
Pesta ini begitu meriah tapi tak semua orang di pesta ini bisa menikmati nya. Aku hanya terduduk disebuah meja dengan segelas air ditangan ku yang juga tak tersentuh sama sekali. Bagas terlihat senang menghabiskan waktu bersama para kerabat nya setelah memenangkan sebuah kesepakatan besar bagi perusahaan nya. Tapi dia juga menyiksa ku dengan sikap dan perlakuan nya, entah dengan maksut apa ia sengaja mengundang putra sebagai bintang tamu di acara ini dan mengikut sertakan semua kenalan ku.
Para sahabat ku juga tak begitu menyukai pesta ini, mereka hanya menghabiskan waktu di taman belakang dan terlihat lebih tertekan dibanding diriku. Beberapa waktu belakangan ini kesehatan ku mulai menurun karna itu aku mengurangi semua aktifitas dan tak menyentuh apa pun yang membuat ku bisa terkulai lemah seperti sebelum nya.
"Kalo gak nyaman mending pulang raa, guman putra menghampiri ku. Aku yakin pria ini dengan sangat terpaksa mengambil pekerjaan ini karna bagas mungkin saja sudah memaksa nya.
"Put bisa kah kamu mengecek beasiswa ku yang kemarin? tanya ku dengan pelan agar tak terdengar oleh orang lain.
"Kamu sudah mempertimbang kan itu? tanya putra yang merasa heran karna mungkin sikap ku yang tak menentu mengambil keputusan.
"Belum, tapi aku masih bisa menggunakan kesempatan itu kapan saja kan? atau akan hangus pada masa tertentu? tanya ku membuat putra sedikit kebingungan.
"Aku akan mencoba mencari tahu terlebih dahulu dan kamu jangan hanya bermain-main kalau benar-benar mau beasiswa itu. Guman putra sedikit bernada memperingatkan diriku.
"Kalian sedang berbincang tentang apa? terlihat sangat serius, guman roy dengan sinis.
"Roy bisa kah kamu membantu ku mencarikan tempat tinggal dimana pun aku mau? tanya ku dengan terburu-buru.
"Kenapa terburu-buru seperti ini, kamu akan meninggalkan rumah yang sekarang? tanya roy yang memperhatikan sikap ku yang terlihat sangat janggal.
"Aku yakin kamu sudah tahu kondisi ku jadi tolong jangan banyak bertanya dan jawab lah dengan serius, tanya ku tergesa-gesa sebelum bagas yang bisa kapan saja menghampiri ku dan mengganggu pembicaraan ku ini.
"Apa pun aku akan usahakan raa, kamu kan bukan orang lain lagi dikeluarga ku. Ucap roy yang sedikit meringankan ketakutan ku.
"Aku berhutang banyak pada kalian, guman ku sambil berusaha tersenyum.
"Kamu sangat menyusahkan sera, guman putra sambil melemparkan jaket nya untuk menutupi gaun malam ku yang begitu tipis ini.
Seharusnya malam ini aku tidak datang dan melalui semua hal menakutkan ini. Tatapan bagas begitu menyakitkan saat ia menobrak masuk pintu kamar dimana aku tertidur bersama seorang pria lain tanpa sehelai benang pun ditubuh kami. Aku bahkan belum bisa sepenuhnya sadar saat mendengar suara pintu yang ditendang itu. Mata ku mungkin masih sangat susah untuk di buka tapi aku masih bisa merasakan ada tubuh orang lain yang tengah memeluk ku dengan sangat kuat yang berusaha melindungi ku dari amarah bagas yang tengah berusaha memukul kami berdua. Teriakan demi teriakan dilontarkan bagas dengan tajam untuk ku, aku tersadar saat tangan bagas memukul wajah ku dengan sangat kuat.
"Kamu masih belum melepaskan dia sera, teriak bagas padaku. Pria ini terus saja berusaha menarik ku keluar dari sebuah selimut yang menutupi tubuh ku yang tanpa busana ini. Aku meronta memohon pengampunan tapi bagas tak mendengarkan ku sedikit pun. Kemarahan nya semakin memuncak saat ia melihat pria yang bersama ku adalah putra, pria yang selama ini dicemburui nya selain andrew. Putra yang tak membiarkan ku terlepas dari pelukan nya terus saja membiarkan tubuh nya menjadi pusat kemarahan bagas. Sesekali rintihan itu jelas terdengar dari bibir putra yang berusaha melindungi ku. Aku bahkan tak bisa berfikir dengan benar aku hanya berusaha menutupi tubuh ku dan bersembunyi dibalik badan putra.
