
Bagas dengan berat hati meninggalkan sera bersama putra. Ia sangat tidak setuju dengan keputusan sera untuk tetap bekerja tapi ia juga tak bisa menghentikan sera yang masih marah padanya untuk memilih pekerjaan itu. Tak banyak yang bisa bagas lakukan selain pasrah pada keputusan sera. Melihat sera begitu semangat untuk bekerja, bagas harus mencoba menahan perasaan nya sendiri agar tak mematahkan sedikit kegembiraan diwajah sera.
"Aku akan menjemput mu saat pulang nanti, ucap bagas saat mengantar sera pergi bekerja.
"Iyaa aku tau, terima kasih dan berhati-hati lah saat bekerja. Ucap sera.
"Ingat berhati-hati lah saat bekerja sera, ucap bagas dengan penuh perhatian. Gadis ini melenggang pergi dengan penuh semangat.
"Jangan terlalu bersemangat raa, ucap putra saat melihat sera penuh dengan kecerian padahal baru saja mengalami musibah.
"Kalo aku tidak semangat bisa-bisa aku dipecat saat bos datang nanti. Ucap sera sambil tertawa.
"Siapa yang berani memecat mu akan ku tenggelam kan kalo begitu, ucap putra menggoda sera. Senyuman pria ini mengembang saat bisa melihat sera kembali berada di dekat nya, sosok gadis ini sangat ia rindukan.
"Kenapa kamu gak di kasir saja ra bahkan benjolan di kening mu masih terlihat. Usul putra karna tak ingin sera kelelahan.
"Aku baik-baik saja put, terimakasih perhatian nya. Ucap sera tersenyum manis.
"Dan juga kecelakan itu tolong rahasiakan jangan sampai bagas tahu, ucap sera sambil berbisik pada putra.
"Kamu harus membayar ku kalo untuk merahasiakan itu, ucap putra menggoda sera.
"Harus kah aku membayar dengan sisa hidup ku bersama mu? putra kembali harus tersipu malu saat digoda kembali oleh sera.
Bagi sera hari ini seperti mimpi buruk yang harus ia rasakan kembali. Berharap ketenangan dengan kembali bekerja sera harus menelan kepahitan karna terus di teror oleh helena. Kedatangan gadis ini bersama teman-teman terasa sangat ganjil. Masih sangat jelas di ingatan sera bagaimana kasar helena memperlakukan nya di rumah sakit.
"Kenapa? tanya putra saat melihat sera menjadi gelisah saat melihat beberapa gadis baru saja masuk.
"Ahh, bukan apa-apa put, ucap sera berusaha mengelak.
"Jangan bahong wajah mu terlihat sangat pucat, ucap putra menarik sera saat gadis ini hendak pergi.
"Dia tunangan sah bagas yang dipilihkan keluarga nya bukan kah kamu sudah dengar berita nya? ucap sera gemetar.
"Kenapa kamu harus menghindar raa, bagas memilih mu kan lagian kalian jauh lebih lama bersama dibanding keputusan sepihak itu. Ucap putra.
"Dia juga yang mendatangi ku di rumah sakit put, ucap sera. Putra memeluk sera dengan erat begitu ia sadar bahwa gadis diluar itu lah yang telah menyakiti sera.
"Semenjak kejadian itu aku gak pernah bisa tidur dengan tenang put, aku takut. Ucap sera menangis di dalam pelukan putra.
"Bagas tau kamu gelisah seperti ini? tanya putra penasaran.
"Gak, kami memang terlihat baik-baik saja tapi aku menjaga jarak dengan bagas sampai aku yakin dengan keputusan ku put. Ucap sera.
"Jadi dia juga gak tau kalo kamu gak bisa tidur? tanya putra. Gadis ini menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Apa dia sangat menakutkan bagi mu? tanya putra.
"Untuk mu sendiri gimana kalo ada seseorang dengan sengaja ingin menusuk mu dengan pecahan kaca? ucap sera sambil gemetar.
