo sampai di cucuk lagi. Ucap andrew yang mengelus-ngelus tangan nya.
"Tidur di ranjang aja yaa, ucap andrew yang tak mau sera di sofa karna hendra yang akan tidur disini juga.
"Gak mau dreww mau nya disini seperti tadi. Ucap sera dengan wajah manja nya. Andrew hanya memasang muka datar dengan tatapan menusuk yang langsung tertancap pada sera.
"Baiklah aku akan pindah, guman sera seraya berjalan membawa tiang infusan nya untuk pindah ke ranjang miliknya. Hendra yang pura-pura menyibukan diri dengan bermain ponsel nya hanya tak ingin melihat kedekatan antara sera dan andrew.
"Kalo kamu gak bisa tidur gimana kalo kita nonton aja, ucap andrew yang melihat sera gelisah diatas ranjang nya.
__ADS_1
"Mau drewww, tapi hendra nanti marah. Ucap sera yang melirik hendra sedang sibuk bermain ponsel nya.
"Dia bisa pulang kalau dia gak suka. Ucap andrew ketus.
"Kamu minggir kesebelah sana, aku mau disitu. Ucap sera menyuruh hendra lebih minggir karna ingin duduk disamping andrew.
"Mau nonton tv aja heboh raa, ucap hendra menyentil kuping gadis ini.
"Baik-baik draa jangan suka ganggu aku nanti ku kasih tau ya rahasia mu, ucap sera memperingatkan hendra yang berbuat semaunya.
"Oh jadi sekarang main ngancam, guman hendra yang melempar sera dengan bantal.
"Kalian ini kenapa sih, ini pertengah subuh malah ribut. Ucap andrew yang kesal karna terkena lemparan bantal dari hendra.
Tak berselang lama hendra sudah terlelap dalam tidur nya. Pria ini nampak sangat lelah dari raut wajahnya. Andrew hanya menyelimuti sang kakak yang terlelap disamping nya. Sedangkan sera masih sibuk menonton tv dengan bersemangat.
"Gak mau tidur raa, ucap andrew sambil merapihkan rambut sera yang sedikit berantakan.
"Belum ngantuk dreww, kamu mau tidur kah? ucap sera melihat wajah lelah andrew.
"Berbaring lah dreww besok kamu kan kerja, ucap sera sambil menaruh kepala nya di lengan andrew.
"Kan ada ini aku gak akan takut, ucap sera merangkul tangan andrew. Pria ini hanya tersenyum akan sikap manis sera yang merangkul tangan dan bergenggaman dengan tangan sera dibawah selimut yang mereka pakai.
"Bangunkan aku kalo kamu butuh sesuatu. Ucap andrew sambil menarik selimut untuk menutupi badan mereka bertiga.
"Selamat tidur dreww, ucap sera sambil merebahkan kepalanya di pundak andrew.
#Keesokan harinyaa.....
Sera sudah tampak rapi karna sudah berganti pakaian sambil menunggu sahabatnya datang. Andrew dan hendra tampak sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Semua kebutuhan mereka sudah disiapkan oleh pengurus rumah dan dibawakan ke rumah sakit. Tampak lebih tenang karna memang kedua pria ini bukan tipe yang suka menjadikan lelucon sebagai makanan sehari-hari. Sera hanya menatap kedua pria terbaik yang ada ini sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Andrew yang sedang menyiapkan leptop dan tas kerja nya, hendra yang sedang menikmati secangkir teh sambil membaca koran tak banyak suara pagi ini seperti biasanya. Selain sera yang sedang tak ingin mengganggu, kedua pria ini juga nampak sedang sibuk dengan urusannya.
"Sayangg, ucap vina masuk kedalam kamar bersama roy yang mengantar nya.
"Kalian berdua tidur disini? ucap roy yang nampak tak percaya melihat kedua kakak beradik ini menemani wanita yang sama.
