Strong Women

Strong Women
Part 64


__ADS_3

Sera terengah-engah berlari menelusuri jalan agar sampai dicaffe tepat waktu. Gadis ini sudah sering tidak turun bekerja karna mengehabiskan waktu dengan odi. Putra sang pemilik tidak pernah menuntut banyak karna tujuan dia membiarkan sera bekerja disini agar lebih dekat dengan wanita itu.


Sera masuk melalui pintu belakang dengan cepat mengganti pakaiannya sebelum mulai bekerja. Dia sudah mulai mengerjakan ini dan itu tanpa disuruh, itulah yang membuat karyawan lain dicaffe ini sangat nyaman bisa bekerja dengan sera. Gadis ini dengan cekatan mengerjakan semua yang ada didepan matanya. Jam sibuk dicaffe ini sudah di mulai satu jam yang lalu, caffe ini sudah dipenuhi oleh pelanggan.


Caffe ini berkembang dengan cepat, semakin hari semakin ramai. Putra juga harus menerima beberapa karyawan baru untuk memudahkan pekerjaan karna caffe semakin ramai pengunjung. Pria ini sangat pandai menjalankan bisnisnya. Beberapa promosi secara masal dia luncurkan untuk menarik perhatian pasar. Dengan keuntungan yang besar dia dengan cepat menambah bangunan caffe agar kapasitas tamu bisa lebih besar.


Untuk hari ini caffe sangat ramai karna sudah dipesan untuk perayaan ulang tahun. Para karyawan sampai kelelahan memenuhi permintaan pelanggan. Bahkan sera sampai melupakan ponsel nya yang sudah terus menurus berbunyi, nampak bagas tengah berusaha menghubungi sera berulang kali namun tak kunjung ada jawaban. Pria ini sudah nampak gusar selain rapat yang ditunda dan memakan waktu lebih lama lagi, dia juga tak bisa menghubungi sera. Berulang kali bagas membanting ponselnya karna tak terhubung oleh sera. Pria ini sudah diselimuti amarah, ia merasa tak mampu menjaga sera dan terus membiarkan gadis ini sendirian diluar sana.


Diluar caffe andrew sedang menatap sera yang sedari tadi tengah sibuk kesana dan kemari. Gadis ini sangat sibuk hingga tak sadar dibalik kaca yang transparan itu tengah berdiri seorang pria yang menatapnya penuh amarah. Andrew sengaja datang sendiri untuk melihat sera yang berbohong padanya. Gadis ini setelah makan dengan nya pergi keluar dengan alasan mengerjakan tugas bersama sahabatnya. Andrew sengaja membiarkan nya pergi begitu saja tanpa bertanya. Dia tahu sera hanya bekerja bukan melakukan hal yang salah, pria ini hanya bersikap protektif untuk sera karna itu dia sangat marah saat mendengar sera bekerja ditempat lain selain rumahnya. Apalagi caffe ini milik putra pria yang juga menyukai sera, membuat nya semakin marah. Hubungan sera dan bagas saja sudah membuat nya binggung tentang perasaannya di tambah lagi kehadiran putra yang semakin dekat dengan sera membuat pria ini dimakan oleh amarahnya sendiri. Dia duduk disebuah bangku sambil menungu sera pulang bekerja dan kembali kerumahnya untuk menemani odi.


Andrew melihat sera sedang berbincang dengan ponsel nya disudut ruangan itu dengan senyum dibibirnya. Mungkin itu bagas karna melihat sera tersenyum dengan lebar. Memang benar itu bagas yang sedang berbincang dengan sang kekasih. Gadis ini sedang berpura-pura mengerjakan tugas agar bagas tidak marah padanya yang sangat susah dihubungin. Andrew mencoba menghubungin sera untuk bertanya dimana keberadaan nya namun pria ini tak kunjung mendapat jawaban karna sera tengah membantu membersihkan sebuah ruangan yang dipakai untuk perayaan tadi.


"Sera bawa ini kamu belum makan dari tadi, guman putra yang menyusul sera yang akan pulang.


"Ahh... aku sangat lapar, ucap sera sambil tertawa menggoda putra. Pria ini hanya tersenyum melihat tingkah sera.


"Mau aku antar pulang ? dari sini kerumah andrew kan lumayan jauh. Ucap putra menawarkan diri karna melihat sera kelelahan.