"Baiklah, kita harus melupakan ini semua, kamu tunggu saja di ruangan ku, ucap putra menyuruh sera untuk meninggalkan pekerjaan nya.
"Pulang dan beristirahat lah raa, besok gak akan ada lagi toleransi untuk mu, ucap putra sambil tertawa.
"Kamu memang yang terbaik put, aku balik duluan ya besok aku akan datang lebih pagi, ucap sera tersenyum pergi meninggalkan ruang kerja putra. Gadis ini bergegas untuk pergi kerumah vina untuk bermain bersama sahabat nya itu.
"Kamu yakin raa gpp? tanya nisa saat menjemput sera di cafee.
"Hmm, kamu gimana sama adam sudah baikan belum? tanya sera.
"Malas gue ada dia hidup gue gak pernah tenang, semalam dia bawa teman-teman ribut banget. Guman nisa ketus.
"Gue gak jadi deh mau nginep rumah loe kalo gitu, ucap sera.
"Kenapa? nginep aja kali ra biar gue ada teman. Ucap nisa membujuk sera.
"Loe kan tau kalo ketahuan bagas dirumah loe banyk orang gitu dia bakal gimana? guman sera cemberut.
"Gak perlu cerita raa kalo pun ketahuan memang kenapa? kita kan gak gabung sama mereka juga, ucap nisa yang masih membujuk. Sera sedikit menceritakan kejadian yang ia alami di caffe saat ini, nisa begitu marah dan terus saja mengumpat pada helena karna tak senang dengan keberadaan gadis itu yang terus saja mengganggu.
"Jangan diganggu, dia mood nya lagi merosot habis ketemu helena di caffe. Ucap nisa yang mendorong tubuh sera untuk masuk kedalam. Sera mendapat teguran dari mami vina karna bekerja disaat sakit seperti ini.
"Mii sera boleh ya tidur di atas sebentar, ucap sera melepaskan pelukan ibu sahabatnya itu.
"Istrirahat lah nak kamu terlihat sangat pucat, ucap sang mami. Sera bergegas naik untuk beristirahat sejenak.
"Kenapa sera begitu pucat? ucap sang mami. Vina menceritakan keadaan yang di lalui sera saat ini. Suara vina gemetar saat menceritakan kesedihan yang sera pendam sendirian, mereka berdua tau ada sesuatu yang tak mampu sera bagi dengan mereka hingga gadis itu terus saja merasa gelisah.
"Kalian harus bersama dan saling mendukung, sera sangat butuh kalian semua. Ucap sang mami menyemangati kedua gadis nya itu yang menangis saat menceritakan keadaan sera.
"Kenapa ini? kalian lagi ngupas bawang sampai berlelehan begini? tanya roy yang tiba-tiba muncul bersama andrew.
"Pergi aja sana loe ngapain pulang bikin rusuh aja, ucap vina sambil mendorong roy menjauh.
"Rumah gue kenapa loe anak nakal, ucap roy sambil menjewer adiknya itu. Kedua kakak beradik ini memang selalu bertengkar saat bertemu membuat sang ibu harus extra sabar menghadapi kedua anaknya.
"Pelan kan suara kalian nanti sera bisa bangun, ucap sang mami menjewer roy yang masih saja ribut dengan sang adik.
"Ada sera mi? tanya roy melirik sekeliling. Andrew begitu senang saat mendengar kehadiran sera dirumah ini.
"Dia diatas sedang beristirahat, kalian tenang lah sedikit gadis itu butuh istirahat. Ucap sang mami.
__ADS_1
"Gue boleh ijin masuk ke kamar mu gak vin? tanya andrew karna sangat ingin melihat sera.
"Boleh tapi jangan langsung bangun kan sera, dia sangat pucat saat datang tadi. Ucap vina mengingatkan andrew.
