
Suasana rumah bagas....
Sang ibu tentu saja tengah dilanda kecemasan karna bagas tak kunjung pulang dan berbaikan dengan dirinya seperti biasanya. Amarah terus saja menghantui pikiran nya dengan menyalahkan segalanya pada sera.
"Kamu sudah tahu dimana bagas berada sekarang? tanya sang ibunda kepada helena.
"Selama ini dia tinggal bersama sera tan, apa yang harus kita lakukan? tanya helena sangat gelisah karna tak dapat menghubungi bagas.
"Kita gak bisa menjamah gadis sialan itu dirumah nya karna bagas pasti akan tau, kita akan membuat hidup nya menderita saat berada diluar. Ucap wanita paruh baya itu dengan sinis.
"Bagas pasti masih sangat marah dengan helena tante karna kejadian di rumah sakit. Ucap helena.
"Itu menjadi urusan mu, kenapa kamu begitu gegabah menyerang gadis itu di tempat umum. Ucap wanita paruh baya itu.
"Helena gak sanggup melihat dia terus saja bersama bagas, ucap helena memperlihatkan berbagai foto yang ia punya.
"Memisahkan mereka gak akan mudah mulai saat ini, bagas akan menjadi lebih sensitif dari sebelum nya. Ucap wanita paruh baya ini sambil berfikir langkah selanjutnya.
"Kenapa tante gak beku kan segala aset yang bagas punya agar dia pulang? tanya helena.
"Bagas bukan anak bodoh, dimana pun dia bekerja dia akan dengan mudah mendapatkan pemasukan. Ucap sang wanita paruh baya.
"Bukan kah sebentar lagi kamu akan mulai kuliah, manfaatkan itu untuk menyerang sera dengan baik. Tidak ada yang akan melindungi nya saat di kampus. Ucap wanita paruh baya ini sambil menyeringai.
"Tante juga belum bisa menjamah keluarga nya, seperti ada seseorang yang melindungi keluarga gadis sialan itu, ucap wanita paruh baya itu kesal.
"Siapa yang lebih berkuasa dari kita tante? itu gak mungkin mereka hanya beruntung untuk sementara waktu. Ucap helena menyombongkan kedudukan mereka.
"Harus kah helena menyerang sera ketempat kerja nya tante? tanya helena yang sudah kehabisan akal.
"Terserah pada mu nak semua resiko kamu sendiri yang tanggung. Jangan pernah bawa-bawa tante andai kamu ketahuan oleh bagas. Tegas wanita paruh baya itu pada helena yang samakin keras kepala. Hari semakin petang ketiga dara cantik ini tertidur pulas sehabis kejadian perkelahian. Sera yang terbangun karna dering ponsel yang tak ada hentinya berbunyi, tentu saja bagas berulang kali menghubungi karna sera tak ada kabar dari sore hari.
"Hmm, guman sera saat menerima panggilan bagas.
"Kamu kenapa sangat susah di hubungi raa? apa yang kamu lakukan? tanya bagas menghujani sera dengan berbagai pertanyaa.
"Masih dirumah nisa, kami ketiduran. Ucap sera.
"Aku akan menjemput mu sekarang, bersiap-siap lah. Ucap bagas ketus.
"Tidak bisa kah aku bermalam disini? aku sangat lelah. Tanya sera.
"Kamu sudah berjanji akan pulang, kenapa kamu sekarang begini? tanya bagas dengan rasa marah. Sera sangat ingin berada dirumah ini karna bisa beristirahat sejenak dengan tenang dibanding harus bersama bagas.
"Kenapa memang nya? apakah aku gak boleh bersama teman-teman ku? cuma kamu yang boleh sedangkan aku harus mengikuti semua kemauan mu? ucap sera.
"Sera, ucap bagas.
"Kamu sedang hamil raa, jangan keras kepala seperti ini, ucap bagas.
"Aku gak keras kepala bagas, kamu yang takut aku kan pergi kan hingga harus bersikap seperti ini. Ucap sera.
__ADS_1
"Seraa cukup, kamu mau pulang atau apa mau mu? ucap bagas.
"Kenapa sekarang kamu membatasi ku sebelumnya kamu gak pernah begini, ucap sera.
"Bukan gak pernah aku hanya memberikan mu sedikit kelonggaran agar kamu gak merasa terbebani dengan hubungan kita, ucap bagas yang sudah emosi.
"Terus kenapa sekarang kamu seperti ini? ucap sera.
"Sera bukan hanya kamu yang aku pikirkan, bayi kecil kita juga harus kita pikirkan bersama. Kalo kamu terlalu senang dengan aktifitas mu gimana kondisi bayi kita? ucap bagas tegas.
"Aku akan menjemput mu, kamu bisa keluar besok atau kapan pun tapi malam ini aku akan tetap menjemput mu, ucap bagas.
"Mau kemana kamu raa? ucap vina saat menemukan sera sedang berada di dapur.
"Pulang, bagas sudah di perjalanan menjemput ku, ucap sera kesal.
"Dan kamu menurut begitu aja? disini saja aku yang akan menghadapi bagas saat datang. Guman vina kesal karna sikap bagas.
"Masih ada hari esok sayang kamu bisa menjemputku sesuai janji kita, ucap sera.
"Argghh, terserah pada mu bodoh, ucap vina ketus.
