Strong Women

Strong Women
Part 34


__ADS_3

Pagi yang mendung di iringin dengan hujan yang terun dengan deras tak membuat sera menghentikan langkah nya untuk bertemu odi. Gadis cantik ini sudah berada dikediaman andrew walau hujan sedang turun dengan derasnya. Kaki nya melangkah melewati pintu gerbang yang indah, dia berjalan menelusuri taman samping rumah besar itu menuju pintu dapur. Gadis ini enggan masuk kewat pintu utama karna takut membangunkan semua orang dengan suara bell yang akan dia tekan, dia lebih memilih memutar agar tidak mengganggu yang lain nya.


takk..takkk.... takkkk......


Gadis itu berlari kecil berusaha menghindari deras hujan yang turun. Mengenakan celana panjang model sobek ditambah kaos ketat dan jaket levis membuat tampilan sera begitu manis untuk wanita muda seusianya. Sera sudah berada di pintu dapur rumah besar ini dengan sebagain pakaian yang sudah basah.


"Naakk kenapa kamu datang begitu pagi, ini sedang hujan deras kamu bisa sakit. Ucap wanita pemilik rumah ini. Sera di sambut oleh nene odi yang sedang berkutat menyiapkan makan sedari subuh di dapur nya. Wanita paruh baya ini menepuk sera sambil membersihkan sisa hujan yang membasahi tubuh sera. Gadis ini di perlakukan seperti anak sendiri dia selalu di perhatikan oleh nenek bocah kecil itu dengan sangat baik.


" Gpp tan.. Sera kan harus menyiapkan sarapan untuk odi. Ucap sera sambil melepaskan jaket nya yang sudah basah.


"Kamu kira bibi atau mamah ga bisa nak menyiapkan odi sarapan sampai kamu harus basah seperti ini.


"Ahh.. tante jangan marah sera ga bermaksut gitu. Gadis ini memeluk wanita itu dengan sangan lembut membuat sang wanita ini merasakan kehangatan seperti anak sendiri.


"Sudah lah, cepat buat sarapan untuk odi baru bantu mamah masak. Gadis ini dengan cekatan langsung menyiapkan sarapan untuk odi dia membuatkan odi nasi tim disertai daging bulgogi. Tanpa dia sadar seorang pria tua yang tentu nya pemilik rumah besar ini sedang memperhatikan nya. Beberapa kali pria tua ini mengambil potrer istri nya yang sedang berinteraksi dengan gadis itu. Istri nya begitu menikmati kebersamaan nya dengan gadis muda ini.


"Tan.. odi belum bangun ya, sera akan bangun kan ya.


"Odi sedang bersama om nya biarkan saja dulu raa..


" Om? Siapa itu tante.


"Hahaha, mamah sampai lupa dia adalah anak sulungku yang baru saja pulang dari luar negeri. Nanti mamah kenal kan nak.


"Ka andrew kapan balik tan, sudah lebih dari satu minggu belum kelihatan.


"Kenapa? kamu kangen kah, dia workaholic nak mungkin karna dia belum punya pasangan lagi dan dia lebih memilih menyibukan dirinya.


" Tapi kan ada odi tan bocah tampan ku juga masih perlu papah nya yang angkuh itu.


"Maka dari itu tante akan mencarikan odi mamah baru agar dia lebih terurus. Sini nak rambut mu mamah ikat ya. Wanita itu berusaha mengikat rambut sera yang sedari tadi menghalangi wajah cantik yang sedang memasak. Disisi lain pria tua itu terus saja tersenyum melihat tingkah istrinya yang begitu memperhatikan sera.


"Nanti sera ga bisa sama-sama odi lagi dong tante. Sera mengeluarkan raut wajah sedihnya.


"Kalo begitu sera aja yang jadi mamah nya odi gimana?


"Ahh.. tante ini loh. Raut wajah nya menjadi merah.


"Nak kamu ceroboh sekali sih, ada kotoran diwajah mu sayang. Wanita itu membersihkan wajah sera dengan lembut.

__ADS_1


tlak... tlakk....


Suara seseorang menuruni anak tangga diselingi dengan tawa kecil yang sangat menggelikan.


"Pahh kenapa senyum sendirian.


"Lihat mamah mu dia begitu bahagia dengan cara yang sederhana.


"Hmm... Siapa gadis itu?


"Dia calon mu nak bukan kah cantik.


