Strong Women

Strong Women
Part 98


__ADS_3

"Dreww kita gak boleh gini, ini salah kamu bakal kecewa drew. Ucap sera mengingatkan andrew.


"Aku gak perduli raa ini perasaan ku, aku gak minta kamu membalas ku sekarang setidaknya kamu harus tahu kesungguhan ku. Ucap andrew yang masih enggan melepaskan sera dari pelukannya.


"Dreww, sera mengangkat wajah nya menatap andrew lekat. Kedua manik mata ini saling bertemu. Andrew yang tak mampu menahan keinginan nya. Kembali mencium bibir sera yang sangat menggoda. Lumutan pelan andrew lakukan agar sera tak merasa dipaksa, andrew berusaha memasukan lidahnya kedalam bermain dan saling bertukar kenikmatan. Sera pun nampak diam tak membalas tapi ia merasakan dan memastikan perasaan nya pada andrew.


Andrew mulai melepas bibir sera dengan pelan, ia mulai mengumpulkan kembali kesadaran nya yang hampir hilang. Debaran jantung nya pun tak dapat lagi disembunyikan. Pria ini hampir tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.


"Tidur lah raa ini sudah larut malam. Ucap andrew sambil berulang kali mencium kening sera.


"Biarkan aku menikmati moment ini sebentar saja drew, usap sera yang tak mampu melepas pelukan ditubuh kekar andrew.


"Tolong raa jangan buat aku khawatir terus menerus tetap lah bersama odi agar aku bisa menjaga mu. Guman andrew memeluk erat tubuh gadis cantik ini.


"Boleh kah aku tidur disisi mu seperti kemarin drew, ucap sera dengan nada serak.


"Tidur lah ra aku akan menemani mu, guman andrew dengan rasa senang karna merasa sera akan selalu dekat dengan dirinya.


Mereka terlelap dalam keadaan gelisah satu sama lain. Sera hampir tidak bisa mengendalikan dirinya dan membalas ciuman hangat andrew. Siapa yang tak tergoda oleh ketampanan dan segala kelebihan yang andrew punya. Sera merasakan hangat nya ketika bibirnya bersentuhan dengan pria satu ini walau ada kekhawatiran yang terselip namun ia menikmati setiap kecupan itu. Debaran jantung juga tak dapat disembunyikan lagi sama seperti yang dirasakan andrew mereka sama sama memiliki getaran perasaan untuk satu sama lain.


Setelah sinar mentari masuk kedalam ruangan sera sudah duduk bersandar diranjang miliknya. Meninggalkan andrew yang masih terlelap dalan tidur pulas disofa. Pagi ini sera mendapatkan satu kantong terakhir untuk tranfusi darah, gadis ini hanya bisa pasrah dengan apa yang ia rasakan sekarang tentang penyakit maupun perasaannya. Tak banyak bicara walaupun vina berulang kali mengajak nya berbincang, berusaha menahan beban berat dihatinya sera tak mampu lagi berpikiran jernih.


Tokk...tookk...


Suara pintu diketok dengan jelas terdengar.


"Hay guys, ucap nisa berusaha tampak baik-baik saja walau dalam masalah yang berat.


"Aaaa kangen, ucap vina dan sera secara bersamaan saat menyambut sahabat nya ini.


"Bilang cuma empat kenapa sekarang nambah lagi? ucap nisa yang terheran melihat kantong darah masih terpasnag ditiang infusan.


"Kemaren sera drop jadi harus nambah satu lagi, ucap vina mejelasakan.


"Tapi kamu gimana raa, masih sakit kah apa gimana? ucap nisa yang sudah mencerca sera dengan berbagai pertanyaan tentang kesehatan nya. Sera hanya membalas dengan seadanya ia masih tampak lemah walau sudah tak sepucat kemarin.

__ADS_1


"Duh ada duda dari kemarin kah dia disini, ucap nisa yang memperhatikan andrew tidur terlelap pada sofa.


"Dari kemarin deh, semalam ada yang ngeronda saa jadi ya gitu deh, ucap vina mengejek sera.


"Masih muda biarkan aja vin haha, gue ketemu momo loe gak akan sangka teman momo yang kemarin di club tajir abis. Ucap nisa menjelaskan secara lengkap kepada kedua teman nya.


"Lambat kamu cantik kalo dia gak tajir mana mungkin momo sampe di tekan kepusingan demi dapatin si cewek penyakitan ini. Ucap vina sambil mengunyah makanan nya.


"Sialan loe vin nyumpahin gue penyakitan, guman sera sambil melempar botol kosong.


"Kalian gak akan percaya momo kemarin bareng kaka tiri gue, ucap nisa sambil mengupas buah.


"Serius kamu? ucap sera dan vina secara berbarengan.


"Gausah kaget gitu, gue aja gak sangka sebegitu sukses kakak tiri gue tanpa bantuan ayah. Ucap nisa yang masih tak percaya dengan kondisi keluarganya.


"Bagus dong jadi secara gak langsung kalian gak akan terlalu repot kan, ucap vina.


