Strong Women

Strong Women
Part 132


__ADS_3

Kejadian ini membuat ku harus terus berfikir tentang bagaimana akan meneruskan hubungan yang tak akan pernah mendapatkan restu ini. Bagaimana harus berjalan diatas duri yang terus menusuk tajam pada telapak kaki mu saat berjalan.


Tak banyak yang bisa disanggah untuk membenarkan hubungan tanpa restu yang kami jalanani sekarang ini. Kedua orang tua nya sudah pasti tidak akan menyetujui hubungan yang tak membawa keuntungan bagi mereka ini, terutama ibunya sudah menyuarakan penolakan keras atas kehadiran ku. Tak bisa aku menyalahkan atau pun membenarkan yang ku tahu setiap orang tua hanya ingin melihat anak nya bahagia entah dengan cinta mau pun harta. Mungkin itu juga salah satu yang di ingin kan keluarga bagas melihat anak nya bisa hidup tanpa harus bersusah payah membanting tulang seperti kalau harus hidup bersama ku.


Bertahan tentu saja sudah ku coba, namun belum membuah kan hasil yang baik bagi kami berdua. Perasaan ku bercampur aduk setiap kali aku berusaha melupakan luka yang digores kan bagas waktu itu. Untuk sesaat aku juga ingin lari dari situasi ini tanpa harus memikirkan yang lain, tapi aku sendiri masih punya perasaan yang dalam pada bagas walau sudah terluka seperti ini. Dan tanpa bagas bicara pun aku sangat tahu dia masih sangat mencintai ku sampai saat ini sama seperti yang aku rasakan, hanya keadaan yang memperburuk semua nya. Aku takut sangat membayangkan situasi saat ini apakah hanya keadaan atau memang takdir tuhan yang tak mengijinkan kami bersatu. Tak satu pun asumsi yang terbesit itu ku harapkan jadi kenyataan, aku ingin mempunyai waktu yang berharga lebih lama bersama bagas. Bahkan bagas rela meninggalkan rumah demi berusaha memperjuangkan hubungan kami.


Bagas selalu berusaha memperbaiki diri demi hubungan kami dan aku masih saja terbelenggu dengan perasaan yang salah pada andrew. Menyukai pria lain benar-benar sangat membuat ku frustasi, hubungan ku saja tak mendapat kejelasan tapi aku masih saja tak bisa membuang perasaan ku pada andrew sampai saat ini. Melihat andrew bersama wanita lain aku merasa cemburu tapi aku sendiri masih bersama bagas. Bagaimana bisa aku menjadi manusia yang egois seperti sekarang ini. Berharap perasaan ini cepat berlalu pergi namun rasanya aku semakin terikat dan ketergantungan saat andrew mulai mendekat pada ku. Awal nya aku merasa ini hanya delusi ku karna aku merasa kekurangan perhatian dari bagas tapi semakin berlalu nya waktu aku sadar andrew mempunyai tempat tersendiri didalam hati ku.


"Kenapa baru kemari sekarang? tanya putra saat melihat sera masuk keruangan nya.


"Kamu marah jadi aku harus pulang? tanya sera dengan kening mengkerut.


"Gadis bodoh, guman putra sinis.


"Tapi kamu menyukai gadis bodoh ini kan? bahkan kamu marah saat aku gak memberi mu kabar, guman sera menggoda putra yang tampak kesal kepada nya.


"Diam lah sera jangan coba memprovokasi ku, guman putra sambil melemparkan sebuah boneka kepada sera.


"Kamu sengaja memberikan ini kepada ku? guman sera sambil memainkan boneka.


"Beasiswa mu aku sudah mendapatkan kabar, kamu mau mendengarkan nya atau kamu mau langsung membuang nya. Tanya putra sambil memberikan seracik kertas berisi semua informasi yang dibutuhkan sera tentang beasiswa.


"Bukan kah ini terlalu berlebihan put, ini sangat banyak bagaimana aku bisa mendapat sebanyak ini. Tanya sera dengan rasa tak percaya.


"Baca lah dulu ini sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak, aku sudah membaca nya dan keseluruhan nya membuat banyak keuntungan bagi mu raa. Ucap putra sambil bermain dengan boneka yang tadi ia berikan sedang kan sera masih berkutat membaca informasi yang diberikan oleh nya.


"Apa aku bisa dengan cepat beradaptasi disana? gaya hidup nya pun berbeda. Ucap sera mengerut kan kening sambil membaca semua informasi yang tertera.


