
Maaf ya kalau kata kata nya masih acak acakan. Si author mah masih belajar. Jangan bosan bosan ya... Semangatπͺ
πππ HAPPY READINGπππ
Sudah seminggu berlalu tapi nenek Karina belum sadar juga. Nenek pun tidak menunjukan tanda tanda untuk sadar, Karina dan ibu nya bergantian menjaga nenek. Aris tidak pernah datang mengunjungi Ibu mertua nya karena dia ada tugas ke luar kota. Saat pulang kerja Karina langsung menuju ke rumah sakit, tapi saat di lampu merah dia seperti melihat mobil Ayah nya. Apakah Ayah nya sudah pulang dari luar kota? tanpa pikir panjang dia mengikuti Ayah nya, dia mengira Ayah nya akan ke rumah sakit karena jalan yang fia lewati sekarang adalah jalan menuju rumah sakit. Ternyata Ayah nya bukan ke rumah sakit melainkan ke Restaurant, dia berpikir mungkin Ayah nya lapar.
Akhirnya Karina melanjutkan perjalanan ke rumah sakit, tapi sebelum itu dia ingin mampir ke Restaurant itu untuk membeli makanan untuk nya dan Ibunya. Karina memarkirkan mobil nya, dia memasuki area Restaurant itu. Saat dia masuk yang pertama kali dia cari adalah Ayah nya, saat sudah melihat Ayah nyah dia bergegas menghampiri dan memeluk nya. Tapi sebelum Karina melangkah dia di kejutkan oleh seorang wanita paruh baya yang memeluk Ayah nya dari depan, tapi dia tidak bisa melihat wajah wanita tersebut karena posisi membelakangi nya.
KARINA POV
Sepulang dari kantor aku langsung menuju rumah sakit, tapi di jalan aku tidak sengaja seperti meluhat mobil Ayah. Bukankah Ayah di luar kota? apa Ayah sudah pulang? aku mengikuti Ayah dari belakang, aku mengira Ayah akan ke rumah sakit ternyata bukan. Ayah berhenti di Restaurant, aku mengikuti nya karena aku juga akan membeli makanan untuk ku dan Ibu di rumah sakit. Tujuanku ingin membeli makanan pun terhenti karena melihat Ayah berpelukan dengan wanita lain. Aku seperti patung melihat Ayah ku di peluk mesra oleh wanita selain Ibu ku, aku perlahan mendekati tanpa Ayah tau. Aku duduk di meja yang tidak jauh dari Ayah , aku ingin tau siapa wanita yang memeluk Ayah nya di tempat umum seperti ini?
Siapa yang berani memeluk Ayah ku di tempat ramai seperti ini? tapi yang aku lihat Ayah ku juga menikmati nya, apa Ayah berselingkuh dari Ibu?. Dan saat aku melihat meja Ayah lagi ternyata wanita itu duduk di depan Ayah dan aku bisa melihat wajah nya dan ternyata dia..
"Bibi Sarah!" kaget ku.
Ternyata wanita yang di peluk Ayah adalah Bibi Sarah, tapi kenapa Ayah memeluk Bibi Sarah? apa mereka punya hubungan khusus?
Aku langsung keluar tanpa memesan makanan, sesampai di dalam mobil aku menelfon Ayah.
Tut.. tut.. tu..
"Halo nak" terdengar suara Ayah.
"Halo Ayah" sapa ku.
"Kenapa sayang? kenapa menelfon Ayah?" tanya Ayah ku.
"Kenapa Ayah bertanya begitu? tentu saja aku merindukan Ayah" ucap ku pura pura kesal.
"Ayah juga merindukan putri Ayah" kata Ayah.
"Kapan Ayah pulang?" tanya ku.
"Mungkin Ayah akan pulang lusa" jawab Ayah.
Lusa?? kenapa Ayah bohong? bukan kah Ayah sudah pulang? apa benar Ayah ada hubungan dengan Bibi Sarah?
"Kenapa lama sekali? bukan kah kata Ibu hanya satu minggu?" keluh ku.
"Sabar ya sayang, pekerjaan Ayah masih banyak" kata Ayah.
