Strong Women

Strong Women
Part 20


__ADS_3

Andrew masih merasakan debaran jantung nya yang memacu, tingkah sera yang manis membuat binggung bagaimana dia harus menghadapi malam yang panjang ini hanya di tinggal berdua bersama gadis manis yang duduk di samping nya itu. Sera masih lekat mengawasi ranjang dimana jordi tidur dengan pulas, walau infusan sudah di lepas tapi masih ada jarum yang melekat di tangan bocah itu untuk tempat memasukan obat. Sera mengawasi tangan itu takut odi bangun dan melepasnya.


Andrew sudah kembali sibuk dengan leptop dihadapannya sedangkan sera masih asyik menonton tv. Suasana di kamar itu terasa sunyi tidak ada suara yang keluar dari mereka berdua, bagi sera dia diam hanya karena tidak mau mengganggu andrew yang terlihat sedang sibuk bekerja sedari tadi.


Rasa sakit di lambung mulai menyerang sera, dia mulai menekan-nekan bagian perutnya yang terasa sakit. Sera mulai menggeliat menahan sakit andrew masih saja tidak sadar akan sera yang menahan sakit karena sibuk dengan file-file dokumen dihadapan nya. Sera beranjak menuju tas dia meminum obat yang selalu dia bawa kemana pun.


Tak lama berselang suara tangisan mulai terdengar dari arah tempat tidur. Jordi mulai menangis dan terduduk diatas tempat tidur, bocah ini memanggil-manggil sera dia berfikir sera pergi meninggalkan nya. Sera berusaha menenangkan odi dengan menimang anak kecil ini dengan lembut, memberikan botol susu karena odi terlihat kehausan. Andrew hanya memperhatikan dari sudut sofa melihat anak nya sangat menikmati perhatian dari sera.


Pandangan andrew tiba-tiba teralihkan dengan darah yang menetes dari tangan sera, dia baru sadar kalo siang tadi sera jatuh di lapangan saat pertandingan. Dia berjalan menghampiri sera menarik tangan gadis itu membuat sera mendekat ke arah nya.


" tangan mu raa.... sakit kah, ucap andrew menbawa sera dan jordi duduk di sofa"


" ahh... aku bahkan tidak merasakan sakit ka hahha, ucap sera tertawa"


"biar aku bantu bersih kan ya, ucap andrew yang bergegas mengambil kota p3k di sudut ruangan ini". Sera hanya menurut dengan andrew, dia menaruh tangan nya di paha pria itu membuat sang pria terkejut menahan malu belum pernah ada wanita yang begitu santai nya menyentuh dirinya seperti sera sekarang ini. Andrew dengan cepat membersihkan luka sera, terdengar paraw suara sera menahan rasa sakit dari luka ini.

__ADS_1


" ka bisakan gendong ade dulu, aku ingin makan buah.


" oh.. kamu lapar ya aku akan keluar mencari makanan, ucap andrew langsung berdiri.


" jangan ka, aku takut di tinggal sendirian disini, ucap sera sambil menarik telapak tangan andrew membuat mereka seolah-olah sedang bergandengan tangan. Sera menarik andrew untuk kembali duduk di samping nya. Andrew hanya mematung, dia merasa malu saat ini sera sedang menggenggam tangan nya. Pria ini seperti remaja yang baru pertama kali merasakan cinta namun itu sangat wajar semenjak mendiang istri meninggal andrew hampir tidak pernah kembali berkencan dengan wanita manapun.


Sera menyerahkan jordi kepangkuan sang ayah, dia berjalan menuju meja mengambil beberapa buah, pisau dan juga piring. Sera kembali duduk dengan andrew tapi sekarang dia duduk di lantai berselonjor sedangkan jordi dan andrew duduk sofa. Sera dengan cepat mengupas beberapa buah, memotong nya menjadi beberapa bagian kecil. Gadis cantik ini mulai menyodorkan buah itu ke bibir duda tampan ini.


