Strong Women

Strong Women
Part 56


__ADS_3

"Jangan sampai kalian mengusik mereka bertiga. Ucap momo dengan lantang.


"Kamu fikir ayah mu ini seorang penjahat sampai harus mendapat peringatan dari mu.


"Kalo begitu bantu aku menjaga mereka sebagai ganti nya aku akan mengerahkan tenaga ku untuk perusahaan. Ucap momo menentang kedua orang tua nya.


"Pikirkan baik-baik nak dia bisa sangat berguna bagi kita. Ucap sang ibu.


"Seperti kalian menukar ku dengan materi!


"Kami orang tua mu seharus nya kamu mendukung kami bukan malah bersikap seperti ini.


"Aku sudah cukup mengerti sikap kalian selama ini, apa itu kurang cukup?


"Hidup ini butuh harta kalo tidak bagaimana kami menghidupi mu sampai saat ini. Ucap sang ibu.


"Kamu harus pikiran bagaimana cara kita mendapatkan proyek baru ini dengan perusahaan itu. Ucap sang ayah.


"Aku harap kalian menikmati harta ini dengan baik sampai saat nya tiba, ucap momo sambil keluar dari ruangan direktur.


#Suasana lingkungan kampus.....


"Bagas gak masuk lagi raa, ucap vina.


"Bisa kan kita gak bahas dia dulu, Ucap sera dengan senyum simpul diwajah nya. Vina sangat tahu senyuman itu, sera pasti menyimpan sebuat rasa sakit untuk dirinya sendiri.


"Kalian sudah lihat pengumuman, kampus kita akan melangsungkan pertandingan antar fakultas dan kampus dari luar.


"Aku harap kalian semua ikut berpartisipasi untuk kegiatan ini karna hadiah nya sangat besar cukup untuk menutupi dana wisata kita nanti, ucap perwakilan kelas membuat kelas menjadi riuh.


"Loe harus ikut ra jangan kaya tahun lalu cuma duduk diem aja. Ucap nisa.


"Iya aku tahu, asal bukan cabang olahraga gue lagi gak niat buat main takut hitam, ucap sera mebuat yang mendengar ucapannya menjadi tertawa.


"Sialan loe seraa, mending loe jadi satpam di post depan aja sekalian, ucap vina.


"Ih orang cantik mah bebas mau ngapain aja jangan baperan gitu nah, ucap sera sambil menupuk vina dengan buku.


"Sttrrrrrr.... Biang masalah masuk, ucap nisa sambil memukul meja sera.


Dari sudut pintu masuk ruang kelas sera terdapat beberapa perwakilan kampus untuk meminta persetujuan acara dan sosialisasi acara yang akan diselenggarakan. Bukan tidak menyetujui tapi sesosok gadis yang berdiri disamping ketua BEM itu yang membuat ketiga gadis ini malas untuk merespon. Helena menjadi salah satu anggota bem kampus ini, entah dengan alasan apa membuat gadis kaya raya ini mampu ikut organisasi ini. Wajah sinis helena sudah mengincar sera yang duduk tepat di depan nya. Sera merupakan rival terbesar dan terkuat untuk bisa mendapatakan bagas. Gadis ini sudah mulai mengincar kedudukan sera sebagai kekasih bagas.


"Gue malas kalo dia yang jadi pengurus acara ini, bisa mati tekanan batin gue, ucap nisa.

__ADS_1


"Kamu kan sudah daftar jadi ga mungkin bebas. Ucap sera dengan tertawa.


"Ikuti aja aturan mainnya, kita gak akan kalah dengan mudah bukan. Ucap sera sambil menyemangati nisa dan juga diri nya sendiri yang masih tidak ingin bertemu helena.


"Kalian sudah liat aksi putra gak di clubb, orang tampan memang susah untuk di tolak yaaa, ucap vina yang sedari tadi hanya memperhatikan ponsel miliknya.


"Gue liat dong, ucap sera penasaran.


"Kelas berat sih ini, lihat saja penonton nya sampai gak bisa gerak. Ucap sera yang mengagumi pesona putra.


"Kapan-kapan kita harus nonton aksi nya langsung. Ucap nisa.


"Beruntung nya kita bisa dekat dengan orang seperti diaa, ucap vina.


"Loe kan kerja sama dia kita bisa dapat tiket dengan mudah kan, ucap vina.


"Boleh asal loe minta sendiri jangan pakai gue ya, ucap sera tertawa.


