
"Aaahh, pelan-pelan sayang kita di tempat umum. Ucap helena menggeliat karna sentuhan bagas, gadis ini terus membelai bagas yang memangku nya dengan mesra. Tangan kekar bagas tengah menutup mulut helena yang terus mendesah tak karuan ditengah keramaian ini. Bagas menyesap leher putih helena, pria ini membelai setiap lekuk tubuh helena yang terus menggeliat diatas pangkuan nya.
"Aku bahkan tidak bergairah walau sudah meraba nya, ucap bagas dengan pelan. Mata tajam pria ini teralihkan oleh sesosok wanita yang ia kenal tengah duduk memeluk sebuah bantal dengan sangat manis. Gaun hitam yang melekat ditubuh nya terlihat lebih sederhana dari gaun malam yang biasa ia pakai, raut wajah yang lebih pucat pun tak bisa disembunyikan dengan riasan yang melekat ditambah kantung mata yang menghitam memberikan tanda sang pemilik tak mendapat kan tidur yang berkualitas sama sekali. Tatapan sendu gadis ini tetap memikat walau pun hanya dilihat dari kejauhan.
"Pakai ini raaa, aku akan tampil sebentar lagi kamu gpp kan aku tinggal sebentar. Ucap putra sambil membelai rambut ku. Gadis ini hanya tertunduk lesu dan tak bersemangat, kehadiran dirinya malam ini di club karna paksaan putra dan kedua sahabatnya agar ia mempunyai hiburan lain selain hanya duduk dirumah seorang diri.
"Jangan minum yang lain, kamu hanya boleh minum ini. Guman putra menyodorkan segelas jus di hadapan ku.
"Setelah kamu selesai kita pulang ya put, ucap ku sambil menarik baju yang pakai putra dengan manja.
"Iya setelah ini kita pulang, kamu duduk disini bareng yang lain dulu. Ucap putra tertawa melihat tingkah ku. Pria ini bertingkah sangat dewasa dan juga tegas, tak banyak bicara putra lebih banyak memberikan perhatian melalui sikap nya.
"Jadi kamu memilih putra ketimbang adik ku? tanya hendra yang tiba-tiba datang mengejutkan. Selama ini hendra tak benar-benar menghilang, sesekali ia akan datang mengunjungi sera tanpa ada seorang pun yang tahu. Pernah sekali bagas berpapasan dengan hendra yang datang tiba-tiba dan membuat sera harus menerima tamparan dari bagas dengan sangat menyakitkan.
"Sudah datang? kenapa lama sekali sih draa, ucap ku yang tak begitu memperhatikan kedatangan pria ini.
"Akhirnya gue bisa bebas datang untuk menemui mu tanpa ada halangan lagi, ucap hendra menggoda ku.
"Gue tambah bete ada loe disini, ucap ku ketus.
"Gimana loe bakal ikut gue kan raa, ucap hendra sambil mengoyang-goyang kan tubuh ku.
__ADS_1
"Sakit tahu draa, malas gue bantu orang kaya kamu keras kepala gitu, ucap ku sambil mencubit lengan pria ini.
"Tapi berita nya menyebar dengan cepat ya, jadi loe bakal nikah sama model itu? ucap ku yang sangat penasaran dengan nasib hendra. Pria ini mempunyai nasib buruk yang sama dengan ku, gadis yang menghabiskan malam bersama nya akhir hamil dan menimbulkan berita yang menghebohkan.
"Gue sudah bilang kan kita sudah sepakat bakal menjaga anak itu tanpa pernikahan, dia sama seperti gue raa gak akan mau menikah dengan orang yang gak kita cintai. So, kita sepakat akan hal itu lagian kami gak sengaja melakukan nya tapi aku harus tetap bertanggung jawab karna benih ku, ucap hendra dengan santai.
"Tapi gimana nasib bayi kalian? jangan sampai seperti ku draa. Ucap ku memelas kepada hendra yang malah tampak santai menghadapi situasi nya.