"Andrew ingat jangan kunci pintu dari dalam, ucap mami roy sambil tertawa. Andrew hanya tersenyum saat disindir oleh wanita paruh baya itu.
Sera terbaring disofa panjang milik vina dengan rambut yang teurai menutupi wajah cantik nya. Mata nya yang bengkak masih sangat jelas terlihat, luka dikening yang masih basah membuat sera sesekali merintih dalam tidur nya.
"Bukan kah ini sangat sakit? guman andrew sambil menyentuh kening sera dengan pelan.
"Sakit drew kalo kamu tekan seperti itu, ucap sera mengejutkan andrew.
"Ku pikir kamu tidur raa, kenapa masih gelisah? tanya andrew merapikan rambut yang menutupi wajah sera.
"Aku kenapa? bukan kah yang perlu di khawatirkan itu kamu? kenapa gak pulang kerumah malah tinggal di hotel? tanya sera sambil duduk sedikit menjauh dari andrew.
"Kamu tau dari mana aku tinggal di hotel? apa urusan nya dengan mu? guman andrew dengan nada ketus.
"Kalo begitu tolong keluar dari kamar ini, untuk apa kamu masuk ke kamar gadis dan mengganggu ku tidur? ucap sera.
"Seraa, guman andrew sambil menarik sera yang akan berdiri.
"Tolong lepaskan dreww, apa yang aku lakukan gak ada urusan nya dengan mu. Ucap sera membalas ucapan andrew tadi padanya.
"Kamu sedang membalas ku? tanya andrew dengan senyuman sinis.
"Kamu saja meninggalkan ku tanpa kata saat di vila. Ucap andrew kesal.
"Lepaskan dreww, ucap sera kesal.
"Kamu bahkan tidak menghubungi ku sekali pun sejak kejadian divila. Ucap andrew semakin kesal kembali harus mengingat kejadian itu.
"Kamu fikir aku bisa tidur dengan santai sejak kejadian itu? kamu fikir aku gak menyesal melihat mu harus menerima pukulan terus menerus dari bagas? ucap sera gemetar.
"Membawa bagas pergi dari sana pilihan terbaik yang bisa aku lakukan untuk menolong mu drew, jadi tolong jangan mempersulit keadaan. Ucap sera memalingkan wajah nya karna enggan menatap andrew.
"Kamu fikir aku gak mampu melawan bagas? atau kamu memang meremehkan ku dan terang-terangan membela bagas? ucap andrew kesal. Mereka berdua berada di dalam situasi yang sangat membingungkan tak ada salah satu yang mau mengalah dan terus saja saling mencari pembenaran bagi opini masing-masing.
"Kamu bisa berlari kepada ku tapi kamu malah berlari pada bagas, pria yang membuat mu melalui semua ini. Ucap andrew dengan suara yang cukup keras. Mereka berdua tak dapat menahan emosi satu sama lain. Andrew terus saja melontarkan kekecewaan nya terhadap pilihan sera malam itu, pria ini tak tahan dan merasa cemburu saat sera berlari dan memilih menahan bagas ketimbang dirinya malam itu.
"Kalo semua itu menurut mu benar untuk apa kamu datang menemui ku dreww? abaikan saja aku seperti sebelum nya. Ucap sera yang tak tahan dengan sikap andrew yang terus saja menyudutkan nya. Keputusan saat itu memang lah bukan yang terbaik yang bisa diambil sera, meninggalkan andrew begitu saja tanpa sepatah kata pun adalah kesalahan. Namun tak ada lagi yang bisa sera lakukan untuk memisahkan perkelahian antara kedua lelaki itu selain membujuk bagas. Sera bahkan berusaha menahan keingin tahuannya akan kabar andrew dan segala sesuatu nya agar andrew setidaknya bisa melupakan nya dengan mudah walau dengan cara yang buruk.
Bersambung.....
Happy reading kakak, jangan lupa vote dan like yaa 💜💜
__ADS_1