"Semua udah pulang ya? tanya sera sambil menatap sekeliling ruangan yang nampak lenggang dan kosong.
"Mungkin, aku hanya turun untuk mengambil cemilan. Ucap vina.
"Naiklah aku akan pulang sekarang, ucap sera berpamitan. Aditya yang masih berada dirumah ini sedang mengintip sera yang di jemput oleh sang adik yang tak kunjung pulang kerumah. Pria ini menatap dengan penuh pertanyaan kenapa sang adik lebih memilih gadis ini dan rela meninggalkan rumah begitu saja.
"Kenapa kamu gak turun juga? tanya adam.
"Setidak nya kamu bisa menyapa adik mu kan? ucap adam. Mereka berdua menghabiskan sisa malam dengan pesta minuman di dalam kamar adam.
"Sera, ucap bagas karna merasa diacuh kan oleh sera.
"Lepaskan aku mau tidur, ucap sera ketus.
"Kamu sudah makan? tanya bagas.
"Kamu fikir aku gak mampu menjaga diriku sendiri? ucap sera marah. Mereka berdua saling tak mau mengalah satu sama lain.
"Aku akan membuatkan mu susu, ganti lah baju mu terlebih dahulu. Ucap bagas berusaha mengalah karna khawatir terhadap kandungan sera.
"Mulai besok aku akan bekerja bersama rekan kerja yang baru, ucap bagas berusaha membangun percakapan yang sehat antara mereka berdua.
"Aku sudah memesan catering untuk kita jadi kamu gak perlu memikirkan apa-pun lagi, ucap bagas menyodorkan segelas susu.
"Aku bisa masak sendiri, ucap sera.
"Kamu harus banyak istirahat utuk menjaga kandungan mu yang masih muda ini raa, ucap bagas.
"Terserah kamu aja aku akan tetap makan diluar kalo menurut ku makanan nya gak cocok sama selera ku. Ucap sera berusaha membuat bagas kesal dengan tingkahnya.
__ADS_1
"Iya aku tahu raa, maaf karna kesalahan ku yang bodoh kamu jadi harus kesusahan seperti ini, ucap bagas sambil mengelus perut sera.
"Pulang lah gas, orang tua mu pasti sangat cemas. Kalo kamu terus begini keadaan nya gak akan pernah membaik. Ucap sera.
"Aku akan tetap disini bersama kamu dan calon bayi kita ini, ucap bagas.
"Boleh kah aku tau dimana kamu akan bekerja? ucap sera penasaran.
"Kamu bisa mengantar ku bekerja sayang kalo kamu mau, mulai saat ini aku kan berusaha sebaik mungkin pada mu. Ucap bagas.
"Mobil biar dirumah kalo saja kamu perlu sesuatu, ucap bagas.
"Kamu mau bekerja seperti ini, kamu yakin? ini bukan seperti kamu gas. Ucap sera saat membaca berkas bagas.
"Aku akan melakukan apa-pun raa, sebelum nya aku juga bekerja serabutan kan jadi bukan masalah untuk ku, ucap bagas.
"Tapi kamu terbiasa dengan kemewahan dan fasilitas lengkap, aku Bisa menghidupi diri ku sendiri gas. Ucap sera merasa khawatir.
"Sttss, aku gak mau dengar lagi yang seperti itu, aku akan berusaha semampu ku ra demi kalian. Ucap bagas bersemangat.
"Aku akan tetap bekerja boleh ya, ucap sera.
"Gausah raa tabungan ku masih cukup walau aku gak bekerja, ucap bagas.
"Aku gak bisa diam begitu saja, kamu sangat tahu aku. Ucap sera.
"Tapi kamu sedang hamil raa, ucap bagas.
"Aku akan berhati-hati gas, aku cuma akan bekerja di caffe putra untuk menjaga jordi aku akan berhenti. Ucap sera dengan perasaan sedih memikirkan jordi.
"Kamu serius raa akan berhenti dari tempat andrew. Ucap bagas nampak senang saat mendengar nya.
"Raa akhir pekan nanti ayo kita kerumah mu? ucap bagas.
"Kenapa? tanya sera.
"Aku akan melamar mu tentu saja, bayi ini gak akan bisa kita sembunyikan terus menerus kan? ucap bagas membelai rambut sera.
"Bisa kah kita menunda nya, aku belum siap harus memberitahu ibu secepat ini. Ucap sera ketakutan.
"Aku yang akan menanggung amarah kedua orang tua mu raa, ucap bagas.
"Aku tau kamu mampu tapi aku gak mampu melukai perasaan orang tua ku begitu saja, ucap sera hampir menangis saat memikirkan keadaan orang tua nya.
"Dan bagaimana dengan orang tua mu? kamu mampu menanggung amarah mereka hanya demi aku? ucap sera.
"Aku siap melakukan apa-pun raa, kamu adalah pilihan ku aku juga siap menerima resiko apa-pun. Ucap bagas.
"Kamu mungkin berani tapi aku belum tentu mampu menghadapi luapan amarah ibu mu, ucap sera dengan suara yang mulai parau.
"Baiklah jangan menangis raa, kita akan mencari jalan nya bersama. Ucap bagas.
__ADS_1
"Maafkan aku raa karna kecerobohan ku kamu harus menjalanin semua ini, ucap bagas.
Bersambung........