
"Hanya karna kamu punya status pacar bagas bukan berarti kamu mengenal nya dengan baik, bahkan ibu nya pun tidak setuju dengan mu. Ucap helena dengan sombongnya.
"Hmmm.... kamu menyukai bagas? sayang sekali bagas lebih mencintai aku. Ucap sera berlalu dengan langkah besar. Hati sera begitu tercabik mendengar semua kata-kata helena, apa mungkin orang tua bangas menetang hubungan mereka. Bekali-kali sera memikirkan semua hal membuat dada nya semakin sesak, kepala nya menjadi pusing bahkan ia sampai memuntahkan isi perutnya.
Gadis ini terduduk di salah satu toilet pameran. Hembusan nafas nya semakin berat menahan air mata yang hendak turun. Merasa bahwa ada benar nya perkatan helena karna sampai sekarnag bagas tak kunjung memperkenal kan nya sebagai kekasih kepada kedua orang tuanya, rumah nya pun sera tidak pernah tau dimana letak nya. Hanya air mata yang mewakili segala kekecewaan yang selama ini sera berusaha pendam.
Dalam diam kedua sahabatnya mendengar suara tangisan sera dari balik pintu, namun mereka membiarkan sera mengeluarkan segala yang di pendam selama ini.
"Sial... wanita itu membuat sera merana... ini semua karna bagas. Ucap nisa menahan kesal.
"Sekali-kali kita harus buat pelajaran untuk bagas yang terus terus membuat sera berada di hujung tebing. Ucap vina. Setelah selesai mengerjakan tugas mereka semua pulang kerumah masing-masing. Sera pulang kerumah andrew untuk menjaga jordi yang sedang demam sedari kamrin. Mata sembab nya sangat terlihat jelas memerah diwajah nya yang putih. Andrew yang sedang bermain dengan jordi memperhatikan sera yang baru memasuki pintu dengan wajah murung.
" haaahh... kaa sudah pulang, mana ibu? sera berulang kali memalingkan wajah nya mencari nene bocah tampan itu.
" Mamah pergi menemani papah perjalan bisnis, jadi malam ini kamu harus menemani odi tidur oke. Ucap andrew dengan ragu dia ingin menatap sera karena merasa rindu tapi dia juga takut akan jatuh terlalu dalam. Pria ini terus saja menghindari tatapan mata sera, dia berusaha untuk tidak bertemu pandang dengan sera. Gadis ini hanya mengacuh kan seperti biasa dia langsung menuju dapur menyiapakan makan sore odi. Andrew hanya bisa mentap sera dari kejauhan mata redup yang sedang memerah itu membuat wajah sera menjadi pucat. Sangat terlihat jelas sera sedang menahan sesuatu bahkan gadis itu terus saja menggigit-gigit bibir bawah nya.
Bagas berkali-kali mencoba menghubungi sera tapi selalu dialihkan. Pria ini meraskaan tekanan karna harus meninggalkan sera lagi untuk keperluan bisnis keluarga nya. Dengan sengaja sera mengabaikan bagas. Dada nya masih terlalu sesak memikirkan kejadian tadi siang di tambah lagi bagas meminta ijin untuk pergi bersama keluarga. Bagas akan pergi menemani papi nya untuk bertemu investor baru di luar pulau.
Sera hanya memusatkan perhatian kepada jordi dia berjam-jam menemani odi yang asyik bermain untuk sejenak sera melupakan beban dihati nya. Jordi sudah mulai terlelap dengan botol dot menempel di bibir mungil nya, hari sudah semakin malam odi mendengekur dengan nyaring tanda lelah bermain tanpa henti sedari sore hari, sera tertawa melihat postur tidur bocah ini.
Sera beranjak ke dapur membuat kan coffe untuk andrew yang sedari tadi sedang bekerja di ruang kerja nya meninggalkan sera dan jordi hanya berdua. Rumah besar ini sangat megah tapi di dalam nya hanya ada kesunyian semua orang hanya sibuk bekerja.
tokk.. tokk.....
Sera dengan pelan mengetok pintu kamar kerja andrew namun tidak mendapat jawaban. Gadis ini membuka pintu dengan pelan mata tajam langsung tertuju pada pria yang sesang memegang gelas panjang berisi minuman alkohol ditangan kiri nya sedangkan tangan kanan nya memegang dokumen untuk dibaca.
