Strong Women

Strong Women
Part 105


__ADS_3

"Benar kah salah satu dari kalian gak ada yang tahu dimana keberadaan sera? guman bagas yang nampak kesal dan putus asa mencari keberadaan sera. Pria ini mendatangi rumah vina dan nisa namun tidak juga mendapatkan hasil apa-pun. Bagas malah di hadang oleh roy yang baru saja sampai dirumah saat melihat bagas akan pergi meninggalkan pekarangan rumah.


"Kenapa lagi kali ini? ucap roy yang kesal melihat bagas berada dirumah nya.


"Gue lagi cari sera, ucap bagas ketus karna tak bersemangat.


"Apa yang kamu lakukan lagi? ucap roy.


"Dia melihat ku makan malam bersama orang tua ku dan helena, guman bagas.


"Berulang kali aku sudah bilang tolong lepaskan sera jangan biar kan dia terluka. Ucap roy yang langsung marah saat mendengar penjelasan bagas.


"Itu bukan hak mu menentukan nasib hubungan ku, aku bisa menjaga sera dengan baik. Guman bagas yang sudah merasa terusik karna sikap berlebihan roy.


"Benar kah? kalo begitu seharusnya kamu tahu keluarga sera sedang kesulitan akibat ulah ibu mu, ucap roy yang sudah tidak bisa menahan lagi amarahnya.


"Apa maksut mu? jangan bercanda berlebihan seperti ini. Ibu ku memang tak menyukai sera tapi bukan berarti dia akan melakukan hal jahat seperti itu. Guman bagas dengan rasa tidak percaya. Roy kembali membuka pintu mobil nya dan mengambil sebuah map berisi semua sebab dan penyebab keluarga sera hampir runtuh.


Roy melemparkan map itu kepada bagas. Pria ini berharap bagas dapat lebih sadar akan perbuatannya atau dia akan membongkar semua ini sendiri.


"Kalo kamu paham aku yakin kamu tahu apa yang akan dilakukan untuk menyelamatkan sera. Ucap roy meninggalkan bagas yang masih terpana melihat isi map yang ia berikan. Bagas memukul-mukul kaca mobil nya sehingga tangan nya kembali terluka. Pria ini merasa telah di tipu oleh sang ibu yang mengingkari janji untuk tidak menyentuh sera.


"Kaa kenapa bagas begitu emosi? guman vina yang menyaksikan bagas yang tidak bisa mengontrol emosinya.

__ADS_1


"Kamu akan segera tahu juga biarkan aja dia seperti itu. Ucap roy yang membawa sang adik masuk.


"Jaga sera dengan baik sekarang masa yang sangat sulit bagi nya, ucap roy yang merasa kasihan terhadap gadis cantik itu. Vina hanya berusaha mendengarkan saran sang kakak dengan baik.


"Kapan kamu ke studio? ucap roy menanyakan jadwal sang adik yang sudah pasti sera juga akan datang.


"Mungkin lusa kita ada pameran kalo sesuai jadwal, ucap vina sambil mengecek ponselnya yang sedari tadi berdering.


"Loe dimana? susul gue sekarang ke club, ucap momo memberi tahu vina dimana dia dan sera berada menghabiskan waktu untuk menghibur diri.


"Gue kesana sekarang, jangan biarkan sera mabuk dia masih pemulihan. Ucap vina mengingatkan momo untuk lebih memperhatikan sera.


"Ka gue pergi nyusul sera dulu ya, bilangin mami pintu jangan dikunci. Ucap vina bergegas mengambil tas dan kunci mobil.


"Gausah panggil andrew juga ya biarkan sera menikmati waktu nya sendiri. Kedua kakak beradik ini memacu kendaraan mereka secepat mungkin untuk menghampiri sera yang tak biasanya akan pergi sendiri seperti ini.