"Aku baru datang subuh tadi, ucap hendra sambil meletakan koran.
"Slow aja draa, aku kan gak lagi menghakimi kalian. Cuma mau kasih ingat aja kalo lagi enak-enak aku juga di ajak dong. Ucap roy sambil mengumbar lelucon.
__ADS_1
"Kamu mau sini-sini dekat sedikit biar ku sikat sedikit kepala mu itu. Ucap hendra merasa kesal roy tahu betuk cara menyindir mereka.
"Haha, udah yukk berangkat hari ini kita bakal sibuk. Ucap roy sambil mengupas buah untuk dirinya sendiri.
"Nanti aku akan menghubungi mu raa, ucap andrew sambil memasang dasi menghadap sera.
"Berhati-hati lah dreww, draa. Jangan lupa jangan minum kopi. Ucap sera kembali mengingatkan kedua kakak beradik ini.
"Kamu cuma perhatian pada mereka raa sama aku gak nih, ucap roy yang merasa cemburu melihat perhatian sera.
"Pacar mu kan ada kenapa aku harus memperhatikan mu, ucap sera ketus sambil menjulurkan lidah.
"Hah, pacar yang mana? kamu kan pacar ku harus nya kamu lebih memperhatikan aku. Ucap roy sambil mengunyah sebuah apel ditangan nya.
"Sudah ayo kita pergi biarkan para gadis ini menikmati waktu mereka, ucap hendra membawa roy keluar kamar di ikuti andrew dibelakang mereka.
"Mereka bertiga sangat berisik raa, ucap vina yang tak mampu menghadapi ketiga pria ini saat berkumpul.
"Momo gak kesini kah? ucap sera menanyakan pria gemulai itu.
Vina memulai pembicaraan tentang permasalahan yang sedang menjerat momo. Gadis ini menjelaskan secara detail pekerjaan yang ditawarkan kepada mereka berdua. Vina berharap sera dapat mengerti dan membantu momo. Selain imbalan yang besar, karier mereka berdua juga bisa menajak tinggi karna proyek ini sangat menjanjikan.
"Gue setuju tapi gue mau biaya rumah sakit ini kamu yang bayar vin, biar gue bisa nyicil bayar nya. Ucap sera yang merasa tak mampu terus bernaung pada andrew.
"Tapi andrew yang mengurus semua raa, ucap vina yang binggung kenapa sera mempermasalahkan ini sekarang.
"Gue gak mau terus berada di posisi seperti ini, gue harus segera pergi vin. Ucap sera dalam benak nya sudah memikirkan segala sesuatunya.
"Oke gue akan urus segalanya, loe gak perlu buru-buru kamu bisa selesai kan dulu urusan orang tua mu. Ucap vina yang mengerti arah pembicaraan sera.
"Pastikan semua kamu yang urus jangan biarkan aku menjadi beban andrew atau hendra, ucap sera dalam rasa bersalah.
"Gue paham raa, biar gue yang kasih kabar ke momo. Ucap vina sedikit merebahkan badannya sambil memikirkan jalan selanjutnya.
"Siapa wanita yang ada didalam foto yang kamu sembunyikan dari ku vin, ucap sera membuka pembicaraan yang tak sengaja dia dengar kemarin.
"Loe sudah dengar? gue gak akan segan kalo gitu. Ucap vina mempelihatkan ponsel miliknya yang terdapat beberapa foto dari bagas dengan beberapa wanita yang berbeda sedang makan malam mewah. Sera sudah menggenggam erat selimut nya dengan rasa marah yang besar. Semua yang ia takutkan akhir terjadi begitu saja. Gadis ini tak mampu menahan nya lagi hingga deraian air mata nya turun, vina juga tak mampu menghentikan nya dia hanya membiarkan sera mengeluarkan segala nya agar sedikit meringankan rasa sakit itu sendiri.
#Happy reading kakak jangan lupa vote dan like yaa
__ADS_1