
πππ Happy Readingπππ
***
Aris pulang dari kantor, saat sampai rumah dia tidak melihat istri nya. Dia mencari istri nya ternyata dia ada di kamar mertua nya sedang menyuapi nya makan.
"Ana!" panggil Aris.
"Iya mas" jawab Ana.
"Kemari lah" perintah Aris.
"Sebentar ya bu" pamit Ana
Ana berjalan mengikuti Aris, sampai di depan kamar ibu nya Aris berhenti.
"Ada apa mas?" tanya Ana.
"Aku di tugas kan oleh bos ku keluar kota selama 1 minggu" ucap Aris.
"Lama sekali" keluh Ana.
"Itu memang perintah dari Bos ku" jawab Aris.
"Kenapa harus kamu? apa tidak ada yang lain?" tanya Ana.
"Tidak" ucap Aris.
"Kamu keluar kota sama siapa saja?" tanya Ana.
"Sendiri" jawab Aris.
"Benarkah?" tanya Ana.
"Kenapa kamu tidak percaya sama aku?" kesal Aris.
"Aku percaya" jawab Ana.
"Mas aku boleh tanya sama kamu?" tanya Ana.
"Apa?" cuek Aris.
"Apa kamu sayang kepada ku?" tanya Ana.
"Kamu ini ngomong apa? nggak jelas banget" jawab Aris.
"Jawab aja mas" desak Ana.
"Lama lama kamu ngomong nya tambah ngawur" jawab Aris.
"Sebenar nya aku tadi ngikutin kamu mas, kamu pamit ke kantor tapi yang aku lihat kamu keluar dari hotel. Apa yang kamu lakukan di sana?" ucap Ana.
"Oh jadi sekarang kamu udah tidak percaya lagi sama aku iya? sampai sampai jamu ngikutin aku segala" kesal Aris.
"Bukan gitu, aku hanya bertanya saja" ucap Ana.
"Apa kamu menemui seseorang?" tanya Ana.
"Bukan urusan kamu!" bentak Aris.
"Tapi aku berhak tau mas karena aku istri kamu" jawab Ana.
"Kamu nemuin siapa?" tanya Ana.
"Aku menemui klien ku!! puas kamu?" bentak Aris sambil berjalan ke kamar.
Sedangkan di dalam kamar ibu nya mendengar semua nya, dia tidak menyangka bahwa rumah tangga anak nya sedang tidak baik baik saja. Tiba tiba dada nya sesak, dia tidak bisa bernafas. Tak lama kemudian Ana masuk, dia terkejut melihat Ibu nya yang seperti nya kesusahan untuk bernafas.
"Ibu.. ibu kenapa?" tanya Ana khawatir.
"Da..da.. dad..a i..bu ss.aak..kit" jawab Ibu nya dengan terbata bata.
"Ayo kita ke rumah sakit bu" ucap Ana sambil menangis.
"Aku akan memanggil Mas Aris dulu" lanjut Ana.
Ana berlari menuju kamar, dia memanggil Aris untuk mengatar kan ke rumah sakit.
"Mas... mas... tolong ibu mas... kita harus membawa nya ke rumah sakit" ucap Ana dengan tangis nya.
"Memang nya ibu kenapa?" jawab Aris tanpa rasa khawatir.
"Dada ibu sesak mas, ayo cepat mas!" ucap Ana.
"Aku lagi sibuk, kamu bawa aja ke rumah sakit sendiri" jawab Aris.
"Ayo mas aku mohon tolong ibu ku" mohon Ana.
"Aisshh.. merepotkan saja. sebentar aku ganti baju dulu" ucap Aris.
"Tidak usah ganti baju mas, Kasian ibu sudah kesakitan". ucap Ana sambil menarik tangan Aris.
"Benar benar merepotkan" gerutu Aris
Ana dan Aris membawa Ibu nya ke rumah sakit, sesampai nya di rumah sakit ibu nya mendapat pertolongan pertama. Setelah di periksa ternyata jantung ibu Ana bertambah parah harus segera di operasi, kalau tidak nyawa ibu nya tidak akan tertolong.
ANA POV
"Ya tuhan tolong selamat kan ibu ku" do'a ku.
