
"Sedang apa kamu disini? kamu sedang mengintai ku? tanya sera dengan perasaan takut karna adam tiba-tiba datang.
"Aku hanya datang untuk memberikan mu ini, guman adam sambil menyodorkan sebuket bunga dan sekotak hadiah yang di titipkan aditya sebagai permintaan maaf pada nya.
"Kamu bisa menitipkan itu pada nisa untuk apa kamu datang kemari dan dari mana kamu tahu aku tinggal disini? tanya sera yang masih ketakutan.
"Kenapa kamu bersikap berlebihan seperti ini aku hanya datang dengan maksud baik, ucap adam yang merasa tak nyaman dengan sikap sera.
"Pulang lah dam, aku gak mau kamu terlibat masalah, ucap sera karna takut bagas akan melihat kehadiran adam.
"Tapi siapa pria tadi? dia sangat jelas bukan kekasih mu tapi kenapa dia mengantar mu pulang? tanya adam.
"Apakah aku harus selalu melaporkan apa-pun yang aku lakukan kepada mu? ucap sera ketus.
"Aku hanya bertanya kenapa reaksi mu seperti itu? guman adam kesal.
Sera bergegas masuk dan menyembunyikan bingkisan yang di dapat nya sebelum bagas pulang dan mengetahui kejadian sebelum nya. Sera masih saja terbayang-bayang akan orang suruhan keluarga bagas yang mengikuti nya dan itu membuat nya takut, sehingga sera menjadi lebih sensitif dengan kehadiran adam yang tiba-tiba muncul.
"Ini sudah hampir tengah malam tapi bagas belum juga pulang? guman sera yang tak bisa menghubungi bagas. Terselip perasaan khawatir karna tak biasa nya bagas tanpa kabar seperti ini. Sera berulang kali mencoba menghubungi bagas namun tak dapat tersambung membuat nya semakin gelisah.
Braakk... brakkk..
Suara pintu sera digedor dengan sangat kencang.....
"Bagas, teriak sera saat melihat bagas pulang dalam keadaan mabuk dan terluka dibagian wajahnya.
"Apa yang terjadi? kenapa kamu seperti ini? tanya sera sambil membopong bagas bersandar pada kursi.
"Aku gak suka kalo ada pria lain yang memandang mu dengan nafsu dan menyebut nama mu sebagai fantasi sex nya. Guman bagas sambil berteriak-teriak kesal.
"Siapa yang sedang kamu bicarakan? guman sera sambil meratapi luka yang menyelimuti wajah bagas.
"Dia menyebut nama mu seolah dia sedang meraba mu aku sangat tidak suka itu semua, ucap bagas sambil memukul-mukul meja.
"Maafkan aku gas, ucap sera sambil memeluk pria nya itu.
"Bukan kamu yang salah kenapa kamu yang harus meminta maaf kepada ku, mereka lah yang merendahkan mu, guman bagas sambil memeluk kekasih nya itu.
"Lain kali tolong jangan pergi bersama mereka lagi, ucap sera sambil membersihkan luka bagas.
"Raaa, guman bagas sambil memeluk erat sera, meraba gadis itu dengan lembut. Bagas menyesap leher jenjang sera membuat gadis ini sedikit mendesah merasakan setuhan hangat bagas ditubuh nya. Mereka sedikit bercumbu, sera tak bisa menolak kehadiran bagas. Sisi lain dari dirinya masih menginginkan bagas, gejolak dibatin benar-benar menyiksa sera.
"Kamu tertidur gass, ucap sera saat sadar kekasih nya itu mendengkur dalam dekapan nya.
__ADS_1
"Kalau saja kamu tidak sekaya itu atau ibu mu masih mau mempertimbang kan hubungan ini aku pasti akan sangat bahagia bisa bersama mu, ucap pelan sera sambil mencium pipi kekasih nya yang terlelap itu. Gadis ini membelai bagas dengan lembut, sebagian hatinya masih milik bagas tapi ada perasaan lain yang tak bisa dia tahan saat bersama andrew. Bayang-bayang andrew selalu melekat dipikiran nya walau ia sudah mencoba menjauh. Dosa yang ia perbuat pada bagas pada akhirnya tak bisa ia tebus walau dengan apa-pun, gadis ini sungguh sadar bahwa dia lah yang menghianati bagas walau dengan keadaan yang menyudutkan bagas dan membenarkan kesalahan nya.
Dering ponsel milik bagas yang tak ada hentinya berdering sedari subuh membuat sera memberani kan diri mengangkat panggilan itu........