"Apa? pah jangan bercanda deh hendra ga kenal gadis itu. Pria tampan itu sambil menurunkan odi yang sedari tadi di gendong nya.


"Papah serius apa pernah papah main-main dengan perkatan papah.


"Ga handra ga akan mau.


"Lihat dulu siapa gadis itu baru kamu boleh menolak, oke paham maksut papah.


"Ga hendra malas ahh pah.


"Oke kamu sendiri nanti yang akan merasa rugi.


"Mamah odi lapey.. maem mah maem. Ucap bocah kecil itu sambil menggelayut di kaki sera.


"Sebentar sayang nanti kita makan ya. Hendra merasa heran melihat sang keponakan bagitu akrab dengan gadis itu.


"Jangan di pandang kamu kan menolak, ucap wanita paruh baya itu.


"Apasih mah, udah ah hendra lapar mau makan.


Sera berjalan mendekat kearah meja makan untuk membantu bibi menyiapkan makanan. Dia tidak begitu terkejut melihat hendra yang duduk di meja makan. Dia sedari sadar saat melihat odi di gendong oleh pria itu. Sera hanya beberapa kali mengumpat dalam hati nya. " Satu sangat angkuh satu nya lagi pemain wanita, rumah ini begitu panas. Sera terus mengumat berbagai macam kata di hati nya tapi wajah gadis ini masih saja datar seperti tidak terjadi apapun.


"Nak ikut lah makan disini ya. Ucap wanita paruh baya itu.


"Baik tan.. Sera duduk sambil memangku odi


"Pah ini sera yang sudah membantu mamah menjaga odi.

__ADS_1


"Hmm... Bersikap baik lah dengan sera mah jangan sampai dia melarikan diri dari rumah ini. Ucapan pria itu membuat seisi ruangan menjadi ramai dengan tawa.


"Jadi karna kerja disini kamu keluar dari caffe ku. Ucap hendra dengan nada sinis sambil memainkan sendok ditangan nya.


"Apa bapak sudah mengingat saya ? bukan kah semalam bapak lupa.


"Heyy... Hendra melotot memberikan kode untuk sera agar tidak melanjutkan ceritanya. Gadis itu malah tertawa melihat tingkah pria itu yang sudah pucat pasih takut sera membeberkan kejadian semalam.


"Kalian saling kenal. Ucap pria tua ini.


"Dia bekerja di caffe ku dengan dimas pah tapi tiba-tiba berhenti membuat omset caffe menurun.


"Apa hubungan dengan omset dan keluar nya sera.


"karna dia keluar pengunjung caffe jadi berkurang pah, siapa sih yang nyuruh dia kerja disini.


"Mamah yang suruh kenapa ada masalah?


"Berarti sera membawa keberuntungan bagi caffe mu dong. Hendra hanya melenggos mendengarkan segala alasan yang keluar dari ibu nya yang sedari tadi hanya membela sera.


Gadis itu beranjak pergi sambil membawa odi bermain, hendra langsung ikut menyusul mengejar sera yang beranjak pergi. Kedua orang tua nya hanya memandangi anak nya yang mengejar sera dengan terburu-buru.


"Sini ikut aku, hendra menarik tangan sera dengan kasar.


"Aww.. sakit kaa pelan-pelan.


"Kenapa kamu disini apa untuk menggoda ku. Hendra dengan penuh pecaya dirinya menyudutkan sera.


"Menggoda itu harus seperti apa ka, apa harus seperti ini. Sera mendekat dan merangkul leher pria itu sambil mendekatkan wajah nya.


"Kamu kira aku ga berani melakukan nya disini. Hendra balik merangkul pinggang sera.


"Coba saja kalo kamu berani.


Brukkk....


Sera mendorong hendra dengan keras kemudian menginjak kaki pria itu dengan sekuat tenaganya.


"Ahh.... sakit, gadis nakal kesini kamu. Hendra mencoba meraih tangan sera yang sedang berjalan menghampiri odi yang bermain bersama bibi pengasuh nya. Sera dengan cepat berjalan mencoba menjauh namum kemudian lengan nya di tarik oleh pria itu membuat nya kehilangan keseimbangan kemudian kaki nya terpaksa menabrak meja kayu tepat di depan nya membuat kuku kaki sera terluka hingga mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Awww....hikss... hikss... sakit. Sera menangis kemudian terduduk *** telapak kaki nya yang mengeluarkan darah.


Happy reading kakak jangan lupa bantu vote like ya ka 💐


__ADS_2