
Saat pagi sudah datang gadis yang semalam tidur disofa sudah berpindah tidur disebuah kamar dengan selimut tebal menghangatkan tubuhnya. Melihat sekeliling gadis ini sadar bahwa dia sedang berada dirumah andrew, bangkit dan bergegas menyiapakan sarapan sesuai permintaan andrew semalam menjadi tujuan utama nya pagi ini. Menuruni anak tangga sambil menguncir rambut nya sera dengan cepat menyiapkan segalanya di dapur rumah ini.
"Selamat pagi sayangku, ucap nyonya pemilik rumah ini dengan hangat.
"Tanteee,, ucap sera dengan senang melihat wanita paruh baya itu yang masih nampak bugar dan cantik.
"Buat sarapan sayang, ucap wanita itu sambil memeluk sera.
"Iyaa tantee, mau sarapan sekarang taan. Ucap sera dengan senyuman manisnya.
"Boleh sayang mamah mau coffe kalo ada, ucap wanita.
"Smoothies aja yaa tantee biar makin sehat. Ucap sera dengan semangat.
"Apapun yang kamu buat mamah akan minum nak, bagaimana kuliah mu lancar. Ucap wanita paruh baya itu.
"Lancar tan, sera lagi berjuang buat dapatin beasiswa lagi buat tahun ini. Ucap sera.
" Benarkah ? Kenapa kamu gak sambil kerja di perusahaan aja nak, mamah bisa mengatur nya untuk mu. Ucap wanita itu dengan semangat.
"Untuk saat ini sera nyaman dengan pekerjaan yang ini tan, lagian sebentar lagi sera akan skripsi gak akan kebagi waktu nya. Ucap sera sambil menyodorkan segelas jus.
"Mamah ngerti tapi kalo kamu mau bekerja bilang sama mamah ya nak, ucap wanita itu sambil meneguk minumannya.
"Apa yang sedang kalian bicarakan seru sekali, guman andrew yang baru saja turun dari kamar nya sambil menggendong odi.
"Mamah mau jodohkan sera dengan anak teman mamah, kenapa ada masalah ? ucap sang mama sinis. Sera yang mendengar ucapan nyonya rumah ini hanya bisa tersenyum sambil menatap andrew yang melihatnya.
"Apasih maah, mending mamah jodohin hendra kenapa malah ganggu sera, guman andrew dengan wajah sinisnya.
"Loh kenapa ? hendra bisa cari sendiri kalo sera kan wanita harus dicarikan yang terbaik. Ucap mamah.
"Sudah ya mah ini masih pagi jangan bikin andrew sakit kepala, ucap andrew sambil meminum jus yang disiapkan sera.
"Jangan cuka cemburu sama yang bukan milikmu sayang nanti cepat tua, bisik sang mamah ditelinga andrew.
"Bi bilang ke pak ha nanti sore tolong jemput hendra dibandara, ucap sang nyonya.
"Ka hendra pulang tante ? ucap sera. Andrew menatap sera dengan tajam, gadis itu sadar melihat andrew dengan tatapan menakutkan.
"Iya sayang, dia sudah dinas selama dua minggu biarkan dia istirahat dulu. Ucap sang mamah.
"Dimanja sekali hendra dibanding aku, ucap andrew sinis.
"Kamu mau apa sih sayang bilang aja nanti mamah kasih? ucap sang mamah.
"Gausah andrew cari sendiri aja, ucap andrew cemberut.
__ADS_1
"Tann, sera naik dulu yaa mau siap-siap kuliah. Guman sera sambil berjalan menyerahkan odi kepada bibi.
Sera sedang menunggu vina menjemput dirinya sambil bermain dengan odi ditaman. Karna hari ini masih festival mereka bebas datang kapan pun kekampus. Team sera sedang menebak-nebak team mana yang akan menjadi lawan mereka hari ini karna ini sudah seperlapan final mereka sudah harus waspada ditambah helena yang selalu menyusahkan mereka.
Sera dan vina sampai dikampus tepat waktu pada saat pertandingan semi final club basket tengah berlangsung. Lapangan basket sudah ramai oleh para penggemar masing-masing team. Semua penonton tengah sibuk bersorak menyemangati para pemain.
"Penuh nya siapa sih yang main? ucap vina. Kedua gadis ini harus bersusah payah menembus kerumunan demi bisa melihat pertandingan.