Dokter yang memeriksa ibu keluar, aku langsung menghampiri nya dan bertanya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan ibu saya dok?" tanya ku.
"Penyakit jantung ibu anda bertambah parah, harus segera di lakukan operasi" ucap Dokter.
"Tolong selamat kan ibu saya dok" pinta ku.
"Ibu tenang saja, kami akan mengusahakan yang terbaik untuk ibuk anda" jawab Dokter tersebut.
"Kapan operasi nya di tentu kan dok?" tanya ku.
" Saya belum tau, kita harus mengawasi perkembangan nya. Jika besok keadaan nya sudah stabil operasi akan di laksanakan" ucap dokter.
"Baik dokter Leo. Terima kasih" ucap ku sambil melihat name tag yang di selip kan di jas putih yang di pakai dokter itu
"Iya sama sama, kalau begitu saya permisi" pamit dokter Leo.
"Sudah kan? aku mau pulang" ucap Aris.
"Iya mas. Terima kasih sudah mengantar ibu" ucap ku.
ANA POV END
Aris langsung pergi tidak menjawab ucapan Ana. Aris mengambil ponsel menghubungi seseorang.
Tut.. tut.. tut... panggilan tersambung.
"Kamu dimana? aku kangen" ucap Aris.
"Aku di rumah mas" jawab Sarah. Ya yang di hubungi Aris adalah Sarah.
"Bisakah kita bertemu?" tanya Aris.
"Baiklah di tempat biasa" ucap Sarah.
"Baiklah aku tunggu" ucap Aris.
Panggilan berakhir, Aris menuju tempat biasa dia bertemu dengan Sarah. Sesampai nya di sana, dia langsung menuju kamar yang biasa di tempati dengan Sarah. Ternyata Sarah belum datang, Aris menunggu sambil merebah kan tubuh nya di kasur. Memikirkan rumah tangga nya dengan Ana, Aris sudah mengkhianati Ana dan putri nya. Aris tau kalau itu salah tapi Aris tidak bisa berhenti begitu saja, entah lah Aris juga tidak mengerti dengan jalan pikiran nya. Tiba tiba pintu terbuka, muncul lah Sarah. Seperti biasa dia selalu terlihat cantik bagi Aris.
"Sudah lama mas?" tanya Sarah.
"Baru saja" jawab Aris.
"Tumben banget kamu ngajak ketemu malam malam begini?" tanya Sarah.
"Kenapa?" tanya Aris.
"Ya gapapa, kamu tidak takut Ana curiga?" tanta Sarah.
"Dia di rumah sakit" jawab Aris.
"Ana sakit?" tanya Sarah.
"Kenapa lagi dengan ibu nya?" tanya Sarah.
"Jantung nya kambu lagi" jawab Aris.
"Terus sekarang keadaan nya bagaimana?" tanya Sarah.
"Kenapa kamu bertanya tentang si tua itu terus!" bentak Aris.
"Oh baiklah maaf aku tidak akan bertanya lagi" ucap Sarah.
Tidak tau siapa yang memulai, kedua mahkluk yang berlawan jenis itu sudah tidak memakai sehelai benang pun. Dan terjadi lah...
(yah seperti itu lah ya, tidak usah author jelasin kalian pasti tauπ€π€)
***
KARINA POV
Aku mencari cari di kamar nenek di semua ruangan tapi tidak menemukan mereka berdua. Tiba tiba ada yang mengetuk pintu nya, Aku bergegas membuka pintu dan ternyata.... tetangga sebelah rumah ku.
"Ada apa bu?" tanya ku
"Karina tadi saya lihat Ayah dan Ibu kamu membawa nenek kamu ke rumah sakit" ujar tetangga ku.
"Benarkah?" tanya ku.
"Iya" jwab nya.
"Apa ibu tau ke rumah sakit mana?" tanya ku.
"Kalau itu saya kurang tau" ujar nya.
"Terima kasih ya bu sudah memberitau saya" ucap ku.
"Iya sama sama, kalau begitu saya permisi" pamit nya.
