
Bagas bergegas untuk pulang karna tak tahan saat melihat beberapa potong foto yang dikirim kan kepadanya memperlihat kan sera sedang bersama pria lain sedang berdansa. Pria ini tak mampu membendung rasa cemburu nya karna melihat foto-foto ini. Berulang kali terdengar samar dia menyalahkan dirinya karna membiarkan sera seorang diri. Bagas sangat takut sera dengan mudah berpaling disaat kondisi hubungan mereka yang sedang bermasalah.
"Aku akan menjemput mu sekarang juga, ucap bagas dalam pesan yang di kirim kan untuk sera. Gadis ini hanya tersenyum tipis saat membaca pesan itu.
"Aku bahkan belum tidur dengan cukup malam tadi sekarang harus pulang, ucap sera kesal saat sarapan bersama kedua sahabatnya.
"Bagas? bukan dia akan pergi selama tiga hari, kenapa sekarang sudah pulang? ucap nisa.
"Kalian memang pasangan yang aneh, terlihat baik-baik sih diluar tapi di dalam kalian saling menusuk, ucap vina dengan ketus.
"Makasih sayang pujian nya, ucap kesal sera.
"Kalian sedang membicarakan apa? ucap adam saat mendekati meja makan.
"Gue gak betah kalo ada mereka, ucap sera berbisik dengan nisa.
"Sama gue juga raa yang senang cuma teman loe yang satu itu, ucap nisa menunjuk vina yang terlihat girang melihat aditya yang baru saja bangun.
"Ini sih gak ada bedanya, gue menghindar dari rumah vina karna andrew sekarang disini ketemu yang lebih parah. Ucap sera sambil tertawa bersama nisa.
"Ini antar kita aja raa tapi hubungan mu dengan andrew gak bisa jadi baik seperti dulu kah? tanya nisa dengan sangat penasaran.
"Terus loe mau nya gue gimana? senin-kamis sama bagas sisa nya sama andrew gitu? ucap sinis sera menggoda nisa.
"Gue juga mau kalo gitu yang satu baru belajar yang satu lagi sudah ahli, guman nisa berbisik pada sera.
"Gue gak nyangka sih ternyata pikiran loe gak jauh beda sama gue, ucap sera sambil tertawa tak menghiraukan adam maupun aditya yang berada satu meja dengan mereka.
"Memang kan ra yang berpengalaman itu lebih berasa, ucap vina sambil menyenggol tubuh sera.
"Belum tau juga vin gue belum pernah ngerasain soal nya, guman sera sambil tertawa. Gadis ini beranjak dari ruang makan pergi untuk menghubungi putra yang semalam pulang dalam keadaan mabuk. Mata aditya tak ada habisnya menatap sera yang duduk didekat jendela, pria ini merasa sera begitu bebas boleh berhubungan dengan pria mana pun walau sudah memiliki kekasih.
"Rupanya gadis seperti mu tidak hanya puas dengan satu pria, guman helena saat melihat sera disebuah supermarket.
"Lihat siapa yang sedang berbicara sekarang? karna vidio mu belum tersebar kamu terlalu santai ya? ucap vina yang tak senang saat mendengar kata-kata helena. Ini semua karna adam membantu sera membawakan belanjaan sehingga disalah artikan oleh helena.
"Jangan terlalu ikut campur urusan ku dengan dia, kamu mau bisnis keluarga mu hancur? ucap helena memberikan ancaman.
__ADS_1
"Siapa yang sedang kamu ancam? aku? kamu gak lagi salah orang kan? coba lah kita lihat siapa yang akan hancur lebih dahulu kalo kamu masih berani menyentuh sera. Guman vina mengancam kembali helena. Sera tak berdiam diri saja kali ini dia memberani kan diri membalas setiap ucapan yang di lontarkan helena.
"Kenapa kamu begitu goyang karna seorang gadis seperti ku? kamu merasa kurang percaya diri untuk mendapatkan cinta mu? bahkan aku belum mulai kamu sudah mulai takut dengan ku. Ucap sera berbisik pada helena.