"Kamu liat raa teman mu sudah duduk cantik diujung, vina menunjuk ke arah nisa yang sudah duduk menonton pria dambaan nya sedang bertanding.
"Pantas dari tadi di hubungin gak bisa dia sudah duluan kesini sekalinya. Guman sera tertawa sambil berjalan menghampiri nisa.
"Bagus yaa sudah duduk cantik disini, kuping gak dengar mba di telpon dari tadi. Ucap vina sambil menjewer kuping nisa yang tengah bersorak ria.
"Gak dengar gue sangking fokus sama yang ganteng-ganteng nah, guman nisa sambil nyengir.
"Siapa unggul ? guman sera sambil mencari sekeliling senior yang kemarin terluka. Tak lama mata mereka bertemu sang senior yang memang sedari tadi sudah memperhatikan sera dan kawannya. Seolah sudah akrab mereka berdua saling tersenyum satu sama lain.
"Gebetan gue dong, ucap nisa. Mereka menonton pertandingan team ini sampai selesai. Vina dan sera yang tadinya duduk dengan kalem berubah menjadi heboh saat permainan memanas dengan skor yang tak jauh berbeda.
"Sudah ayo ahh kita belum liat jadwal team kita, ucap sera beranjak dari kursinya.
"Kamu liat itu mak lampir lagi bagi-bagi makanan, jangan ada yang makan ingat. Ucap vina melihat helena dengan tampang polosnya sedang membagi-bagi kan makanan pada team voli mereka.
"Nih buat loe, tapi jangan gede kepala gue ngasih demi nama kampus kita. Ucap helena menyodorkan kotak nasi kepada sera. Gadis ini hanya tersenyum tipis tanpa mengeluarkan kata untuk membalas helena.
"Beress, tapi ingat begitu kita perlu kamu harus turun dengan cepat. Guman vina menyahut kepada sera.
"Aarrgghh,, sakit sekali perutku. Ucap sera sembari melewati helena yang duduk dibangku penonton tepat dibelakang nya.
Sera berjalan cepat melewati anak tangga agar sampai di ruang uks lebih dahulu. Sambil bertukar kabar dengan bagas yang sudah menelpon nya sedari tadi, sera menonton pertandingan dari jendela uks seperti kemarin lagi. Gadis ini terus saja tersenyum mendengar suara kekasihnya itu. Tak terasa sudah hampir satu jam dia bertelponan dengan bagas dan harus terputus karna bagas harus kembali masuk keruang rapat. Pria ini merelakan jam makan siang nya dipakai untuk bertelponan dengan sera.
Klekkk.....
Suara pintuk uks dibuka.
Tampak senior yang kemarin terluka kembali datang ke uks untuk mengganti perban dilukanya. Sera hanya menatap dan kemudian kembali fokus menonton pertandingan. Karna di uks ada perawat yang bertugas jadi dia tak harus membantu senior itu seperti sebelumnya. Beberapa kali sera mendengar suara rintihan dari senior itu saat perban nya dibuka karna lukanya masih basah perbannya pun ikut menempel pada luka itu. Gadis ini mencoba menahan tawa nya melihat ekspresi senior menahan kesakitan.
Gadis ini duduk disebuah sofa sambil mencoba menghubungi momo yang tak kunjung datang. Beberapa kali mencoba menghubungin momo namun tak kunjung berhasil. Sera yang tak bisa menahan kekesalan memukul-mukul sebuah majalah ke meja didepan nya. Nampak senior itu memperhatikan tingkah sera yang tak biasa. Sera tak cukup ramah seperti biasa, entah karna apa gadis ini terus saja menampilkan wajah cemberut nya sambil bermain ponsel miliknya. Setelah menunggu lama akhirnya momo datang dengan membawa tas punggung besar sambil terengah-engah.
"Loe kemana aja mo, lama banget sih. Guman sera dengan sinis. Senior itu nampak sedikit tersenyum melihat wajah sera sambil duduk disebuah kursi tak jauh dari mereka.
"Soryy raa gue sibuk banget hari ini. Ucap momo sambil meneguk air mineral.
"Trus buat apa tas segede itu loe bawa. Ucap sera sambil memeriksa isi tas yang dibawanya.
"Mau pergi liburan dong, ucap momo sambil tertawa.