"Kehidupan disana sama aja raa, disana kamu juga bisa ke clubing terus sama seperti disini. Ucap putra menggoda sera.


"Kamu senang ya kalo aku dapat kekasih baru, kalo aku sudah dapat yang baru aku kan melupakan mu, ucap sera dengan senyum sinis.


"Kalo gitu akan ku batalkan semua rekomendasi untuk mu disana sehingga kamu di deportasi. Guman putra sambil melempar kembali boneka itu pada sera.


"Kalo begitu sebelum kamu melakukan itu aku sudah harus dapat kekasih yang kaya raya disana supaya dia menampung ku, ucap sera sambil berjalan keluar ruangan putra.


"Kenapa kamu kesini? tanya bagas yang tiba-tiba saja berada dicaffe.


"Kenapa kamu berada disini? bukan kah seharusnya di rumah sakit? tanya sera yang terkejut melihat bagas berdiri di depan ruangan putra.

__ADS_1


"Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku? kenapa kamu sangat terkejut milihat ku. Ucap bagas yang tak suka melihat reaksi sera.


"Tenang lah gas, kami hanya membicarakan jadwal kerja untuk menyesuaikan dengan jadwal rehabilitasi sera. Ucap putra menutupi masalah beasiswa sera.


"Apa aku harus selalu melapor pada mu kemana aku pergi? tanya sera ketus kepada bagas.


"Aku kekasih ku ra jadi aku berhak tau kemana dan apa yang kamu kerjakan. Ucap bagas menarik sera.


"Aku juga kekasih mu tapi kamu gak pernah bertanya apa keinginan ku, kamu selalu memaksakan kehendak mu pada ku. Ucap sera yang tersulut kemarahan.


"Kenapa kamu jadi keras kepala seperti ini sera, tadi kamu baik-baik saja. Ucap bagas berusaha menghalangi sera pergi.


"Bisa kah kamu diam, kamu membuat ku susah bernafas. Ucap kesal sera mendorong bagas agar menjauh dari nya.


"Kalian tenang lah, semua bisa di bicarakan dengan kepala dingin. Bagas tenang lah sera bisa menangis kalo kamu terus memaksa nya seperti ini. Ucap putra berusaha menenangkan pertengkaran pasangan ini.


Sera berusaha menjauh dari bagas agar mereka berhenti bertengkar. Pria ini masih saja keras kepala dan mengejar sera dengan penuh amarah tanpa mau mendengarkan putra yang sudah memperingatkan nya.


"Sera, teriak bagas mengejar sera.


"Tolong gas biarkan aku sebentar aja, ucap sera melepaskan tangan bagas yang sudah berhasil mengejar dan menarik nya.


"Kemana kamu akan pergi? ketempat andrew atau kemana? ucap bagas kesal dan tak bisa menahan amarah nya.


"Maaf raa, aku terbawa emosi aku yang salah raa. Ucap bagas berusaha menenangkan sera.


"Kalo kamu ada masalah dengan keluarga mu tolong jangan kamu limpah kan ke aku gas, aku gak kuat harus menahan nya sendirian. Ucap sera sambil menangis.


"Kalo kamu gak cukup puas dengan keadaan ku sekarang aku juga gak bisa memaksa mu untuk terus bersama ku, ucap sera menangis dalam pelukan bagas.


Keesokan hari........


Sera tengah terlihat bersiap-siap diruang ganti untuk bekerja hingga akhir liburan semester ini. Bagas tak bisa lagi melarang atau mencegah sera karna janji yang ia lontarkan semalam untuk menenangkan sera, pria ini hanya berharap bisa menjaga sera agar tetap bersama dirinya.


"Kenapa wajah mu itu? tanya putra yang melihat sera tak bersemangat sama sekali.


"Butuh hiburan tapi gak ada yang ngasih tiket gratisan, ucap sera sinis sambil membersihan meja kasir disamping putra duduk.


"Kekasih mu kaya raya tapi kamu masih butuh tiket gratisan? guman putra berusaha membuat sera marah. Putra lebih memilih melihat sera marah ketimbang gadis itu terus murung seperti ini.

__ADS_1


"Bisa kah aku memukul mu dengan tongkat ini, guman sera dengan senyum palsu nya. Tawa mereka terhenti saat seseorang memanggil sera.


"Sera pelanggan yang disana ingin kamu yang melayani, ucap seorang pekerja. Gadis ini begitu terkejut saat melihat ibu dari kekasih nya itu duduk di kafe tempat ia bekerja sekarang.


