Strong Women

Strong Women
Part 93


__ADS_3

Sera masih terlelap dalam tidurnya. Gadis ini terlihat sangat lelah dan tak berdaya. Sedangkan ruangan sudah dipenuhi keributan yang dibuat oleh momo dan kedua gadis lainnya. Andrew yang nampak tidak suka melihat kedatangan pria lain yang ia tidak kenal. Pria ini hanya duduk sembari bermain leptop miliknya menyusul pekerjaan yang tertinggal. Sedangkan patner kerja momo itu hanya duduk terdiam sambil membaca koran yang tersedia.


"Kamu udah pernah coba bilang ke sera? ucap vina kembali mengingatkan tawaran pekerjaan untuk sera.


"Gue gak berani kali kalian gak lihat samping nya macan gitu. Ucap momo menunjuk keberadaan andrew.


"Tapi gue yakin sera bakal mau dia juga lagi perlu uang kan, ucap vina berusaha membujuk momo agar berterus terang kepada sera.


"Nanti aja tunggu dia sehat, gue masih mempertimbangkan. Guman momo yang masih tidak begitu yakin.


"Ini seriusan bagas gak di kasih kabar? ucap momo yang tak menyangka tidak adanya keberadaan bagas disaat sera terpuruk lemah seperti ini.


"Gue malah senang lagi gak ada bagas, luka sera yang kemarin aja belum sembuh. Ucap nisa yang masih kesal akan bagas.


"Kalian harus lihat ini sih, ucap vina sambil menyodorkan ponselnya untuk memberikan foto yang ia dapat dari seseorang tentang keberadaan bagas dengan wanita lain beberapa saat lalu.

__ADS_1


"******** bagas, kelamaan diam dia makin melambung. Ucap nisa yang kesal melihat foto diponsel vina.


"Kalian tenang dulu jangan sampai sera tahu dia bisa makin drop, kita pantau dulu gimana selanjutnya. Ucap momo yang mencoba menengahi kedua wanita yang sudah emosi karna melihat kelakuan bagas.


Andrew berada diluar ruangan sedang bertukar kabar dengan beberapa karyawan nya untuk mengatur jadwal pekerjaan. Patner kerja momo dengan berani mendekati sera dan duduk tepat disebelah nya gadis ini sambil mengamati sera dengan seksama. Pria ini nampak sangat tertarik pada sera karna kepribadian dan gaya yang ia punya.


"Tunda pemotretan sampai gadis ini sembuh. Ucap teman momo sambil memperingati momo tentang kesungguhannya untuk membawa sera dalam proyeknya.


"Kamu lihat kondisinya kan? gue gak bisa janji banyak buat sisanya. Ucap momo yang masih enggan menyerahkan sera begitu saja.


Setelah beberapa lama hanya tinggal sera dan andrew diruangan ini. Sunyi tak ada suara sedikit pun, andrew hanya duduk bermain leptop sambil mengerjakan pekerjaan nya. Dia membiarkan sera dengan tenang untuk beristirahat karna gadis ini terus saja merintih entah apa yang ia rasakan. Roy yang tak kunjung datang hanya mengirimkan berbagai makanan kerumah sakit karna masih terjerat oleh banyak nya pekerjaan hingga larut malam.


Dipertengah malam sera kembali mendapatkan satu kantong darah yang harus ditransfusi. Gadis ini hanya diam menahan sedikit nyeri diberbagai bagian tubuhnya yang ia rasakan. Tak banyak bicara gadis ini hanya diam menatap andrew yang masih sibuk dengan leptop nya namun sesekali mencuri pandang padanya. Rasa terluka jelas sera rasakan disaat seperti ini bagas pun tidak kunjung menemuinya. Pria yang begitu diharapakan tak kunjung datang atau sekedar menanyakan kabarnya. Disaat-saat dia sangat butuh seseorang untuk tempat berbagi hanya andrew yang dengan setia duduk menemaninya.


Dengan mata yang sedikit sembab membuktikan bahwa sera berusaha menahan perasaan yang menyakitkan. Mencoba berpikir positif untuk bagas namun hati nya berulang kali jatuh dan kembali membayangkan bagas bersama wanita lain duduk bersama dimeja makan. Berulang kali berfikir mungkin saja bagas kali ini sedang duduk disebuah sofa sambil berpelukan dengan gadis lain. Berbagi hangat nya tubuh, saling bertukang cerita membuat sera memikirkan apa-pun yang biasa dia lakukan dengan bagas akan terjadi pula dengan gadis itu.

__ADS_1


Sera sangat merindukan kebersamaan dengan bagas. Berkali-kali mereka hanya bertemu secepat kilat dan pergi berpisah berhari-hari. Sera pun tak berani meminta lebih apa-pun terhadap bagas karna ia sadar tak mampu memberi lebih atas apa yang dibutuhkan bagas. Gadis ini hanya berusaha mengerti bagas dengan alasan pekerjaan yang terus saja menyita waktu pria itu berhari-hari. Hanya tangisan yang dapat menguraikan perasaan sera menanti bagas tanpa kepastian.


Kehadiran bagas yang sangat di nanti bisa sedikit meredakan kegelisahan. Namun tak juga berjumpa bahkan bayangan nya pun tak dapat terlihat jelas. Sera sangat ingin bertemu dengan pria yang membuat nya jatuh hati selama lebih dari tiga tahun itu. Pria yang selalu memanjakan nya, pria yang selalu mencintai nya dengan hangat, pria yang memeluknya ketika ia terluka. Sekarang hanya bias dari sisa-sisa kebersamaan mereka yang bisa sera kenang. Gadis ini sangat ingin tahu keberadaan bagas namun ia juga takut untuk terluka.


"Seraa, ucap andrew yang mendengar suara rintihan pelan dari gadis itu.


"Sakit kah? ucap andrew sambil mengelus dan berusaha menenangkan sera yang terlihat merintih dan menangis. Gadis ini hanya menganggukan kepalanya memberikan tanda bahwa ia merasakan sakit. Sakit yang menimbulkan luka di hatinya yang tak kunjung membaik.


Andrew hanya duduk menatap gadis itu yang mencoba menahan tangisan lebih mengeras. Sangat jelas terlihat di wajah sera ia sedang menahan sesuatu yang tak dapat keluar begitu saja. Pria ini berusaha menjadi penopang segala ketakutan gadis itu.


"Kemarilah raa, aku siap menjadi bahu mu. Ucap andrew yang menyandarkan tubuhnya di ranjang sera sambil membuka kedua lengan nya yang siap menampung sera dalam dekapannya.


Sera yang berusaha duduk dari posisinya tanpa ragu memeluk erat pria nan gagah ini. Pelukan yang disertai tangisan yang membasahi kemeja pria ini. Meluapkan rasa sakit yang ia tahan, mengeluarkan semua dalam tangisan yang menjadi lebih deras. Deraian air mata terus saja jatuh dan belum ada tanda akan mengering. Andrew hanya memeluk gadis ini tanpa suara, ia paham sera mungkin tak butuh suara lain. Gadis ini hanya butuh tempat untuk bernaung dari kencang nya badai yang sedang menerpa.


#Jangan lupa vote dan like ya kak 💙💙 dukung team siapa dong disaat-saat situasi seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2