
"Bagas ada menghubungi mu, tanya sera pada vina karna ponsel miliknya tertingal saat dia pingsan.
"Ada satu kali tapi saat aku menghubungi nya balik ia gak merespon raa. Ucap vina memperlihatkan riwayat ponselnya.
"Jangan biarkan bagas tau kondisiku, kamu paham kan vin. Ucap sera sambil mengusap sisa-sisa air mata miliknya.
"Gue tau apa yang harus dilakukan. Ucap vina menyeringaikan senyum sinis. Vina yakin sera bisa melewati semua masalah ini. Dia akan jadi pelindung bagi sera disaat apa-pun.
"Gimana kondisi keluarga nisa? ucap sera yang mengkhawatirkan kondisi nisa. Tak banyak yang tahu nisa juga sedang mengalami kondisi keluarga yang sedang bermasalah.
"Hari ini dia pergi mengantarkan ibunya ke tempat nenek. Ucap vina mengecek kembali pesan yang dikirim nisa.
"Terus bagaimana status kakak laki-laki nya itu. Ucap sera bertanya.
"Hasil hubungan terdahulu sebelum orang tua nisa menikah. Gue juga penasaran siapa orang nya. Ucap vina yang tak sabaran menanti kabar dari nisa.
"Nisa apa bisa menerima begitu aja? ucap sera yang tahu nisa adalah tipe orang yang keras.
"Gue gak berani tanya malahan raa, loe kan tahu nisa gimana? ucap vina sambil memotong-motong buah untuk mereka makan.
"Ibu bagaimana? ucap sera menanyakan ibu dari nisa yang begitu baik padanya.
"Jangan kamu tanya raa air mata terus saja mengalir sama seperti mu sekarang ini. Ucap vina sambil menyindir sera.
"Sialan loe yaa, ucap sera sedikit tertawa.
"Gue sempat lihat sekilas wajah cowok itu, tapi terhalang oleh ayah nisa. Ucap vina mengingat kembali pertemuanya dengan sodara tersembunyi nisa itu.
"Menurut gue lumayan sih dari postur tubuhnya aja sudah oke. Ucap vina sedikit tertawa.
"Lagian dia juga seorang pengusaha kan, ibu hanya belum bisa meneriman aja dia masih syok semua begitu cepat. Ucap vina memberikan semua informasi yang ia ketahui.
"Dan ibu dari pria itu gimana? ucap sera yang semakin ingin tahu.
"Dia sudah menikah dan memiliki dua orang anak dengan suami yang sekarang dan juga tinggal diluar, guman vina.
"Aku yakin ibu dan nisa bisa melewati ini semua, ucap sera sangat berharap agar semua nya baik-baik saja.
"Loe kasihan sama nisa terus gimana kabar loe sendiri? Ibu sakit belum lagi pacar selingkuh, ucap vina sambil memikirkan situasi yang mereka jalani sekarang ini.
"Sialan loe vin nyindirnya bisa aja, ucap sera sambil melemperkan kulit jeruk ditangannya.
"Gue mah senang ngeliat loe marah, ucap vina tertawa.
"Loe udah baca berita tentang putra, gilak dia masuk majalah pengusaha muda. Ucap vina mempelihatkan postingan.
__ADS_1
"Putra memang pantas vin dia pemuda pekerja keras dan jujur. Ucap sera yang tak kaget dengan prestasi yang didapat putra.
"Gue mau jadi wanita nya deh kalo gitu, mami pasti senang tuh. Ucap vina berandai-andai.
"Dekati dong kalo gitu, ucap sera mendorong sahabatnya itu.
"Malas gue semua cowok loe embat. Ucap vina mempelihatkan postingan yang memperlihatkan sera dan putra sedang berjalan disebuah pusat perbelanjaan.
"Loe harus hati-hati raa fans putra menakutkan dari mana coba mereka dapat foto gini. Ucap vina memperingatkan.
"Ini kan pas gue lagi belanja kebutuhan caffe lagian itu rame kenapa foto nya jadi gini, ucap sera yang mengingat kembali kejadian yang sebenarnya.
"Haters cantik, sebentar loe juga bakal terkenal foto-foto jelek mu bakal dipost mau. Ucap vina dengan senyum kecut.
"Aman aja kalo itu gue mana pernah sih jelek. Ucap sera dengan percaya diri.
"Percaya diri banget loe sistaa, mana tau ada foto loe yang lagi ngupil. Ucap vina menertawakan sera.
"Foto loe yang lagi tidur di kampus juga ada kali gue, ucap sera balik menertawakan vina.
"Jangan main-main sera, hapus raa jangan buat gue turun pamor. Ucap vina sambil mencubit pipi sera.
"Pinjem ponsel loe dong vin telpon putra, gue udah berapa hari gak turun. Ucap sera sambil memohon manis.
Tutt..tut....
Suara nada tunggu yang tak kunjung diangkat oleh putra**.
"Hallo, guman pria bersuara serak itu.
