
Mereka menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak dipanti ini. Hendra juga nampak ramah dan sangat cepat akrab dengan yang lain. Pria ini sedang membaca kan sebuah cerita yang membuat semua anak-anak duduk dengan rapi dihadapannya. Sosoknya yang dewasa memang membuat hendra lebih terlihat siap membangun rumah tangga namun pria ini masih ingin bebas tanpa ikatan apapun. Hendra beberapa kali mencuri pandang melihat sera sedang mengupas buah untuk anak-anak, gadis ini mengikat rambut nya dengan rapi agar tidak menghalangi nya saat bekerja.
"Mau aku bantu raa, ucap hendra mendekati sera.
"Udah selesai ko, sini sebentar draa. Ucap sera menyodorkan sepotong buah apel yang sangat manis.
"Manis ko raa, berikan pada anak-anak mereka pasti senang. Guman hendra membantu sera mengangkat beberapa piring berisi buah.
"Kamu ga cape dra dari tadi aku lihat kamu terus bermain bersama mereka. Ucap sera sedikit mengelap keringat yang jatuh ke wajah hendra.
"Kapan lagi aku bisa kesini, aku senang bisa bersama meraka, guman hendra menatap anak-anak yang sedang melahap buah.
"Kita bisa sering-sering kesini kalo kamu mau, tapi ingat kamu harus membawakan mereka makanan yang enak. Ucap gadis ini menyodorkan buah ke arah hendra.
"Kalo gitu kamu harus mengajak ku kalo akan kesini lagi, sepakat dong. Ucap hendra menatap sera.
"Iyaa, aku masuk dulu bantu ibu menyiapkan makan malam. Ucap sera.
"Kalo kita pulang agak malam gpp kan dra, pulang di vila lagi gak mau pulang, ucap sera.
"Aku bisa di tangkap warga ini dikira bawa lari anak gadis orang gak di kasih pulang terus, ucap hendra tertawa.
"Kamu aja pulang, aku biar di vila sendirian juga berani ko, ucap sera sambil menjulurkan lidahnya.
"Gak harus ada aku yang menemani mu, ucap hendra. Gadis ini sambil tertawa meninggalkan hendra yang masih duduk bersama anak-anak ditaman belakang.
Sera sudah menyiapakan berbagai macam makanan yang tertata tapi dimeja. Melihat anak-anak menyantap makanan dengan begitu lahap gadis ini sangat senang bisa menjadi bagian dari moment ini. Melihat hendra yang duduk memangku seorang anak yang lebih kecil sambil menyuapi anak kecil itu membuat sera tersipu malu melihat sikap hendra yang sangat dewasa tidak seperti biasanya yang sangat manja dan pemarah. Kedua manusia ini saling menatap satu sama lain, hendra menatap sera yang sedari tadi tersenyum tipis melihat dirinya.
"Gantian sebentar raa gendong nya, aku mau ke kamar kecil sebentar, ucap hendra menyerahkan anak itu. Sera hanya melanjutkan menyuapi sang anak sampai piring makan bersih tak tersisa. Sorak anak-anak yang merasa senang menjadi titik kebahagia bagi sera, gadis ini menjadi sedikit lupa akan bagas yang duduk bersama wanita lain.
__ADS_1
Sera mengajak anak-anak untuk makan sekotak ice cream ditaman belakang.
"Draaa jangan disini, ucap sera mengambil seputung rokok yang dihisap hendra.
"Satu aja raa, aku sudah suntuk sedari tadi belum merokok. Ucap hendra berusaha meraih rokok yang diambil sera.
"Gak boleh, aku gak akan mengajak mu kesini lagi kalo begini. Guman sera cemberut.
"Baiklah sayang, ini kamu pegang aja supaya aku ga nyuri-nyuri lagi, guman hendra menyerahkan kotak rokok miliknya.
"Raaa, darahnya keluar lagi. Ucap hendra memalingkan wajah sera.
"Ahh... sedikit aja draa gpp. Ucap sera mengusap darah yang menetes dari hidung nya.
"Duduk sini dulu aku akan mengambilkan mu air minum, ucap hendra. Pria ini berlari ke dalam rumah menuju dapur untuk mendapatkan air untuk sera.
