
Bagas dengan wajah murung mengitari halaman rumahnya. Pria ini merasa cemas karna tidak bisa menghubungin sera, kekasihnya yang terpaksa ia tinggalkan sendirian. Berulang kali bagas menghubungi sera namun tak kunjung mendapatkan jawaban. Rambutnya sudah berantakan karna berulang kali di tariknya karna rasa frustasi yang menggelayuti pikiran dan hatinya.
"Kenapa kamu gass, ucap sang kaka yang menghampirinya.
"Sial.. karna mu aku terpaksa meninggalkan kekasihku sendirian, sekarang aku tidak bisa menghubungi nya. Ucap bagas dengan nada kesal nya.
"Bahaya sekali meninggalkan wanita cantik sendirian dipulau itu.
"Pergi sana tambah pusing aku dekat dengan mu. Bagas berlalu meninggalkan kakanya duduk di bangku taman.
"Aku harus melihat dengan mata kepala ku sendiri siapa wanita yang membuat bagas jadi gila. Senyuman nakal dilontarkan sang kaka saat melihat bagas pergi menjauh.
#Dikamar andrew......
Sera tertidur pulas bersama odi di kamar super mewah ini. Bukan bagas tidak mampu untuk memesan kamar seperti hal nya andrew tapi bagas takut itu akan menimbulkan kecurigan bagi sera. Bagas memesan kamar standar namun dengan pemandangan yang langsung menghadap pantai.
Andrew nampak sedang bermain dengan leptop miliknya, mengisi waktu melihat-lihat dokumen yang sudah menunggu nya di kantor. Bukan kebiasan andrew pergi meninggalkan perusahaan dengan banyak pekerjaan seperti sekarang ini. Namun andrew tersulut api cemburu saat mendengar sera akan pergi berlibur dengan bagas.
Sesekali andrew menatap gadis cantik yang sedang tertidur di ranjang miliknya itu. Gadis dengan mata yang indah itu sudah merusak pertahanan yang andrew miliki selama ini. Andrew mulai kembali ke dirinya yang sebenarnya, keangkuhan nya selama ini mulai luntur secara perlahan. Bahkan pegawai perusahaan pun merasakan perubahan itu. Sikap andrew menjadi ramah tidak seperti sebelumnya yang sangat angkuh dan sombong.
Kringg.....kringg.....
Suara ponsel andrew yang sedari tadi berbunyi namun di acuhkan nya karna terbuai oleh paras cantik milik sera.
"Hallo, ucap andrew.
__ADS_1
"Woiii dimana kamu, hendra bilang sedang berlibur? main tinggal aja ya. Suara roy sangat jelas terdengar.
"Kenapa kamu mau menyusul? ucap andrew sinis.
"Aku cuma tanya kenapa kamu marah, ucap roy.
"Cepat lihat email mu, banyak yang harus diurus. Ucap roy.
"Iya aku tau, jordi sedang sakit jadi aku ga bisa urus itu sekarang.
"Kalo gitu pulang lah untuk apa disana kalo odi aja sakit, ucap roy.
"Aku tau sudah diam kamu sangat berisik, nanti sera bisa bangun. Ucap andrew.
"gilakk... sera ada disana juga, ndrew ingat jangan melakukan apapun yang bisa merugikan sera. Ucap roy dengan cemas.
"Bagas bukan orang sembarangan drew kita ga bisa anggap remeh. Ucap roy dengan nada peringatan.
"Nanti setelah sampai aku jelaskan, sudah aku mau istirahat. Ucap andrew sambil menutup sambungan telfon roy.
Andrew kembali fokus pada leptop miliknya. Pria ini nampak berbeda saat sedang bekerja.
"Aaaaaaa..... sera berteriak dan bangun dari tidurnyaa.
"Kenapa kamu raa, ucap andrew yang tadi langsung berlari menghampiri sera.
__ADS_1
"Aku sangat takut ka, hikss... hikss... tangisan pilu keluar dari sera.
"Tenang lah, itu hanya bunga tidur semua akan baik-baik saja. Andrew langsung memeluk sera memberikan ketenangan.
"Jangan tinggalkan aku kaa, aku sangat takut. Ucap sera.
"Tidur lah lagi aku akan ada disamping mu. Ucap andrew sambil menenangkan sera.
Malam pun sudah berganti pagi dengan sinar matahari yang cerah. Sera terpaksa harus menunda kepulangan kemarin sore, dia akan pulang bersama andrew siang hari ini.
Bagas sedang manghadiri rapat dengan beberapa perusahan yang akan bekerja sama dengan dirinya. Dia sudah di sibukan dengan aktifitas yang padat namum masih sempat menghubungi sera. Pria ini sangat cemas saat tahu sera menunda kepulangan yang sudah di jadwal kan kemarin dengan alasan tertentu yang pasti sera tidak mungkin akan bilang kau dia bermalam di kamar andrew walaupun semua itu demi odi, bagas tidak akan dengan mudah menerima penjelasan dari sera. Pria ini dengan sabar mencoba mengerti situasi yang di alami sera walau dipikiran nya dipenuhi rasa ketakutan. Bagas sudah mengirim sejumlah uang ke rekening sera untuk membeli tiket kepulangan nya, bagas sangat senang untuk pertama kali nya sera meminta uang dari nya. Walau sebenarnya sera sudah memiliki tiket atas nama nya yang diberikan oleh andrew. Sera hanya membuat alasan agar bagas tidak begitu kecewa.
tokk... tokk....
"Maaf pak, bapak sudah di tunggu diruang rapat sekarang.
"Baiklah, saya akan kesana sekarang.
Bagas berjalan menuju ruang rapat perusahaan nya dengan wajah percaya diri. Hari ini dia kan membuat kontrak dengan dua perusahaan besar lain nya ditambah kabar sera membuat pria ini terus mengumbar senyuman diwajahnya. Namun semua itu berubah saat bagas memasuki ruangan rapat. Sesosok orang yang sangat ia kenal sedang duduk tepat dihadapannya. Sesosok orang itu terus memperhatikan bagas dengan tatapan amarah yang begitu besar. Bagas sadar betul akan apa yang akan ia hadapi setelah ini, identitas yang selama ini ia sembunyikan suatu saat pasti akan diketahui oleh orang lain. Ruang rapat sudah sangat ramai karna bisnis yang di bicarakan namun bagas tidak dapat fokus karna sangat terganggung dengan sosok yang duduk di hadapannya ini.
"Bisakah kita bicara sebentar, ucap bagas mencoba memulai pembicaraan dengan sosok ini.
"Untuk apa, saya rasa semua sudah jelas untuk urusan bisnis dan yang lainnya.
"Biar aku jelaskan dulu, aku bisa menjelaskan semua ini aku punya alasan ku sendiri. Ucap bagas dengan cemas menatap sosok itu.
__ADS_1
#Happy reading kaka jangan lupa vote like yaa kakak 💚