Putra sudah duduk menemani sera yang hanya menatap kosong ramainya ruangan ini. Gadis ini hanya diam sambil menenggak beberapa kali minuman nya. Putra yang berusaha menghibur sera walau usaha nya tidak bagitu membuahkan hasil dia tetap berusaha menjaga sera yang tampak rapuh malam ini. Putra yang datang bersamaan dengan sera ini sengaja di undang karna sera tidak bisa menemukan siapa lagi yang mampu membuat nya nyaman dalam keadaan gelisah ini. Ia sadar menggunakan putra sebagai tempat berteduh itu salah, namun sera tak mampu untuk mencerita kan segala keluh kesah kepada orang lain. Gadis ini hanya butuh seseorang yang menemani nya dan memahami perasaan nya saat ini tanpa bertanya dan itu adalah kelebihan putra ia akan dengan sabar mendengarkan sera, menemani gadis ini tanpa kenal waktu.


"Disini juga? guman roy saat melihat sera bersender pada pundak putra. Pria ini hanya tersenyum membalas perkataan roy.


"Udah berapa banyak yang sera minum? ucap roy melihat meja sudah penuh dengan botol minuman.


"Segelas aja gak habis tapi dia sudah mulai ngantuk gini. Ucap putra sambil menggandeng tangan sera.

__ADS_1


"Raaa pulang yukk, guman vina membujuk sera untuk pulang bersama nya.


"Bentar lagi ya vin gue masih suntuk. Ucap sera sambil merebahkan kepala dipundak vina.


"Gausah pulang kerumah kita ke apartemen aja, kamu ikut aja sama kita. Ucap roy yang tak ingin sera bertemu dengan bagas apabila pulang kerumah. Tak lama berselang mereka semua pulang bersama menuju apartemen milik roy yang terletak tak jauh dari club ini. Putra dengan sabar membopong sera di pundak nya karna gadis ini terkulai lemas. Roy membiarkan putra ikut bersama mereka untuk menjaga sera, gadis itu lemas bukan karna minuman entah apa yang membuat sera menjadi lebih diam dan tak berdaya.


"Gausah pulang ya put temanin gue disini, ucap sera sambil merebahkan tubuhnya disofa. Putra yang merasa binggung dengan permintaan sera hanya terdiam sambil memandang roy, vina dan momo yang sama sama terkejut akan permintaan sera itu.


"Aku hanya akan menemani mu sampai kamu tertidur, cukup bukan. Guman putra berusaha bersikap dewasa dalam menghadapi sera.


Mereka semua berkumpul diruang tengah rumah ini, momo yang sudah terlelap karna mabuk tak dapat lagi membuka mata. Roy yang sedang menghisap rokok dibalkon rumah, vina yang terlelap disofa yang tak jauh dari sera. Sedangkan putra masih tetap duduk bersandar bersebelahan dengan sera yang belum juga terlelap.


"Aku gak akan bisa pulang kalo kamu belum tidur gini raa, ucap putra memutar badan nya untuk menghadap sera.


"Sengaja biar kamu tetap ada disini, ucap sera dengan wajah datarnya.


"Besok gak jaga odi? ini sudah hampir pagi kalo kamu gak tidur besok bisa kelelahan. Ucap putra sambil mengusap rambut gadis cantik ini. Roy yang menatap interaksi kedua nya ini merasa tak nyaman karna merasa putra terlalu dekat dengan sera dalam beberapa waktu ini ketimbang andrew.


"Besok temanin aku ke suatu tempat, mau kan? ucap sera menatap pria itu.


"Siang bisa? pagi aku ada janji dengan beberapa staf kantor. Ucap putra memperlihatkan jadwal kerja didalam ponsel kepada sera.


"Jemput aku disini lagi ya, aku gak mau pulang. Ucap sera dengan wajah memelas kepada putra. Pria ini hanya tersenyum menatap gadis cantik itu yang mulai terlelap dihadapan nya. Putra pergi meninggalkan apartemen ini saat melihat sera sudah lebih tenang.

__ADS_1


__ADS_2