"Raaa, balik sini badan nya biar aku liat dan ini minum dulu gih, ucap hendra.
"Jangan panik gitu kaa, ini karna aku kelelahan saja. Sebentar juga baik ko kaa. Ucap sera menenangkan hendra yang sudah terlihat panik dengan meremas lengan sera.
"Kamu harus nurut, aku gak mau kamu kaya gini terus. Ucap hendra.
"Baiklah tapi nanti saat aku senggang gimana? ucap sera.
"Kamu sibuk apa sih? aku yang punya perusahaan aja gak sibuk banget kaya kamu. Ucap hendra dengan sombong.
"Duh yang kaya raya tapi gak nikah-nikah kasihan banget. Ucap sera sambil tertawa.
"Kawin sering raa nikah itu harus memilih seseorang yang benar-benar aku sayang raa, seperti kamu misalnya. Ucap hendra yang mendapat tatatapan tajam dari sera.
__ADS_1
"Kamu mau jadi yang kedua ndraa, ucap sera membuat hendra marah.
"Aku gak akan membiarkan mu begitu saja, aku pasti akan membuat mu menjadi milik ku seutuhnya. Ucap hendra sambil membersihkan tangan sera.
"Kamu pria yang baik draa, aku yakin kamu akan mendapatkan wanita yang sangat mencintaimu, ucap sera sambil membelai rambut pria itu.
"Ayo kita masuk draa, nanti anak-anak mencari kita. Ucap sera berdiri.
Hendra sedikit tertawa saat sera berkata seperti itu. "Aku seperti suami mu raa, saat kamu bilang anak-anak mencari kita. Ucap hendra tersenyum.
"Baiklah hari ini karna kamu sudah membelikan semua keperluan panti ini, hari ini kamu adalah suami ku dan ayah dari anak-anak kita ini. Ucap sera tertawa.
"Baiklah istriku ayo kita mandikan mereka semua bersama-sama. Guman hendra sambil menarik sera ke arah kerumunan anak-anak yang sedang makan.
"Draa ambil kan itu, ucap sera menunjuk sebotol minyak penghangat tubuh. Sera sedang memakaikan baju anak-anak yang sudah dimandikan oleh hendra. Mereka membagi tugas agar lebih cepat selesai.
"Kamu duduk aja raa, biar aku yang selesaikan, darah nya keluar lagi. Ucap hendra yang melihat wajah sera merah.
"Ahh iyaa, maafkan aku draaa gak banyak membantu. Ucap sera duduk sedikit menjauh.
"Nak hendra sangat perhatian dengan sera, guman sang ibu pengurus.
"Haha iya bu, sera sangat tidak perduli dengan dirinya sendiri kalo sudah sibuk. Ucap hendra yang menyisir rambut salah satu anak.
"Ibu harap kalian cepat menemukan tanggal baik karna kalo kelamaan sera bisa di ambil orang kan nak, ucap sang ibu sambil sedikit tertawa.
"Saya juga mau nya seperti itu bu, tapi sera masih butuh waktu. Ucap hendra.
#Disituasi lainnya.....
__ADS_1
Andrew dan bagas sama-sama gusar tidak dapat menghubungi sera yang entah berada dimana. Kedua pria ini secara bergantian datang kerumah vina untuk mencari sera. Bagas datang menggunakan mobil sport miliknya yang sangat mahal namun dia memarkirkan mobil itu jauh dari halaman rumah vina agar tidak terlihat oleh orang lain. Namun sayang andrew melihat bagas sedang masuk kedalam mobil itu, pria itu tak sedikit pun menaruh kecurigaan terhadap bagas. Karna bagi andrew, dia lebih ingin tahu dimana sera sekarang berada. Andrew sedikit tidak menghiraukan bagas yang sudah lebih dulu keluar dari rumah vina karna tak dapat kabar apa-pun tentang keberadaan sera saat ini. Vina dengan sengaja tidak memberikan info apa-pun tentang sera walaupun sebenarnya dia tahu dimana sera sekarang. Vina mendapat kabar dari putra bahwa sera melihat bagas dengan wanita lain. Vina hanya memberikan waktu kepada sahabatnya untuk sedikit mengambil nafas dari rasa sesak yang mungkin menyelimutinya saat ini.
#Happy reading kakak, jangan lupa vote dan like ya.