"Wanita murahan seperti mu bukan tandingan ku, bermimpi lah sera. Guman helena sambil tertawa.
"Bahkan bagas saja tidak melihat mu apa yang coba kamu bangga kan di depan ku? bukan hanya bagas aku bisa mendapatkan pria mana pun yang aku mau, ucap sera sambil mengusap rambut helena dengan pelan. Gadis ini memberikan senyum sinis disetiap kata yang ia lontarkan kepada helena.
"Lakukan apa-pun yang kamu mau itu hanya akan membuat bagas tak akan bisa melepaskan ku, ucap sera berlalu pergi meninggalkan helena yang nampak terkejut dengan setiap ucapan nya. Aditya yang melihat perkelahian antar gadis ini hanya tersenyum melihat tingkah pintar sera yang mampu membuat helena yang terkenal keras kepala menjadi malu sendiri dengan ucapan yang ia lontarkan.
"Lain kali kamu harus lebih berhati-hati lagi dam, kalo kekasih mu yang melihat ini semua gak akan berakhir dengan mudah. Ucap sera sambil tersenyum sinis pada adam yang selalu mengganggu nya sedari tadi.
"Gue yakin itu pasti bikin dia gak bisa bernafas dengan baik, ucap nisa menertawa kan helena yang tak bisa berkutik melawan perkataan sera.
"Gue juga hampir gak bisa nafas berhadapan sama macan betina macam dia, ucap sera sambil merebahkan kepala nya pada pundak nisa sambil tertawa kecil.
"Kamu sudah berusaha sayang, ucap vina mengelus sera yang nampak lesu.
"Dan kalian berdua jangan bertingkah sembarangan lagi, kalian belum pernah bertemu pacar sera yang galak kan? ucap vina memperingatkan adam dan aditya yang mengikuti mereka dari belakang.
"Memang aku harus takut dengan kekasihnya itu? ucap adam sambil melirik aditya yang masih sibuk dengan ponsel nya.
Bagas menunggu sera dengan sabar di lapangan parkir sambil membawa segelas minuman kesukaan sera. "Kalian nampak bersenang-senang? tanya bagas saat melihat ketiga gadis ini tertawa saat keluar dari supermarket.
"Sudah dari tadi? kenapa gak masuk aja? tanya sera menghampiri bagas.
"Aku belum mandi jadi mending nunggu disini aja, ucap bagas sambil merangkul sera.
"Kenapa sudah balik bukan kah masih ada sehari lagi? tanya sera sambil merapikan pakaian bagas yang nampak sedikit berantakan.
"Semua udah beres jadi aku langsung pulang raa, ucap bagas sambil membelai rambut sera dengan lembut.
"Udah minum obat belum raa? aku sangat merindukan mu. Guman bagas sambil menggenggam tangan sera.
"Kamu mau pulang bareng kita apa gimana raa? tanya vina yang nampak ketus karna masih marah dengan bagas.
"Kamu bareng yang lain aja dulu raa nanti aku akan menjemput mu, lagian vina kaya nya masih mau bareng kamu. Ucap bagas berusaha menyenangkan sera.
__ADS_1
"Aku ada sedikit urusan dikantor setelah itu aku akan menjemput mu, gimana kalo kita pergi makan setelah itu? tanya bagas sambil terus menggenggam tangan sera.
"Terserah kamu aja gas, kamu berhati-hati lah. Ucap sera saraya melihat bagas pergi lebih dulu.
Aditya merasa sedikit lega saat melihat wajah adik kesayangan tersenyum lebar. Ketakutan nya selama ini sedikit terjawab dengan melihat sosok sang adik yang terlihat baik-baik saja, aditya terus saja mengkhawatir kan bagas karna tak bisa mendapat kabar apa-pun karna bagas yang terus saja berusaha menjauh dari keluarga mereka.
"Mending loe nginep disini aja lagi jangan dulu balik sampai kamu tenang, ucap vina yang terlihat membantu sera memberisihkan darah yang keluar dari hidung sera secara tiba-tiba.