"Bukan kah minum sendirian tidak enak ka. Ucap sera merebut gelas dari tangan andrew.
"Kembalikan ra.. kamu ga boleh minum itu. Ucap andrew berdiri berusaha merebut gelasnya kembali.
"Hanya satu kali ini ka aku sedang merasa sesak. Ucap sera menatap andrew dengan wajah manisnya berusaha merayu andrew.
__ADS_1
"Ingat hanya satu kali ini saja. Andrew berjalan kembali duduk di sofa dekat meja kerjanya.
"Kaa apa kamu tidak kesepaian di rumah sebesar ini.
" Kenapa kamu bosan bekerja disini, ada odi kenapa aku harus bosan. Ucap andrew sambil merapihkan berkas berkas kerja nya.
"Bohong kamu selalu saja sibuk bekerja, odi masih mebutuhkan mu ka jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan.
" Aku kerja untuk dia juga, jadi odi akan mengerti.
" Kamu pikir odi tau apa yang kamu kerjakan. Odi masih kecil ka dia masih membutuhkan perhatian besar dari mu. Aku berhenti saja ahh... Ucap sera sambil terus menerus menuang minuman.
" Baik-baik aku tau maksut mu apa, oke aku akan mengurangi jadwal kerja ku. Tapi katakan siapa pria yang kamu temui di taman beberapa hari lalu.
Sera tersentak mendengar perkataan andrew dari mana pria ini tau kalo dia bertemu pria lain di taman.
" Oh... dia putra senior di kampusku ka, kamu ingat saat di club ada seorang dj memangil namaku itu lah dia. Andrew hanya menatap sera dengan tajam gadis itu terus saja mengangkat gelas berisi minuman keras padahal dia tidak kuat minum tapi dia memaksakan minum.
Ponsel milk sera berdering beberapa kali, karna itu dari sahabatnya sera harus menjawab panggilan itu tapi tidak hal nya dengan panggilan dari bagas yang terus saja di abaikan oleh nya sedari tadi.
"Hmmmm... kenapa vin?
" Clubing yoookk, aku sudah ready sma nisa nih. .. ayo aku jemput yaa.
"Ikut... aku akan ganti baju, namun kemudian sera sadar dia sedang berada dirumah andrew.
"Bentar deh aku minta ijin sama andrew dulu.
" Uwaoo... kamu masih disana raa jam berapa ini? ada kemajuan deh kaya nya. Ucap vina
" Jangan ngaco, aku menemani odi yang di tinggal tante.
__ADS_1
Sera terus saja bercanda dengan sahabatnya di poncel. Andrew hanya membiarkan sera yang sedang asyik, pria ini akan beranjak berdiri untuk menyimpan minuman keras yang dia keluarkan tadi agar sera tidak terus menimum nya.
Sera dengan sengaja menarik tangan andrew yang akan beranjak menjauh dari nya.
" Ka boleh ijin gak? muka gadis ini berubah dengan cepar menggunakan mode manja untuk mendapatkan ijin.
" Mau kemana? kamu kan sudah mabuk, Ucap andrew.
" Vina ngajakin ke club ka, boleh ya sebentar aja.
"Kamu mabuk gak boleh, nanti kalo odi nyariin kamu gimana?
" sebantar aja kaa, vina sudah siap menjemput ku.
"Ga boleh sudah kamu minum disini aja bareng aku. Ucap andrew merampas ponsel milik sera.
" Halo...Sera ga boleh pergi kalian juga ga boleh pergi anak kecil selalu mau clubing terus. Ucap andrew.
"Yeee.. kita sudah dewasa kali kaa boleh dong sesekali bersenang-senang. Ucap vina sambil menutup sambungan telpon nya.
Sera kembali marampas ponsel nya yang di ambil oleh andrew. Mereka saling merebut ponsel itu. Andrew berusahan mengejar sera yang berlari dalam ruang kerja nya sambil merebut ponsel dan juga botol minuman.
"Kemarikan botol itu raa, jangan terus berlari.
"Gak akan. tadi kamu bilang boleh minum ka.
"Iya kembalikan dulu, Andrew berusaha menangkap sera.
"Kena kau, sini gadis nakal berikan botol nya. Sera yang sudah tertangkap masih saja berusahan menyembunyikan botol minuman dibalik badan nya yang sudah terhimpit ke arah dinding.
Happy reading ka, jangan lupa vote like ya
__ADS_1