
Hembusan nafas yang hangat sangat terasa diwajah ku, saat ku buka perlahan kelopak mata ku wajah tampan bagas berada tepat di depan ku. Wajah pria yang membuat ku menyerahkan segala yang aku miliki, ku belai wajah tampan pria ini. Aku sangat menyukai segala yang ada di dalam diri pria ini, bukan hanya wajah nya yang rupawan, sikap nya yang begitu lembut terhadapku, berulang kali aku membuat nya kecewa dengan tingkah nakal ku pergi keclub bersama sahabat ku namun ia selalu berusaha mengerti walau terkadang dia juga akan marah terhadapku. Bagas selalu mengambil berat akan masalah yang aku miliki berulang kali dia menolongku.
Dia selalu memberikan ku kebebasan dalam menjalani kehidupan ku, aku sadar dia tidak begitu menyukai pekerjaan ku saat ini sebagai pengasuh jordi. Tapi dia berusaha mengerti akan keputusan ku walau mungkin dia harus menekan emosi yang bergejolak dalam dirinya. Bagas memberikan aku tempat untuk berlindung, sayap lebar nya selalu melindungi ku dari besarnya angin kencang yang menerpaku. Pria ini memberikan hampir seluruh dirinya padaku tanpa aku minta sekali pun.
Aku sangat ingat saat kami pertama kali bertemu waktu duduk di bangku sekolah. Bagas seorang ketua tim basket terkenal disekolah kami. Paras nya yang rupawan sangat menarik perhatian kaum hawa disekolah, dia begitu ramah pada siapapun yang berada didekat nya. Bagas tipe pria penyayang aku sadar saat aku melihat dia menolong seorang anak kecil yang akan menyebrang di depan sekolah. Setiap pertandingan basket yang berlangsung dilapangan pasti akan dipenuhi oleh kaum hawa yang ingin melihat bagas bertanding. Dan tak ketinggalan para sahabatku yang juga selalu ikut menonton pertandingan bagas. Terkadang aku juga ikut menikmati pertandingan itu namun aku lebih sering lewatinya karna aku sendiri disibukan oleh kegiatan club voly ku.
__ADS_1
Bagas juga beberapa kali terlihat menonton kegiatan club ku, dia terkadang datang sendirian atau bersama dengan ketiga sahabatnya. Terkadang aku merasa kesal akan kehadiran bagas dilapangan karna ia malah menjadi pusat perhatian anggota club ku. Siapa yang tidak akan tergoda melihat pria tampan dan populer sedang duduk berdekatan dengan kita, aku pun terkadang meliriknya namun aku tidak berani berharap lebih karna status kami yang jelas berbeda.
Desas-desus bagas adalah anak keluarga terpandang pernah terdengar oleh ku, namun semua itu tidak terlihat saat aku melihat bagas ikut bekerja disebuah caffe yang berada dekat dengan sekolah. Dia tampak menikmati bekerja disana, tak tampak rasa malu atau apapun saat dia bekerja hanya senyuman lebar yang terus terlihat diwajah tampan nya. Mungkin itu juga yang membuat nya sangat di sukai banyak orang termasuk diriku.
Mungkin terkadang aku menjadi sangat egois karna selalu mementingkan kesenangan ku. Memaksakan kehendak ku yang terkadang bertentangan dengan dirinya. Belum pernah aku melihat bagas sangat marah akan hal yang aku inginkan, dia sangat menolak saat aku meminta ijin untuk bekerja dengan andrew. Tapi dia berusaha menerima keputusan ku dengan besar hati. Mungkin dia merasakan ketakutan akan aku yang akan tergoda oleh pria lain dan itu tidak bisa ku pungkiri. Dan aku tidak akan menyalahkan sikap bagas yang menentang ku saat itu karna untuk beberapa saat ini aku merasakan hati ku mulai sedikit bergerak ke arah yang bukan seharusnya. Aku berharap aku hanya tergerak oleh bocah kecil yang selalu aku rindukan bukan karna hal lainya.
__ADS_1
Bagas yang saat ini selalu disibukan oleh pekerjaan baru nya, bahkan masuk kuliah sudah sangat jarang ia lakukan. Intensitas kami bertemu pun menjadi berkurang. Bisa berhari-hari bahkan untuk beberapa pekan kami tidak bisa bertemu karna bagas terlalu sibuk akan pekerjaan. Aku hanya bisa mendukung segala kegiatan nya dan berusaha memahami nya sebagai bentuk pengorbanan ku akan dia yang selalu mengerti akan tingkah ku. Walau terkadang aku sangat merindukan kan namun aku takut untuk menuntut lebih karna itu aku lebih memilih bekerja untuk sedikit melupakan akan kerinduan ku.
Berulang kali aku mendapat kabar tentang bagas yang berjalan bersama beberapa wanita yang berbeda. Namun aku berusaha untuk diam entah karna takut akan kebenaran nya. Aku hanya berusaha memberikan kepercayan ku untuk bagas. Pria yang selalu menjadikan ku nomor satu di hidup nya.
Happy reading kakak, bantu vote like yang banyak ya kaa 💛
__ADS_1