"Hallo, ucap sera dengan lemah lembut.
"Kenapa kamu yang pegang ponsel bagas? kemana bagas? ucap mami bagas dengan kasar.
"Karna wanita sialan seperti mu kami harus terpisah, ucap sang mami yang terus menghina sera. Gadis ini berusaha untuk diam walau harus mendengarkan perkataan yang kasar. Sera memberikan ponsel itu setelah membangun kan bagas, mata sera yang hampir menangis tak bisa ditutupin di depan bagas. Pria ini menatap sera sambil menggenggam tangan gadis nya itu.
"Seharusnya kamu gak perlu menjawab panggilan itu sayang, guman bagas sambil mematikan ponsel nya karna tak tahan harus mendengar perkataan mami yang menyakitkan.
"Ayah mu sakit? guman sera dengan pelan.
"Entah lah bisa aja itu hanya tipuan yang mami lakukan. Ucap bagas memeluk gadisnya itu.
"Boleh kah aku ikut kalo kamu pergi kesana? tanya pelan sera dengan perasaan ragu.
"Kamu mau raa? tanya bagas yang terkejut mendengar permintaan sang kekasih.
"Bukah kah sudah saat nya mereka melihat ku? aku akan mencoba mengambil hati mereka. Ucap sera dengan penuh keyakinan saat melihat binar ketulusan di wajah bagas yang nampak bahagia saat ini.
"Apa yang sedang aku lakukan? apa aku ingin mati dengan masuk sendiri kedalam sana, guman sera dalam hati yang sebenar nya masih takut untuk bertemu keluarga bagas terutama sang ibunda yang memperlakukan nya dengan tidak baik sebelumnya.
"Bisa kah kita tidak membahas itu, aku masih merasakan sakit karna keadaan itu. Ucap sera berusaha menghindari pembicaraan yang akan membuat nya semakin merasa bersalah pada bagas.
"Maafkan aku raaa, bersiap-siap lah aku akan membawa mu bertemu papi, ucap bagas menyemangati sera. Akhirnya bagas memberanikan diri untuk pulang karna melihat sera dengan begitu berani mau menghadapi ketakutan nya. Bagas juga mempertimbangkan apa-pun yang akan terjadi disana saat ia akan membawa sera bertemu keluarga nya.
Jantung sera berdetak tak karuan saat sampai didepan kamar rawat orang tua bagas. Pijakan nya mulai melemah saat mendengar suara orang tua bagas terdengar cukup jelas dari balik pintu. Ketakutan jelas saja menghantui sera untuk bertemu ibunda bagas ditambah anggota keluarga bagas yang lain.
"Aku akan bersama mu ra, jangan takut semua pasti baik-baik saja. Guman bagas berusaha menguatkan sera yang terlihat gelisah. Sera berusaha menguatkan dirinya agar tak terlihat rapuh dan menjadi pendamping yang baik untuk bagas.
"Papii, ucap bagas saat masuk ke dalam ruangan. Seisi ruangan tertegun saat melihat kehadiran bagas bersama wanita cantik disamping nya.
"Kau datang nak, ucap sang papi sambil melirik sera yang hanya tertunduk dibelakang bagas.
"Kali ini apa yang terjadi? kenapa harus bekerja disaat sakit seperti ini? tanya bagas yang melihat sang papi sedang sibuk dengan leptop miliknya diatas kasur ditambah dengan beberapa asisten disamping nya yang sedang bekerja.
"Ini karna anak kesayangan ku pergi meninggalkan setumpuk pekerjaan yang tak terselesaikan dengan baik, guman sang papi berbual dengan bagas.
"Kalian istirahat lah dulu kita akan melanjutkan nya satu jam lagi, ucap sang papi mengistirahatkan beberapa orang yang sedang bekerja bersama nya. Pria paruh baya ini hanya memandangi sera yang tak kunjung mengeluarkan suara apa-pun dan hanya berdiri dibelakang bagas.
"Bagas sudah pernah bilang ada wanita yang bagas sangat cintai kan pii, sekarang bagas membawa nya kesini. Ucap bagas berusaha memperkenalkan sera kepada sang papi.
__ADS_1
"Selamat siang om, saya sera teman baik bagas. Guman sera yang tak merasa memperkenalkan dirinya dengan baik karna sangat takut saat melihat ibunda bagas hanya berdiri dan menatap nya disisi suaminya.