"Tapi ibu belum bisa nerima gitu aja, gue juga jadi nya pusing harus gimana? ucap nisa ya g sedikit kecewa dengan kondisi saat ini.


"Makan nasi memang gak bisa kalo makan yang lain bisa kan raa misalnya bibir tebal nya andrew, ucap vina yang sangat sadar apa yang ia lihat semalam sera berciuman dengan andrew sambil duduk bersebrangan dengan sofa dimana dia tidur.


"Kamu kenapa sih vin lagi haus kasih sayang kah? ucap sera membalik keadaan agar nisa tidak bertanya.


"Kalian lagi bicarain apa sih? gue gak paham deh. Ucap nisa sambil mengunyah makanan nya.


"Gausah dibahas saa vina lagi baperan, gue lihat dong foto abang tiri loe. Ucap sera yang tak sabaran untuk melihat.


"Bentar dulu gue cari kemarin sih ada, ucap nisa mengutak-ngatik ponselnya. Vina yang sibuk dengan tugas kampus yang dibawa nisa tidak begitu memperhatikan sera yang sedang sibuk melihat foto kakak tiri dari sahabatnya itu.


"Seraaa, ucap putra yang masuk kedalam ruangan secara tiba-tiba tanpa ada yang mengundang nya.


"Huks..hukss, nisa tersedak buah yang sedang ia makan karna kaget suara pintu dibuka dengan kasar.


"Astagaa putraa, ucap sera melotot tak percaya dengan tingkah putra yang sangat bringas membanting pintu masuk dengan kasar.

__ADS_1


"Sialan loe traaa, gue hampir mati tersedak. Ucap nisa melempar putra dengan bantal.


"Gue gak sengaja maaf yaa, putra nampak berantakan dengan baju yang kumal sehabis dari kantor ia langsung secepat nya datang. Karna kemarin dia terhalang urusan caffe baru sekarang pria ini datang.


"Siapa sih ribut pagi-pagi gini, ucap andrew yang terbangun karna suara bising yang mengganggu tidur nya. Pandangan nya langsung tertuju pada sosok pria lain diruangan ini. Putra orang yang tidak begitu ia suka karna selalu perhatian dengan sera, pria ini selalu bisa mengambil hati sera walau dengan tingkah sederhana nya.


"Siapa yang kasih tau sera ada disini, ucap andrew dengan tegas. Vina hanya tertunduk berusaha tidak melihat apa yang terjadi dihadapan nya sekarang ini.


Andrew segera berdiri dan berjalan menuju kamar kecil untuk merapikan dirinya karna tak mau terlihat berantakan di depan rivalnya itu.


"Gausah dimasukan ke dalam hati ya put, ucap sera yang tidak merasa nyaman dengan prilaku andrew.


"Gue gak ada urusan dengan dia, gue cuma mau tahu kenapa loe gak ngabarin gue kalo loe terbaring sakit kaya gini, ucap putra sedikit memberikan penekanan disetiap ucapananya.


"Maaf put, hanya itu yang bisa terucap dari bibir sera.


"Kamu yakin sudah gpp, jangan di tahan raa. Ucap putra sambil duduk membuka kancing baju nya.


"Jangan berantakan gitu put nanti kalo ada wartawan yang lihat pamor mu bisa turun, ucap sera merapikan rambut putra yang sedikit berantakan.


"Gak ada hubungan nya dengan itu, biar gue berantakan tetap banyak wanita yang suka. Ucap putra mencairkan suasana.


"Gue paham loe lagi tenar bos, ucap nisa ketus menyahut pada putra.


"Cewek yang cuma tenar di kampus gak boleh ikut-ikut. Ucap putra membalas perkataan nisa. Sera hanya tertawa melihat nisa dan putra satu sama lain saling sinis. Suasana menjadi lebih baik, sera tak terlalu memikirkan beban nya lagi.


"Kalian jangan terlalu berisik sera masih butuh istirahat. Ucap andrew yang baru saja keluar dan tak merasa senang saat melihat sera bisa tertawa dihadapan pria lain.


"Jangan gitu dreww, ucap sera yang merasa tak enak dengan sikap andrew yang angkuh. Vina nampak menyumbunyikan diri karna merasa takut akan ketahuan bahwa dirinya yang mengabarkan pada putra keberadaan sera.


"Kamu sudah makan? ucap andrew mendekati sera sambil mengelus rambut sera membiarkan putra melihat kedekatan yang terjalin antara mereka berdua.


"Udah sedikit aja tapi, ucap sera dengan pelan karna takut di marahi oleh andrew.


"Aku akan keluar sebentar kamu istirahat nya, ucap andrew dengan lembut, sikap nya hanya bisa berubah untuk sera. Andrew meninggalkan sera sebentar karna mendapat panggilan dari roy untuk mengecek sesuatu hal yang penting. Putra tak merasa terganggu dengan sikap andrew karna menurut nya yang berhak marah adalah bagas karna ia kekasih sebenarnya sera, sedangkan andrew sama seperti dirinya hanya bisa berharap.

__ADS_1


#Hay kak selamat membaca jangan lupa vote dan like 😁😁


__ADS_2