__ADS_1
"Kemana ko banyak banget, ucap sera heran.
"Sudah lah kalian siap-siap aja, om senang om bayar buat kalian. Ucap momo sambil merebahkan tubuhnya ke sofa.
Sera hanya tersenyum sinis melihat tingkat kesombongan momo kambuh. Bahkan perawat yang bertugas tak mampu menyembunyikan tawa nya saat mendengar kesombongan momo. Pria ini memang kadang tak mampu menyembunyikan sikap konyolnya di depan orang lain.
Drtttttt....drettttt......
"Turun loe sekarang kurang satu, ucap vina dengan nada terburu-buru bicara diponsel.
"Bangun ayo turun vina sudah teriak-teriak. Ucap sera sambil menarik momo bangun dari sofa. Gadis ini dengan cepat berganti baju diruang ganti yang berada diruang uks ini. Mengikat rambut panjang nya agar tidak menghalangi aktifitasnya, gadis ini nampak manis dengan stelan baju sport olahraga untuk bertanding.
"Loe mau main raa, serius ini. Guman momo tak percaya sera akhirnya mau turun bermain.
Gadis ini hanya mengumbar senyum tipisnya kepada momo. Mereka berjalan menuju lapangan dengan cepat. Karna sudah dimulai sera harus tertinggal putaran awal pertandingan. Saat gadis ini masuk kelapangan sorak meriah menyambut dirinya. Mereka semua sudah dalam posisi masing-masing. Wajah helena berubah menjadi kesal karna melihat sera ikut dalam pertandingan kali ini. Dia mengira sera tidak akan turun karna sakit yang dia derita tadi pada saat naik ke uks.
Momo tampak heboh melihat tiga sahabatnya sedang bertanding dengan memukau. Tampak lapangan voli sudah dipenuhi oleh sederet barisan penonton yang histeris melihat pertandingan yang sengit ini. Pukulan demi pukulan sudah dilayangan kan team sera untuk menahan serangan lawan.
Sera terkenal dengan service atasnya yang memukau. Ketiga dara ini sangat menjanjikan saat mereka bermain bersama.
"Yaa passing, berikan pada nisa, suara teriakan dari sesama team. Mereka semua sedang menanti-nanti bola itu mendarat. Bola kali ini adalah penentu mereka untuk masuk semi final.
"Minggir, ucap sera yang melihat bola akan jatuh mengarah padanya. Gadis ini langsung berlari dan meloncat untuk mengeluarkan pukulan jump service membalas pukulan dari lawannya. Sera mengerahkan semua tenaga yang dia punya untuk membuat pukulan ini. Lawan kali ini sangat tangguh sehingga seluruh team harus bekerja extra keras untuk melawan kali ini.
Priettttt......
Suara peluit dari wasit yang menandakan bola masuk ke team lawan dari jump service yang dilakukan sera.
"kitaa masuk semi final, sorak meriah dari seluruh team dan penonton yang melihat pertandingan itu. Kringat yang bercucuran sudah tak dihiraukan lagi, rasa senang sudah menggelayuti seluruh team yang bermain.
"Coba aja loe ikut dari awal skor kita pasti bisa lebih, ucap vina dengan senang sambil berloncat-loncat kecil.
"Serius dia cuma cadangan ? pukulan nya hebat gitu. Ucap pria gebetan nisa yang terpukau melihat permainan team sera.
"Harusnya dia pemain inti dong yaa, kenapa jadi cadangan. Guman pria lain nyaa.
"Memang tujuan gitu, dia cuma akan muncul disaat-saat penentu aja. Guman senior yang kagum melihat gaya bermain sera. Gadis yang dia sepelekan kemarin ternyata bintang yang bersinar. Sera tampak energic saat bermain, dia hanya fokus terhadap bola dan tak tampak menghiraukan sekelilingnya.
Helena harus menelan kekalahan saat melihat sorak dari penonton yang di tujakan pada team sera yang menang. Bahkan banyak penonton yang sudah meneriaki nama sera dengan keras.
*Blepp...bleppp....
*Suara pesan masuk diponsel sera.
"Jemput aku hari ini ! jangan sampai terlambat (emoji cium**).
#Happy reading kakak, yuukk jangan lupa vote dan like yaaa 💚💚💚
__ADS_1