Sesaat kemudian kamar ini menjadi pusat perhatian seluruh tamu. Vina berusaha menarik bagas dan melindungi ku dengan memeluk ku dengan kuat. Tangan gadis ini gemetar sama seperti sekujur tubuh ku yang sangat takut dengan situasi saat ini.
"Lepaskan bagas, kamu buta sera bisa saja terbunuh kalau sikap mu seperti ini. Teriak roy berusaha melepaskan ku dari cengkraman bagas.
__ADS_1
"Pergi kalian semua, ini urusan ku dengan ******* dan pria sialan ini, ucapan bagas membuat tangisan ku semakin deras tak tertahan kan. Roy mengulur waktu dengan sangat baik, dia menahan bagas dan membuat vina bisa membawa ku memakai pakaian lebih dulu.
"Aku bisa jelaskan semua, tolong dengarkan kami dulu. Putra berulang kali memohon pada bagas membuat ku semakin gelisah mendengar suara resah pria ini yang terpaksa melalui ini semua karna ku. Tangisan ku pecah saat melihat putra terduduk dengan wajah yang sudah hancur karna menerima pukulan begitu saja bahkan tangan bagas juga terluka cukup parah karna perkelahian itu.
"Hentikan bagas tolong dengar kan aku dulu, putra gak salah aku yang salah. Lampiaskan pada ku saja aku mohon. Guman ku berjalan mendekati bagas.
"Sera kamu jangan gila, sekarang bukan waktu nya seperti ini, tarik sera sekarang. Ucap roy berusaha melindungi ku, menjauhkan aku dari gapaian tangan bagas yang akan menarik ku.
"Apa semua ini sera? kenapa kamu melakukan ini semua? suara bagas parau walau dipenuhi amarah.
"Aku membuat pesta ini untuk kita tapi kamu menjatuhkan ku dengan ini semua, guman bagas menatap ku dengan sangat menakutkan.
"Aku gak seperti yang kamu fikirkan gas, tolong biarkan aku menjelaskan semua ini, ucap ku dengan terbata-bata.
"Seharusnya aku mendengarkan ibu ku, gadis seperti mu memang gak pantas dipertahan kan. Bahkan kamu bisa naik keranjang pria lain dengan sangat mudah. Ucap bagas dengan tatapan merendahkan ku.
"Cukup bagas, teriak ku karna tak tahan mendengar penghinaan pria yang kucintai ini.
"Kenapa kamu marah karna aku menyebut mu murahan? kalau kamu bukan murahan kenapa kamu bisa tidur dengan pria lain? kamu bisa saja naik ke ranjang ku tapi kamu memilih pria lain sera. Teriak bagas membalas ku dengan sangat kejam. Perkataan nya sangat melukai ku, dia bahkan dengan tegas menyebutku dengan kasar.
"Seharusnya aku mendengarkan ibu ku dari dulu, aku menjatuhkan hati pada wanita murahan seperti mu. Jangan salah kan ibu ku, kamu lah yang tak bisa dipercaya sera. Teriak bagas.
"Semua yang ku lalui menjadi sia-sia ternyata wanita yang ku perjuangkan sangat murahan. Ucap bagas sambil melemparkan aku sejumlah uang untuk lebih menghina ku lagi.
"Kita pergi helena untuk apa kita disini bersama mereka semua, bagas pergi begitu saja tanpa menatap ku. Hari ini aku sadar hanya mempunyai cinta ternyata tidak pernah akan cukup untuk melindungi mu dari nasib buruk yang akan menimpa. Senyuman helena yang hanya diam menonton kesusahan ku bukan hanya senyuman biasa. Kali ini gadis itu berhasil membuat ku runtuh menyentuh dasar.
"Kamu gila sera kenapa berkata seperti itu, bagas bisa salah paham dengan semua ini. Aku akan mengejar nya. Teriak vina dan nisa yang panik melihat sikap ku.
"Stop, jangan ada yang mengejar pria ******** itu atau aku akan melompat dari jendala. Ucap ku dengan menahan amarah yang tak bisa ku keluarkan.
