Strong Women

Strong Women
Part 110


__ADS_3

"Drewww, guman sera dengan sangat keras saat terbangun dengan darah menetes pada hidung nya. Seisi ruangan ini terbangun saat mendengar suara teriakan sera yang getir. Sera terduduk sambil menangis memegangi hidung nya yang terus saja mengeluarkan darah dengan deras.


"Tenang lah raa, panggil suster sekarang. Guman andrew berusaha menenangkan sera yang terus saja menangis. Bagas yang juga berada disamping sera merasa terabaikan karna sera lebih memilih menjatuhkan ketakutan nya dan bergantung pada andrew. Bagas juga tak tinggal diam, dia berusaha mengambil hati sera dengan terus berada di sampingnya.


"Angkat tangan mu raa biarkan aku yang memegang nya. Ucap bagas yang langsung naik ke atas ranjang sera untuk membantu gadis ini. Sera dengan gemetar meraih salah satu lengan bagas merangkul nya dengan ketakutan. Bagas boleh merasa senang karna sera masih mau berpangku padanya saat ini. Akhirnya pria ini tau bagaimana rasanya saat benar-benar bisa hadir untuk menemani kekasihnya di saat genting seperti ini.


"Sttt...Tenang sayang ada aku disini, guman bagas berusaha menenangkan sera yang masih ketakutan. Sera perlahan sudah mulai tenang saat menerima obat untuk mengatasi rasa nyeri nya. Gadis ini menatap kebingungan saat sadar bagas lah yang ia rangkul saat ini.


"Dreww, guman sera sengaja memanggil andrew untuk mengalihkan pandangan nya dari bagas. Andrew tersenyum melihat sera sengaja mempermainkan bagas.


"Aku mau puding dreww, guman sera yang masih terkulai lemah. Andrew tersenyum melihat sera sudah mulai kembali seperti dirinya lagi.


"Boleh tapi jangan terlalu banyak, bagas sudah membelikan nya untuk mu. Ucap andrew sambil menyerahkan puding kepada sera.


"Benarkah? terimakasih untuk yang sudah membelikan nya. Ucap sera dengan wajah datarnya. bagas sadar sera masih sangat marah padanya karna itu dia tidak akan membuat masalah lagi untuk sekarang ini, dia lebih memilih menerima perlakukan sera yang mengacuhkan nya saat ini.


"Dokter bilang kamu bisa pulang besok asal semua normal, ingat jangan telat makan lagi. Ucap andrew sambil mengelus rambut gadis manis itu.


"Kamu akan pulang bareng aku raa, ucap bagas sambil mendekati sera yang masih enggan berkomunikasi dengan dirinya. Sera hanya menatap kesal bagas yang masih tetap berada disini.


Sera hanya berusaha menyibukan dirinya hingga tertidur karna masih takut dengan bagas yang selalu menunggu nya dengan tenang. Ketenangan bagas bagi sera sangat menyakitkan, bagas bukan tipe orang yang akan diam saja kalo sedang mengalami masalah namun kali ini pria itu tampak tenang.


"Kangen, guman nisa berteriak saat masuk kedalam kamar. Niat nya untuk membuat sera sedikit merasa senang gugur saat melihat bagas masih berada disini.

__ADS_1


"Kenapa kamu masih disini, pulang lah tunangan mu pasti mencari mu. Ucap nisa ketus kepada bagas yang masih setia duduk disamping sera.


"Gue bisa jelasin, gue di jebak sama helena. Kami memang di jodohkan tapi pertunangan itu belum terjadi. Gue gak akan pernah ninggalin sera. Guman bagas dengan tegas berusaha memberikan pengertian kepada seisi ruangan ini.


"Kamu gak merasa semua terlambat? berapa banyak sera harus menerima kebohongan mu? aku yakin bukan cuma ini saja yang kamu sembunyikan. Ucap nisa dengan mata yang berkaca-kaca.


"Seberapa besar loe mencintai sera seharusnya loe juga paham gimana cara ngejaga perasaan dia. Loe tau beasiswa nya dicabut gitu aja? loe tau dia kerja banting tulang pulang dari rumah andrew dia harus berjalan untuk bekerja di caffe? guman vina memperjelas semua karna bagas sudah mencurigai sera bermain dengan putra. Sera sering kali kedapatan diantar pulang oleh putra, itu lah sebab nya bagas lebih sering marah belakangan ini.


"Beasiswa nya dicabut? tanya bagas dengan terkejut karna mustahil beasiswa itu hilang begitu saja, sera sangat bersusah payah untuk mendapatkan beasiswa dengan nominal sebesar itu. Sera menangis dalam diam saat mendengar semua yang di ucapkan kedua sahabatnya itu untuk membela dirinya.


"Loe takut sera akan merampas semua harta loe karna itu loe menyembunyikan semua ini bertahun-tahun. Ucap vina sambil melemparkan bantal ke arah bagas.


"Gue gak bermaksut seperti itu, kalian tahu lah seberapa besar perasaan gue ke sera. Awal nya gue cuma pengen dekat sama sera tanpa latar belakang orang tua gue. Guman bagas.


"Semua salah gue tapi untuk masalah helena kami memang di jodohkan untuk masalah politik perusahaan tapi aku gak pernah menyetujui itu semua. Gue sebenar nya udah menyiapkan segala sesuatu nya untuk memberitahu sera tapi helena lebih pintar dari pikiran ku. Ucap bagas dengan wajah murung nya.