"Hufft... baiklah kalau begitu aku tutup telfon nya" pungkas ku.
"Iya sayang" ucap Ayah.
"Dah Ayah" pamit ku.
"Dah sayang" ucap Ayah.
Aku mengakhiri percakapan ku dengan Ayah, ternyata Ayah bohong. Aku harus mencari tau apa hubungan Ayah dan Bibi Sarah. Aku langsung menuju ke rumah sakit, saat sampai di rumah sakit aku melihat Ibu seperti sedang cemas. Aku langsung menghampiri Ibu.
"Ibu" panggil ku.
Ibu menoleh dan langsung memeluk ku.
"Kenapa bu?" tanya ku.
"Nenek nak" ucap ibu serak.
"Nenek kenapa?" tanya ku.
"Nenek harus segera di operasi, jika tidak nenek tidak bisa bertahan lagi karena jantung nenek sudah sangat parah" ucap Ibu dengan tangis nya.
Tidak bisa bertahan? ya tuhan cobaan apa lagi ini.
"Bukan kah jika di lakukan operasi harus menunggu kondisi nenek stabil dulu?" tanya ku.
"Kondisi nenek sudah stabil bahkan nenek sudah sadar tadi, tapi nenek tidak bisa bernafas tanpa alat bantu. Karena itu dokter menyarankan nenek untuk segera di operasi" jelas Ibu ku.
Aku langsung mencari telfon ku dan menghubungi Ayah, lama Ayah tidak mengangkat. Aku mencoba nya lagi tetap saja, tapi aku tidak menyerah aku ters menghubungi Ayah dan akhirnya di jawab.
"Ayah" panggil ku
"Kenapa nak? kenapa kamu menelfon Ayah berkali kali?'' ucap Ayah yang menurut ku sedikit kesal dan seperti seseorang yang sedang kelelahan.
"Bisakah Ayah pulang?" pinta ku.
" Tidak bisa nak pekerjaan Ayah masih banyak" ucap Ayah.
Pekerjaan masih banyak? bahkan tadi aku melihat nya bersantai dengan Bibi Sarah.
"Nenek sudah sadar Ayah" ucap ku.
__ADS_1
"Bagus lah. Lalu kenapa kamu meminta Ayah pulang?" tanya Ayah.
"Nenek harus segera di operasi Ayah, dan Karina butuh uang untuk biaya operasi nenek" pinta ku
"Ayah belum gajian nak" ucap Ayah datar.
"Apa Ayah tidak punya uang sama sekali? Nenek harus segera di operasi Ayah" mohon ku.
"Tapi Ayah tidak ada uang nak! biaya operasi tidaklah murah!" ucap Ayah meninggi.
"Baiklah maaf kan Karina sudah mengganggu Ayah" ku tutup telfon sepihak.
Aku bingung harus mencari uang dimana untuk operasi Nenek, Ayah yang aku harapkan tidak bisa di andalkan. Apa aku pinjam ke perusahaan saja ya? sebenarnya aku takut karena aku baru saja di terima tapi mau bagaimana lagi demi Nenek. Aku mencari nomor Pak Kevin, saat sudah ketemu aku langsung menelfon nya.
Tut...tut...tut..
"Halo selamat malam Pak Kevin" sapa ku.
"Selamat malam. Ada apa?" ucapnya datar.
"Ehm.. mm.. begini Pak saya ada perlu sama Bapak, bisakah kita bertemu?" tanya ku sopan.
"Tidak bisa, saya sibuk!" ucapnya tegas.
"Tapi ini sangat penting Pak" aku memohon.
"Saya tidak mau!" ucap nya dan dia memutuskan sambungan nya.
Astaga!! kenapa dia galak sekali? aku kan hanya ingin meminta bantuan saja. Benar benar menyebalkan, aku harus mencari kemana lagi uang untuk operasi Nenek? Aku pusing sekali, tiba tiba ada pesan masuk dari nomor yang tidak ku kenal dan aku melihat isi pesan itu
Aku tunggu di cafe depan kantor. Cepat sebelum aku berubah pikiran~ kevin.
Baik pak saya akan segera ke sana~balas ku.
