Strong Women

Strong Women
Part 119


__ADS_3

"Gimana nisa? gue jadi gak tenang nunggu kabar dari loe, tanya sera kepada vina.


"Ponsel mu rusak? kenapa pakai punya sih dia sih hampir gue banting ponsel gue. Ucap vina.


"Jangan di banting kasih gue aja yang gak punya ponsel ini, ucap sera sedikit tertawa.


"Anda kan pacar dari orang terkaya seasia pasific minta beli dong, ucap vina sambil tertawa.


"Tapi nyatanya gak bisa membuat ku tenang vin, ucap sera.


"Raa bagi ke gue jangan ditahan sendiri loe bisa gila tau, pura-pura bahagia juga butuh dorongan raa bukan ngejalanin sendiri. Ucap vina.


"Ahh tau ahh, gue bosan dirumah terus kaya gini. Ucap sera tertawa berusaha mengalihkan perhatian agar vina tidak perlu khawatir terhadap nya.


"Nisa dia baik-baik aja yang gak baik ibu di terus saja gelisah, gue sampe gak tega. Ucap vian.


"Beneran bakal tinggal seterusnya disana? atau cuma sekedar datang bertamu aja? tanya sera.


"Bakal sih kaya nya kemarin aja barang nya datang satu box ko pas gue kerumah. Gue ketemu di depan rumah tapi gue gak berani negur. Ucap vina.


"Kenapa? bukan kah kamu bilang dia sangat tampan. Tanya sera.


"Gue takut langsung jatuh cinta raa, hahaa. Ucap vina menggoda sera. Bagas yang mendengar sera mulai tertawa membuat nya sedikit senang karna tak harus melihat sera terus saja murung seperti biasanya. Pria ini mendekati sera memeluk sang gadis dari belakang sambil menyodorkan segelas susu karna sera belakangan ini sangat susah untuk makan.


Sera berusaha melepaskan pelukan bagas karna masih merasa tak nyaman dengan pria ini, namun bagas tidak mengalah begitu saja dia semakin erat memeluk sambil mengesap pundak sera.


"Kalo begitu kamu jemput aku sekarang juga kita kerumah nisa, gimana bisa? ucap sera. Bagas mencubit pelan perut sang kekasih sebagai tanda tidak setuju membiarkan sera pergi dengan keadaan seperti ini.


"Beneran ya gue jemput sekarang, gue langsung kesana ini. Ucap vina bersemangat akan bertemu dengan sera.


"Gue tunggu dibawah, kamu jangan lama gue gak punya ponsel buat hubungin loe. Ucap sera. Gadis ini berbalik berusaha mendapatkan ijin keluar dari bagas.


"Boleh kan? tanya sera kepada bagas yang masih berada di dekatnya.


"Terpaksa boleh deh, aku aja yang antar gimana? tanya bagas.


"Aku sama vina aja nanti pulang baru kamu yang jemput gimana? ucap sera.


"Cuma kerumah nisa aja kan bukan ke tempat yang lain? tanya bagas karna khawatir dengan kandungan sera.


"Iya ke rumah nisa aja nanti kamu jemput aku disana, aku akan pake ponsel vina buat ngubungin kamu. Ucap sera yang langsung bersiap-siap begitu mendapatkan ijin.


"Kamu harus jaga diri ya raa sekarang kamu berdua bukan sendirian seperti biasanya, argghh. Aku ikut aja boleh kan gak bisa tenang kalo ngebiarin kamu pergi sendiri. Tanya bagas sambil memeluk sera yang sedang berganti pakaian.


"Aku janji akan berhati-hati, kamu akan disini aja atau keluar? tanya sera.


"Aku akan istirahat aja disini, jangan kemalaman ya pulang nya. Ucap bagas memperingatkan sera.


"Iya aku tau waktu ko, bisa kan membuatkan ku puding buah? tanya sera.

__ADS_1


"Mau itu? baiklah nanti akan aku buatkan. Jangan lama ya aku jadi gak tenang kamu mau pergi gini, ucap bagas yang masih tak rela membiarkan sera pergi. Bagas menemani sera turun untuk menunggu vina datang menjemput, walau mereka sekarang ini sedang tidak akrab seperti dulu tapi bagas berusaha untuk tetap menyapa vina walau gadis ini masih saja mengacuhkan nya.