"Hay cowok, lagi dimana. Ucap vina membuka pembicaraan saat melihat wajah putra.
"Dikantor tapi udah mau ke caffe, tumben kenapa nih? ucap putra yang tak biasa menerima panggilan dari vina.
"Mau tau kabar nya pengusaha muda yang lagi naik daun dong, guman vina menggoda putra.
"Oke aku bakal teraktir wanita bermulut manis ini. Ucap putra membalas perkataan manis vina.
"Tapi bocorin dulu dimana sera? gimana kabar nya ? ucap putra yang sudah penasaran karna beberapa hari tak kunjung bertemu.
"Ada nih orang nya disini, dia juga yang suruh aku menelepon mu. Ucap vina sambil mengarahkan ponsel nya arah sera yang tanpa sengaja sedang disuntik oleh perawat yang baru saja tiba.
"Kalian dimana? sera kenapa vin? ucap putra dengan wajah yang menjadi pucat karna melihat sera dengan infusan ditangannya.
"Lagi dirumah sakit put, kenapa? ucap vina yang lupa bahwa putra tidak tahu kondisi sera.
__ADS_1
"Rumah sakit mana? kirim alamat lengkap nya sekarang. Ucap putra dengan cemas.
"Nanti gue kirim, loe mau ngomong sama sera apa gak nih? ngeliat muka loh yang marah gitu gue jadi takut. Ucap vina yang menyadari perubahan raut wajah putra.
"Gausah dia lagi tindakan, parah gak ? ucap putra yang berusaha mengorek informasi.
"Awal nya parah dia pingsan dirumah ini sudah dua hari sih disini, ucap vina berbincang dengan sedikit menjauh dari sera yang sebenarnya tak mau kondisi nya di ketahui oleh putra.
"Kirim gue alamat sama nomor kamar, loe paham kan maksut gue. Ucap putra memperingatkan vina.
"Gue paham bos, tapi boleh dong minta nomor teman loe yang kemarin jalan sama loe itu. Ucap vina kembali mengingat pertemuan tak sengaja mereka disalah satu tempat makan.
"Gue kasih selama loe dukung gue, ucap putra.
"Yasudah gue ambil mobil dulu, cepat kirim sekarang. Ucap putra sambil menutup telepon dan berjalan menuju parkiran.
"Gue kalo ketahuan sera ngasih putra alamat bisa jadi masalah ini, guman vina dalam hati namun tetap mengirimkan pesan kepada putra dimana mereka berada.
Putra memacu mobil nya menelusuri jalanan untuk menghampiri sera. Sedangkan sera sedang disibukan dengan pemasangan satu kantong darah berikutnya yang harus masuk hari itu juga. Tak nampak banyak mengeluh sera lebih banyak diam dari sebelum nya membiarkan vina yang lebih asyik bermain game disebelahnya. Hanya sesekali menatap lurus kearah jendela kamar yang memperlihatkan langit yang mulai menggelap ditutupi kabut.
"Kering banget bibir loe raa sampai tekupasan gitu? ucap vina yang memperhatikan wajah sera yang mulai memucat sedari tadi.
"Kalo cerah bukan sakit nama nya cantik, ucap sera sambil mencubit tangan vina.
"Tapi seriusan raa kamu lebih pucat dari siang tadi, ucap vina yang dengan serius memperhatikan kondisi sera yang dirasa tak kunjung membaik.
"Efek gak dandan aja kali vin, ucap sera mencairkan suasana ia tak mau teman nya ini terus aja khawatir terhadapnya.
"Kalo loe merasa ada yang sakit ngomong ra jangan diam aja yaa, gue malam ini bakal tidur sini. Ucap vina yang tak ingin meninggalkan sera begitu saja.
"Iyaa maaf vin gue ngerepotin kalian semua, ucap sera sangat berterimakasih atas semua kepedulian yang ia telah dapatkan.
"Gak ada yang kaya gitu raa, kamu segalanya bagi kita semua. Ucap vina memeluk tubuh sahabatnya itu.
Mereka sedikit berbincang-bincang tentang proyek yang sedang momo kerjakan dan akan melibatkan mereka berdua. Sera yang sudah tak sabar untuk mulai bekerja begitu antusias menanti pertemuan nya dengan momo.
"Duda ganteng telepon nah, ucap vina menyerahkan ponselnya karna bergetar menerima panggilan dari andrew.
"Bilang aja gue tidur vin, gue lagi malas ngomong. Ucap sera menolak ponsel yang tengah disodorkan vina.
"Gue chat aja kali yaa malas juga gue angkat dengan ocehan bos galak macam dia. Ucap vina sambil tertawa mengirim pesan kepada andrew.
"Terserah loe aja vin, ucap sera memalingkan wajahnya karna tak ingin lagi membahas andrew. Ia sadar telah terlalu egois dan menempatkan andrew pada situasi yang salah. Demi mengurangi rasa kesepiannya dia melibatkan andrew dalam keserakahan dirinya.
#Happy reading kakak, jangan lupa vote dan like yaa ❤❤
__ADS_1