
Tiga dara cantik ini sedang sibuk memilih gaun yang akan mereka pakai di pesta ulang tahun vina. Mereka sudah keluar masuk beberapa toko demi mendapatkan busana yang mereka inginkan. Mereka tidak mengenal rasa lelah walau mereka sudah menghabiskan berjam-jam hanya untuk mencari pakaian.
Pesta berlangsung dengan megah dan meriah. Ruangan di decorasi dengan cantik, hidangan sudah tersusun rapi di sudut ruangan, lantunan musik juga mengudara dari band yang mengisi acara ini. Para tamu datang hilir berganti berdatangan membawa bingkisan-bingkisan besar yang di tunjukan untuk vina.
Sedangkan ketiga gadis cantik ini masih begelut dengan persiapan mereka di dalam kamar. Sosok sera sedang berdiri di balkon kamar vina menatap kearah taman belakang yang sudah dipenuhi para tamu. Sera terlihat sangat anggun mengenakan jumsuit merah tanpa lengan, Warna merah sangat cocok dikulit putih miliknya ditambah dengan riasan ringan diwajah nya.
"vina... andrew kamu undang ga? ucap sera.
"pasti lah dia kan sahabat roy ga akan terlewat pastinya, kenapa kamu merindukan nya. Ucap vina meledek sera.
"aku merindukan odi yaa bukan ayah nya. Ucap sera dengan wajah memerah sambil mengingat kembali kejadian yang terjadi dirumah sakit.
Tiba saat tiga gadis ini untuk terun ke ruangan tengah untuk memulai acaranya. Saat mereka menuruni anak tangga pandangan para tamu mengarah kepada meraka, tiga gadis cantik ini menjadi pusat perhatian. Kecantikan mereka menjadi daya pikat yang kuat bagi orang lain yang melihat. Pesta sudah dimulai vina terlihat begitu bahagia dikelilingin oleh semua yang dia sayangi, dia tengah sibuk menerima ucapan dari para tamu yang menghampirinya. Sera dan nisa sedang duduk di meja sambil menikmati pesta sambil memegang gelas wine kesukan mereka. Namun pikiran sera entah kemana dia terkadang terlihat termenung sendiri mungkin karena bagas tidak menghadiri pesta ini karena sedang sibuk. Wajahnya datar tampak dia tidak menikmati pesta ini namun tak mengurangi kecantikan miliknya.
Pesta berlangsung dengan meriah, tiba-tiba terhenti saat andrew dan keluarganya memasuki ruangan ini. Keluarga andrew memang terpandang di kota ini dengan kekayaan yang berlimpah ruah. Andrew terlihat menawan dengan stelan jas warna nude dengan kancing sedikit terbuka mengekspos dadanya. Pria tampan ini sambil menggendong putra semata wayang nya dengan stelan yang serupa membuat mereka tampak serasi. Seluruh tamu terpukau dengan kedatangan sosok andrew.
" seraa... duda mu datang tuh, raa ganteng banget sih andrew. Ucap nisa yang melongo menatap andrew yang terlihat bersinar.
" Hot dady banget dia, tapi lebih tampan bagas lah sa. Ucap sera sambil meminum wine.
" bagas aja trus ra... mata mu memang sudah buta, pria setampan ini kamu blg masih kurang. Ucap nisa sambil menoyor kepala sera. Kedua gadis ini terus tertawa tampa menghiraukan sekelilingnya.
"hayy.... aku boleh duduk disini ga? ucap dua pria yang menghampiri meja sera. Kedua gadis ini hanya tersenyum menandakan ijin untuk duduk bersama mereka. Sera tidak begitu peduli tapi saat dia melihat wajah jomblo nisa dia berusaha untuk tetap ramah dia tau sepertinya sahabatnya sedang tertarik dengan salah satu pria yang duduk di meja mereka. Dua pria ini tampak tampan mereka adalah anak dari kolega bisnis orang tua vina yang ikut datang ke pesta. Sudah tentu juga mereka salah satu anak orang kaya tampilan mereka sangat mencerminkan seberapa tebal dompet yang mereka punya. Sera hanya mengumbar senyum diwajah nya.
" kalian satu kampus dengan vina? ucap salah satu pria.
" ya kami bukan hanya satu kampus tapi kami satu kelas juga dan satu kumpulan wanita cantik. Ucap nisa menyombongkan kecantikan miliknya. Sera yang mendengar bualan nisa tersedak minumannya sambil menahan tawa.
"kampus kalian sangat beruntung memiliki wajah-wajah cantik seperti kalian bertiga. Sesosok pria lain nya hanya diam sambil memandangi sera yang duduk di hadapannya.