" kaa buka pang mulut nya sedikit... aaaa. ucap sera menyodorkan garpu dengan buah diujung nya. Andrew yang terkejut hanya bisa membuka mulut nya memakan buah yang di sodorkan. "gadis ini lagi-lagi membuat ku berdebar karna tingakah nya. guman andrew pelan sambil mencium pucuk kepala jordi". Mereka menghabiskan waktu bersama walau tidak banyak perbincangan tapi mereka begitu sangat dekat.


Andrew mulai menyentuh pucuk kepala sera sambil terus menatap wajah cantik gadis itu, dia terus saja tersenyum melihat sera berbaring di pangkuan nya. Saat sera mulai merasakan hawa dingin andrew memberikan selimut. Andrew hanyut dalam perasaan nya sendiri melihat sera berada begitu dekat denganya. Dia bukan sosok yang mudah dekat dengan wanita namun dengan sera dia begitu mudah nya berinteraksi.


Andrew mulai mengingat pertemuan awal antara dia dengan sera. Dia mengingat bagaimana hangat nya sera memeluk nya karena ketakutan. Senyuman terus saja mengembang di sudut bibir andrew. Tak lama berselang andrew sudah terlelap juga. Waktu begitu cepat berjalan membuat mereka bertiga sudah terlelap diruang yang sama dan saling berdekatan.


Saat subuh tiba jordi kembali menangis, sera yang mendengar jordi menangis langsung tersadar dan menghampiri odi. Andrew juga terbangun karena merasakan sera bangkit dari pangkuan nya. Hujan deras yang turun membuat udara disana sanggat dingin ditambah pendingin ruangan yang menyala. Jordi bergetar merasakan dingin membuat sera kebingungan.

__ADS_1


" raa kemari lah, ucap andrew kemudian menyelimuti mereka berdua dengan selimut besar"


"kamu masuk lah sini juga ka pasti kamu kedinginan.


" tidak kalian lebih penting bagiku, ucap andrew. Sera yang mendengar perkataan andrew menjadi malu merasakan debaran di dadanya. Sera kemudian menarik badan andrew mendekat pada nya.


" masuk lah, aku tidak punya tenaga kalo harus menjaga dua orang yang sakit. Ucap sera mendekat ke pelukan andrew.


Andrew tanpa sadar malah memeluk gadis di hadapan nya ini dengan erat, membuat jordi menggeliat akibat terlalu kencang nya pelukan sang papah. " kaa longgarkan sedikit ada odi ditengah kaa. Ucap sera tersenyum.


Andrew yang tersadar dari lamunan nya menjadi malu akibat perbuatan nya sendiri. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan sang anak yang ada di tengah mereka dan malah memeluk sang gadis dengan erat, padahal yang membuat dia bisa sedekat ini dengan sera adalah sang anak. " dasar bodoh lo ndrew, tapi ini kesempatan kan ga boleh di lewatkan juga gitu aja. guman andrew pada diri nya sendiri sambil tertawa dalam hati"


Di tempat lain nya......


Bagas merasakan gelisah dalam hati nya, dia memikirkan sera berulang-ulang sampai tidak bisa tidur. Dia gelisah kembali mengingat tingkah sera yang begitu mencemaskan seorang bocah yang baru saja dia kenal. Sedang kan besok weekend bagas sudah janji kepada sang papi untuk menemani bermain golf bersama beberapa rekan bisnis yang sudah pasti bagas tidak dapat bertemu dengan sera membuat nya tambah merasakan kerinduan dan juga mencemaskan sera yang dekat dengan pria lain nya. " shittt..... kamu harus hamil anak ku raa agar kita bisa terus bersama sayang, guman bagas sambil melihat bingkai foto nya berdua dengan sera."

__ADS_1


Jangan lupa bantu vote like ya ka... Happy reading 💋


__ADS_2