"Jangan hanya tertunduk nak, memang nya yang kamu jengguk lantai ini bukan om? guman papi bagas berusaha membuat sera sedikit bersantai. Sera hanya tersenyum membalas setiap ucapan yang dilontarkan untuk nya. Bagas terus saja menggenggam tangan nya berusaha menguatkan dirinya dan menunjukan keseriusan nya di depan kedua orang tua yang menentang hubungan ini.
"Untuk apa kamu membawa wanita ini kemari? tanya sang mami karna tak senang melihat sera selalu menempel pada anak nya.
"Ini sudah waktu nya dia bertemu kalian, jadi aku gak harus menutupi nya lagi. Guman bagas.
"Perusahaan apa yang dimiliki keluarga nya sehingga dia berani mendekati mu? keluarga nya mampu mendukung mu? tanya mami dengan ketus.
"Kenapa selalu hal ini yang dibahas, bukan cuma uang yang bisa membahagiakan kita. Ucap bagas tegas.
"Jadi kamu akan terus menentang mami demi wanita tak tahu malu ini? ucap sang mami sambil menunjuk-nunjuk sera. Gadis ini tak mampu berkata atau pun membela dirinya sendiri karna terlalu malu dihadapan papi bagas.
"Cukup jangan melawan lagi, seharusnya aku yang gak memaksa untuk datang. Ucap sera pelan berusaha menenangkan bagas yang nampak emosi. Sera tak ingin kedatangan pertama nya meninggalkan kesan yang buruk bagi keluarga bagas.
"Semua harus tau kamu gak seperti itu ra karna itu aku memilih mu dan siap meninggalkan keluarga ini. Guman bagas dengan sangat tegas.
"Kalian berdua diam lah, ini rumah sakit kenapa kalian terus saja bertengkar, ucap sang papi yang sudah tak tahan dengan keributan ibu dan anak ini.
"Mami diam lah dulu biarkan bagas membela dirinya, kita patut mendengarkan sebagai orang tua, ucap sang papi berusaha menengahi pertengkaran ini.
"Mami gak akan mendengarkan apa-pun tentang gadis itu, apa-pun yang terjadi mami gak akan pernah setuju calon menantu mami hanya helena. Ucap wanita ini dengan ketus. Sera tak mampu lagi menahan semua perkataan kasar yang membuatnya hampir tak bisa bernafas.
"Maaf, saya akan pulang lebih dulu. Guman sera yang berusaha melepaskan dirinya dari situasi sulit ini.
"Kalo kamu pergi aku akan ikut dengan mu, guman bagas yang tak ingin melepaskan sera begitu saja.
"Memang aku akan kemana? kamu disini aja dulu kasihan papi mu setelah selesai pulang lah aku akan menunggu. Guman sera dengan pelan.
"Aku gak bisa barnafas disini gas, tolong sampai kan permintaan maaf ku. Guman sera sambil sedikit tersenyum. Bagas membiarkan sera pergi karna tak tahan melihat gadis ini berusaha menahan air mata nya. Bagas tak kuasa menahan amarah nya yang semakin terasa karna melihat sera begitu diam dan tak dapat membela dirinya sendiri.
Mata nya tak bisa mengendalikan air mata yang terus saja turun membasahi wajah nya. Sera berusaha menahan rasa sakit yang semakin membuat nya tersiksa.
"Seraa, guman aditya saat melihat sera keluar dari lift dengan keadaan menangis. Langkah kaki pria ini terhenti saat tak kuasa ingin bertanya tentang apa yang membuat gadis ini memangis ditempat seperti ini.
"Pinjam kan aku pelukan mu, guman sera mendekati aditya dan menenggelamkan diri dalam pelukan aditya sambil menangis tersedu-sedu. Pria ini tak tau harus berbuat apa melihat gadis ini tiba-tiba datang padanya dan tak berhenti menangis.
"Akan ku anggap ini sebagai permintaa maaf mu karna telah memarahi ku kemarin, ini lebih berguna ketimbang memberikan ku bunga. Guman sera yang tak ingin berlama-lama menikmati keadaan ini. Gadis ini hanya perlu sejenak mengeluarkan kegundahan nya agar merasa sedikit lebih baik.
"Baiklah kalo itu mau mu, terimakasih telah memaafkan ku. Guman aditya tak bisa menahan tawa saat mendengar sera berkata seperti itu disaat dia tak dapat menahan air mata.
"Terimakasih, guman sera tersenyum sambil berjalan pergi meninggalkan tempat yang membuat nya sangat terluka.
__ADS_1
Bersambung......