Aku mengambil ponsel ku untuk menghubungi ibu tapi sebelum aku menekan layar ponsel ku ibu sudah lebih dulu menelpon ku. Aku memgangakat telpon nya.
"Halo bu" ucapku
"Halo nak, kamu sudah pulang nak? ibu sekarang di rumah sakit" ucap ibu di seberang.
"Iya bu, aku tau dari bu Ika kalo ibu sekarang di rumah sakit. Kenapa ibu tidak mengabariku dari tadi?" kesal ku.
"Maaf nak, ibu tidak mau mengganggu kamu bekerja karena hari ini pertama kamu kerja" ujar ibu.
"Iya bu, maaf aku tadi sempat marah sama ibu. Aku khawatir dengan keadaan nenek, ibu sekarang di rumah sakit mana?" tanya ku.
"Tidak apa apa sayang, ibu tau kamu khawatir. ibu di rumah sakit MEDIKA" ucap ibu.
__ADS_1
"Baiklah aku akan kesana". ucap ku.
"Iya nak, kamu hati hati ya". ujar ibu.
Aku menutup sambungan telepon ku, bergegas mandi dan berangkat kerumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit aku menuju rawat inap nenek yang sudah di beritahu ibu saat perjalanan tadi. Sesampai nya di ruangan nenek aku melihat nenek tertidur di brankar dan ibu duduk di kursi sebelah nya.
"Ibu" panggil ku.
"Sudah datang nak? kamu sudah makan?" ucap ibu.
"Sudah bu" ujar ku
"Bagaimana keadaan nenek bu?" tanya ku
"Nenek masih belum sadar nak" jawab ibu lesu.
"Tapi nenek pasti baik baik saja kan bu?" tanya ku.
"Nenek pasti baik baik saja, kalau kondisi nya sudah stabil nenek akan segera di operasi" jawab ibu.
"Di operasi?" kaget ku.
"Iya nak. Penyakit nenek sudah bertambah parah, sebenarnya dulu dokter sudah menyarankan untuk segera di operasi tapi nenek menolak" ucap ibu.
"Kenapa?" tanya ku.
"Karena nenek tau kalau di operasi biaya nya mahal nak, maka nya nenek menolak" jawab ibu lesu.
Aku hanya terdiam mendengar ucapan ibu, sungguh aku tidak mengerti. Bukan kah semua biaya pengobatan nenek selama ini ayah yang membiayai ? tapi kenapa ibu berkata seperti itu ? aku merasa seperti ibu sedang menyembunyikan sesuatu dari ku. Aku harus mencari tau.
"Berapa biaya untuk operasi nenek?" tanya ku.
"150 juta nak" jawab ibu.
Mahal sekali!! Dimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Harus kah aku meminjam ke perusahaan? tapi aku baru bekerja. Bagaimana ini? nenek harus segera di operasi. Aku melihat nenek yang terbaring di bankar, nenek jangan khawatir aku akan melakukan apa saja supaya nenek bisa sembuh.
"Sekarang lebih baik ibu istirahat biar aku yang menjaga nenek" ucap ku.
"Jangan nak! kamu baru saja pulang kerja, kamu saja yang istirahat " tolak ibu.
"Baiklah" jawab ku sambil berjalan menuju sofa di pojok ruangan.
Saat aku sudah duduk di sofa, aku baru menyadari sedari tadi aku tidak melihat ayah. Dimana ayah? bukan kah tadi tetangga ku bilang kalau nenek di antar ibu dan ayah? tapi kemana ayah? kenapa aku hanya melihat ibu saja?.
"Bu" panggil ku.
"Iya nak?" jawab ibu.
"Bu tadi kata tetangga kita ibu menantar nenek ke rumah sakit bersama ayah, tapi kenapa dari tadi aku tidak melihat nya? kemana ayah?" tanya ku.
"Ayah tadi habis mengantar ibu ke rumah sakit langsung pulang karena belum mandi habis pulang kerja" jawab ibu.
"Oh baiklah" ucap ku.
Aku tidak bertanya lagi pada ibu, aku menyandarkan punggung ku ke sofa dan perlahan aku pun tertidur. Benar kata ibu aku butuh istirahat.