Ternyata dia baik juga ya, aku harus cepat ke sana sebelum terlambat. Aku mencari ibu untuk berpamitan.
"Bu aku mau keluar sebentar ya" pamit ku.
"Mau kemana nak?" tanya ibu
"Ada urusan mendadak" jawab ku.
"Ya sudah kamu hati hati ya" ucap ibu.
Aku bergegas menuju cafe tempat Pak Kevin menunggu ku.
KARINA POV END
Karina menuju cafe tempat Kevin menunggu nya, sesampainya di sana dia melihat Kevin sudah duduk di meja di dekat jendela. Karina menghampiri nya.
"Maaf pak saya terlambat" ucap karina.
"Duduk lah!" perintah kevin.
"Ada urusan apa kamu menghubungi ku di luar jam kerja?" tanya kevin datar.
"Emm.. itu pak.. saya... mau minta tolong sama bapak" gugup karina.
"Minta tolong dalam hal apa?" tanya kevin.
"Saya... emm saya... mau pinjam uang perusahaan pak" ucap karina.
"Berapa?" tanya kevin.
"150jt pak" jawab karina.
"Baiklah" ucap kevin.
"Emm... bolehkah uang nya saya ambil sekarang?" tanya karina hati hati.
Kevin melihat karina dengan tatapan aneh.
'Tiba tiba dia menghubungi ku dan meminjam uang perusahaan lalu dia meminta uang sekarang, pasti dia ingin membeli barang branded seperti mama tadi. Dasar perempuan ingin bergaya tapi hutang, Ya Tuhan kenapa aku harus menyukai perempuan seperti dia?' batin kevin.
"Berapa nomor rekening mu? akan aku transfer" ucap kevin datar.
Karina menyebutkan nomor rekening nya, dan tidak lama kemudian ada pesan masuk dari M-Banking menandakan bahwa uang yang di transfer oleh kevin sudah masuk.
"Terima kasih pak. Saya janji akan segera mengembalikan nya, kalau begitu saya permisi" ucap karina sopan dan kemudian berlalu pergi meninggalkan kevin.
KEVIN POV
"Begitu lah perempuan, setelah mendapatkan apa yang di inginkan langsung pergi. Dasar perempuan!" ucap ku sambil geleng geleng.
__ADS_1
Aku pun beranjak dari tempat itu menuju apartement ku, Apartement? iya aku punya apartement hanya saja tidak pernah aku tempati karena aku pulang ke rumah orang tua ku. Apartement ku dekat kantor tempat ku bekerja jadi jika aku penat atau lagi banyak masalah aku akan menginap di apartement ku, mungkin malam ini aku akan menginap di sini karena aku sedang banyak pikiran. Sampai di apartement aku merebah kan tubuh ku ke ranjang sambil menatap langit langit apartement ku.
"Kenapa aku bisa menyukai karina? apa istimewa nya dia?" ujar ku.
"Bahkan dia meminjam uang untuk bergaya, benar benar bukan tipe ku" ucap ku remeh.
Tiba tiba aku terlelap, dan saat aku sudah terlelap aku menemukan karina di depan ku sedang menangis di atas jembatan dan saat aku mendekati nya dia langsung menaiki pembatas dan lompat lalu aku terbangun.
"Astaga!! bahkan dalam mimpi ku pun dia ikut masuk, tapi dia kenapa menangis ya? dan kenapa aku ingin melindungi nya?" ucap ku.
"Kenapa dia melompat ya? apa dia sedang ada masalah? Aishhh.. kenapa aku malah memikir kan nya!!! dia kenapa itu bukan urusan ku!!" ucap ku frustasi.
Lalu aku kembali tidur, karna besok aku ada rapat pagi. Aku tidak ingin terlambat bangun, aku merebahkan tubuh ku lagi. Dan saat aku tidur, aku berharap karina tidak masuk sembarangan ke dalam mimpi ku.
KEVIN POV END
***
Karina langsung berlari menuju rawat inap nenek nya, setelah dia mengambil uang dia langsung menuju ke rumah sakit. Tapi saat di koridor dia melihat ibu nya menangis tersedu sedu di depan pintu rawat nenek.