Pria itu terus saja memuji kecantikan sera didalam pikirannya. Sera mengumbar senyuman manis yang memperlihatkan gingsul miliknya.
__ADS_1
Andrew yang sedari tadi melihat wajah cantik yang sangat di kenal nya hanya berani menatap dari kejauhan saja. Ditambah sera sedang di kelilingin pria tampan yang duduk di meja nya membuat andrew menahan nafas nya. Dia melihat sera yang duduk dengan kaki menyilang sambil memegang gelas wine di tangannya. Aura kecantikan sera begitu terpancar ditambah dengan senyuman diwajah nya, pria mana yang tidak akan terpikat oleh gadis cantik ini.
Sera sadar akan kehadiran mata yang sedari tadi memperhatikan nya. Dia menoleh kearah mata yang menatap nya mengumbar senyuman manis, gadis ini mengedipkan salah satu mata nakalnya ke arah andrew. Membuat andrew menjadi salah tingkah, debaran jantung milik andrew menjadi tak menentu. "shit.... gadis ini menggoda ku. Ucap andrew memalingkan wajahnya.
Saat sera akan berdiri ingin menghampiri andrew tangannya di gapai oleh pria yang duduk di meja nya.
"mau kemana, duduk lah disini aja. Ucap salah satu pria.
" mau kemana raa, jangan tinggalin aku dong, ucap nisa.
"aku mau ke kamar kecil mau ikut, ucap sera dengan wajah sinisnya. Pria itu langsung melepaskan genggaman tangannya.
Sera hanya memberikan alasan palsu untuk bisa pergi dari meja itu. Dia melangkah kan kaki nya mendekat ke andrew yang sedang menggendong jordi di sudut ruangan yang menghadap ke arah kolam berenang. Sera terus saja merasa senang di hatinya entah karena bertemu jordi bocah yang ia rindukan atau karena ayah dari bocah kecil ini.
" hai kaa.. sera melambaikan tangan nya ke arah andrew. Sera berjalan begitu anggun kearahnya membuat andrew beberapa kali menelan saliva nya sendiri. Andrew hanya diam tidak menjawab gadis itu, dia berusahan membuat wajah nya tidak memerah di depan sera.
" apa kamu sedang menjauhi ku ka, kenapa kamu memalingkan wajah. Ucap sera menatap andrew.
"tidak... kamu terlihat sangat cantik raa. Ucap andrew yang tidak bisa menanahan ucapan nya sendiri.
"mamaahh.... odi haus... num, ucap jordi dengan suara lucunya. Bocah ini membuat sera gemas dengan segala tingkah lakunya. Sang nene yang memperhatikan dari jauh hanya membiarkan dengan senyuman tersungging di wajahnya.
" kaa kita ke dapur aja yo, disini terlalu ramai banyak asap rokok. Ucap sera tanpa sadar menarik tangan andrew. Sesampai nya di dapur andrew dan sera duduk di meja makan, mereka asyik bertukar kabar jordi setelah pulang dari rumah sakit. Tak berselang lama pesta di rumah ini sudah selesai, semua tamu sudah beranjak pulang.
Jordi yang tertidur di pelukan sera terlihat mengemaskan membuat sera terus mencium pipi gembul bocah ini. " yaa.. bias tirus wajah anak ku kalo kamu terus mencium seperti itu. Ucap andrew yang tak tahan melihat tingkah laku manis sera.
"ka.. kamu tidur sini aja yaa, plisss... aku masih ingin bersama mu. Ucap sera dengan wajah memelas.
"dengan ku, kamu sedang merayu kah, ucap andrew dengan mata membulat.
"ahh.. maksut ku dengan odi ka, siapa juga mau dengan mu weee, kan ada roy juga kaa pliss ya ka. ucap sera memohon kepada andrew. Pria ini hanya mengangukan kepala nya tanda setuju dengan usul sera, lagi pula dia masih ingin melihat anak nya mendapatkan kasih sayang dari sera. Sekarang mereka semua sudah duduk di ruang tamu menemanin vina yang sibuk membuka satu persatu hadian yang ia dapat. Nisa juga ikut sibuk membantu vina dengan merobek beberapa bungkus kado. Mereka sambil meminum wine dan bercanda ria dengan berbagai lelucon yang keluar dari bibir roy yang sedang menggangu adiknya. Sera hanya duduk di samping jordi yang sedang tidur dengan selimut tebal akibat hujan deras yang baru saja turun.
__ADS_1
"udah ra minum nya, nanti kamu mabuk. Ucap andrew yang melihat sera sudah mulai mabuk.
" gpp ka hanya malam ini, besok janji ga lagi. ucap sera menarik gelas ditangan andrew.