"Gue baik-baik aja kali vin, ini cuma karna gue lelah aja dari kemarin kita kan sibuk, guman sera dengan pelan sambil menahan rasa sakit dari hidung nya yang tengah mimisan.
Praankkkk.....
Suara sebuah vas bunga yang sengaja dibanting oleh aditya karna merasa kesal akan sesuatu yang membuat dadanya begitu sesak saat mengingat kembali bagaimana bagas terlihat begitu bahagia walau berjauhan dari semua keluarga.
"Aaaaaa, teriak sera sambil gemetar terduduk saat mendengar suara yang begitu gaduh itu. Gadis ini menangis terisak sambil menutup kedua telinga nya dan sedikit menjerit.
"Tenang lah raa itu bukan apa-apa. Ucap nisa berusaha menenangkan sera yang sangat ketakutan. Vina berlari menelusuri asal suara gaduh itu dan menemukan adam sedang berusaha menghentikan aditya yang terlihat mengamuk dan memecahkan beberapa barang. Vina tak habis pikir melihat tingkah aditya yang terus saja berteriak, sedang kan sera juga terdengar menangis dengan cukup kencang dari arah berlawanan membuat vina menjadi binggung dengan situasi saat ini.
"Kamu gak bisa menghentikan diaa, ini masih siang tapi kalian sudah minum-minum seperti ini. Guman vina sambil mencoba membantu menghentikan aditya.
"Aku sadar vin yang minum cuma dia dan gue gak tau kenapa, ucap adam yang terlihat kewalahan menghentikan aditya.
"Hentikan dia secepatnya, ikat atau apa-pun itu. Sera sangat ketakutan mendengar suara seperti ini. Ucap vina yang juga kebingungan menghadapi situasi tak terduga ini.
"Mana gadis itu dia terlihat senang kenapa berpura-pura menderita, guman aditya yang tiba-tiba menjadikan sera sebagai titik amarah nya. Aditya berjalan mencari keberadaan sera yang cukup jelas dari suara tangisan yang sangat jelas terdengar. Pria ini berjalan terayun-ayun sambil terus berbicara hal-hal yang tak masuk akal.
"Kenapa kamu duduk disini sambil menangis, apa kamu sedang berpura-pura untuk mendapatkan simpati, tanya aditya yang terus saja mencerca sera dengan berbagai perkataan yang menyakitkan.
"Jangan pura-pura bersedih padahal kamu sedang menikmati semua ini kan, kamu pasti bangga bisa mendapatkan apa-pun yang kamu mau sekarang. Ucap aditya dengan kasar.
"Hentikan dia adam, kenapa kamu hanya diam melihat teman mu seperti ini, ucap vina yang mengamuk karna sangat marah dan tersinggung dengan semua kata-kata yang aditya lontarkan kepada sera.
"Kamu tahu apa tentang sera? siapa kamu seenak nya menghina orang lain? hanya karna kamu kaya raya jangan berfikir kamu bisa menginjak orang lain sesuka hati mu, ucap vina yang mendorong aditya untuk menjauh dari sera.
"Minggir kalian, ucap aditya yang mendorong adam dan vina dengan sangat kasar. Pria ini berusaha mendekati sera yang tengah dibawa menjauh oleh nisa. Aditya berhasil menarik lengan sera yang sedari tadi menutupi wajah gadis itu.
"Kenapa kamu lari? kamu sungguh ingin terus berlari seperti sekarang ini. Ucap aditya sambil menarik tangan yang menutupi wajah sera. Gadis ini sudah bersimbah air mata ditambah dengan darah yang masih belum berhenti membuat wajah terlihat berantakan. Aditya melepaskan sera karna terkejut saat melihat gadis ini menangis dengan kedua tangan yang berlumuran darah.
__ADS_1
"Hentikan semua ini, ucap vina sambil menyimburkan satu ember besar air dingin kearah aditya yang terus saja berusaha mengganggu sera.
Bersambung......