"Ada apa bu? kenapa ibu menangis?" tanya karina.
"Nenek sangat kritis nak harus segera di operasi" jawab ibu sesengguk kan.
"Nenek akan segera di operasi bu, aku sudah mendapat kan uang nya" ucap karina senang.
"Benar kah nak?" tanya ibu berharap.
"Benar bu" jawab karina.
"Tapi kamu dapat uang dari mana nak? biaya operasi nenek tidak lah sedikit" tanya ibu
"Ibu tidak usah memikirkan nya, yang terpenting adalah kesembuhan nenek. Aku akan berbuat apa pun berusaha sekuat tenaga untuk kesembuhan nenek" ucap karina sambil memeluk ibu nya.
"Terima kasih banyak nak" ucap ibu.
"Tidak perlu berterima kasih bu itu juga kewajiban ku, aku kan cucu nya" ucap karina sambil tersenyum.
Karina bergegas mengurus pembayaran untuk operasi nenek, saat semua sudah lengkap nenek langsung di bawa ke ruang operasi. Nenek sudah sadar tapi dia tidak bisa berbicara karena terlalu lemas bahkan nenek tidak makan apapun dia hanya menerima makanan dari infus saja. Saat brankar nenek di depan karina, karina menghentikan nya.
"Nenek.. nenek harus kuat ya karina sayang nenek, nenek harus ingat bahwa ada ibu dan karina yang menyayangi nenek dan selalu berdo'a untuk kesembuhan nenek, nenek harus janji akan berjuang untuk sembuh" ucap karina sambil menaut kan jari kelingking kepada nenek nya.
Sang nenek tidak bisa berbicara, hanya bisa mengedipkan mata nya tanda bahwa dia juga menyayangi cucu nya dan akan berjuang untuk sembuh. Dia tidak akan meninggalkan cucu dan putri nya karena dia tau bahwa rumah tangga putri nya sedang tidak baik baik saja, dia tidak ingin putri nya berjuang sendirian.
'S**emoga operasi nya berjalan dengan lancar, semoga nenek baik baik saja' batin karina.
'Semoga ibu baik baik saja, aku belum siap kehilangan ibu. Rumah tangga ku sedang tidak baik baik saja bu, aku butuh dukungan dari ibu agar bisa melewati semua ini' batin ibu karina.
Karina menghubungi Ayah nya, ingin memberi tau bahwa nenek nya akan di operasi. Karina juga meminta Ayah nya supaya pulang.
Tut.. tut.. tut...
"Halo Ayah" sapa karina.
"Ada apa nak?" sapa Ayah di seberang.
"Ayah nenek sudah di operasi, bisakah ayah pulang? Ayah sudah hampir 2 minggu tidak pulang" ucap karina.
"Bukan kah Ayah sudah mengatakan kalau ayah sangat sibuk sekali" ucap ayah.
"Kenapa karina merasa Ayah berubah?" tanya karina.
"Kenapa kamu bicara seperti itu nak? ayah masih sama seperti dulu dan masih ayah kamu" ucap ayah.
"Tapi karina yang merasakan ayah" ucap karina
"Tidak nak! ayah tidak berubah, mungkin lusa ayah akan pulang" hibur ayah.
"Terserah ayah" tut. karina memutuskan telfon nya.
Rasa curiga karina kepada Ayah dan Bibi nya semakin kuat, dia merasa mereka berdua mempunyai hubungan khusus selain saudara ipar. Saat ini mungkin karina tidak mempunyai bukti untuk menuduh ayah nya, tapi dia akan mencari tau. Dia terlalu larut dengan pikiran nya sehingga dia tidak memperhatikan sekitar nya, dan BRUK!!!! dia menabrak orang.
"Maaf saya pak saya tidak sengaja" sesal karina.
"Kenapa kamu suka sekali menabrak saya? apa kamu tidak melihat? saya sebesar ini masih saja kamu tabrak" kesal orang itu.
Karina mendongak ke atas melihat siapa orang yang sudah di tabrak, ternyata....
**tbc
πππ**
Jangan lupa vote komen dan dukungan nya ya gengsππ
__ADS_1