"aku bilang ga boleh sudah cukup ra. wajah andrew menjadi marah melihat sera tidak mau mendengarkan nya. Sera hanya menurut dia terdiam karena melihat wajah marah andrew, namun itu tidak berlangsung lama roy mengajak mereka semua bermain TOD yang kalah harus meminum wine dengan satu kali tegukan. Mereka semua bermain tanpa memperdulikan waktu yang sudah beranjak lebih malam. Andrew dan sera menjadi orang yang paling banyak minum yang berarti kalah dalam permainan.
" udah ah, aku sudah ga kuat. Ucap sera yang menyenderkan kepala nya ke sofa". Mereka yang masih kuat terus melanjutkan permainan sampai mereka semua tertidur dengan sendirinya. Andrew yang masih sedikit sadar dari mabuk nya mendekatkan diri ke arah sera dia menyelimuti gadis itu karena melihat sera meringkuk menahan hawa dingin. Sera dengan bodoh malah duduk di pangkuan andrew memeluk pria itu karena mabuk nya sera malah berbuat bodoh. Andrew hanya terdiam melihat sera dia sadar sera melakukan ini karena efek dari minuman tadi, dia tidak mempermasalahka nya justru dia menikmatinya.
Sera terus saja mengeliat di pelukan andrew, dia merasakan hawa dingin di sekujur tubuh nya membuat dia terus saja merapatkan badan pria itu. Andrew mengumbar senyumnya melihat sera berada di pelukan nya, dia dengan sadar mencium kening sera membuat sera merasakan debaran didadanya.
Sera mengangakat wajahnya mendekatkan bibir merah ranum nya ke arah bibir andrew, seperti ingin membalas kecupan yang ia dapat di kening nya, sera mengecup bibir andrew secara tiba-tiba membuat andrew menjadi kaku mendapat ciuman itu. Sera kembali meneggelamkan wajah nya di dada milik andrew, ternyata sera sudah benar-benar mabuk hingga tidak sadar apa yang telah dia lakukan.
"aku tidak perduli walau kau sedang mabuk raa. kau yang duluan memancing ku. Ucap andrew yang merangkul sera dengan erat.
Andrew mulai melonggarkan pelukan nya, dia mendongakan wajah sera ke arahnya mebuat wajah gadis itu sangat dekat dengannya. Sera tanpa sadar malah mengalungkan tangan nya ke leher andrew dia mulai mencium andrew dengan lembut, menggigit bibiar andrew yang tebal. Andrew mulai membalas ciuaman dari sera dia mulai membuka bibirnya mengeluarkan lidah nya untuk di satukan dengan lidah milik sera yang sedari tadi bermain dengan bibir miliknya. Mereka mulai lepas kendali akibat dari efek alkohol, ciuman mereka menjadi lebih ganas, andrew terus saja melumut bibir ranum milik sera sambil terus memeluk pinggang gadis itu. Sera menikmati setiap lumutan dari andrew nafas nya memberat mengeluarkan suara desahan yang membuat andrew menjadi lebih kalap menyedot lidah sera.
" aahhh.... andrew secara spontan mengeluarkan desahan dari bibirnya karena menikmati ciuman nya dengan sera. Mereka terus saja menelan berulang kali saliva yang sudah tercampur milik mereka. gigitan-gigitan lembut terus mereka lakukan.
" aku lelah, aku ingin tidur, ucap sera menjauhkan dari bibir andrew kemudian terlelap di dada bidang andrew sekali lagi. Andrew hanya bisa menghela nafas yang panjang melihat sera meninggalkan nya di tengah-tengah kenikmatan.
" tidur lah sera selamat malam, ucap andrew dengan sekali lagi mencium lembut bibir ranum sera. Andrew merebahkan kepala nya ke sofa sambil terus memeluk sera, dia tertidur dengan pulas dengan sendirinya.
Keesokan hari.....
orang tua vina yang lebih dulu bangun berjalan ke arah ruang tamu karena mendengar suara tangisan dari odi yang menangis berusaha membangunkan sera yang tertidur pulas di pelukan sang papah.
Mami vina kemudia menggendong odi sambil memotret tingkah sera dan andrew yang tidur berpelukan kemudian mengirimkan nya ke orang tua andrew.
" dee.. beneran itu sera sama andrew, ucap ibundan andrew yang langsung menelpon mami vina.
" beneran ka, mereka semua tertidur di ruangan tamu semalam. Ucap mami vina.
__ADS_1
" Biarkan saja mereka, aku akan setuju kalo memang andrew mau memulai hubungan yang baru.
Happy reading ka, jangan lupa vote like yang banyak ya kaa 💜