"Pelit banget loe raa, malam ini jadwal mu kan. Ucap nisa.


"Kenapa jadi kamu yang lebih hapal agenda ku sih. Ucap sera tersenyum


"Kita mau ikut nongkrong di caffe itu, gue liat review nya bagus akhir-akhir ini. Ucap vina.


#Caffe.....


Ruangan ini sudah dipenuhi antrian pelanggan. Bangunan nya pun sudah di tambah karna semakin ramai nya pengunjung yang datang. Daya tarik caffe ini bukan hanya makanan dan kenyamanan tempat, pesonan sang pemilik tempat ini juga daya tarik tersendiri bagi kaum hawa yang datang. Seorang pria tampan, disc jockay terkenal, anak pengusaha dan pewaris universitas ternama siapa yang tak ingin dekat dengan nya. Putra selalu menyempat kan datang mengontrol caffe di sela-sela kesibukan kantor nya, dia seorang sarjana jurusan teknik dengan nilai akademik cukup cemerlang saat dikampus. Sekarang dia mengelola salah satu perusahaan sang ayah sambil menjalankan beberapa bisnis yang ia bangun sendiri.


Vina dan nisa sudah duduk di meja sambil bermain game di ponsel masing-masing. Dua gadis ini sudah lebih dari satu jam duduk menemani sera bekerja.


"Jangan juga dong teriak-teriak gitu, ucap putra menghampiri mereka.


"Hey cowok, ucap vina.


"Dari tadi disini? gak pesan makan, ucap putra.


"Gak kita akan makan setelah sera pulang kerja aja put, kenapa mau ikut? ucap vina.


"Boleh aja kalo gak ganggu kalian, ucap putra dengan senang.


"Aman asal kamu semua yang bayar, ucap nisa.


"Gampang kalian boleh makan apa aja, ucap putra sambil tertawa.

__ADS_1


"Ingat jangan bawa nama bagas, suasana hati sera lagi buruk, ucap vina memperingati nisa.


"Kenapa juga aku harus sebut dia, mending sebut andrew deh. Ucap nisa sinis.


"Memang sera sangat dekat dengan andrew? tanya putra.


"Banget, tapi lebih ke anak nya sih sera sayang banget sama odi. Ucap vina.


"Kalian juga dekat sama andrew?


"Lumayan karna dia teman abang gue yaa bisa di bilang gitu sih, ucap vina.


"Kamu lagi cari informasi yaa, nanya lengkap banget. Ucap nisa.


"Hah.. cuma penasaran aja. Udah gue cek kedalam dulu entar gue tunggu di parkiran. Ucap putra berlalu pergi.


Sera menahan rasa nyeri di dada nyaa. Gadis ini sudah lebih dari 15 menit duduk di bangku luar dapur tempat ia bekerja. Menahan tetasan darah segar yang keluar dari hidung nya. Putra berjalan keluar untuk mengecek persedian barang caffe.


"Seraaa... Ucap putra yang melihat sera terduduk di sudut. Gadis ini menoleh dengan tangan menutup hidung yang mengeluarkan darah.


"Kenapa kamu? tunggu disini aku akan mengambil kan handuk hangat. Putra dengan cepat berlari kearah dapur.


"Duduk lah disini, pusing? ucap putra.


"Udah mendingan ko kaa, ucap sera.


"Kamu terlalu banyak bekerja sera, tubuh mu lelah, ucap putra dengan cemas.


"Iya lain kali aku akan lebih berhati-hati.


"Aku akan panggilkan teman mu, seperti nya mereka masih di depan. Ucap putra.


"Jangan kaa nanti mereka rusuh malahan, aku sudah gpp, lagian sudah stop juga kan. Ucap sera sambil tersenyum.


"Kamu yakin? udah kamu jangan kerja kagi istirahat disini, ucap putra menyerahkan sebuah jaket untuk di pakai nya.


"Mau makan sekarang gak aku suruh dapur buat kan yaa, ucap putra.


"Nanti aja kaa barengan sama anak-anak, jangan bilang aku kaya gini ya kak janji, ucap sera sambil menarik-narik baju putra.


"Iya tapi kamu janji juga jangan kecapean gini, kalo memang lelah aku bisa taro kamu di bagian lain, paham sera. Ucap putra dengan lemah lembut menyentuh kepala gadis itu.


happy reading kakak jangan lupa vote like yaa ♥♥

__ADS_1


__ADS_2