"Bisa kah yang lain keluar dulu? aku ingin bertukar pakaian. Guman sera yang membuat kaget seisi ruangan dengan tiba-tiba bangun ditengah-tengah perdebatan. Bagas sadar sera sedari tadi sudah mendengarkan segalanya, mata merah gadis itu tidak bisa berbohong.


"Sudah lebih enak? raa aku pulang dulu sebentar ya. Ucap andrew yang harus berganti baju karna sedari kemarin terkurung diruangan ini.


"Maaf aku merepotkan mu dreww, pulang lah kasihan odi sendirian. Ucap sera yang merasa tak enak. Andrew langsung pergi meninggalkan bagas yang masih merasa berat untuk pergi.


"Kalian semua mending pulang dulu ganti baju istirahat, biar aku sama vina yang jaga sera malam ini, guman nisa.

__ADS_1


"Pulang lah dulu kamu, biar sera menikmati waktu nya bersama mereka. Ucap roy memperingatkan bagas yang masih enggan pergi.


"Aku akan pulang ke kost, aku akan membawakan kebutuhan mu. Raa maaf. Ucap bagas tanpa mendapat balasan dari sera.


"Raaa kamu butuh waktu atau gimana? ucap vina mendekati gadis cantik yang tengah menangis itu. Sera hanya terdiam, tertunduk bercucuran air mata menahan rasa sakit yang ditoreh kan bagas padanya. Gadis ini tak pernah berfikir bahwa bagas akan begitu membuat nya kecewa seperti sekarang ini.


Bukan hanya mereka berdua yang tengah menunggu sera, helena sedari tadi sudah mengawasi sera dari kejauhan perempuan ini seperti kehilangan akal sehat karna tak bisa mencari keberadaan bagas yang meninggalkan dia begitu saja di pesta. Obsesi nya terhadap bagas terlalu tinggi sehingga membuat dirinya sendiri sangat ketakutan saat tidak bersama bagas. Keinginan memiliki pria itu sangat tinggi hingga mampu melakukan apa saja demi memiliki bagas.


"Braakkk, helena membuka pintu dengan kasar sehingga membuat sera terbangun, gadis ini terlihat kebingungan karna melihat orang orang yang ia tak kenal. Vina dan nisa yang baru saja keluar meninggalkan dia seorang diri dikamar ini.


"Keluar untuk apa kamu disini, ucap sera yang masih berusaha berdiri dari tempat tidur nya. Sera juga tak mampu meredam kemarahan nya melihat gadis yang selalu berusaha merebut kekasihnya itu.


"Kamu pikir kamu siapa? cuma gadis miskin dan seorang *******. Ucap helena melontarkan kata-kata kasar.


"Kalo pun benar apa urusan nya dengan mu? ucap sera sambil melirik beberapa pria yang dibawa oleh helena sedang berjaga dipintu masuk.


"Kamu harus meninggalkan bagas, kamu gak pantas menjadi menantu keluarga orang terkaya seperti keluarga bagas. Ucap helena sambil mendekati sera yang tersudut. Jauh di dalam hati sera hampir semua yang di katakan helena benar adanya, dia hanya seorang gadis miskin apa masih mampu bersanding dengan bagas. Sera sedikit gusar karna kata-kata helena. Matanya mulai buram seperti terserang kepanikan hingga debaran jantung nya begitu cepat membuat gadis ini sedikit merasakan sesak yang menyerang secara tiba-tiba.


"Kamu fikir siapa yang mencabut beasiswa mu? membuat mu harus bekerja keras hingga sakit. Kalo kamu masih belum sadar kamu harus cepat bangun dan pergi dari sisi bagas. Ucap helena sambil melemparkan selembar kertas tentang kebenaran beasiswanya yang sudah di cabut secara paksa.


"Tolong pergi kalo memang bagas lebih memilih mu aku akan melepaskan nya. Ucap sera dengan gemetar sambil memegang kertas itu.


"Ini belum apa-apa aku juga bisa membuat mu lebih hancur dari sekarang, guman helena sambil membating beberapa vas bunga yang berada diruangan ini. Sera tak begitu kaget akan sikap helena, dia lebih takut saat membaca kertas yang membuat nya kehilangan beasiswa yang dengan susah payah ia dapatkan. Beasiswa itu sangat penting bagi sera, bukan hanya sebagai penyambung hidup tapi ia juga sebagai penentu agar sera bisa mendapatkan mimpinya.

__ADS_1


"Pulang lah kamu gak akan dapat apa-apa disini, bukan kah kita bukan lawan yang sebanding? ucap sera sambil gemetar. Helena masih tidak bisa mengontrol emosi nya yang meluap melihat sera masih bisa bersama bagas setelah apa yang telah diusahakan olehnya. Bagas yang masih saja membela dan selalu berada disamping sera membuat helena merasa kesal.


"Praankk, helena melemparkan satu vas terakhir yang berada dikamar ini kearah sera. Goret luka sangat terlihat jelas dilengan sera yang mengeluarkan darah, terkena pecahan yang terpantul oleh dinding yang tepat dibelakang nya. Sera tak menyadari dia lebih merasa kasihan kepada helena yang terlalu terobsesi oleh bagas. Gadis ini tak mampu menahan air mata nya melihat helena yang begitu menggebu ingin memiliki pria yang begitu ia cintai.


__ADS_2