"Gue gak tahan ngeliat dia raa, loe ko tahan sih bersama dia setelah semua ini raa? tanya vina.


"Loe tau kan keadaan gue sama andrew? jadi gue juga punya kesalahan dihubungan ini. Ucap sera.


"Loe ko jadi nyalahin diri loe sendiri, kalo dia mengutamakan loe gak mungkin loe bisa dekat sama andrew? itu semua kesalahan ada di bagas lah. Ucap vina kesal.


"Gue tidur dulu ya vin, nanti bangun kan saat sudah dekat. Ucap sera mengalihkan.


Vina sadar sera masih saja tidak bisa memaafkan dirinya sendiri untuk alasan tertentu.


"Semenjak hari itu roy gak bisa pulang kerumah kalau pun pulang hanya mengambil baju bersih dan pergi lagi. Dia bilang andrew menjadi gila kerja dan menyusahkan karyawan lain nya. Ucap vina.


"Benarkah? aku turut prihatin untuk roy yang harus bekerja tanpa libur, ucap sera sambil tertawa berusaha menyamarkan kegelisahan nya saat mendengar kabar andrew.


Bagas berjalan disebuah pusat perbelanjaan untuk membelikan keinginan sera dan membelikan ponsel baru untuk menggantikan ponsel sera yang telah rusak. Pada dasar nya bagas memang sangat perhatian dan penuh kasih sayang kepada sera. Pria ini dengan penuh semangat memikirkan bagaimana cara untuk membuat hati sera menjadi senang.


"Ibu mana saa? tanya sera kepada nisa.


"Ada di dalam mereka sedang makan, ucap nisa ketus.


"Gue juga lapar saa, aku belum sempat sarapan saat menjemput nona muda ini. Ucap vina sambil menggoda sera.


"Gue tau itu cuma alasan loe doang kan yang pengen ketemu abang tiri gue. Ucap nisa sambil tertawa.


"Ada yang manis-manis gak saa? mulut gue lagi gak enak sepanjang jalan harus mendengarkan radio rusak. Ucap sera membalas vina. Mereka bertiga begitu ceria saat bersama, rumah yang begitu sunyi ini berubah menjadi ramai dengan tawa mereka.


"Merinding gue ngeliat meja makan isinya cowok-cowok ganteng gini, ucap vina yang merasa senang melihat ada dua pria tampan yang duduk di meja makan bersamanya. Sera menyikut vina dengan spontan karna gadis ini begitu bersemangat ditengah-tengah suasana yang tidak begitu baik dirumah ini.


"Gue nyesal bukain pintu kalian, ucap nisa mencubit vina yang membuat nya kesal.


"Kalian kan tau kelemahan gue gak bisa menolak pria tampan seperti ini, guman vina membuat ayah nisa menjadi tertawa.


"Berarti om salah satu pria tampan itu juga dong nak? tanya pria paruh baya itu.


"Termasuk om tapi bukan tipe vina ya om, ucap vina tertawa. Sera mencubit tangan sahabatnya itu yang terus saja berbuat ulah.


"Ini semua ibu yang masak? tanya sera berbisik.


"Makan lah itu ada ayam kesukaan mu bukan, ucap sang ibu dengan penuh perhatian.


"Buka mulut nya biar ibu yang suapkan, ucap sang ibu kepada sera. Kedua gadis ini sudah dianggap sebagai putri sendiri oleh kedua orang tua nisa.


"Bu kenapa sera saja aku juga mau, ucap vina protes saat melihat sera disuapi oleh sang ibu.


"Sera belum kenal ya sama abang nya nisa? ucap sang ayah berusaha memperkenalkan anak nya itu.


"Oh iyaa, saya sera kaa. Maaf setelah ini kami akan mengganggu ketenangan kalian. Guman sera sambil tertawa saat memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Mereka sahabatnya adikmu jadi perlakukan mereka dengan baik juga nak, mereka bebas masuk kerumah ini. Ucap pria paruh baya itu memperkenalkan sera dan vina.