"Raa kamu sangat tahu aku, kami melakukan nya tanpa sadar maka dari itu kehamilan ini akan jadi masalah bagi kami berdua, dia akan memberikan anak itu kepada ku setelah dilahirkan. Ucap hendra ketus. Kejadian hendra lebih dramatis dibanding kan aku, kehidupan mereka hancur karna beberapa botol minuman yang mereka tenggak bersama. Namun tak seperti wanita lain yang sudah pasti akan menuntut pada hendra tapi wanita ini malah mengajukan kesepakatan yang tak terduga. Ia akan melahirkan bayi itu apa bila mereka sama-sama menginginkan nya dan bayi itu akan diserahkan kepada hendra namun ia tak ingin ada pernikahan karna akan merusak masa depan karier nya.
"Tante dan om gimana? mereka baik-baik saja, tanya ku karna penasaran, semenjak aku terbelit oleh masalah aku tidak pernah berani menampakan diri ku lagi di depan mereka.
"Benar kah draa? ucap ku pelan sambil memikirkan berbagai hal lain nya.
"Kamu kira andrew akan diam begitu saja, sikap keras kepala lebih parah dari dugaan ku. Bahkan ibu ku sampai tidak tahu lagi cara menghadapi nya, ucap hendra yang malah menggoda ku.
"Sudah jangan sedih lagi raa, aku mau menikah dengan mu. Kita akan pindah menjauh dari semua kalo kamu mau, ucap hendra.
"Diamlah buaya, sana pergi aku lelah. Ucap ku yang mengusir hendra dari meja. Kami tertawa bersama, setidak nya aku menjadi sedikit lebih lega karna dapat berbagi ketakutan ku dengan hendra tanpa harus tertekan.
"Kenapa kamu malah melihat nya terus gas? ucap helana yang merasa terganggu karna pandangan bagas teralih oleh ku. Helena masih berusaha membangkit kan hasrat bagas dengan menyentuh bagian sensitif bagas berulang-ulang.
__ADS_1
"Diam lah aku gak suka wanita yang banyak menuntut, ucap bagas ketus dengan mata yang tak lepas memperhatikan tingkah ku bersama pria lain. Helena dengan kesal meneguk beberapa minuman yang berbeda membuat nya tergeletak tak sadar kan diri. Sebenar nya aku juga telah melihat keberadaan bagas yang tak jauh dari ku, kedatangan hendra sedikit membantu ku mengalihkan pandangan yang menyakitkan ini melihat orang yang kucintai sedang bercumbu mesra menggoretkan luka baru di hatiku.
"Draa, pulang duluan aja ya kita aku beneran udah gak tahan disini, ucap ku kepada hendra yang sedang menunggu ku diluar kamar kecil ini. Suara gaduh ini lebih jelas terdengar di telingan ku ketimbang suara musik yang seharus nya lebih kencang.
Tubuh ku spontan berlari dan berusaha memisahkan bagas dan hendra yang tengah berkelahi ditengah-tengah kerumunan.
"Tolong gas lepaskan hendra, aku mohon. Ucap ku yang berusaha memisahkan bagas yang terus membantai hendra hingga tersungkur. Mata bagas beralih pada ku dengan penuh kemarahan, mata indah yang biasa selalu ku rindukan sekarang menjadi penuh amarah dan sangat menakutkan.
"Sakit gas tolong lepas kan, ucap ku meronta karna tak mampu menahan cengkraman tangan bagas yang begitu menyakitkan di lengan ku ditambah perut ku yang tiba-tiba menjadi tegang dan terasa nyeri sangat menyiksa ku.
"Belum cukup kamu menyakiti ku seraa, kenapa kamu harus muncul dengan pria lain di hadapan ku. Ucap bagas meraih ku dengan kasar. Aku begitu takut untuk melihat mata pria ini, menyentuh nya saat ini sangat ku rindukan tapi tak ku sangka dia akan menyentuh ku dengan sangat kasar seperti menangkap seorang penjahat.
"Menjauhlah sera kalau perlu mati lah dalam sunyi hingga aku lupa akan keberadaan mu, ucap bagas mendorong ku hingga tersungkur.
"Laki-laki sialan, ucap putra meraih kerah baju bagas, kedua pria ini saling bersitegang membuat keributan semakin menyeruak ditengah keramaian ini.
"Putraa lepaskan diaa, kita harus bawa sera pergi. Cepatlah. Guman nisa memisahkan putra yang tengah mencengkram bagas.
"Sialan mereka malah pamer dihadapan ku? guman bagas yang semakin terpancing amarah saat melihat putra menggendong ku keluar dari keramaian ini.
Bersambung......
__ADS_1