
Sesekali ketiga gadis ini saling bertukar pandang melihat tingkah bagas yang memukul-mukul meja saat membaca pesan di ponselnya. Bagas tak banyak mengeluarkan suara namun lebih ke tindakan seperti menendang tembok. Sera memberani kan diri bertanya namun tak dapat jawaban dari bagas.
"Gue baru kali ini ngeliat bagas segini menakutkan nya, ucap sera duduk bersimpuh disamping nisa.
"Garang nya sama kaya andrew, gue kena sial apa lepas andrew ngeliat bagas yang kaya gini. Ucap vina dengan asal bicara.
"Raa kamu gak ada hubungin andrew biar gimana pun dia baik banget ra, guman nisa mengingatkan sera.
"Jarak ini lebih baik buat dia, gue gak mau jadi penghalang kebahagiannya. Ucap sera secara berbisik-bisik.
"Udah jangan dibahas kalian mau jadi bahan pengganti tembok buat bagas, ucap vina mencubit kedua sahabatnya itu.
"Sayang aku boleh keluar dulu gak, beneran ada perlu. Ucap bagas sambil merapikan penampilannya.
"Pergi lah jangan terlalu malam pulang nya, ucap sera.
"Kalian gak boleh kemana pun, paham kan? ucap bagas memperingatkan ketiga gadis ini.
"Kaya anak ayam aja kita di kurung dikandang gini, ucap nisa sambil melirik bagas pergi.
"Mending juga kita keluar nongkrong bentar yuk. Ucap vina mengajak kedua sahabatnya ini.
"Tempat putra aja mau gak ? gue sekalian mau basa-basi ijin kerja lagi. Ucap sera merapikan pakaiannya.
"Bentar dulu roy ganggu aja nih, ucap vina yang merasa geram sang kakak terus menerus bertanya keberadaannya.
Ketiga dara cantik ini berjalan keluar kost menaiki mobil yang dibawa vina. Caffe putra yang semakin ramai tak kalah mengundang decak kagum.
__ADS_1
"Penuh gini guys? ucap nisa menatap sekeliling mencari tempat duduk untuk mereka.
"Gue kebelakang dulu yaa nyari putra, ucap sera sambil menepuk paha vina yang terpampang nyata menggunakan hot pants.
"Sakit tau raaa, ucap vina mengusap-ngusap paha nya.
"Makanya keluar minum kopi aja sexy gini, ucap nisa menyalahkan vina. Body vina memang tak kalah dengan sera, karna dirinya adalah model sudah menjadi kebiasan bagi nya menggunakan baju-baju sexy. Nisa juga memiliki tubuh yang indah, ketiga gadis ini memang jelmaan boneka.
"Putraa, ucap sera mengetuk pintu kantor putra yang nampak sedikit terbuka.
"Seraaa, masuk sini. Guman putra tersenyum melihat gadis cantik itu mengetuk pintu kantornya.
"Ramai banget diluar? udah makan belum? guman sera duduk melihat-lihat berkas dimeja putra.
"Belum, kenapa mau makan bareng? ucap putra sambil menyelesaikan tugas nya.
"Tunggulah di meja aku akan menyusul mu, ucap putra sambil merapikan meja nya yang berantakan.
Ketiga gadis ini sedang menanti pesanan mereka datang, sedangkan putra masih memeriksa kasir. Vina sedang bertukar pandang dengan pria dari meja lainnya. Nisa dan sera nampak asyik bermain game.
"Mata loe gak sakit vin dari tadi melotot gitu? ucap sera mengejek sahabatnya itu.
"Gak sia-sia guys, gue langsung dapat dua nomor sekaligus. ucap vina dengan bangga.
"Makan dulu jangan becanda terus, obat nya dibawa gak? sera gak boleh minum kopi dulu ya, ucap putra memperhatikan sera dengan baik.
"Aku gak minum kopi ko put, anak-anak yang minum. Ucap sera sambil menyeruput coklat almond hangat yang ia pesan.
__ADS_1
"Ini juga gak boleh ra kalo mau minum obat terus minun susu, ucap putra tertawa melihat tingkah sera.
"Yasudah kalo gitu minum obat entar aja dirumah, bereskan. Ucap sera tertawa.
"Hukss...huksss, ucap vina tersedak sambil membaca pesan diponselnya.
"Kurang kerjaan banget momo ngasih kabar dadakan gini, ucap vina menunjukan isi pesan yang dikirim momo.
"Yasudah habis ini kita pulang istirahat, ucap sera sambil menyelesaikan makanan nya.
"Sukses buat event nya, guman putra memberikan semangat kepada ketiga gadis ini.
"Gue masih mau keclub raa, ucap vina meronta manja.
"Gak ada vina, kalian harus pulang setelah ini. Ucap putra sambil menyentil telinga gadis itu.
"Pulang gak kalian atau mau ku panggilkan roy, guman putra menakuti vina. Sera tak dapat menahan tawa melihat putra sedang mengancam vina.
Mereka tanpa penolakan bergegas pulang ke kos sera, karna lebih dekat kelokasi acara. Sera berusaha menghubungi bagas namun tak kunjung tersambung. Bagas malah mengirimkan sebuah pesan bahwa ia harus pulang kerumah karna ada sesuatu hal yang terjadi. Sera menarik nafas panjang berusaha untuk sekali lagi mengerti situasi bagas. Lampu kamar sudah redup, mereka mulai terlelap dalam gelap. Kecuali sera matanya masih berair menahan tangisan memikirkan bagas yang tak kembali sesuai janji.
#Suasana gedung pertunjukan.
Sera dan vina sedang sibuk bersiap-siap diruang ganti. Kedua gadis ini akan melakukan sesi wawancara dan pemotretan sebagai wajah baru brand yang akan perusahaan momo luncurkan. Sera dan vina sangat manis menggunakan berbagai gaun cantik yang sangat cocok di warna kulit mereka. Nisa yang ikut sibuk mempersiapkan segala keperluan kedua sahabatnya ini tidak kalah kerepotan dari staf kantor momo.Perusahan momo sedang mengembangkan sayap keindustri kosmetik dan busana kelas atas, pria ini sangat sibuk sehingga jarang bermain bersama lagi.
Ketiga gadis ini sudah hampir tiga hari tak pulang melainkan harus menginap di apartemen milik momo. Mereka berempat selalu di jemput bagas saat pulang dari lokasi pemotretan. Bagas juga dengan setia menemanin sera walau hanya bisa menjemput saja. Pria ini tak ingin lagi kehilangan momen kebersamaan sera. Walau dia sangat sibuk dia selalu mencuri-curi waktu demi bisa keluar menjemput sera.
#Kuyy merapat kak buat vote dan like yaa 🌷
__ADS_1