KARINA POV END
***
Sesampainya di rumah kevin langsung menuju kamar nya, dia teringat ucapan leo membuat nya tidak bisa berfikir jernih. Bahkan orang tua nya sedang bersantai di ruang tamu pun dia tidak melihat nya.
"Pa kevin kenapa? Kenapa dia tidak menyapa kita? Apa dia tidak melihat kita? aneh sekali" ucap Mirna mama Kevin.
"Entah lah ma, mungkin dia capek banyak pekerjaan" ucap Bayu papa Kevin.
"Tapi tidak biasa nya Kevin begitu pa" ucap Mama Mirna.
"Biarkan saja ma. Anak kita sudah besar, dia bisa menyelesaikan masalah nya sendiri" ucap Papa Bayu.
Mama Mirna diam saja, tapi dia merasa ada yang aneh dengan anak nya. Kevin adalah segala nya bagi Mama Mirna. Karena dulu saat menikah dengan Papa Bayu dia tidak kunjung hamil. Butuh perjuangan dia bisa mendapat kan Kevin saat usia pernikahan nya sudah 5 tahun. Dia sudah program apa saja sampai bayi tabung pun pernah dia jalani, tapi hasil nya nihil. Pernah dia putus asa dan meminta suami nya untuk menikah lagi tapi di tolak keras oleh Papa Bayu, karena ada atau tanpa anak dia tidak akan pernah mengkhianati istri nya. Dari pada dia menikah lagi lebih baik dia mengadopsi anak di panti asuhan, dia sangat mencintai istri nya jadi tidak mungkin dia menyakiti istri nya.
Dan akhir nya Tuhan mengabulkan do'a nya, dia hamil sebelum mengadopsi anak di panti asuhan. Dia sangat senang apa yang di mimpikan jadi kenyataan, tapi di saat kabar bahagia itu datang di saat itu pula kabar buruk juga datang. Dokter mengatakan kalau kandungan nya bermasalah, mungkin bayi nya akan lahir sebelum waktu nya. Karena saat di USG dokter mengatakan kalau bayi nya kembar Mirna senang bukan main begitu juga Bayu. Sekian lama menunggu ternyata dia akan punya anak kembar. Tapi saat hamil Mirna sering sakit perut dan saat di periksa kembali ternyata di dalam rahim nya bukan lah bayi kembar tapi satu bayi dan satu kista. Mirna begitu terpukul dia takut terjadi apa dengan bayi nya.
Dan akhirnya dokter mengatakan kalau dia masih bisa melahirkan tapi bayi nya akan prematur, karena bila di paksa kan menunggu sampai melahirkan kista nya akan bertambah besar dan itu akan mempengaruhi pertumbuhan bayi nya. Dengan berat hati dia menyetujui saran dokter karena dia tidak ingin kehilangan bayi yang selama ini dia ingin kan.
KEVIN POV
Setelah sampai rumah aku langsung menuju kamar ku dan langsung mandi, mungkindengan berendam air hangat bisa membuat ku rilexs. Tapi tetep saja pikiran ku masih kacau, aku memcelup celupkan wajah ku kedalam air tapi sama saja bahkan aku mengguyur kepala ku dengan air dingin malah aku yang kedinginan.
"Pergilah dari otak ku!!! teriak ku. Untung saja kamar ku kedap suara.
"Kenapa kamu berputar putar di otak ku!!!!" kesal ku.
Bukan nya bayangan itu pergi malah dia tersenyum manis di depan ku.
"Kenapa kamu malah tersenyum kepadaku!!!!" kesal ku.
"Aarrgghh.. lama lama aku bisa gila. Ayolah cepat pergi sekarang jangan mengganggu ku" ucap ku sambil menarik narik rambut ku.
Aku menyudahi mandi ku, karena percuma meskipun aku berendam sampai besok pagi tetap saja pikiran ku tetap tertuju kepadanya.
KEVIN POV END
Saat Kevin akan merebahkan diri nya ke tempat tidur ponsel nya berbunyi. Dia melihat nama yang tertera di layar ponsel nya seketika dia langsung membeku...
tbc
πππ
Jangan lupa like komen dan dukungan nya ya gengsππ
__ADS_1