
Bukan hanya vina yang merasa ketakutan akan sikap andrew yang berubah menjadi angkuh. Sera juga tak mampu meredam amarah yang sudah terlanjur andrew keluar kan. Ketiga gadis ini tahu betul kebiasan andrew, mereka lebih memilih diam ketimbang harus meladeni emosi pria ini. Putra yang nampak acuh tak sedikit pun menghiraukan perkataan andrew. Pria ini nampak santai menikmati waktu nya bersama sera. Tak terganggu sedikit pun putra hanya memasang muka datar disetiap tatapan mata andrew yang tertuju padanya.
"Nis loe sehat kan, ucap putra bertanya karna merasa kasihan melihat pemberitaan tentang keluarga nisa.
"Memang aku sakit apa? ucap nisa terheran-heran.
"Kamu memang gak baca berita dua hari ini kah? nama keluarga mu sudah jadi perbincangan. Ucap putra sedikit menjelaskan.
"Serius gue malah gak tahu apa pun? ucap nisa kebingungan. Vina dan nisa langsung mengecek kebenaran berita dari putra.
"Gara-gara cewek penyakitan ini gue jadi buta, ucap nisa sedikit kebingungan membaca berita yang sedang menggerogoti keluarga nya.
"Kalo loe gak lagi kena masalah juga sudah gue tendang dari kamar ini, ucap sera sambil memasang muka masam nya. Putra hanya tertawa melihat tingkah ketiga gadis ini.
"Biar aja, semoga ibu gak baca berita ini, ucap nisa sedikit menorehkan senyuman.
"Doa terbaik buat keluarga loe saa, ucap vina sambil mengecup kening sahabatnya itu.
"Gue heran sama anak ini lagi kesambet apa sampe nyium-nyium gini, ucap nisa keheranan.
"Gue ini teman yang baik ngasih semangat ko malah diketawain sih, ucap vina sedikit cemberut untuk menggoda kedua sahabatnya itu.
"Gue berterimakasih tapi bisa jangan cium-cium mending loe cium putra aja gih sana, ucap nisa mendorong vina ke arah putra duduk.
"Hampir kena, ucap vina sambil mencubit nisa.
"Kalian ini kalo sudah jadi satu ribut yaa untung yang satu lagi sakit kalo sehat gak kebayang ributnya kalian, ucap putra membayangkan keributan yang terjadi.
"Put pintu keluar nya sebelah sana kalo loe gak tahan bisa keluar, ucap vina sambil memasang wajah serius.
"Gue diusir nih, yasudah batal perjanjian tukar menukar nomor ponsel teman gue. Ucap putra kembali memanas-manasin vina.
"Ahh jangan gitu mas ganteng, mana sih kasih gue sisa nya biar gue yang urus. Loe cuma harus ngomong yang baik-baik tentang gue. Ucap vina merasa senang memikirkan pria yang di lihat nya kemarin.
"Cowok mana sih? lihat dong penasaran nih kalian heboh gitu. Ucap sera sambil menarik lengan putra.
__ADS_1
"Orang sakit juga butuh yang manis-manis tahu. Ucap nisa membela sera.
"Gausah, loe lihat gue aja raa lebih ganteng gue ko, ucap putra dengan percaya diri.
"Percaya diri banget loe put, ucap sera mencubit pria itu.
"Gue ganteng gak menurut kalian? jangan bohong deh gue stop nanti cemilan malam buat kalian. Ucapan putra membuat seisi kamar menjadi rius tertawa.
"Arghh, raaa tentang beasiswa kemarin loe sudah dapat kabar belum? ucap putra mengingatkan sera kembali.
"Gausah dibahas dulu traa pusing gue ingat test nya, guman sera sambil sedikit berdecik.
"Bagas gak kesini raa? kemarin gue ketemu dia. Ucap putra pelan namun masih dapat terdengar oleh sera.
"Kamu udah makan belum? makan dulu gih sana bareng yang lain. Ucap sera mengalihkan perhatian agar tak selalu mendengar nama bagas. Putra sadar bahwa sera mulai tak merasa nyaman, pria ini langsung membahas hal lain agar sera tak begitu gelisah lagi.
Tak berselang lama dari hal-hal yang membuat mereka tertawa. Mereka di kejutkan dengan kedatangan momo bersama patner kerja itu. Seluruh penghuni ruangan menjadi terdiam saat momo masuk dengan wajah kusutnya. Sera hanya duduk terdiam menatap momo yang tampak gelisah.