"Gausah kaa caffe kan sedang ramai, aku sudah cukup menyusahkan dengan meminta pulang lebih cepat. Guman sera dengan rasa bersalah.

__ADS_1


"Kalo begitu aku akan menemani mu sampai dapat taxi, guman putra menemanin sera.


Andrew yang melihat sera sudah keluar bersama putra dengan cepat masuk kedalam mobil pergi meninggalkan caffe itu karna tak mau sera tahu dia sedang mengikutinya. Dengan penuh amarah andrew memacu kendaraan nya pulang kerumah, dia berharap sampai lebih dahulu ketimbang sera. Dia ingin melihat alasan apalagi yang akan sera keluarkan karna pulang lewat dari jam ia janjikan. Pria ini sudah mengganti baju yang ia kenakan dan duduk diruang tamu berpura-pura membaca berkas sambil menunggu sera sampai. Tak berselang lama sera sudah sampai didepan rumah megah itu.


"Aduh... andrew sudah pulang lebih dulu. Guman sera yang tadi sudah berharap andrew pulang lebih lambat dari dirinya. Gadis ini masuk dengan pelan kedalam rumah itu dengan perasaan terancam karna takut bertemu andrew. Benar saja saat membuka pintu itu dia dapat melihat dengan jelas andrew tengah duduk sambil memegang sebuah map besar ditangannya.


"Dreww... sera dengan pelan memanggil pria itu.


"Dari mana kamu? sudah jam berapa ini, guman andrew berusaha tenang.


"Iyaa maaf banyak tugas drew, ucap sera sambil duduk disebelah andrew.


"Tugas apa jalan ke caffe. Ucap andrew sedikit menekan sera.


"Odi dimana diatas kan, aku keatas dulu ya melihat odi. Ucap sera.


"Dia sedang bersama mamah biarkan saja dulu. Ucap andrew yang sangat jelas mendengar suara nafas sera yang sedikit berat karna kelelahan. Gadis ini dengan rasa lega menyandarkan tubuhnya disofa itu sambil menarik nafas panjang.


"Udah makan drew, guman sera sambil mengeluarkan isi tas makanan yang diberikan putra dan menawarkan ke andrew.

__ADS_1


"Sudah kamu aja yang makan, kamu terlihat lelah seperti orang habis bekerja. Ucap andrew membuat sera hampir tersedak makanannya.


"Coffe nya buat mu aja, ucap sera menyodorkan segelas coffe ke andrew.


"Aku gak suka coffe dingin kaya gitu, ucap andrew yang dengan sengaja menolak karna tahu itu dari caffe putra. Sera berjalan menuju dapur dan kembali dengan membawakan andrew secangkir coffe panas untuk menemani pria ini bekerja.


"Besok aku mau sarapan kamu yang buat, guman andrew dengan sengaja ingin menyusahkan sera tidak seperti dia sebelumnya yang tak ingin sera banyak bekerja selain menjaga odi.


"Mau sarapan apa, aku akan menyiapkan bahan nya sekarang. Ucap sera dengan wajah manisnya menoleh melihat andrew yang masih sibuk dengan berkas-berkasnya.


"Nanti saja kamu kan baru sampai pasti kamu lelah, aku akan makan apa saja yang kamu buat. Ucap andrew yang menutup map ditangan nya kemudian merenggangkan tubuhnya yang sudah kaku karna terlalu lama duduk.


"Kenapa bekerja lagi dirumah kalo lelah drew. Ucap sera.


"Kamu juga kenapa keluar lagi padahal sudah dirumah, ucap andrew membuat sera tersedak minuman yang dia minum karna kaget.


"Gak ada lawannya memang pak andrew ini, ucap sera dengan wajah cemberut. Mereka berbincang-bincang ini dan itu sambil menonton sebuah film diruang tamu.


"Kamu besok berangkat jam berapa? guman andrew yang tak kunjung dapat jawaban dari sera. Saat pria ini menoleh dia sudah melihat sera terlelap sambil bersandar disampingnya memeluk sebuah bantal kecil dipelukannya.

__ADS_1


"Bodoh, dengan gampang nya kamu tidur disamping seorang pria. Apa kamu tidak takut dengan ku sera. Ucap andrew sambil mencium kening gadis itu.


#Happy reading kakak jangan lupa buat vote dan like yaa 💙💙


__ADS_2