"Kalau kamu membiarkan dia pergi begitu saja gimana nasib anak yang ada di rahim mu seraa, ucap vina yang berteriak sambil menangis. Kaki ku menjadi lemah membuat ku goyah dan terjatuh saat mendengar ucapan vina yang membuat ku sadar sekarang keadaan ku semakin buruk.
"Sera kamu hamil? tanya putra yang terkejut mendengarkan semua ini. Tangisan ku semakin kencang, dunia ku akhirnya berhenti dan berubah menjadi bencana yang tak akan pernah tenang untuk waktu yang panjang.
"Ini sebab nya kamu memilih beasiswa itu? tanya putra dengan mata yang penuh kekecewaan pada ku.
__ADS_1
"Jangan bahas itu, sekarang ayo kita bawa sera ke rumah sakit aku takut kandungan nya terganggu. Ucap nisa yang berusaha membuat ku bangkit dari ratapan ku.
"Katakan sekali lagi semua itu, aku salah dengar kan? roy katakan apa yang sebenar nya terjadi. Teriak andrew yang mengejutkan seluruh isi kamar ini. Bahkan bukan hanya satu kemalangan, akhirnya andrew mengetahui kondisi ku yang sangat memalukan ini. Tak ada lagi yang tersisa untuk ku kali ini. Semua direnggut dengan sempurna.
"Kamu tidak salah dengar drew, aku tengah hamil dan ini anak bagas. Ucap ku memperjelas semua nya, tak ada lagi yang bisa aku sembunyikan.
"Kenapa kamu menyerahkan kepada bagas? kamu merasa cinta mu begitu kuat? tanya andrew mendekati ku.
"Sekarang setelah ini semua kamu masih percaya cinta omong kosong mu itu? tanya andrew dengan amarah.
"Aku tak sangka kamu bisa sebodoh ini sera, ucap andrew memukul-mukul dinding menumpahkan amarah dan kekecewaan nya untuk ku.
"Jadi ini alasan mu menjauhi ku dan memberikan jarak. Ucap andrew.
"Aku mohon pergi lah, kamu sudah mendengar semua nya. Aku tidak butuh rasa kasihan mu pada ku. Kita akhiri semua nya disini, aku gak akan pernah muncul lagi di hadapan mu atau jordi. Ucap ku sambil berusaha terlihat kuat.
"Arghhhh.... teriak andrew membanting pintu dan pergi meninggalkan kamar ini.
"Kenapa kamu gak bisa diam sera, andrew harus tahu kejadian sebenarnya. Ucap vina yang tak bisa membiarkan sera terpuruk begitu saja. Nisa yang tak ada hentinya memeluk ku berusaha menenangkan ku pun tak dapat berhenti menangis.
"Apa beda nya dia tahu atau tidak, pada akhirnya semua tetap sama. Ucap ku sambil meratapi nasib ku yang malang ini dalam semalam aku kehilangan pria yang seharus nya menjadi ayah dari bayi yang aku kandung. Dan sekarang aku terlibat dalam skandal lain yang lebih rumit.
"Apa ada yang aku harus ketahui lagi selain ini semua? tanya putra.
"Kamu bisa pergi dulu put, kami yang akan menyelesaikan ini semua. Ucap roy berusaha membiarkan putra pergi dan tak terlibat cukup jauh dengan masalah ku. Masalah malam ini menambah catatan kelam pada kehidupan ku. Rasa aku tak mampu menatap putra dan andrew yang sudah pasti menganggap remeh diriku saat mereka tahu akan kehamilan ini.
"Kalian yang pergi bukan aku, ucap putra membuat ku tercengang mendengar nya.
"Aku pria yang terlibat masalah ini jadi aku gak akan membiarkan sera sendirian. Putra dan roy kembali terlibat perdebatan dan memperkeruh keadaan ini.
"Tolong bantu aku sembunyikan kehamilan ku dari bagas dan keluarga nya, jangan biarkan mereka tahu sedikit pun. Ini keputusan ku jadi tolong jangan ada yang bertanya alasan nya. Ucap ku dengan penuh kesadaran. Permintaan ku kali ini mungkin tidak masuk akal tapi ini pilihan terbaik yang akan aku lakukan untuk hidup ku.
***Bersambung......
Hancur hati author kakak 😢***....
__ADS_1