"Gimana sudah sehat raa? ucap momo membuka percakapan karna melihat sahabatnya berubah menjadi tegang saat melihat ia masuk.
"Lebih baik dari kemarin, kamu dari mana? ucap sera kembali bertanya.
"Bagas? ucap momo menunjuk pria yang tertutup dengan koran dibelakang sera.
"Putra, kenapa tanya bagas kangen? ucap vina ketus. Sera hanya tersenyum sinis melihat momo.
"Sera setuju sama kerjaan loe, ucap vina.
"Serius loe raa, gak lagi bercanda kan? ucap momo merasa tak nyaman.
"Gue serius mo apa-pun selama bayaran oke, ucap sera sedikit tersenyum.
"Loe gak lagi menghindari sesuatu kan, ucap momo yang merasa ragu akan keputusan sera.
"Gak usah banyak tanya juga mo nanti sera berubah pikiran kan repot, ucap vina menjewer kuping pria ini.
__ADS_1
"Oke gue ikut aja kalo memang kalian setuju, ucap momo sambil melirik rekan kerjanya yang duduk tak jauh dari dirinya.
Senja sudah mulai terlihat tak banyak yang dapat di lakukan oleh sera selain berbaring di atas ranjang. Hanya tertinggal dirinya dan nisa dikamar ini. Vina bergantian dengan nisa untuk menjaga sera. Mereka sedikit bercakap-cakap menghilangkan kepenantan. Nisa lebih sedikit pendiam di banding vina yang ceria.
Tokkk...tookkk
Suara pintu kamar kembali diketok dengan pelan. Sera hanya merasa andrew lah yang datang karna hendra sedang dalam perjalanan bisnis yang sudah pasti tidak akan datang menjenguk dirinya.
"Sera, guman sosok pria dengan nada sedikit parau memanggil nama sera. Gadis ini seperti tersambar petir mendengar suara pria yang menyebut nama nya dengan suara serak. Sera menoleh untuk melihat sosok pria yang mungkin seperti dipikirannya. Nisa juga nampak terkejut melihat pria yang berdiri di ambang pintu.
"Bagas, guman sera dengan mata berkaca-kaca.
"Kenapa kamu gak ngasih kabar aku kalo kamu terbaring dirumah sakit seperti ini. Ucap bagas mendekati wanitanya yang tampak terkulai lemas.
"Kamu sehat? ucap sera yang tak lagi mampu membendung tangisan nya saat melihat sosok pria yang dirindukan nya.
"Apa kamu bodoh? guman bagas memeluk erat gadis itu. Nisa tampak terkejut namun juga tak ingin mengganggu mereka berdua, gadis ini diam-diam meninggalkan kamar.
"Aku sakit gas semua badan ku sakit, guman sera melampiaskan gundukan kesakitan didalam hatinya.
"Terus kenapa kamu gak kasih kabar aku? kenapa kamu diam aja raa, ucap bagas yang masih tak menyangka sera lebih memilih merahasiakan nya ketimbang membagi dengannya.
"Aku takut kamu sedang sibuk, terakhir kali kamu juga gak datang menjemput ku, ucap sera yang masih menangis dalam pelukan bagas.
"Maaf raa hari itu aku gak bisa datang karna urusan kantor setelah itu pun aku tugas keluar kota. Ucap bagas membuat alasan untuk menutupi kesalahannya.
"Hmmm, guman sera yang meluapkan kerinduan nya dan tak ingin memikirkan kepahitan itu untuk sejenak.
"Aku akan mengurus semua biaya nya, kamu gak usah takut, guman bagas merasa bertanggu jawab atas diri sera.
"Gausah gas semua vina yang tanggung untuk sementara setelah aku gajian aku yang akan membayarnya.
"Raa aku kerja untuk kamu, kenapa kamu selalu menolak bantuan yang ku berikan? guman bagas mulai sedikit marah.
"Kamu pikir aku gak tahu uang yang aku kirim setiap bulan untuk mu juga gak pernah kamu sentuh kan? kenapa kamu gak sudi menerima hasil kerja keras ku kah? ucap bagas meluapkan segala yang ia pikirkan selama ini.
__ADS_1
"Kamu nge-cek akun ku? itu uang gajih mu bukan, aku gak mau sembarang pakai gitu aja. Akan aku pakai saat aku benar-benar butuh gas. Ucap sera membela dirinya. Pertemuan nya kembali dengan bagas tak sesuai dengan bayangan mereka malah terus bertengkar saling menyalahkan satu sama lain.
#Kuyy jangan lupa vote dan like ya kak.