"Berarti teman-teman ku juga boleh kan datang kemari. Tanya adam pria yang sekarang menjadi anggota baru rumah ini. Ibu nisa sangat terlihat tidak nyaman dengan kondisi saat ini, wanita paruh baya ini meninggalkan meja makan berusaha menghindarkan diri.


"Tentu saja boleh, ayah tidak akan marah selama kalian tidak melakukan hal-hal yang melanggar peraturan. Ucap pria paruh baya ini. Seorang pria lain nya langsung menyenggol adam memberikan kode untuk peringatan yang diberikan oleh ayah sahabatnya itu.


"Gak bisa pesta lagi dong kita, ucap pelan pria itu.


"Tentu saja bisa, memang kita gak punya tempat lain. Ucap adam sambil tertawa. Mata adam sedikit teralih kan saat melihat kedekatan sera dengan sang ibu tiri, tidak seperti vina yang duduk bersama mereka sambil bertanya ini dan itu kepada adam, sera lebih memilih menemani sang ibu yang berusaha sedikit menjauh.


"Ibu sehat kan? tanya sera sambil membantu sang ibu membersihkan meja makan.


"Ibu sehat seperti yang kamu lihat sayang, ucap sang ibu.


"Sera yakin ibu kuat menjalani semua ini, kalo ibu sakit gak ada yang akan membuatkan ayam kesukan sera lagi. Guman sera. Pria paruh baya ini menatap lekat sang istri yang sedang bergurau pada gadis itu. Adam sangat tahu keadaan orang tua nya saat ini sedang tidak baik semenjak kedatangan nya kerumah ini. Ia melihat sang ayah sedari tadi hanya memperhatikan sang ibu dari jauh.


"Kita naik ya gadis, gue butuh tidur. Ucap sera mengajak kedua sahabatnya itu.


"Kamar gue masih dibersihkan, kita main di ruang tengah dulu, ucap nisa.


Sera merebahkan diri disofa kesukaan nya yang berada di depan kamar nisa. Gadis ini merebahkan kepala nya sambil memeluk erat boneka. Nisa sangat fokus saat sedang menonton film kesukaan nya, sedangkan vina hanya bermain game bersebelahan dengan nisa.


"Saa kamu lihat selimut warna kuning milik ku? tanya adam kepada nisa.


"Gak lihat tuh memang kamu taruh dimana? ucap nisa ketus, gadis ini memang belum bisa menerima dengan baik kakak barunya itu.


"Aku rasa semalam aku menaruh nya disofa tapi aku malah tidak menemukan nya. Ucap adam melihat sekeliling. Matanya menatap sera yang tertidur padahal hari masih pagi. Gadis ini terlihat sangat lelah, raut wajah nya begitu pucat walau sudah memakai makeup.


"Bukan kah itu selimut yang kamu cari? tunjuk vina kepada sera yang tengah meniduri selimut berwarna kuning.


"Tuh ambil sendiri kalo bisa, ucap nisa ketus.


"Suruh dia kembalikan padaku saat dia sudah bangun nanti, ucap adam meninggalkan pergi ia tak tega membangunkan gadis yang terlihat lelah itu.


"Terserah loe aja, ucap nisa.


"Sera tumben amat masih pagi udah tidur? ucap vina sambil melirik sera yang tertidur.


"Kamu gak lihat kantong mata nya menghitam? gadis bodoh ini pasti sudah tidak tidur beberapa hari, ucap nisa mengelus pucuk kepala sera.


"Ketemu bagas? tanya nisa.


"Ketemu lah, gue gak tahan ngeliat pria itu. Ucap vina merasa kesal.


"Andrew gimana? wajah nya masih lebam? tanya nisa.


"Gue gak tahu roy aja sudah gak bisa pulang karna ditahan andrew, gimana gue mau tanya. Ucap vina.


"Kenapa hidup kita jadi berantakan gini sih? tanya nisa sambil menatap sedih kepada sera.

__ADS_1


"Bidadari juga punya waktu yang sulit kali, ucap vina membuat nisa tertawa.


Bersambung....


__ADS_2