"Jangan raa biar aku saja, kamu pergi lah kebelakang. Guman putra menghalangi sera untuk bertemu dengan ibunda bagas yang jelas-jelas hanya untuk menyusahkan sera.


"Kalo pun aku mundur semua akan tetap sama, aku akan menghadapi nya kali ini. Ucap sera berusaha menyakinnkan diri untuk melakukan yang terbaik. Gadis ini berjalan dan bersikap seperti biasa nya sebagaimana ia melayani pengunjung lain nya.


"Kamu memang cocok bekerja seperti ini, ucap wanita itu sengaja menghina sera. Gadis ini berusaha bersikap senormal mungkin agar tidak membuat masalah bagi putra karna bukan tidak mungkin ibunda bagas bisa saja menghancurkan bisnis putra dengan mudah dan itu akan membuat sera harus merasa bersalah.


Byuuurr....


Segelah kopi panas mendarat pada kulit sera membuat tangan gadis itu merasa terbakar. Sera berusaha menahannsakit walau sesekali terdengar merintis ia tetap berusaha tenang dan membersihkan tumpahan cangkir kopi yang sengaja ditumpah kan ibunda bagas padanya. Wanita paruh baya ini dengan sengaja ingin membuat masalah bagi sera ditempat ini dengan membuat keributan agar mempermalukan sera dihadapan pelangan lain.


"Panggil manager nya, pelayan macam apa yang ia pekerja kan disini, ucap ibunda bagas berbicara dengan cukup keras sehingga menarik perhatian pengunjung lain.


"Maafkan saya bu, saya akan mengganti nya dengan yang baru. Ucap sera dengan rendah hati berusaha mengalah agar tidak membuat masalah untuk yang lain. Putra yang tak tahan melihat tingkah laku wanita itu yang sudah memperlakukan sera dengan semena-mena merasa harua bertindak untuk sera.


"Jangan put, ini masalah ku biar aku yang menyelesaikan nya. Ucap sera menghalangi putra yang akan menghampiri ibunda bagas.


"Tolong maafkan saya, ucap sera sekali lagi merendah diri memohon maaf atas kejadian yang tidak diperbuat nya.


"Kamu memang gak sebanding dengan keluarga ku, ucap wanita itu pergi meninggalkan sera yang lebih banyak mendapatkan dukungan dari pengunjung tak seperti yang diharapkan.


"Kenapa kamu membiarkan dia memperlakukan mu seperti itu, tanya putra sambil menarik sera keruangan nya untuk mengobati luka bakar itu.


"Itu tidak di sengaja, jangan beritahu siapa-pun, ucap sera memohon pada putra untuk menyembunyikan kejadian ini. Putra membiarkan sera untuk pulang lebih cepat dari jam kerja seharusnya. Pria ini tidak akan diam begitu saja membiarkan sera terus bekerja dengan menahan sakit seperti itu. Gadis ini tak mempunyai tempat untuk di tuju sebagai pelarian selain rumah yang ia tinggali sekarang ini bersama bagas. Tak merasa nyaman tentu saja walau bertengkar dengan bagas ia harus tetap melihat wajah bagas yang tinggal bersama nya sampai saat ini.


"Sedang apa kamu dirumah raa? tanya bagas yang tiba-tiba pulang dan menemukan sera sedang berkutat membuat makanan.


"Pulang lebih cepat lah aku sudah menyiapkan makan malam untuk mu, ucap sera berusaha mengalihkan bagas.


"Kenapa? jangan hanya diam aku tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu. Tanya bagas dengan kesal karna sera terlihat mengacuhkan nya tidak seperti biasanya.


"Kenapa lengan mu? tanya bagas saat mendekati sera dan melihat lebam ditangan gadis ini.


"Bukan apa-apa, kamu gak kembali bekerja? tanya sera tersenyum.


"Siapa yang melakukan nya? jawab aku dengan jelas. Bagas sadar sera tengah menyembunyikan sesuatu dari nya.

__ADS_1


"Ibu mu datang ke kafe dan gak sengaja menumpah kan secangkir kopi, ucap sera yang tak bisa lagi berkelit karna bagas akan terus mendesak nya hingga ia mengaku. Bagas semakin tak bisa melepaskan sera saat melihat gadis ini terlihat melindungi ibunda nya yang jelas-jelas bersalah dan berusaha menyembunyikan rasa sakitnya.


Bersambung.......


__ADS_2